Hari ini tepat seminggu yang lalu .. apa yang kualami pada tanggal 30 September 2009 tak akan pernah ku lupakan. Tapi, apabila hanya tersimpan didalam benak. Mungkin ada yang terlewatkan sehingga ku putuskan untuk ku letak kan disini, detik demi detik saat berlangsungnya gempa. Selain kata, aku coba akan berusaha untuk memuat foto dan videonya. Semoga WP ini dapat mengakomodasinya. detik menegangkan
Detik-detik Gempa Padang
Rabu, 7 Oktober, 2009 · & Komentar
→ 13 CommentsKategori: Hari yang kulalui
Ditandai: agama, arsitek, human
Ketika Tuhan memberi ku ..
Jumat, 2 Oktober, 2009 · & Komentar
Jarum jam ditanganku menunjukan angka lima dan angka tiga, pukul 17:15 ketika aku beranjak dari mejaku keluar menuju office hall yang tepat berada didepan kamar kerjaku. Sore itu, rencananya akan diadakan acara pelepasan pegawai yang mengakhiri masa kerjanya. Pekerjaan ku yang masih beberapa dokumen lagi, ku tinggalkan tergeletak diatas meja dan rencananya akan ku selesaikan usai acara pelepasan tersebut. Gempa 30 September
→ 6 CommentsKategori: Hari yang kulalui · Keheningan jiwa
Ditandai: human, lingkungan hidup, sosial
Rendra pada suatu ketika …
Minggu, 9 Agustus, 2009 · & Komentar
Berita berpulangnya Rendra keharibaan Illahi ku tahu dari status teman² ku di Facebook. Ingatan ku terpental ke masa silam. Saat aku masih duduk di bangku Sekolah Dasar, tepatnya kelas 4 SD. Pada suatu ketika, aku didapuk oleh guru ku untuk berdeklamasi untuk membacakan sajak Kerawang Bekasi karya Chairil Anwar pada acara Malam Kesenian yang setiap tahun selalu diadakan sekolah ku. Aku ingat, untuk membacakan sajak tersebut .. selama dua minggu aku mati-matian menghafal kalimat demi kalimat. Karena menurut guru ku, membaca sajak harus dihafalkan dan tidak boleh membawa catatan. Memori
→ 5 CommentsKategori: Hari yang kulalui
Ditandai: Inspirasi, puisi, sastra
Sebulan lagi
Kamis, 23 Juli, 2009 · & Komentar
Subhanallah .. waktu terus bergulir. Peristiwa kehidupan pun datang mengalir. Membawa kabar suka maupun duka yang hadir bergilir. Hingga sampai nanti ke titik nadir .. Seperti rasanya kemarin. Aku berpuasa Ramadan dan sekarang, sebulan lagi Ramadan kan hadir. Subhanallah .. semoga aku diberikan kesempatan lagi untuk terawih keliling dari masjid ke masjid. Semoga aku diberikan kekuatan untuk menahan segala napsu selama sebulan penuh. Dan semoga aku diberikan waktu untuk meluruhkan dosa2ku sebelum dipanggil pulang oleh Nya. Marhaban ya Ramadan.
→ 5 CommentsKategori: Hari yang kulalui
Presiden RI 2009-2014
Jumat, 3 Juli, 2009 · & Komentar
Sebenarnya males buat postingan masalah ini, tapi setelah ku pikir² aku mesti meletakkan kata disini, sebagai pengingat sang waktu di masa depan, tentang catatan pemahaman ku bagi detik² bersejarah bangsa ini yang — sapa tahu 10 atau 20 tahun kemudian — masih bisa aku baca blog ini lagi untuk melihat pemikiran ku 10 atau 20 tahun yang lalu. Sehingga ku putuskan untuk melanjutkan postingan ini karena ku pikir lebih cepat lebih baik untuk dipublish biar ga lupa nantinya. Siapa Presiden kita?
→ 3 CommentsKategori: Keheningan jiwa
Ditandai: Iklan, Kampanye, persepsi
Kehidupan
Selasa, 26 Mei, 2009 · & Komentar
Ku coba untuk ungkap kan kata pada hari ini tentang kehidupan. Tentang makna kehadiran manusia dimuka bumi, terutama diriku. Ketika pada hari ini bertambah satu tahun lagi usia ku tapi apakah apakah bertambah banyak pahala ku atau dosa ku. Sebenarnya apakah kehidupan manusia hanya sekedar pahala dan dosa untuk nantinya diganjar dengan surga atau neraka? .. Baca terus →
→ 11 CommentsKategori: Hari yang kulalui · Kata yang ku tuliskan
Ditandai: modern, puisi, ulang tahun
Matikan komputermu !!!
Rabu, 20 Mei, 2009 · & Komentar
Cukup mengejutkan .. kata² tersebut justru meluncur dari mulut seorang yang periuk nasi-nya sangat tergantung dengan penggunaan komputer. Semakin banyak orang yang meng-akses internet, maka semakin berasaplah dapurnya. Tapi, justru beliau malah menyarankan kita untuk mematikan komputer dan HP agar bisa menjadi manusia yang seutuhnya. Manusia yang lebih riil .. bukan hanya diawang-awang .. hmmm … Manusia itu apa ya??
→ 15 CommentsKategori: Ku kutip kata
Ditandai: hubungan, Inspirasi, sosial
Beberapa hari belakang ini, harian KOMPAS memuat serial tulisan mengenai perbatasan Indonesia. Kehidupan masyarakat ‘disana’ lebih merasa ‘nyaman’ bertetangga dengan negeri jiran, seperti Malaysia, Singapura, Philipina dan Papua. Kemudian apakah kemudian mereka tidak nasionalis apabila mereka lebih paham berbahasa negeri tetangga dari pada bahasa Indonesia, lebih nyaman berbelanja dengan mata uang Ringgit, Peso ato Dollar Singapura dari pada Rupiah. Lebih men’cintai’ produk luar dari pada produk dalam negeri. Masih pantaskah mereka dipertanyakan dengan rasa nasionalisme pada diri saudara-saudara kita yang hidup diperbatasan tersebut? .. Reportase di Kompas tersebut mudah-mudah dibaca — kalo sempat sih — sama orang² yang merasa memiliki ‘kekuasaan’ untuk merangkul saudara² kita diperbatasan sana. 


