erander

Indonesia lebih demokratis

In Kata yang ku tuliskan on Selasa, 10 April, 2007 at 08:37

clip-30.gif KAGET !! begitu reaksi pertama aku membaca berita tentang blogger di detik.com pagi ini. Ya iya lah. Judul berita yang provokatif itu mengesankan kalo blogger itu adalah orang2 yang frustasi. Walah. Begitu generalis banget ya. Mungkin perasaan yang sama dirasakan oleh praja2 IPDN baik ketika membaca berita miring tentang IPDN. Well .. begitu lah dahsyatnya budaya informasi abad modern ini. Sampai2 Menteri Penerangan Malaysia Zainuddin Maidin kembali melontarkan penilaian pedas terhadap blogger dan dia juga mengusulkan agar para blogger didata. Gila, gila, gila – diucapkan dengan gaya Olga di ceriwis !!!

Alhamdulillah .. wacana itu ternyata muncul di Malaysia. Bukan di Indonesia. Dan ternyata pula, Indonesia lebih demokratis ya? Bebas menyampaikan pendapat dan berekspresi. Disini semua dihargai. Wah, kita itu ga jelek2 amat lah. Ya minimal alam demokrasi kita – terutama berpendapat – lebih oke lah dibandingkan Malaysia dan Singapura. [ pertanyaan iseng, kalo berpendapatan? apa kita juga demokrasi ya? ]

Bahkan, si Malaysia itu menyampaikan uneg2 nya itu di Singapura – untuk mencari dukungan kali ya? – “Sangatlah berbahaya mereka menulis dan melakukan tindakan-tindakan menghimpun kekuatan,” ujar Zainuddin saat berkunjung ke Singapura, Jumat 06-04-2007 seperti yang dikutip di detik.com itu yang kaya’nya sejalan dengan ide deputi menteri komunikasi Shaziman Abu Mansor, yang mewajibkan pendataan para blogger. Capee deee

Bersyukurlah para blogger di Indonesia. Jaga kepercayaan yang diberikan. Gunakan blog untuk kemaslahatan sebagai wujud syukur kita. Alangkah tidak indahnya lagi, jika blog juga dikekang. Hidup Indonesia !!! Viva Indonesia !!! Merdeka !!!

  1. koq bisa-bisanya nyambung ke IPDN?

    Bentuk empati pada teman2 praja IPDN yang baik alias yang tidak setuju dengan kekerasan

  2. Blog memang merupakan bentuk baru berdemokrasi dan mengungkapkan pendapat. Nah, seharusnya para blogger juga memiliki rambu-rambu dalam agar terjaga kualitas informasi yang disampaikannya.

    Sudah galibnya .. apapun di dunia ini jika tidak diatur, tunggulah kehancurannya. Jadi semua mesti ada rules-nya. Semoga para blogger di Indonesia lebih arif bijaksana dibandingkan di negara lainnya.

  3. duh menular ngak ya itu penyakit

    Insya Allah enggak .. kan boss nomor 1 dan nomor 2 juga punya website pribadi toh?

  4. Untuk urusan kebebasan berpendapat, bolehlah sedikit bangga dengan kondisi kita, dibanding dengan Malaysia n Singapore. Kata “sedikit” sebelum kata bangga, merefer nasib yang dialami Alm. Munir serta masih adanya gangguan terhadap kebebasan itu dari sedikit orang kurang kerjaan seperti Menkominfo yang nyinyir terhadap acara tv news-dot-com.

    Mungkin masih kagok. Ketika kebebasan terkontrol tiba2 dilepas. Ya, pasti banyak ekses-nya baik positip maupun negatip. So, selama kita menyadari bahwa kebebasan itu hak asasi .. it’s ok. Tapi tetap dalam rambu2 yang membumi.

  5. Indonesia masih demokratis kalau soal blog saja hehehe

    Alhamdulillah. Walaupun baru soal blog, tetap saja patut kita syukuri. Bukankah dalam surah Ibrahim ayat 7 dikatakan : Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih.” Mudah2an dengan mensyukuri demokrasi di blog, nanti Allah menambah nikmat lagi untuk demokrasi yang lainnya. Satu per satu. Amien.

All comments are screened for appropriateness. Commenting is a privilege, not a right. Good comments will be cherished, bad comments will be deleted.