rumahku.jpg Tulisan ini ku buat karena order pertama dari teman blog ku. Beliau ingin aku menulis tentang arsitektur. Jujur, sebenarnya profesi ku bukan arsitek. Tapi – sejak kecil – aku bercita2 untuk menjadi arsitek. Segala hal sudah ku persiapkan sejak dini. Mungkin .. Yang Di Atas, ingin aku jadi yang lain. Well, aku terima. Hidup itu seperti main film. Peran apapun, Insya Allah akan aku jalankan dengan baik. Jadi anak buah, anak buah yang baik. Jadi bapak buah, bapak buah yang baik. Apapun peran, mesti dilakoni dengan baik. Siapa tau dapat award :)

Membuat rumah atau merancang rumah, sebaiknya disesuaikan dengan kemampuan keuangan kita. Jika dana yang tersedia terbatas, solusinya bisa dengan menerapkan konsep rumah tumbuh. Dalam pembuatan draft awal, desain rumah utuh tetap kita buat. Nanti dalam proses pembangunannya, kita mempunyai desain parsial. Dan seminim mungkin untuk melakukan pembongkaran besar2an.

Selanjutnya – setelah masalah dana – adalah memperhatikan luas lahan. Jika luasnya terbatas, misalnya dibawah 100 m2, desain minimalis adalah pilihan yang tepat serta mengindari detail yang terlalu ‘ramai’ atau ribet. Sedangkan untuk luas tanah diatas 100 m2, agak sedikit bisa bereksperimen. Aku cenderung menerapkan 50 : 50 untuk bangunan dan ruang terbuka. Tentunya konsep ini harus memiliki luas lahan lebih dari 200 m2.

Setelah itu – dana dan lahan – baru bicara ruangan. Berapa banyak ruangan yang kita inginkan. 1 kamar tidur, 1 kamar mandi, 1 ruang keluarga, 1 ruang makan atau berapa? Untuk lahan yang terbatas tentu pilihan terbatas tapi bisa direkayasa dengan membuat bangunan 2 lantai atau lebih. Setelah jumlah ruangan yang ingin kita miliki ditetapkan, selanjutnya baru masuk dalam tahap desain.

Nah .. saranku, hindari desain yang tidak sesuai dengan selera kita. Karena rumah tersebut akan kita tempati. Jadi buatlah senyaman mungkin. Waktu aku mendesain rumahku. Aku punya prinsip .. lebih baik membongkar gambar desain berkali2 dari pada harus membongkar rumah gara2 kita kurang sreg dengan hasilnya. Pengalamanku sendiri, membongkar desain sampai 3 kali. Dan hasilnya .. desain rumah ku di copy teman2 sebanyak 3 orang untuk mereka terapkan dirumahnya.

Tips lainnya, aku mendesain dengan sedikit sekat. Hanya kamar2 tidur saja memiliki dinding. Sedangkan ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan, teras belakang dan mushola tidak disekat oleh dinding tapi dengan ‘permainan lantai’ dimana lantai ruang tamu paling tinggi, kemudian lantai ruang keluarga dan teras belakang paling rendah. Sedangkan ruang makan dan mushola tingginya sama. Dikombinasikan dengan ‘permainan langit2′ .. tinggi rendah setiap ruang dibuat berbeda. Khusus ruang keluarga tidak ada langit2. Sehingga atapnya kelihatan. Itung2 ngirit ongkos hehehe :)

Disamping itu, aku memilih memiliki jendela yang besar2 sehingga memudahkan cahaya matahari masuk ke dalam rumah. Praktis pada siang hari ga pernah nyalakan lampu .. Kemudian, untuk menghemat, finishingnya saya hanya menggunakan cat air saja. Sedangkan untuk diluar pilih cat anti jamur. Walau agak mahal, tapi biaya perawatannya lebih murah. Untuk atap, dibuat ‘cucuran’nya lebih rendah. Agar suasana dalam rumah lebih adem.

Dibawah lantai teras belakang, dibuat kolam ikan yang kemudian menjorok keluar menciptakan kesan lantainya menggantung. Air kolam ikan itu membuat ruang keluarga menjadi sejuk karena uap air dapat menguap pada siang hari. Karena pada bagian ini tidak ditutup oleh atap. Well, gitu deh beberapa saran dan tip .. mudah2an bisa dimengerti.

Lebih lanjut, mungkin banyak2 baca majalah, buku, tabloid tentang arsitek. Ide2nya banyak banget. Jujur, waktu aku merancang kemaren itu juga berdasarkan dari berbagai majalah, buku dan tabloid yang ada. Selamat mencoba. Yang penting sesuaikan dengan dana dan jiwa kita. Jangan ikut2an mode atau orang lain. Karena akan membuat kita kurang nyaman.

blok.jpg

UPDATE 5 APRIL 2008

Berikut teman2 ku yang berprofesi dibidang arsitek atau rancang bangun. Sapa tau, mereka bisa membantu rekan2 yang lainnya apabila ingin berkonsultasi mengenai desain rumah atau rancang bangun :
1. SIGIT ANTORO adalah seorang praktisi dibidang desain.
2. SYAHRINDRA adalah seorang editor majalah desain.
3. HERI HEXANTA adalah seorang insinyur teknik sipil.
4. ANNA HAPE adalah arsitek yang merancang dengan hati.
5. WIDI SUDARMOKO adalah seorang pengelola website tentang rumah.
6. KANG HERRY CONSTADI adalah seorang perencana rumah tinggal.
7. HARIADHI adalah mahasiswa desain komunikasi visual.
8. ALEX ALDINO ABDILLAH adalah arsitek Andalusia yang tinggal di Pekanbaru.

About these ads