Rumah sesuai kemampuan

rumahku.jpg Tulisan ini ku buat karena order pertama dari teman blog ku. Beliau ingin aku menulis tentang arsitektur. Jujur, sebenarnya profesi ku bukan arsitek. Tapi – sejak kecil – aku bercita2 untuk menjadi arsitek. Segala hal sudah ku persiapkan sejak dini. Mungkin .. Yang Di Atas, ingin aku jadi yang lain. Well, aku terima. Hidup itu seperti main film. Peran apapun, Insya Allah akan aku jalankan dengan baik. Jadi anak buah, anak buah yang baik. Jadi bapak buah, bapak buah yang baik. Apapun peran, mesti dilakoni dengan baik. Siapa tau dapat award :)

Membuat rumah atau merancang rumah, sebaiknya disesuaikan dengan kemampuan keuangan kita. Jika dana yang tersedia terbatas, solusinya bisa dengan menerapkan konsep rumah tumbuh. Dalam pembuatan draft awal, desain rumah utuh tetap kita buat. Nanti dalam proses pembangunannya, kita mempunyai desain parsial. Dan seminim mungkin untuk melakukan pembongkaran besar2an.

Selanjutnya – setelah masalah dana – adalah memperhatikan luas lahan. Jika luasnya terbatas, misalnya dibawah 100 m2, desain minimalis adalah pilihan yang tepat serta mengindari detail yang terlalu ‘ramai’ atau ribet. Sedangkan untuk luas tanah diatas 100 m2, agak sedikit bisa bereksperimen. Aku cenderung menerapkan 50 : 50 untuk bangunan dan ruang terbuka. Tentunya konsep ini harus memiliki luas lahan lebih dari 200 m2.

Setelah itu – dana dan lahan – baru bicara ruangan. Berapa banyak ruangan yang kita inginkan. 1 kamar tidur, 1 kamar mandi, 1 ruang keluarga, 1 ruang makan atau berapa? Untuk lahan yang terbatas tentu pilihan terbatas tapi bisa direkayasa dengan membuat bangunan 2 lantai atau lebih. Setelah jumlah ruangan yang ingin kita miliki ditetapkan, selanjutnya baru masuk dalam tahap desain.

Nah .. saranku, hindari desain yang tidak sesuai dengan selera kita. Karena rumah tersebut akan kita tempati. Jadi buatlah senyaman mungkin. Waktu aku mendesain rumahku. Aku punya prinsip .. lebih baik membongkar gambar desain berkali2 dari pada harus membongkar rumah gara2 kita kurang sreg dengan hasilnya. Pengalamanku sendiri, membongkar desain sampai 3 kali. Dan hasilnya .. desain rumah ku di copy teman2 sebanyak 3 orang untuk mereka terapkan dirumahnya.

Tips lainnya, aku mendesain dengan sedikit sekat. Hanya kamar2 tidur saja memiliki dinding. Sedangkan ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan, teras belakang dan mushola tidak disekat oleh dinding tapi dengan ‘permainan lantai’ dimana lantai ruang tamu paling tinggi, kemudian lantai ruang keluarga dan teras belakang paling rendah. Sedangkan ruang makan dan mushola tingginya sama. Dikombinasikan dengan ‘permainan langit2′ .. tinggi rendah setiap ruang dibuat berbeda. Khusus ruang keluarga tidak ada langit2. Sehingga atapnya kelihatan. Itung2 ngirit ongkos hehehe :)

Disamping itu, aku memilih memiliki jendela yang besar2 sehingga memudahkan cahaya matahari masuk ke dalam rumah. Praktis pada siang hari ga pernah nyalakan lampu .. Kemudian, untuk menghemat, finishingnya saya hanya menggunakan cat air saja. Sedangkan untuk diluar pilih cat anti jamur. Walau agak mahal, tapi biaya perawatannya lebih murah. Untuk atap, dibuat ‘cucuran’nya lebih rendah. Agar suasana dalam rumah lebih adem.

Dibawah lantai teras belakang, dibuat kolam ikan yang kemudian menjorok keluar menciptakan kesan lantainya menggantung. Air kolam ikan itu membuat ruang keluarga menjadi sejuk karena uap air dapat menguap pada siang hari. Karena pada bagian ini tidak ditutup oleh atap. Well, gitu deh beberapa saran dan tip .. mudah2an bisa dimengerti.

Lebih lanjut, mungkin banyak2 baca majalah, buku, tabloid tentang arsitek. Ide2nya banyak banget. Jujur, waktu aku merancang kemaren itu juga berdasarkan dari berbagai majalah, buku dan tabloid yang ada. Selamat mencoba. Yang penting sesuaikan dengan dana dan jiwa kita. Jangan ikut2an mode atau orang lain. Karena akan membuat kita kurang nyaman.

blok.jpg

UPDATE 5 APRIL 2008

Berikut teman2 ku yang berprofesi dibidang arsitek atau rancang bangun. Sapa tau, mereka bisa membantu rekan2 yang lainnya apabila ingin berkonsultasi mengenai desain rumah atau rancang bangun :
1. SIGIT ANTORO adalah seorang praktisi dibidang desain.
2. SYAHRINDRA adalah seorang editor majalah desain.
3. HERI HEXANTA adalah seorang insinyur teknik sipil.
4. ANNA HAPE adalah arsitek yang merancang dengan hati.
5. WIDI SUDARMOKO adalah seorang pengelola website tentang rumah.
6. KANG HERRY CONSTADI adalah seorang perencana rumah tinggal.
7. HARIADHI adalah mahasiswa desain komunikasi visual.
8. ALEX ALDINO ABDILLAH adalah arsitek Andalusia yang tinggal di Pekanbaru.

76 tanggapan untuk posting ini.

  1. Posted by Nita Amalia on Jumat, 4 Mei, 2007 at 09:50

    Sama Pak … saya juga bercita-cita jadi Pilot, aneh ya? Gak taunya sekarang jadi selebritis, hehe ….

    *Halah* .. Pilot dari Hong Kong? .. kalo selebritis sih saya percaya mbak. Soalnya mbak kan sexy hwakakaka :D

  2. Posted by Indra Kusuma on Jumat, 4 Mei, 2007 at 11:57

    Saya curiga P’Erander niy mesti ada apa2nya sama mbak Nita. Keliatan bgt dari comment nya saling memuji gitchu. Ealah bang Eby ternyata doyan juga …. hwakakak

    Ga boleh soudzon loh Pak. Mbak Nita tuh kan fans saya. Wajarlah kalo saya dekat. Atau jangan2 bapak juga suka sama mbak Nita ya? .. gpp kok Pak. Saya ngalah aja hwakakaka :D Gimana mbak Nita?

  3. Saya juga kesasar Mas…
    Cita-cita jadi diplomat, sekarang malah jadi pegawai Bank… :p

    Oya? .. senasib dong ya. Betah ga ditempat sekarang?

  4. wah keren juga nih sarannya pak. kalo anda lagi mbangun rumah dan butuh pengerjaan taman, saya siap pak. (kalo gak sibuk kuliah, saya sering kerja sambilan di madiun juga lho pak, desain interior dan exterior)

    Ternyata .. mas nDaru tuh bisa bikin taman toh. Wah .. kalo tau gitu, aku tak undang mas buat beresin taman di kantor. Sekarang sudah selesai sih dikerjakan. Ya deh, nanti kalo ada teman yang nyari, aku tak kontak mas ya.

  5. Assalaamu’alaikum wr. wb.

    Pak Erander namamu tersebar di tiap2 tetangga
    ku lihat jelas bekas2nya berada
    namun aku baru berani menyapa
    rasanya wajahmu tak asing bg saya
    tapi entah dimana bertemunya kita berdua
    tapi entahlah itu hanya kabar saja
    seperrti angin berujar pada saya

    aku hanya ingin bersalaman dengan Anda
    semoga kita bisa bertetangga
    tuk menderas ilmu arsitektur dan apa saja
    sebab banyak nilai2 bisa dipungut dimana2

    wassalamu’alaikum wr.wb.

    Wa’alaikumsalam .. alhamdulillah, bertambah lagi satu sahabat. Semakin panjang tali silaturahmi. Semoga perkenalan ini membawa manfaat yang lebih besar. Allah Maha Besar .. dijaman sekarang, walaupun kita tidak pernah ketemu, tapi dengan internet sekarang jadi memungkinkan. Kita gunakan sebaik mungkin untuk hal2 yang di ridhoi Allah agar membawa berkah buat hidup kita. Salam kenal juga pak.

  6. pengen rumah yang simpel, mungil banyak tanamannya, plus lapangan basket di samping rumah…

    Bisa .. rumah liliput hwakakakak :D tanya ama mbak yang dibawah entu.

  7. Kebetulan aku di sekolah pernah belajar sedikit tapi baru dasarnya aja, baru mempelajari Lansekap. Berdasarkan pelajaran yang pernah aku terima dari bapak guruku tercinta, salah satu menyiasati lahan sempit (kecil) adalah membuat bangunan lebih tinggi, karena bangunan yang tinggi itu terkesan lebih luas ;)

    Pa Kurtubi
    kalau beliau ini pastinya dulu pengennya jadi pujangga cuma ga kesampean
    tiap ngomen pake bahasa puitis padahal cuma ngajak salaman :lol:

    Damai pak ;)

    Bener mbak .. tapi, kalau bangunannya dibuat lebih tinggi, pasti memakan biaya lebih banyak. Dari pada mubazir, maka saya sarankan untuk dibuat dua lantai. Maklumlah mbak, saya ini kan arsitek ga kesampaian hwakakak :D tapi tetap ingin belajar. Thanks ya mbak inputnya. :)

    Khusus Pak Kartubi, biar aja Neng .. disini bebas menulis. Bisa gaya pujangga, gaya kupu2 .. Sapa tau, 10 tahun lagi beliau benar2 jadi pujangga. Saya sih menghargai siapapun. Peace mbak :)

  8. Terima kasih atas dikabulkannya permintaan saya Pak
    Tapi gambarnya mana? Nanti dianggap hoax lho kalau g ada gambarnya :D

    Ya pak .. saya sedang mbongkar file saya. Apa ketinggalan di Kalimantan ya? maklum, sering pindah2 tugas. Jadi file dokumen saya pun, banyak yang tercecer. Mudah2an kalo sudah ketemu, langsung saya pasang. Thanks.

  9. Sesuai kemampuan, paling murah berapa?
    cari yg murah2 aja he..he.

    Relative ya mas. Intinya, rumah itu adalah ‘isinya’ .. apakah kita yang menempati rumah tersebut bahagia atau tidak. Banyak contoh kasus yang saya temui. Ada sahabat yang rumahnya gede .. tapi dia ga pernah bahagia. Ada sahabat yang lainnya, rumah lantai kayu, dinding kayu dan atap kayu – istilahnya atap sirap, Kalimantan – tapi keluarganya bahagia. Yang penting, mewujudkan rumah, jangan ngoyo. Sesuaikan dengan kemampuan kita.

  10. wahh.. mas Eby ternyata suka desain mendesain juga yahh… kapan-kapan kalo saya pengen dibikinin desain rumah bisa bantu ya mas???

    Seperti kata Neng di atas, saya cuka suka aja tapi bukan arsitek benaran alias arsitek bo’ongan hehehe. Tapi beberapa ide, Insya Allah bisa saya berikan. Kemudian nanti minta tolong teman yang ahli dibidangnya untuk membuatkan gambarnya. Yang penting idenya .. ya kan mas?

  11. @ Deking

    Gambar denah rumahnya sudah ada tuh pak. Sedangkan photo rumahnya bisa dilihat di file Rancang.

  12. Pak, gimana kalau buka kolom konsultasi desain rumah?
    BTW kalau melihat dari model lampunya kok sepertinya itu mobil jaguar ya? Grillnya emang mirip2 dengan BMW tetapi lampu dua pasang beda ukuran kan kayak Jaguar.
    Halah…komentar gak mutu :D , tapi yang konsultasi rumah saya serius lho Pak, syukur2 malahan menerima pesanan gambar rumah gratis :D

    Hahahaha .. kalo saya buka kolom konsultasi, kasihan arsitek yang asli pak. Saya kan arsitek bo’ong2an hahahaha .. itu cuma berdasarkan pengalaman aja kok plus instuisi. Kalo yang gambar, bukan saya pak. Saya kan cuma idenya aja. Teman saya yang lulusan STM yang menuangkan dalam gambar. Nah, kan sudah saya bilang .. lebih baik bongkar gambar daripada bongkar rumah. Entu gambar sudah 3 kali revisi oleh saya. Gitu pak.

  13. Bang Erander, sebelum menikahi istriku, sy dulu pernah buat gambar rencana rumah kami. Modelnya ala rumah2 Jepang. Biar irit dan efisien. Sampe sekarang rumah itu belum bisa kami wujudkan. Suatu waktu istri saya nemuin lagi gambar sket itu. Rasanya terharu melihatnya. Sy jg bukan arsitek, juga masih kere. Tp menggambar “impian” benar2 menyenangkan… :D Salut buatmu bro!!!

    Percayalah .. semua bermula dari impian. Tapi jangan kawatir. Ketika kita mimpi ingin memiliki moge, tapi baru mampu membeli motor bebek, it’s ok. Bisa didandani seperti moge. Ketika belum bisa bangun rumah impian. Don’t worry, kita bisa tata kamar kost atau rumah kontrakan seperti yang kita bayangkan. Salut juga buat Ilham. Gudang inspirasi.

  14. Posted by Wawan on Rabu, 4 Juli, 2007 at 13:38

    Saran untuk membangun lahan sempit buat saja rumah 3 x 3 tapi 8 tingkat wc diatas pas kebelet mau kebelakang keburu keluar ditingkat 4, …..sekedar guyon serius amat sih.

    Wan, itu rumah apa menara suar? .. 3 x 3 cuma buat tangga doang. Trus, nongkrong di pinggir tangga? gitu? kaya’ di pinggir Sungai Jawi itu ya? .. hwakakak :D jadi ingat Wawan waktu kecil dulu, di Jl.Merdeka

  15. Posted by dody on Rabu, 4 Juli, 2007 at 14:28

    kenalan nich…

    Pa kabar Dod .. ada rencana mbangun rumah?

  16. ‘Hidup itu seperti main film’.
    memang bener mas, makanya aku ga mau waktu ditawarin main sinetron, lha wong jalan hidupku aja udah kayak sinetron kok he..he..
    Salam kenal ya

    Kok sama sih? aku juga ogah jadi bintang sinetron. Soalnya cape’ mesti ngejawabin gosip mulu. Wong ga jadi artis aja, masih ada gosip tetangga whakakak :D ya ya salam kenal juga. Tapi komentarnya kaya’nya ga pas deh ditaruh di artikel rumah sesuai kemampuan ini hehe but it’s ok.

  17. Mas E,
    Salam kenal..
    Wah desainnya boleh juga..
    Kalo mas posisi di Jkt bisa aku kontak tuch…
    Aku juga lagi bikin rumah semi BTN..kecil bgt..
    Ok sukses selalu d buat cita-citanya..

    Kalo aku dulu bercita-cita jadi ‘karbol AAU’
    kuliah di Manaj.Transportasi Udara dan kerja
    di pendidikan…ngga nyambung kan?

    Wass,
    iRs@N

    Walau ga nyambung, tapi masih ada nyenggol2 kata “Udara” nya toh mas? hehehe .. dari pada saya, pengen jadi Arsitek malah jadi Ekonom hwakakak :D ga jelas banget .. so, rancang merancang akhirnya jadi hobi aja hehe bukan profesi. Well, kalo mas Irsan mau diskusi boleh kirim email ke saya. Buat teman2 lain .. saran untuk membuat rumah yang terjangkau, buat rumah kita menjadi sehat, bukan kelihatan keren tapi kita yang tinggal didalam rumah malah sesak napas hehe.

  18. Posted by andri on Senin, 23 Juli, 2007 at 14:25

    wah .. bener yah .. saya malah lumayan ruwet, cita2 emang jadi arsitek … kuliah jurusan komputer … eh kerja sekarang malah dibagian personalia … gak ada yang nyambung khan ….?

    Simpang siur? Mau dibuat biar terkesan nyambung? Gampang. Kalau merasa punya bakat sebagai arsitek. Keep it. Jadikan hobi. Minimal buat merancang rumah sendiri pake program Visio di komputer sambil studi banding ke rumah2 pegawai. Kan ada alamat mereka di file personalia. Hmm, tuh jadi nyambung kan? hehehe :)

  19. Hmm mas itu gambar di atas bikinan sendiri? Keren juga! Kapan2 kalau aku mau bikin rumah lagi (kalau punya duit ntah kapan!) bisa bantuin ya? Mengenai imbalan, jangan khawatir!, tapi kalau imbalannya pisang satu kebon mau nggak? :D

    Piye toh mas .. mending pisang sekebon dijual dulu, baru hasilnya baut imbalan hehehe .. just kidding. Oya, saya hanya bikin rancangannya kemudian digambar oleh teman pake meja gambar. Jaman sekarang sudah canggih. Cukup pake software arsitek .. sudah bisa jadi.

  20. *berpikir untuk menikah dengan arsitektur*

    Ada lowongan tuh, buat yang merasa berprofesi sebagai arsitektur .. *kabur*

  21. Posted by veecar on Jumat, 27 Juli, 2007 at 08:58

    wah kebetulan mas! saya lg ngontrak rumah type 45 tp dalam jangka waktu 6 bulan doang…nah masalahnya saya gak suka modelnya yg udah kayak rumah jaman the beatles (?)..trus saya punya niat ngerombak total dgn desain yg lebih modern..bagi tipsnya dong! :)

    Apa ga eman mas? Cuma ngontrak enam bulan ga worth it kalo kudu ngeluarin duit buat ngerombak total. Ya .. mending uangnya buat nyari rumah kontrakan lain yang desainnya lebih ok. Ga perlu repot2 mas hehehe ..

  22. Bang Erander salam kenal….Wah sama sama pada kesasar, dulu saya punya cita – cita ingin jadi tentara atau pilot AU, eh malah jadi arsitek, hidup sudah ada yang ngatur ya.

    Terima kasih sudah mau jalan2 ke blog saya. Rasanya tersanjung dikunjungi seorang arsitek. Kalau di FS, ada beberapa teman yang berprofesi sebagai arsitek. Saya juga sering diskusi dengan beliau2. Sekali lagi terima kasih.

  23. Pak .. saya bercita cita ingin menjadi arsitek, sekarang saya masuk di SMK Jurusan Arsitek. Emang .. klo udah lulus pekerjaan yg cocok apa ????

    Ya jadi arsitek dong dik .. piye toh? Ga mungkin jadi dokter kan? hehehe .. just kidding .. Adi bisa bekerja di developer, konsultan, media masa dan jadi penulis juga bisa khususnya dibidang arsitek.

  24. Posted by Nining on Senin, 13 Agustus, 2007 at 15:36

    Design minimalis biayanya malah bisa lebih mahal, karena banyak benangan dan profil2 polos yang justru memerlukan kecermatan dan halus dalam pengejaannya. Sehingga ongkos kerjanya bisa membenggkak. Model minimalis adalah model kontemporer, jadi suatu saat wis gak osom maneh. Model konvensional lebih Baik. Lantai dalam rumah jangan naik turun,engkok iso kesandung barang.

    Tergantung sih mbak dengan material yang digunakan. Kalau mahal, tentu konsep minimalis menjadi tanda tanya. Bukankah tujuannya selain masalah estetika juga masalah dana. Kalau bangunan modern yang menerapkan minimalis lebih cenderung ke penghematan ruangan (estetika) bukan ke penghematan dana. Soal lantai yang naik turun memang memiliki kelemahan seperti yang mbak Nining katakan. Oleh karena itu tidak disarankan untuk rumah tangga yang mempunyai anak kecil dan orang yang sudah tua atau orang yang menggunakan kursi roda. Thanks ya mbak atas sumbang sarannya.

  25. Assalamuallaikum Wr.Wb.

    Salam kenal mas, gk keberatan kn di panggil mas biar nampak akrab n + nampak awet muda deh .. mas sy stj skl .. dengan pndpt mas ttg rumah sehat, murah n ttp sesuai dgn kemauan kita. Oya mas katanya prnah di Balikpapan? .. kebetulan tuh mas saya di Bpp yg tanah nya berkontur terutama lahan rumah yg berada di”BAWAH” badan jalan, mhn sumbangan ide nya mas terutama jika ada gambarnya gt loh mas .. matursuwun loh mas..

    Wa’alaikumsalam

    Sempat suprise juga melihat rumah2 di Balikpapan yang bertingkat-nya tidak ke atas tapi ke bawah. Kondisi seperti tanah berkontur tersebut sebenarnya lebih menguntungkan jika menggunakan rumah tumbuh .. artinya kita membangun bagian atasnya dulu yang otomatis mempunyai kaki tiang yang panjang (kolong) dan kemudian – setelah dana mencukupi – tinggal menambah dinding dikemudian hari .. soal rancangan, tergantung selera.

    Tapi menurut saya, sebaiknya ruang tidur terletak di lantai pertama .. sedangkan ruang lainnya bisa di lantai bawah. Alasannya sih sederhana .. jika terjadi sesuatu, lebih mudah untuk dievakuasi. Oya, membangun ditepi jurang seperti itu memang kudu lebih memperhitungkan konstruksinya. Selamat mencoba.

  26. Halo Bang,
    Mmm .. kalo baca replynya Abang untuk tiap komen, saya jadi berpikir pasti Abang pernah kuliah di Arsitektur yah? Just want to know sih, karena jawaban dan sarannya prinsip banget dan sekalipun berkaitan dengan teknis itupun masih prinsip juga.
    Ngaku aja deh Bang, karena Anda sudah kami kepung!

    *sambil pegang corong di depan rumah (mirip di pilem action Indonesia 80-an)*
    Salam :-)

    Gpp dikepung .. tapi belum menyerah kan? hwakakakak :D

    Suer .. abang benar2 ga kuliah di Arsitektur. Hanya saja, abang waktu SMA dulu jurusan IPA. Trus paling suka dengan pelajaran menggambar prespektif .. kemudian saudara abang kuliah di Teknik Sipil .. teman2nya kalo mau bikin gambar di kertas kalkir .. yaaa di rumah.

    Jadi sering lihat mereka diskusi dan gambar. Lalu .. waktu bangun rumah, semua literatur dan majalah tentang arsitektur abang baca .. yaaa gitu deh. Belum lagi diskusi sama teman2 abang yang memang profesinya sebagai arsitek. Lihat aja di list yang ada dibawah halaman Rancang.

    *jadi sekarang ga dikepung lagi kan?*

  27. hwahakakak :-D
    iya deh … salah kepuuung :-)
    *mission abort*

    Horeeee .. aku bebaaasssss

  28. Sip nih mas…
    Pembahasannya ngilmu banget…
    Mas Erander katanya gak kuliah di arsitektur tapi punya kompetensi nih di bidang itu…
    Seperti mas punya modal berpikir gaya spasial ya ? Nyambung komennya terakhir di site saya…

    Kita perbanyak postingan yg ngIlmu, OK ?
    Eh, kalo yg gak ngIlmu itu namanya apa ya mas , kok rasa2 nya semua ngIlmu ya ? :-)

    Saya setuju .. semua dapat dipelajari. Hanya saja, sering kali cara penyajiannya (penulisannya) membuat orang enggan untuk belajar. Oleh karena itu, senang bisa kenal dengan blogger2 yang berkecimpung didunia pendidikan dan menuliskan teori2 / ilmu2 dengan bahasa yang populer. Jadi enak dibaca dan mudah dimengerti. Seperti mas Herianto.

  29. Posted by Adhystia on Kamis, 30 Agustus, 2007 at 11:09

    Menurut Saya .. Struktur Pembangunan Rumahnya Sangat Bagus karena memang kalau ingin membangun rumah harus sesuai kemampuan q_ta! Thanx.

    Thanks sudah mampir dan meletakkan kata disini .. ya, selain kemampuan juga disesuaikan dengan karakter diri kita sendiri. Jangan jadi korban mode.

  30. Pas banget mas, sekarang aku lagi renovasi rumah. Mirip banget dengan konsepnya mas erander (rumah tumbuh) .. tapi saking nafsunya jadi tekor nih … cooling down dulu kali ye … namanya juga rumah tumbuh he…he…

    Btw boleh dong maen ke rumahnya ..

    Boleh, boleh, monggo, silaken hehehe .. emang sekarang sedang di Pontianak ya? .. Iya bener, yang namanya rumah tumbuh, ya kudu disesuaikan dengan kondisi dana. Emang sih, sering ga sabaran buat nyelesaiin rumah. Banyak godaan dan tantangannya ..

    Oya, tips lainnya .. kalo ada waktu luang dan kebetulan kita hobby bertukang, lebih baik mengerjakan sendiri beberapa pekerjaan yang bisa kita handle misalnya memasang bata, memplester atau mengecat. Lumayan kan .. irit ongkos hehehe.

  31. Aduh mas….
    Enaknya mas pa bpk ya? om ja deh. Gni om, sy tu mahasiswa arsitek d Univ Diponegoro smt 3. Sy mau tanya peluang kerjanya seorang arsitek tu banyak ga sich? Sy kok agak hawtir, klo msalnya lulus ntar malah nganggur (Nauzu billah min zalik). Pasti deh orang2 sekmpung geger. Jadi contoh jelek kan……

    Sy sich selama kulyah ga neko2. IP ya lumayan….. Tp yg bikin sy ga nyaman tu, klo ngomong didepan orang tu suka malu.
    aneh kan? Tolong kasih saran ya om !

    Ga ada yang aneh .. karena setiap orang itu berbeda2 .. ada yang pede, ada juga yang tidak. Begitu juga dengan pekerjaan. Ada yang sukses di back office tapi ada juga yang sukses di lapangan. Masing2 manusia dibekali Allah dengan talenta .. masalahnya, bagaimana kita menggali potensi yang ada dalam diri kita. Kita sering terjebak dengan persepsi orang lain padahal belum tentu sesuai dengan diri kita.

    Untuk pekerjaan dibidang arsitek .. sepanjang yang saya tahu .. selain – tentunya – di perusahaan konsultan dan kontraktor, bisa juga di media2 cetak / elektronik sebagai redaktur / pengasuh rubrik arsitek. Aji bisa tanya ke beberapa teman yang sudah saya link di blog ini. Coba minta bantuan mereka. Yang penting Aji harus tetap semangat dan jangan mudah putus asa. Ga perlu kawatir .. karena semua sudah diatur oleh-Nya sepanjang Aji terus berusaha. Ok.

  32. @ aji
    Saya mau kasih saran buat mas Aji nih, mungkin ini juga pengalaman ku dulu waktu kul … disukai dulu ilmunya, trus sungguh2 mempelajarinya, cari bagian dari dunia arsitektur yang mas Aji sukai, trus di perdalam sampai benar2 mahir … pasti pekerjaan pada antri di depan mas Aji

  33. Assalmu’alaikum
    Bang E .. gue mo minta tolong nih … mohon digambarkan disain rumah yg minimalis … luasnya 100 m2, thank’s ya bro…
    oh ya, selamat menunaikan ibadah puasa 1428 H. Jazakumullahu khairan katsiran

    Kalau akan menggambar disain rumah .. diperlukan beberapa data. Misalnya panjang dan lebar tanah. Bentuk tanah. Kontur tanah dan lain2nya. Dan .. jika Ochenk benar2 membaca postingan saya dan jawaban komentar .. saya ga bisa membuat gambar. Paling saya minta tolong teman saya. Selamat berbuka puasa ya.

  34. bwt mas Darma makash za. a psti coba sran mas. doakan a z mas!

    bwt om, dah bolong brpa kali nie puasanya? smga blan ramadhan ini dpat mnjadikn qt menjadi insan yang diridhoi. amin…..
    SELAMAT MENJALANKAN IBADAH PUASA

    Alhamdulillah .. belum ada yang bolong. Semoga segera mendapatkan pekerjaan ya Ji.

  35. Posted by lendi hendry arch undip 06 on Kamis, 20 September, 2007 at 22:43

    Assalamu’alaikum

    Mas salam kenal .. q nak arsitek undip. Setelah q mlihat gambar hasil rancangan anda n komentar2 orang lain, q jd semakin tertantang untuk menjadi seorang arsitek.

    q bru semester 3 jur arsitek undip, kendala q d arsitek adalah q masih agak kurang paham bagaimana cara membuat rancangan atap n plafon jika atap dari banguna ya ingin saya buat berbentuk ekstrim. Mungkin mas punya pengalaman2 untuk mengatasi permasalah saya ini.

    q da tugas di suruh bwat rumah tinggal bertingkat dengan luas tanah 100 m2 dan luas bangunan bertingkat 60 m2 n disuruh buat atap yang ekstrim atau menarik, mungkin mas bisa membantu saya? klo bisa tlg balas d email saya makasih

    Wa’alaikumsalam .. Hendry bisa mencari literatur2 tentang atap di perpustakaan atau browsing di internet. Literatur2 itu sebagai bahan untuk mendapatkan ilham aja. Karena rancangan yang terbaik harus keluar dari hati Hendry sendiri. Kalo cuma copy paste aja, saya kawatir .. ke depannya Hendry akan gamang dengan profesi Hendry.

    Jadi .. lebih baik, mulai sekarang Hendry hunting literatur aja. Biasanya banyak contoh pada rumah2 adat di Indonesia. Lihat contoh2 atap yang ekstrim yang lainnya. Apalagi jaman sekarang ada mbah gugel .. search aja dari situ. Semoga bermanfaat ya.

  36. Ngga jadi arsitek aja gini hebat wal komplitnya. Bijimana kalo jadi ya?

    Yang pasti .. Dia lebih tahu yang terbaik buat saya. Saya cuma melakoni aja koq bang. Mungkin cita2 itu digagalkan-Nya karena kawatir rancangan saya nanti malah runtuh dan memakan korban banyak. Who know’s.

  37. Salam kenal pak .. bisa konsultasi di sini ga?

    Sy punya lahan 140 m2, pingin dibuat 4 kamar tidur tanpa km mandi (krn anak sy 3 org) + 1 km. pembantu, km mandi 2, dapur, musola, r. tamu, r. keluarga, r. makan, sedikit space utk ruang baca + merangkap kerja, garasi (mobil, motor, spd), area service utk cuci + jemur dan terakhir teras yg teduh. Bisa ga sih pak??

    Seandainya memungkinkan .. pingin juga py halaman belakang. Oia, setiap kamar tidur memiliki jendela yg lebar ke udara luar. Tolong ya pak … mungkin susah dgn lahan yg terbatas, tapi anggap ini sebagai tantangan bagi keahlian bp. Ditunggu jawabannya ya pak, dan tentunya dilengkapi dg gambar berskala. He .. he .. tengkiyu peri mach
    ——————————–

    Saya sempat tertegun dengan semangat mbak Tyas untuk membangun rumah yang memiliki ruangan yang lengkap dalam lahan yang terbatas. Jika mbak bertanya, bisa ga sih pak? .. maka, saya jawab .. bisa!!

    Tapi, kalau mbak Tyas baca isi postingan saya di atas, pasti mbak Tyas tahu profesi saya bukan seorang arsitektur. Hanya karena pengalaman mempraktekan desain / rancang bangun plus membaca berbagai media tentang arsitektur dan diskusi dengan teman2 yang berprofesi arsitektur, saya bisa memberikan advis rancang bangun dari kaca mata orang awam.

    Jadi .. kalo untuk gambar, saya serahkan ke teman saya yang lebih ahlinya. Sedangkan saya lebih kepada filosophy rancangan-nya. Misalnya .. pola pengaturan ruangan, kebiasaan / aktivitas penghuni di dalam rumah, rumah sehat dlsbnya.

    Melihat data yang mbak berikan .. langkah pertama sebaiknya mbak tetapkan dulu, berapa luas ruangan yang mbak butuhkan. Misalnya .. mbak ingin ruang timur utama terasa lega. Maka luasnya tentu lebih besar dari kamar yang lainnya. Kemudian seluruh luas ruangan itu mbak jumlahkan. Misalnya kamar utama 16 m2, kemudian kamar anak2 12 m2, kamar pembantu 9 m2.

    Total luas untuk ruang tidur menjadi 61 m2 atau 44% dari luas tanah. Kemudian .. mbak urutkan .. ruangan2 mana saja yang paling penting setelah kamar tidur. Kemudian jumlahkan seluruh luas ruangan tersebut. Jangan lupa, masukan juga luas halaman belakang dan teras yang mbak inginkan.

    Jika total hasil luas seluruh ruangan itu ternyata lebih dari 140 m2 itu berarti mbak harus membangun rumah dua lantai. Jika tetap ingin membangun satu lantai, mbak mulai mencoret ruangan yang berada pada prioritas paling bawah. Jumlah kan kembali. Tapi kalo seluruh ruangan itu harus dipenuhi, berarti mbak harus mau “mengalah” dengan menciutkan luas kamar tidur.

    Semua kembali ke diri mbak. Karena jangan sampai rancangan arsitektur itu malah bikin mbak ga nyaman. Bisa karena terlalu kecil, bisa juga karena kebesaran. Sebaiknya, ciptakan racangan rumah didalam benak mbak Tyas. Setelah ada dan kalkulasi ruangan mencukupi .. baru minta tolong teman .. ga perlu seorang Insiyur / Arsitek .. cukup anak STM (SMK) Pembangunan. Biasanya mereka dibekali pengetahuan untuk menggambar rumah.

    Semoga saran saya cukup membantu ya mbak. Lebih kurangnya .. saya mohon maaf. Minal Aidin Wal Faizin.

  38. Assalamu’alaikum Wr. Wb.

    Bukan profesinya saja sudah segini ilmunya Mas Erander. Gimana kalo juga berprofesi sebagai Arsitek ya .. Mungkin disamping ilmunya .. kecintaannya akan rancang rumah memang besar. Sukses selalu Mas ..

    Sedikit saran bagi yang suka gambar sendiri, ada software gambar Sketch-up. Relatif mudah. Gratis lagi. Bisa diunduh di http://www.sketchup.com. Sepengetahuan saya – yang terbatas – ini software yang termudah. Wallahu alam ..

    Salam,
    ————————

    Wa’alaikumsalam Wr. Wb.

    Insya Allah .. apapun yang kita cintai, pasti membawa dampak positip bagi kehidupan kita. Oleh karena itu, mulailah segala sesuatu dengan kecintaan. Hal ini juga sebagai wujud rasa syukur kita kepada Sang Pencipta yang telah menganugrahi kita panca indra, pikiran, hati, fisik dan nyawa untuk kita gunakan sebaik2nya untuk diri sendiri dan untuk orang lain.

    Terima kasih info download .. saya pikir akan sangat membantu teman2 yang membutuhkan. Insya Allah akan saya coba pergunakan. Siapa tahu ada yang ingin minta tolong, bisa saya pakai untuk menolongnya. Semoga Allah meridhoi usaha kita.

  39. Success ya mas …

    Mas ndak jadi arsitek .. kok saya sendiri arsitek salut skalian prihatin ma mas. Saya senang profesiku banyak yang senangin tapi prihatin bangat. Gimana nggak .. kalo semuanya jadi kaya mas Er, bisa2 ga kebagian kerjaan saya hehehe ..

    Salut .. serius mas. ThanQ da bantuin promosiin arsitek. Emank masih banyak kaum awam belum mengerti benar tentang arsitektur. ThanQQQQQ … buat tman2 yang kasus2nya di atas. Sebisa mungkin cari propesi sesuai jur/kemamp/ilmu kita. Apapun itu .. “menempatkan bukan pada ahlinya .. tunggulah kehancuran” .. Ada benarnya kok kata itu.
    ————————-

    Thanks juga ya Dhy .. makanya, untuk menyelesaikan secara tuntas, saya selalu sarangkan teman2 untuk menghubungi yang berkompeten. Dan saya sudah pasang link alamat sahabat2 saya yang bisa membantu.

    Terima kasih juga sudah main kesini. Saya juga perlu masukan dari mas Ardhy.

  40. [...] Desember 1, 2007 Hidup ini harus disikapi dengan baik, khususnya dalam merancang sesuatu dalam hidup kita. Seperti yang pernah ditulis disini [...]

  41. Bisa ngak ya bapak membantu saya untuk merancang rumah saya. Saya ada lahan kecil di Jakarta Pusat (ukuran 5 x 12) rencana dalam waktu dekat ini saya mau bangun rumah. Cuma berhubung dana terbatas, saya bingung mau bangun sesuai dgn budget saya .. apakan bisa? kalo bapak bersedia, bisa hub email saya. Terima kasih sebelumnya. Salam.
    ————————

    Saya mungkin bisa menyumbangkan ide. Sedangkan untuk gambar bisa minta bantuan teman2 yang ahlinya. Bisa lihat di halaman Rancang, alamat website mereka.

    Intinya .. bapak buat dulu, berapa ruangan yang bapak perlukan dan berapa luasnya dari masing2 ruang tersebut. Sebagai ancer2 harga rumah per meter persegi yang saya dapat dari mas Herry .. antara Rp.2,5 juta s/d Rp.3 juta per meter persegi.

  42. Saya dulu pingin sekali ambil jurusan hubungan internasional. Sejak kecil suka sekali dengan dinamika hubungan antarbangsa. Bonyok ingin saya jadi perwira militer. Akhirnya saya kuliah manajemen.

    Cita-cita yang lain saya ingin punya rumah yang dikelilingi kebun. Nggak usah luas-luas kebunnya, 1 ha cukuplah.

    Sementara ini kpr dulu rumah 36/90. Insya Allah sampai 2011 waktunya.
    ——————————-

    Semuanya ga nge-link ya Pak? .. hubungan internasional, militer dan manajemen?? atau malah saling melengkapi?? manajemen berbasis militer dengan wawasan internasional .. hwakakak :lol: boleh lah.

    Kebun 1 ha pak?? .. kalo di Jakarta kaya’nya sulit ya. Di Kalimantan banyak pak. Terutama didaerah dekat perkebunan sawit. Disana rata2 rumah memiliki halaman 1 ha. Kalo di Jakarta .. tajir pak hehehe :D

    Saya doa kan tahun 2011 rumahnya sudah jadi rumah gedong ya pak.

  43. Terus terang saya lebih cocok baca tulisan tentang arsitektur yang ‘disawang’ begini. Ngga banyak teori, tapi sharing karena udah dipraktekin sendiri. Btw .. ngebahas tentang bagaimana ‘mengisi’ rumah juga dong .. Kalaw bisa hunting furnitur murah meriahnya juga dibahas .. Makazeeh ..
    ————————

    Koq mbak bisa membaca pikiran saya :) .. Insya Allah, saya memang sedang menyiapkan tulisan tentang mengisi ruangan yang sempit. Dan tentu berdasarkan pengalaman saya .. baik yang sudah dipraktekan mau pun hasil sharing dengan teman, buku, majalah dan lainnya.

    Mengingat .. sebagian besar pengunjung blog saya .. selalu melihat 3 postingan utama yaitu Rancang, Rumah Idaman dan Rumah Sesuai Kemampuan. Rasanya ga adil kalo saya ga menambah postingan baru tentang arsitektur.

  44. Posted by leightstein on Senin, 24 Desember, 2007 at 23:53

    Hmm … klo aku sich om … aku pengen punya rumah kayak rumahnya Michael Jackson (Neverland Ranch) .. tapi om yang bikinin yaa … hehehehehe :)
    ————————

    Asal biaya pembangunan ditanggung kamu dan tarif-nya cocok sih .. ayo aja.

  45. Waahhh .. makin panik gw kalo di temen2 udah pada ngomongin masalah kawin dan juga tempat tinggal he3x .. Sumpah!! di kantor gw juga banyak temen2 yang pada ngajuin kredit rumah, cuma gw doank yang nggak!! alasannya simple .. ada kaitannya juga dengan postingan dari Mr E .. demi cita2 yang tertunda.

    *cieee bahasa gw!! Gaya banget!!*

    Dulu .. gw sempet kuliah di Teknik Informatika, itu pilihan dan paksaan dari keluarga .. sebenernya gw gak minat. Cuma karena gak mau di bilang anak durhaka, ya udah .. gw turutin aja!!

    Dan sekarang .. setelah gw kerja, gw kuliah lagi ambil jurusan Broadcasting .. sesuai dengan pilihan dan keinginan gw!! Norak seh .. Pingin sering muncul di TV .. he3x..

    Itu alasan kenapa gw belum berani kawin dan ambil BTN sama dengan temen2 gw lainnya, itu semua demi Cita2 Bro ..

    *MAHHAAALLL*
    ——————————–

    Yang mahal apa nya bro?? kawinnya apa BTN-nya??

    Ya kalo gitu, jangan barengan dong. Pilih salah satu dulu. Ntar .. kalo ada duit lagi. Baru deh yang satunya lagi. Gimana?? jadi milih yang mana dulu nih?? .. mumpung sedang diskon loh.

    *halah .. yang di diskon yang mana nih*

  46. Oh iya Sir … saya juga dari SD .. bercita-cita jadi arsitek. Berlanjut terus dengan hobi menggambar denah rumah dan ngumpulin majalah2 bekas tentang hunian. Tapi berakhir di UMPTN yang ga lulus … belok ke Ekonomi .. akhirnya malah kepleset jadi ibu rumah tangga.
    ——————————-

    Berarti sudah tepat dong bu. Bukan kah biasanya ibu rumah tangga itu jago banget menata rumah dan merancang rumah?? wah .. malah cita2nya jadi arsitek tersalurkan dengan berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Bukan begitu bu??

  47. Posted by Indriyati on Jumat, 28 Desember, 2007 at 19:44

    Pak kasih saran dong!!! ..
    Saya mau membuat rumah satu tingkat! tetapi saya ingin .. jika dilihat dari luar .. rumah saya terlihat tinggi – kayak 2 tingkat! Sekian .. mohon sarannya!!!
    ——————————-

    Waduh bu .. bu .. koq keinginannya aneh toh bu?? napa ga buat 2 tingkat aja sekalian hehehe :D .. sorry, just kidding. Gampang koq bu .. ibu dapat ‘memanipulasi’ facade-nya aja. Bisa dengan cara meninggikan ‘bumbungan’ atapnya seperti rumah2 daerah. Bisa juga dengan meninggikan dindingnya kemudian diberi aksen ‘list’ semacam batas antara lantai bawah dan lantai atas.

    Kira2 gitu deh bu .. cuma saya jadi penasaran?? koq pengennya kelihatan rumah 2 lantai sih bu??

  48. Waduh sorry … udah banyak, salah kolom lagi … sekali lagi maaf ya Bang Erander … abis tadi gara-gara DC :(
    ——————————-

    Gpp .. sudah saya hapus. Tapi komentar mu tetap ada di postingan yang seharusnya. Siiip lah.

  49. Posted by multipletalent on Jumat, 4 Januari, 2008 at 23:12

    Bang Erander ini emang pinter, harusnya namanya multipletalent.wordpress.com dong bang…
    ———————–

    Loh .. bukannya situ yang sudah pake nama multiple talent?? ntar abang dituduh membajak nama kamu dong. :)

  50. Pak minta saran dong!! saya mau membangun rumah dengan luas tanah 26 x 25 m2!! tapi keluarga saya tidak mau rumah 2 tingkat!!

    Tapi kalo rumah saya 1 tingkat, jadi terlihat rendah bila dilihat dari luar dan kurang bagus!! masak rumah luas tapi rendah!!

    Apa lagi saya mau pakek limas di depan rumah saya!! jadi mobil bisa berhenti di depan rumah saya (he2x)!! tapi .. kelihatan kurang bagus ya .. klo rumahnya tidak tinggi!! jadi saya mohon sarannya ya pak!!!

    Ditunggu loh pak!!
    ——————————–

    Ibu .. ibu sudah konsultasi dengan yang ahlinya belom?? Saya ini bukan ahlinya loh bu. Ibu bisa merujuk ke teman2 saya yang sudah saya link alamat mereka di halaman Rancang. Coba aja ibu tanya ke mereka. Bahkan mereka bisa langsung gambarin seperti yang ibu inginkan. Dibanding tanya ke saya, cuma ngomong doang bu.

    Saya cuma bisa kasih saran .. rumah luas tapi rendah – 1 lantai – memang kelihatan aneh. Jadi seperti piring. Saya ada contoh rumah yang satu lantai dan luas. Memang rancangannya menjadi tidak lazim buat jaman sekarang. Yaitu .. rumah itu dibuatkan kolong .. seperti rumah adat Melayu atau rumah adat Dayak.

    Kolong-nya tidak perlu terlalu tinggi. Cukup disesuaikan dengan sekeliling rumah ibu. Oya .. apalagi kalo di daerah ibu sering banjir. Rumah yang ada kolongannya, cukup membantu loh bu. :D selamat mencoba ya.

  51. Posted by Indriyati on Selasa, 8 Januari, 2008 at 10:56

    Pak!! .. yang tempo hari mintak saran rumah setingkat klo dilihat dari luar bisa tinggi (2 tingkat) itu bisa mintak sketsa/gambar rumahnya gak?? mohon bantuanya ya pak!!

    Oh ya pak! klo bapak masih penasaran sama rumah saya!! datang aja ke Palembang klo rumah saya udah selesai dibangun!!
    ————————-

    Saya ga penasaran koq bu. Saya disini cuma memberikan saran. Untuk mendapatkan sketsa / gambar, saya sarankan ibu menghubungi rekan2 arsitek yang ada di Palembang atau minta bantuan kepala tukang ibu untuk digambarkan. Umumnya mereka bisa koq bu, walaupun dalam bentuk yang sederhana.

  52. Pak becanda kali, cita2 bisa nyasar gitu .. sama donk klo gitu. Saya malah jadi PNS .. membosankan kerja di PNS. Hidup di lingkaran setan .. kita-nya benar tapi yang lain engga.

    Tapi .. klo ga di “tutup2-i” .. kita juga yang kena. Memang benar2 lingkaran setan .. ada usulan nih .. coba tampilkan desain2 rumah yang luas tanahnya di bawah 500m2, biar jadi bahan pertimbangan untuk kita2
    ————————-

    Pak .. walaupun saya nyasar. Insya Allah .. saya ga akan bosan dengan apa yang diberikan Allah kepada saya. Walaupun itu bukan merupakan impian saya sejak kecil. Karena saya percaya sekali dengan surah Ibrahim ayat 7 : Dan (ingatlah juga) tatkala Tuhan-mu Memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan Menambah (Nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (Nikmat-Ku), maka sesungguhnya Azab-Ku sangat pedih.”

    Saya akan usahakan – meminta bantuan teman2 arsitek – untuk menampilkan desain2 rumah mereka disini. Ya .. buat informasi bagi teman2 yang lainnya.

  53. Weks, gak nyangka abang jago juga jadi arsitek. Entar kapan-kapan aku mo buat rumah sendiri, aku bakal minta tolong ke abang deh. :)
    ————————

    Capeee deee .. yang jago tuh, teman2 abang. Abang cuma ngikut mereka aja.

  54. Posted by eko maryono on Rabu, 16 Januari, 2008 at 16:26

    Smoga anda bisa bantu saya ..

    Saya punya tanah ukuran 5×12m. Saya sedang mencari denah & model yang pas untuk tanah saya. Saya menginginkan 2 kamar tidur, trus ruang tamu /ruang keluarga, dapur, kamar mandi, garasi + teras, taman depan.

    Dengan luas tanah yang minim ini saya mohon bantuannya. Kesimpulannya saya menginginkan rumah minimalis yang hangat. Mohon saya diberi gambarnya + warna yang cocok untuk rumah saya.

    Saya tunggu jawaban anda segera, terima kasih ..
    —————————-

    Pak Eko .. untuk tanah dengan lebar hanya 5 meter, memang agak sulit untuk merancangnya sesuai keinginan bapak. Tapi, bapak jangan kawatir. Di Tabloid Rumah, ada sketsa pemenang rumah mungil yang bagus. Saya lupa edisinya. Tapi saya pernah lihat dan bagus sekali.

    Intinya .. bapak mesti membangun rumah 2 lantai. Lantai bawah digunakan sebagai area publik (ruang tamu / ruang keluarga) dan area service (dapur / WC) sedangkan lantai atas digunakan sebagai area privat (kamar tidur & kamar mandi / WC).

  55. Hidup kesasar!

    Thks info rumah tumbuh-nya. Lagi marak, cuma belum mudeng. Abis baca tulisan ente, jadi maksud sekali lagi, Hidup Kesasar!
    ————————

    Hidup kesasar membawa nikmat atau membawa sengsara ya pak??

  56. Tapi, harga rumah sekarang gila-gilaan. RSH saja sudah Rp56 juta, makin jauh deh untuk bisa mengakses rumah layak huni, di tengah kota dan terjangkau ..

    Yang ada sebaran apartemen berharga miliaran rupiah … aduuuuh pusing.
    ————————-

    Oleh karena itu mbak, postingan ini saya beri judul Rumah Sesuai Kemampuan. Sudah jelas ga bisa beli apartemen miliaran rupiah, ya pasti pusing lah mbak mikirnya. Sementara rumah yang Rp.56 juta aja sudah kagak kebeli ..

    Ada satu contoh kehidupan .. seorang penjaga malam ditempat saya bekerja. Tiap bulan gajinya disisihkan untuk membeli material bangunan seperti kayu, semen, atap dll. Dan bangunan juga didirikan secara bertahap. Mulai dari pondasi. Kemudian dinding. Terakhir atap. Rumahnya sederhana. Berbentuk kubus dengan 1 kamar tidur.

    Tapi .. sang penjaga malam ini punya selera bagus. Selama membangun rumah, disekitarnya ditanam pohon buah2an. Ada mangga, nangka, jambu dan lain2. Tujuannya untuk memperkuat pondasi tanah, karena bangunan didirikan diatas tanah yang berkontur terjal. Hasilnya .. ketika rumah tetangga-nya yang lebih bagus runtuh terkena longsor, rumah beliau malah selamat.

  57. Yup … itu rumah ‘berwawasan lingkungan’ atau bahasa trennya sekarang adalah rumah yang masuk dalam kategori green architecture / green building /green development … sekarang kan orang lagi demam virus green-greenan seperti itu tanpa tau dengan benar apa yang dimaksud dengan konsep arsitektur /pengembangan seperti ini.

    Parahnya lagi, kini dijadikan komoditas para pengembang untuk menjual produk rumahnya. Hanya dengan skala 60:40 untuk jatah RTH (ruang terbuka hijau), mereka para pengembang ini dengan seenaknya mengklaim telah berkontribusi pada kemajuan pengembangan hijau. Padahal sejatinya green delopment tidak semata mendasarkan pada proporsi lahan terbangun secara visual. Juga bagaimana pengelolaan lingkungan (maintenance) berjalan sebagaimana mestinya …

    Dengan tren pengembangan vertikal sekarang ini (integrated development) yang tidak lagi memakan lahan luas, apa bisa menerapkan proporsi 60:40? bikin roof top garden misalnya?

    Eh kok jadi nglantur ke sana ke mari ya .. maap-maap-maap ..
    ————————-

    Gpp .. saya malah jadi haus, ingat green-tea :lol:

    Bener koq mbak, yang paling penting itu bukan hanya membangun saja .. tapi juga memeliharanya. Pengembang juga sah2 memasarkan konsep seperti itu. Setelah dihuni, tentu perawatannya jadi tanggung jawab penghuni.

  58. Posted by hildalexander on Selasa, 22 Januari, 2008 at 18:30

    Tapi lucunya, penghuni harus menanggung biaya perawatan dari konsep yang diadopsi pengembang. Katakanlah rumah saya, setiap bulan harus membayar Iuran Pengelolaan Lingkungan (IPL) yang menurut saya besar sekali.

    Padahal komponen IPL hanya sebatas keamanan dan kebersihan lingkungan rumah. Semestinya saya tidak harus bertanggung jawab atas perawatan di luar itu seperti main gate berupa sculpture atau entah apa pun itu yang secara visual terkesan mewah ..

    Konsumen rumah memang dikondisikan untuk tidak memiliki posisi tawar yang kuat …

    Btw, tau konsep rumah baja kan? bisa disebut low cost housing or sebaliknya? makasih atas jawabannya ..
    —————————-

    Wah .. ga bener tuh kalo main gate jadi beban warga. Harusnya mereka sudah perhitungkan dong dalam harga jual. Seperti di tempat saya, keuangan dikelola oleh yayasan yang didirikan oleh warga. Jadi pengembang tidak ikut campur.

    Low cost dilihat dari sudut membangun atau memelihara ya bu?? .. Saat ini, harga baja sedang naik drastis .. mungkin tadinya agak lebih murah, bisa jadi sekarang malah mahal. Kalo untuk perawatan, jika baja-nya ga di cat dan dibiarkan natural, mungkin ga perlu biaya banyak ya bu.

  59. maksud loh …………………………..!??!!!!!??????
    ————————

    :evil:

  60. Kaq .. saya gak mo nanya rumah .. tapi saya mo nanya .. apa yang harus qta persiapkan kalo mo masuk arsitek??
    ————————

    Yang pasti, harus ikut test ujian masuk dulu ya?? nah, pan ada syarat2 nya ntu. Kudu penuhi semua persyaratan biar bisa ikut ujian. Kalo sudah lulus .. ya tinggal pergi kuliah deh :mrgreen:

  61. Ya elah kaq .. gitu mah .. ngapain q nanya k3! maksud saya, pelajaran apa yang harus saya dalami di SMA ..? he3x
    ————————

    :lol: Kakak kira Rahma nanya buat masuk kuliah .. sekarang Rahma di SMA mesti ambil jurusan IPA.
    *Kakak ga update nih soal jurusan sekolah jaman sekarang*

    Trus, pedalami ilmu fisika, matematika, sedikit kimia dan kalau ada pelajaran menggambar, ya kudu lebih banyak pelajaran itu terutama menggambar perspektif.

  62. Ok2! o … ada kimianya juga ya … yup. Arigato gozaimasu!
    ————————

    Do itashimashite
    *thanks sudah diajari bahasa Jepang*

    Soal kimia sih ga harus .. minimal kita tahu lah kalo campuran2 kimia cat, semen dan sebagainya. Yang paling penting, pinter ngitung deh hehehe :mrgreen:

  63. Naik pesawat ke Bengkulu …
    Makan roti sambil lihat awan …
    Kalau tahu dari dulu …
    Sudah pasti saya minta bantuan ..
    *ngerancangin rumah*
    ——————————–

    Pesawat tinggi meng-angkasa …
    Membawa mbak Nin terbang tinggi ..
    Syukurnya ga minta bantuan ke saya …
    Bisa-bisa .. rumah mbak Nin ga jadi-jadi ..

  64. Wah .. wah .. sepertinya bapak yang satu ini beken juga ya .. boleh kenal donk .. ingin belajar banyak .. boleh ngga??
    ————————

    Sepertinya kan? berarti bukan :mrgreen: .. kalo mau belajar, harus mengajukan pertanyaan bukan boleh atau ga boleh :D

  65. Posted by rahma on Selasa, 18 Maret, 2008 at 22:09

    Halo kq! .. he2 … ikaga desuka. Pa kabar?? Oya .. kq, katanya kalo cewek masuk arsitek gak laku ya??
    ————————

    Alhamdulillah .. kabar baik.

    Ga laku gimana?? .. rasa-rasanya, banyak arsitek cewek yang laris koq. Lihat aja, teman-teman kakak, yang profesinya arsitek dan jasanya selalu dipake para klien. Jadi .. don’t worry about it.

  66. Posted by rahma on Kamis, 20 Maret, 2008 at 19:35

    O .. ya kah? .. Sepertinya .. semangat qu bangkit kembali kq .. ha2

    Abis .. semua orang berkata tidak demikian, termasuk guru qu …
    ————————

    Itu kan katanya. Nyantai aja lagi. Justru itu, Rahma kudu buktikan bahwa kata mereka itu salah besar. :evil:

  67. Posted by Surya on Jumat, 4 April, 2008 at 23:30

    Pak … saya mohon bantuannya lho untuk komentar atau mohon lengkapi sket saya … yang rencananya mau bangun rumah diatas tanah seluas 126 m2. Saya pengen nya sih yang minimalis … berikut sketnya Pak. Atas bantuannya saya ucapkan terima kasih.

    Oya pak bagaimana cara upload sket saya ya ?
    —————————-

    Kaya’nya kalo mau upload disini ga bisa. Mungkin pak Surya bisa kirim ke alamat email saya di raleby@gmail.com aja. Insya Allah saya akan kasih komentar menurut pandangan saya. Saya tunggu.

  68. Posted by syafii on Selasa, 22 April, 2008 at 14:14

    Salam buat mas erander,

    Saya pingin buat rumah, sekaligus tempat usaha, tapi tidak tingkat dan luas tanah 100 m2, posisi hoek, halaman parkir 40% (utk pelanggan). Mohon bantuannnya membuat sketsa dan perkiraan biayanya, terima kasih.
    —————————

    Salam juga buat mas Syafii,

    Saya selalu kagum dengan orang-orang yang ingin ber-wiraswasta. Karena dengan demikian, orang tersebut menciptakan lapangan pekerjaan baru — minimal buat dirinya sendiri. Dan semoga usaha mas Syafii bisa berjalan lancar.

    Mengenai rencana ingin membangun rumah satu lantai yang sekaligus sebagai tempat usaha, menurut saya tergantung dari jenis usaha yang akan dijalankan oleh mas Syafii. Apakah usaha tersebut bersifat perdagangan — sembako misalnya, atau pelayanan jasa — konsultan atau salon?

    Apalagi dengan luas bangunan hanya 60 m2, tentu perlu berhati-hati dalam merancangnya. Masih diperlukan data-data pendukung lainnya, misalnya lebar dan panjang serta bentuk lahan. Lingkungan sekitarnya, terutama akses ke lahan tersebut.

    Untuk langkah awal, mas Syafii bisa mencari di majalah dan tabloid yang sekarang sudah sangat banyak dijual di toko buku dengan harga terjangkau. Cari ide dari situ kemudian coba diskusikan dengan konsultan yang akan membangun rumah mas Syafii.

    Semoga sukses ya mas, usahanya.

  69. Besok-besok, kalo saya bangun rumah .. saya minta tolong bapak saja yah? .. ya pak? pleaasssee? hehehe ..
    ————————–

    Boleh .. kalo saya bisa, pasti saya bantu :)

  70. Artikel di blog Anda sangat menarik dan berguna sekali. Anda bisa lebih mempopulerkannya lagi di infoGue.com dan promosikan Artikel Anda menjadi topik yang terbaik bagi semua pembaca di seluruh Indonesia.

    Tersedia plugin / widget kirim artikel & vote yang ter-integrasi dengan instalasi mudah & singkat. Salam Blogger!

    http://real-estate.infogue.com
    http://real-estate.infogue.com/rumah_sesuai_kemampuan
    —————————–

    Terima kasih atas saran nya.

  71. Posted by B@linem on Rabu, 14 Mei, 2008 at 07:43

    Sewaktu kecil ku bercita menjadi rang kayo ..
    punya omah guede n perabot unatik ..
    nyatanya … ku sekarang pemulung material apkiran ..
    tuk buat rumah idaman.

    hiks … hiks …
    —————————

    Kayo hati lebih elok dari pada kayo harto *halah*

    Karena dengan hati yang luas ..
    cobaan hidup dianggap permata.
    Rumah tidak saja dilihat dari materialnya ..
    tapi yang terpenting manusia yang menempatinya.

  72. Posted by fiter on Senin, 23 Juni, 2008 at 21:06

    Assalamu’alaikum Wr. Wb …

    Wah saya sangat terkesan sekali waktu baca tulisan yang Bapak buat di atas, buener-buener bisa mengatasi masalah tanpa masalah …
    *kayak iklan yach*

    Saya sebenernya juga punya cita-cita buat rumah … tapi belum kesampaian. Mpe sekarang masih tinggal di Pondok Indah Mertua :(

    Tapi .. tulisan yang Bapak buat, mungkin bisa jadi bahan pertimbangan buat saya nantinya.. sekalian bantu-bantu buat konsultasi .. boleh gak Pak ??

    Biar dapet yang gratisan, kan itung-itung ngirit biaya :D

    Sukses selalu ya Pak….

    Wassalamu’alaikum Wr. Wb …
    —————————

    Wa’alaikumsalam wr wb …

    Alhamdulillah .. sekiranya kata² saya diatas membuat mas Fiter terkesan sehingga ingin mewujudkan rumah sesuai kemampuan mas Fiter sendiri. Insya Allah .. akan diberikan kemudahan oleh-Nya.

    Allah itu Maha Adil. Dia akan berikan apa apa sesuai dengan kemampuan umat-Nya. Jadi .. kalo kita memaksakan kehendak kita .. tunggulah waktu kehancuran diri kita sendiri.

    Rumah sejatinya hanya tempat kita berlindung dari hujan, panas, angin, dingin dan terlihat orang lain. Sedangkan rasa nyaman, aman, bahagia, guyub dan tenang .. hanya bisa didapat dalam diri kita sendiri bukan tentang rumah.

  73. Gak tahu nih komentar atau curhat.

    Dulu waktu beli rumah, aku seneng banget ama lingkungannya — terus terang aja ini yang harus utama — harus ok, tetangga yang pada cuek, jalanya ga pada sliwar sliwer kendaraan. Baru lihat kondisi rumah. Untuk yang ini gak masala soalnya mau di upgrade.

    Tapi yang jadi masalah dulu dan bahan pertimbangan adalah posisi rumah yang tusuk sate. Menurut fengshui … gak bagus, menurut bapak yang nota bene keawennya pol juga gak bagus.

    Tapi yang namanya bocah, semakin dikasih tau semakin dilakoni … ya akhirnya kebeli deh tu rumah. Setelah di upgrade selesai, ehhhh …. didatangi pengurus kampung, dikiranya mau buat tempat ibadah, maklum banyak patung Budhanya, sampai di pagar nongkrong 3 budha.

    Yang buat gak habis pikir … setelah lama ditinggalin kok usaha saya jadi mundur ya bang … Mau percaya … dikira percaya tahyul, mau gak percaya … kok ya keadaannya gitu.

    AKHIRNYA SAYA SPEKULASI … rumah dikontrakan sama orang asing, laku mahal. TERNYATA mendatangkan rejeki juga nih rumah … habis masa kontraknya — cuma 1 tahun bang — aku tinggal lagi disana, Eh bisnisku turun lagi.
    *gondok*

    Akhirnya tak masukin ke iklan dan sampai sekarang dikontrak untuk kantor orang asing. Yang jadi pertanyaan setelah segitu panjangnya prolog, “Ada gak sih bang, rumah yang menentukan nasib kalau ditinggalin”
    —————————

    Menarik juga pengalaman mu Dit.

    Kalo menurut abang sih, hubungan langsung antara rumah dengan nasib seseorang itu ga ada. Tapi kalo dikait²kan, ya koq ada .. gitu loh :mrgreen: .. misalnya rumah yang terletak didaerah langganan banjir. Ya, pasti nasibnya setiap tahun harus mengungsi mulu :mrgreen:

    Tapi soal cerita rumah tusuk sate tadi, seharusnya Didit ceritakan juga, gimana nasib di bule yang tinggal dirumah itu selama setahun. Trus bagaimana pula kemajuan perusahaan dari kantor orang asing itu.

    Faktanya adalah .. gara² rumah tusuk sate itu, Didit bisa mengontrak rumah itu dengan harga tinggi. Dan dikontrak oleh bule pula hehehe .. jadi, rumah itu bawa hoki dong ;) .. btw kapan nih makan² dari hasil uang kontrakan.

  74. [...] 30% teman yang berkunjung ke weblog-ku mengakses tulisan rumah sesuai kemampuan dan rancang yang ada disini. Dan kebanyakan dari mereka juga mendapatkan alamat weblog-ku melalui [...]

  75. Posted by nurgianto on Minggu, 25 Januari, 2009 at 16:35

    Saya sangat terkesan dengan tulisan dan tanggapan Abang, termasuk juga bila ada komentar sinis terhadap Abang.

    Saya menggarisbawahi seperti yang Abang sampaikan di atas … menyukuri apa yang telah diberikan Tuhan, supaya Tuhan menambah nikmatnya berlipat kali.

    Semoga apa yang Abang lakukan, Allah SWT membalasnya dengan berkah dan kasih sayang berlipat-lipat. Amin, Amin Ya.. Allah.
    —————————

    Amin.

    Terima kasih atas support yang pak Nur berikan kepada saya. Saya hanya mencoba memberi makna pada setiap aktivitas untuk mewujudkan rasa syukur atas segala ‘titipan’ yang Allah berikan.

    Saya juga doa kan agar pak Nur selalu dalam keadaan sehat walafiat dan dilindungi oleh-Nya.

  76. Posted by Andhen on Minggu, 22 Maret, 2009 at 17:53

    Mau tanya, nich .. bagaimana bentuk rumah dua lantai yang bagus untuk tanah ukuran 7 x 18 meter? … Terima kasih.
    —————————

    Sebenarnya .. bentuk rumah yang bagus itu sangat relatif bu. Kalau pendapat saya, rumah yang bagus adalah rumah yang menyatu dengan lingkungannya dan memiliki sirkulasi udara dan penerangan yang baik.

    Salah satu syaratnya adalah .. dalam membangun rumah, tidak seluruh luas tanah dipakai sebagai bangunan. Harus ada disisakan tanah kosong sebagai lahan terbuka, misalnya halaman depan minimal 7 x 5 meter, bangunan cukup 7 x 10 meter dan halaman belakang 7 x 3 meter.

    Makanya keputusan ibu untuk membangun 2 lantai sangat menolong untuk mewujudkan hunian yang sehat :) .. karena masih tersisa ruang hijau.

    Selamat mencoba ya bu.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 35 pengikut lainnya.