Hampir 30% teman yang berkunjung ke weblog-ku mengakses tulisan rumah sesuai kemampuan dan rancang yang ada disini. Dan kebanyakan dari mereka juga mendapatkan alamat weblog-ku melalui search engine. Oleh karena itu, aku coba menulis satu artikel lagi tentang rumah. Mudah²an bisa membantu teman² yang sedang atau berencana membangun rumah terutama untuk rumah type kecil atau yang sesuai dengan budget yang ada.
Satu contoh rumah 90 meter persegi mungkin ada di perumahan De Oase yang terletak di daerah Tomang, Jakarta Barat. Menurut artikel yang ku baca dari majalah RDI Edisi Juli 2007, rumah tersebut cukup representatif. Bisa lihat layout-nya disudut kiri atas tulisan ini. Sayang, harganya tidak dicantumkan. Tapi minimal ide membuat rumah dilahan terbatas mungkin bisa membantu untuk merancang rumah idaman.
Untuk lahan terbatas, mau tidak mau rumah kudu bertingkat. Rumah rancangan De Oase itu dibuat tiga lantai, dimana lantai pertama digunakan sebagai area service untuk aktivitas rumah tangga seperti mencuci, memasak dan ruang depan bisa digunakan ruang tamu atau ruang kerja. Sedangkan lantai dua dapat digunakan untuk aktivitas keluarga seperti menonton televisi, menerima tamu keluarga dan lain sebagainya. Dan lantai tiga menjadi area pribadi yaitu kamar tidur kita.
Yang pasti .. kalo membangun rumah tiga lantai, kudu hati² soal konstruksinya juga diperhitungkan jika terjadi gempa .. bahkan tidak lama lagi akan dikeluarkan peta gempa untuk daerah² yang rawan bencana. Sehingga ketika kita akan membeli atau membangun rumah, faktor yang rawan bencana seperti banjir, gempa dan lainnya menjadi faktor yang patut kita perhitungkan. Jangan sampai investasi kita yang sudah menguras kantong akan musnah sia². Semoga impian memiliki rumah idaman tercapai. Amin.
UPDATE!! 18 Desember 2008
Postingan ini sudah lama ga ku update, padahal jumlah pengunjung yang mengakses artikel ini selalu masuk dalam lima besar yang sering berkunjung ke blog ku.
Rumah idaman setiap individu pastilah berbeda. Tapi pada umumnya, setiap individu menginginkan rumah yang luas dan besar. Tentu hal tersebut tidak menjadi masalah, sepanjang tersedia lahan yang luas dan tentunya dana yang mencukupi.
Sehingga rumah idaman tidak akan kunjung terwujudkan apabila sumber daya yang ada — lahan, lokasi dan dana — tidak mendukung keinginan tersebut. Dan tentu hal ini menjadi seperti utopia.
Nah .. agar rumah idaman dapat kita wujudkan, mungkin kita harus lebih realistis. Yaitu definisi idaman tidak harus berupa rumah mewah, besar, megah, mahal, modern dan sebagainya tapi cukuplah pada definisi sehat, hijau, bersih, hemat energi dan tentunya bebas banjir.
Tapi, jaman sekarang .. sebagian besar daerah sudah tersentuh oleh banjir. Sehingga mungkin yang bisa kita siasati adalah menciptakan rumah yang tahan terhadap banjir. Minimal tidak menyusahkan kita, ketika banjir datang. Contohnya dengan membuat rumah panggung seperti rumah² di daerah Sumatera dan Kalimantan dengan gaya modern.





27 tanggapan so far ↓
Daulat Napitupulu // Rabu, 11 Juli, 2007 pada 11:14
Wah si om erander ini kayaknya udah bisa beralih profesi jadi konsultan properti nich….terutama buat keluarga-keluarga muda yang masih mencari bentuk dan rumah yang ideal, sekalian bisa dibahas mengenai harga juga om….
Adit // Rabu, 11 Juli, 2007 pada 13:32
Rancana (baru rencana neh!!!) aku mau bangun rumah yang kecil cukup buat keluargaku: istri dan satu anak .. kira-kira bentuk dan rumah bagaimana yg ideal menurut abang….aku pengenya sih kecil tapi lucu kalau dipandang (semut kali!!!!!)
st. of darkness // Rabu, 11 Juli, 2007 pada 21:37
udah sesuai fengshui? belum?
deking // Kamis, 12 Juli, 2007 pada 07:00
Eh Pak, saya mau tanya nich…
*
Kali ini serius dech *maklum lagi butuh
Kalau suatu saat saya konsultasi masalah rumah gak papa kan? Atau Pak Erander berkenan membagi2 gambar rancangan Pak Erander
Kang Tutur // Kamis, 12 Juli, 2007 pada 11:20
Salam kenal…(Indonesia)
Numpang promosi nih!
Ada yg mau kuliah dengan beasiswa? Belajar Wirausaha?
Main ke blog kampusku – Makasih ya!
Aini // Jumat, 13 Juli, 2007 pada 13:25
Bisa bikin taman outdoor nya dalam lahan yang terbatas, atau mungkin salah satu jalannya bikin taman indoor?
Domba Garut! // Jumat, 13 Juli, 2007 pada 22:31
Wah berarti ada referensi paten nih saat nanti saya mulai membangun yah – baru punya kavling kosong dulu sementara masih jadi kampret nyasar gini
Salam hangat dari negeri si bau kelek
abahapis // Senin, 16 Juli, 2007 pada 14:54
Pak, kapan-kapan tolong bahas pengembangan RSH (rumah sederhana sehat), soalnya rumah saya masuk golongan ini (luas tanahnya cuman 60 m2).
papabonbon // Jumat, 3 Agustus, 2007 pada 13:14
Bang erander. Rumah saya tipe 36/72. Lebar 6 meter, panjang 12 m. Sumpek sekali karena sangat tidak lebar. Gimana yah ..
azer10 // Selasa, 21 Agustus, 2007 pada 20:51
Bang .. satu hal ni, tips buat yang mau beli rumah. Kita jangan lekas percaya denga iklan2 yang menyebutkan “keistimewaan” dari yang jual rumah. Misal begini .. dikatakan “rumah dekat bandara”, memang tidak salah sih .. memang di belakang rumahnya bandara. Tapi pintu masuk bandaranya harus muter2!!! mao deket malah pusing!!!! gimana tuh pa erander?
——————————–
rina // Kamis, 27 September, 2007 pada 10:39
Aku pengen bikin rumah gaya minimalis, Lt. 8.75 m x 37 m (panjang kebelakang) jadi aku bingung ngedesignnya. Mohon bantuannya ya pak.
Rencananya punya kamar 5 (kmr utama pengennya sih besar, cukup untuk 2 tempat ridur dan lemari, didalammya ada kmr. mandi. 2 kamar lainnya adalah kamar anak yang ukurannya sedang aja, cukup untuk satu tempat tidur orang dewasa dan lemari pakaian serta meja belajarnya, satu kamar buat tamu dan yang satunya lagi buat pembantu yang bisa difungsikan buat gudang kalau gak ada yang nempati, jadi gak perlu besar, cukup untuk 1 tempat tidur kecil aja).
Ruangan lainnya adalah 1 kamar mandi umum dan kamar mandi pembantu (gak perlu pakai bak air / kecil aja), ruang keluarga, ruang makan, musholla (kecil), dapur, ruang cuci. satu lagi, aku maunya kamar pembantu dan kmr. mandinya serta ruang cuci dipisahkan dari rumah utama (untuk privacy) tapi kalau bisa dibuat sedemikian rupa tetap menyatu dengan rumah kami nantinya (mungkin dihubungkan dengan pintu belakang).
Thanks ya pak, atas tanggapannya (ditunggu banget).
——————————–
darsono // Selasa, 2 Oktober, 2007 pada 23:00
Saya punya keluarga kecil dg anak satu .. ingin bangun rumah dg uk tanah 20 m x 8,5m. Bagaimana nyusun desainya pak? Sudah satu bulan ini saya cari info ke majalah , internet tp masih bingung nentukan bentuk yg sreg. Mau pakai arsitek kok mahal tarifnya, mohon bantuannya. Trima kasih.
————————————
asep // Jumat, 11 Januari, 2008 pada 13:41
Assalamulaikum,
Saya memiliki rumah type 36/72 standar developer 1 kamar tidur utama (3m x 3m) di tengah WC (1,5 m x 2 m) dan di belakang 1 kamar tidur (3 m x 2,5 m) dan dapur yang belum selesai berupa meja dan zinc set (tempat cuci piring).
Di belakang dapur ada kelebihan tanah seluas 12 meter (2 m x 6 m). Saya berencana di kelebihan tanah tanah tersebut membuat tangga dan diatasnya dibuat 2 kamar tidur dan tempat jemuran. Yang ingin saya tanyakan : berapa buah cakar ayam yang diperlukan untuk membuat pondasinya? Dan dimana letak tangga dibuat? (dibawah tangga akan dibuat 1 wc lagi).
Rencananya .. saya akan membangun dalam beberapa tahap. Tahap 1 saya berencana membangun sampai sloof dahulu, tahap 2 sampai dak dan terakhir bagian atas sampai penyelesaian. Kira-kira berapa anggaran biaya yang diperlukan untuk menjadikan rumah tsb?
Sebelumnya saya ucapkan terima kasih.
Wassalam:
A. Rismunandar
—————————
Indriyati // Sabtu, 12 Januari, 2008 pada 19:37
Pak .. saya memiliki tanah 25 x 26 m2. Sekarang mau dibangun!! enaknya dibuat dengan gaya apa ya pak??? mohon sarannya!! ditunggu banget!!
————————
hildalexander // Selasa, 29 Januari, 2008 pada 22:57
Hehehe kayaknya jasa konsultasi propertinya lagi laris manis neh … PTI architects bisa kalah tuh … tulis opini or kolom aja Oom ..
————————
imam // Kamis, 14 Februari, 2008 pada 10:49
Aku pegen renov rumah, ukuran tanah 6×15, kondisi rumah sekarang sudah g layak huni .. tapi anggaran qt berdua tipis buangeeeeeeeet .. aku uda berbini beranak satu .. plus mertua yang buaek hati, satu … pengene nyang sederhana aja.
————————
edratna // Selasa, 1 April, 2008 pada 06:47
Cara membangun rumah tahan gempa sudah ada panduannya pak, tulisan karangannya orang Sipil lulusan ITB.
Masalahnya sekarang nggak hanya gempa, tapi juga badai angin, badai hujan … dan yang belakangan hujan es — ternyata kanopi tak tahan terhadap hujan es ini.
————————-
stey // Selasa, 1 April, 2008 pada 15:59
Hemmm .. asik .. kalo mau bangun rumah saya hubungi abang aja yah? tapi gratisan kan Bang? ayolah .. sama temen sendiri ini .. hehehe ..
————————–
enryka // Rabu, 18 Juni, 2008 pada 12:47
Hallo pak ..
Saya juga pengen tanya² nich .. kalo luas tanah cuma 44 m² memanjang, gimana bagusnya ya kalo mau dibangun rumah dengan kamar tidur diatas, yang dibawah RT, RM, DAPUR & KAMAR MANDI.
Saya pengen langit²-nya agak tinggi biar tidak kelihatan sempit, trus bagaimana dengan pencahayaannya ?? … sementara kanan, kiri & depan sudah diapit rumah orang.
Maklum pak .. namanya rumah di gang … thx a lot ya pak, kalo bisa bikinin lay-out nya ..
————————–
Mas Tom // Selasa, 1 Juli, 2008 pada 16:46
Mas, bisakah saya minta dibuatkan desain rumah yang sederhana saja.
Rencananya rumah yang ingin dibangun ukuran tanahnya 200 m². Kamar utama 2, kamar anak 4 dan kamar tamu 1, kamar mandi 2, ruang tamu, ruang keluarga dan dapur.
Rencananya ruang anak diatas. Jadi lahan masih ada lahan kosong dibagian belakang. Karena dana kita terbatas kita mau bikin dindingnya dari batako dan atapnya dari asbes gelombang.
Untuk kamar atas kita buat geladak aja dari kayu glugu. Bagaimana menurut anda. Terima kasih sebelumnya.
—————————
blokrumahku // Selasa, 21 Oktober, 2008 pada 12:29
Artikelnya bagus mas dan semoga bermanfaat …
Salam ..
————————–
adi // Kamis, 27 November, 2008 pada 15:38
Aloo mas … saya mo nanya klo tanah ukuran 5 x 24 itu .. kira² bagusnya desain rumahnya seperti apa ya? soalnya lebarnya cuma 5, sempit banged.
Pengennya … di dalam rumah jangan banyak sekat, biar keliadan luas. Trus ada taman atau minimal jalan setapak di dalam rumah nuju ruangan laen jadi biar keliadan seger.
Trims …
—————————–
Roslan AbuDhabi Arch // Minggu, 28 Desember, 2008 pada 21:27
With ref to your UPDATE!! 18 Desember 2008 and to membuat rumah panggung seperti rumah² di daerah Sumatera dan Kalimantan dengan gaya modern.
I wish to link the info to :
http://members.virtualtourist.com/m/5533/
7m x 7m, 2 and 1/2 stories villa by me.
—————————–
Bubut // Selasa, 21 April, 2009 pada 12:55
Mau nanya ni pak …
Kami punya rencana mendirikan bangunan dengan luasan sbb
Bangunan 385 m²
Pondokan 53 m²
Taman 86,5 m²
Parkir 89,5 m²
Lantai 2
Bangunan 399 m²
Bisa minta tolong hitungkan RAB-nya? Terima kasih banyak.
Salam,
Bubut
—————————
dien // Rabu, 6 Mei, 2009 pada 14:58
Saya punya tanah 200 m² … rencananya mo dibangun tahun depan. Kalo bangun gaya minimalis mahal nggak ya cost / m² … boleh nggak minta denah arsitek tipe 70 rumah minimalis biar bisa diterapin waktu pembangunan rumah.
Thank’s
—————————
dicky // Selasa, 14 Juli, 2009 pada 08:28
Bisa minta harga bahan bangunan untuk wil Garut, thank’s bos ..
————————–
iklan jual beli rumah gratis // Jumat, 14 Agustus, 2009 pada 10:35
Ide yang menarik nih om … semoga suatu saat ku bisa membangun rumah yang ideal dengan harga yang terjangkau … Amin.
—————————-