KU LETAK KAN KATA DISINI

Hidup itu disyukuri

Tuesday, 17 July, 2007 · 23 Comments

upload_68.jpg Seorang sahabat menulis email kepada ku. Dan telah aku minta ijin padanya, agar isi email dan jawabanku, ku posting di blog ku. Berikut cuplikan email teman ku itu : “Aku percaya keberuntungan, bagiku, aku masih diberi keberuntungan sehingga aku masih bisa disini sekarang. Banyak orang yang aku pikir “lebih” secara intelektual, materi yang didapat dari orang tua mereka tapi tidak seberuntung aku. Disisi lain, ada pula yang mungkin “kurang usaha” tetapi keadaan dia lebih baik dari aku. Itulah jalan hidup, sesuatu yang tidak bisa ditebak.

Aku jadi berkaca2 dan trenyuh membaca pesan mas. Hmmm .. apa benar aku sudah dijalan hidupku yang bener2 pilihanku? Dan apakah sudah benar, apa memang sebenarnya aku harus seperti ini dulu? Huh .. kayaknya aku bener2 ga bisa nikmati hidup. Yah .. jarang sekali aku menikmati matahari yang mulai tenggelam disisi seberang jalan kantorku. Senang jika masih bisa merasakan seperti itu setiap hari. Masih ada waktu menikmati sore dan malam, tapi aku tidak.

Aku ingin selalu kerja keras, bahkan sekeras-kerasnya kalo memungkinkan. Tapi tetap ingat waktu dan tempat bagaimanapun manusia mempunyai batasan, yang mungkin kalau sudah melewatinya akan memunculkan hal2 yang tidak terduga. Aku juga ingin santai, sesantai2nya orang. Aku pernah begadang di pantai sampai subuh, trus tertidur di pinggir pantai beralaskan pasir. Ketika aku terbangun sudah banyak orang2 yang pada mancing. Sempat malu juga. Tapi waktu itu aku bener2 menikmatinya. Terasa bebas. Ga terikat waktu. Ga terikat kontrak kerjaan. Yah .. tapi itu dulu. Ketika aku masih kuliah.. :)

Sekarang? yah .. mungkin ini yang mananya “kerja” dengan konsekuensi “ga ada waktu”. Waktu ku hanya buat perusahaan yang memberiku penghidupan sementara. Entah .. “

Aku kemudian mengatakan padanya, apakah dia ingin tahu tentang sudah benar atau tidak dalam memilih jalan hidup. Ingin tahu bagaimana caranya hidup bisa lebih bahagia. Ingin mengerti mengapa hidup setiap orang itu berbeda? Manusia diciptakan oleh Sang Pencipta, pasti ada maksudnya. Sama halnya ketika hewan, tumbuh2an, bumi beserta isinya diciptakan juga punya tujuannya masing2.

Manusia adalah mahluk yang paling lemah selemah2nya mahluk. Oleh karena itu, Allah membekali manusia dengan akal pikiran agar tetap survive. Kelebihan inilah yang kemudian melahirkan kesengsaran buat diri manusia itu sendiri maupun mahluk lainnya. Akibat akal manusia, polusi dimana2. Akibat akal manusia, kita menjadi lupa diri. Akibat akal manusia, kita menjadi ambisius untuk menguasai alam ini.

So .. sebenarnya, ketika kita menyadari bahwa semua ini adalah sementara. Semua ini adalah titipan dari Sang Pencipta, maka hidup akan menjadi simple dan mudah. Dalam Islam, di Alquran disebutkan di surah Ibrahim ayat 7 bahwa : Dan (ingatlah juga) tatkala Tuhan-mu Memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan Menambah (Nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (Nikmat-Ku), maka sesungguhnya Azab-Ku sangat pedih.”

Jadi .. ketika kita hanya bisa bekerja keras tanpa sempat liburan dan menikmati matahari, kita tetap bersyukur karena kita masih bekerja sementara ribuan orang terkena PHK atau bahkan belum bekerja sama sekali sejak lulus sekolah. Ketika kita tidak bekerja karena tidak ada lowongan, kita tetap harus bersyukur karena masih ada keluarga yang membantu kita untuk memenuhi hidup sehari2. Sementara banyak orang yang diterlantarkan keluarga mereka.

Semua kembali pada diri kita masing2 untuk menyikapi hidup secara arif. Tidak ada satu orangpun didunia ini tidak luput dari cobaan hidup. Apakah itu berupa kesengsaraan maupun kenikmatan. Apakah itu akan membuat kita jatuh kelembah nista ataupun menjadi sombong, itu adalah pilihan hidup dari apa yang kita alami.

Banyak sekali hal yang patut kita syukur dalam hidup ini. Istilahnya dalam kebudayaan Indonesia adalah .. apapun kejadiannya, dalam budaya kita selalu mengatakan “untung”.

Categories: Keheningan jiwa

23 responses so far ↓

  • Yari NK // Tuesday, 17 July, 2007 at 10:20

    Ya udah, yg sabar aja ya mas! Bagaimanapun juga jalan yg salah atau jalan yg ‘buruk’ akan menjadi jalan yg benar dan baik kalau kita melakukannya dng baik dan dengan niat yg baik. Terkadang kita sadar bahwa kita berada di jalan yg ’salah’ di tengah2 jalan namun terkadang kita sudah jauh meninggalkan titik keberangkatan kita dan tidak mungkin untuk kita kembali lagi. Jalan yg terbaik adalah dengan cara menempuh sisa perjalanan kita sebaik mungkin. Insya Allah kita akan mencapai apa yg kita inginkan. Dan betul itu apapun yg kita dapatkan di perjalanan kita wajib disyukuri namun kitapun harus waspada jangan sampai kita tdk dapat memanfaatkan apa yg kita dapatkan / yg dilimpahkan kepada kita sehingga akan memperlambat perjalanan kita.
    Ya udah nggak usah sedih lagi ya mas :)

    *celingak celinguk* .. mudah2an temanku yang menulis email itu juga membaca jawaban mas Yari NK. Karena kaya’nya komentar itu ditujukan buat sahabatku. Saya setuju dengan pendapat mas Yari.

  • edratna // Tuesday, 17 July, 2007 at 11:14

    Yang penting harus selalu bersyukur, kalau lagi sedih coba menengok yang tidak seberuntung kita, maka hati akan tenteram. Jalan hidup memang tak bisa diduga, tapi kita harus percaya bahwa Allah swt memberikan kita jalan yang terbaik untuk kita.

    Mas Erander, makasih telah menengok blogku.

    Benar banget mbak. Ya .. terima kasih juga sudah mau mampir kesini.

  • deKing // Wednesday, 18 July, 2007 at 02:00

    Tidak ada satu orangpun didunia ini tidak luput dari cobaan hidup. Apakah itu berupa kesengsaraan maupun kenikmatan.

    Dan sepertinya lebih sering orang melupakan Tuhan jika dia diberi cobaan yang berupa kenikmatan ya Pak.
    Kalau sedang sengsara dan butuh mah seringnya ingat Tuhan :D

    Benar banget. Karena kita beranggapan bahwa kenikmatan itu bukan cobaan tapi rahmat. Padahal, kenikmatan itu juga cobaan. Bagaimana kita menggunakan kekayaan, kepintaran, fasilitas yang ada dll dengan cara yang diridhoi Allah. Kita merasa bahwa kita kaya karena kita hebat. Sehingga melupakan Allah. Amit2, semoga kita tidak menjadi seperti firaun.

  • mathematicse // Wednesday, 18 July, 2007 at 03:41

    Iya yah, seringkali kita lupa bersyukur. Seringkali kita mudah mengeluh, menganggap diri kurang beruntung, padahal begitu banyak nikmat yang kita dapat, yang orang lain belum tentu mendapatkannya.

    Sebenarnya, manusiawi kok kita mengeluh. Tapi mengeluh itu menimbulkan aura negatif. Nah, kalau terus menerus, itu akan menjadi demotivasi. Oleh karena itu, sebagai teman, kita kudu memberi semangat – aura positif – untuk membangkitkan optimisme dengan cara bersyukur. So, sepanjang kita menyadarinya .. it’s ok. Tapi sering kali kita terus dan terus terperosok semakin dalam. Akhirnya, kita tersesat. A’udzubillahiminzaliq.

  • Yari NK // Wednesday, 18 July, 2007 at 08:01

    Sebelumnya maaf ya mas Erander, ini komen agak OOT (bukan agak2 lagi!), tapi aku nggak tahan utk nggak komentar, ini deKing dan mathematicse, dua-duanya suka matematika kalau mereka berdua bertemu kira2 yg diobrolin apa aja ya??? Wah pasti obrolannya canggih dan memusingkan deh hehehehe! Sorry ya, cuma becanda kok! Okay however, sukses untuk kalian berdua di Utrecht ya? Waduh, aku udah hampir 20 thn nggak ke Eropa. Ingin kalau punya duit main lagi ke sana! (Kapan ya?) Ok! Sukses juga buat mas Erander ya! Tschüs!

    Kalo mereka bertemu berdua? hmm apa ya? .. main catur kali hwakakakak :D

  • kangguru // Wednesday, 18 July, 2007 at 10:07

    Nikmati apa yang ada, lihat ke bawah biar ngak capek hehehhehe

    Ya Kang .. gimana mau menikmati kalau pikiran ngeliat ke atas mulu. Jadi mesti ngeliat ke bawah ya Kang biar ga cape deee hehehe

  • ryev4 // Wednesday, 18 July, 2007 at 11:08

    Iya bener kata mas, hidup memang perlu di syukuri, karena sejak kita bangun sampai tertidur kembali ga terlepas apa yang namanya NIKMAT TUHAN.

    Alhamdulillah, memang sudah sepatutnya kita seperti itu. Menikmati dan mensyukuri apapun yang telah diberikan Allah pada kita. Bukankah Allah sudah berjanji akan menambahkan nikmat buat orang2 yang bersyukur.

  • MEONG..... // Wednesday, 18 July, 2007 at 19:08

    matur tengkyu juga………
    Aku asli Malang tapi kerja di Suroboyo. Aku gak kerja di bengkel, tapi kerja di DotCom jual batu bara dulunya se….jadi sales mobil. gitu loh…. Oce kalo ke Sby mampir bro…..

    Wah saya malah baru tahu kalo kerja di DotCom itu jual batu bara bukan jasa internet. Keren juga tuh. So jadi yang di blog mu itu alamat showroom mobil toh? bukan toko asesoris mobil?

  • deKing // Wednesday, 18 July, 2007 at 22:36

    Maaf Pak Erander, numpang komentar untuk Pak Yari NK hehehe
    @Yari NK:
    Terima kasih atas doanya Pak Yari :)
    hehehehe

    Monggo, silaken. Mudah2an Pak Yari membacanya.

  • xwoman // Thursday, 19 July, 2007 at 15:30

    seburuk apapun yang didapat akan diganti dengan yang lebih baik… alasan apa lagi ya yang membuat lupa untuk bersyukur???

    Sebenarnya tidak ada alasan untuk tidak bersyukur. Tapi sering kali, manusia lupa – atau pura2 lupa – dan angkuh. Dan kalau mau sedikit ilmiah, coba lihat teori The Law of Deminising Return, hukum yang semakin berkurang. Ketika seseorang semakin meningkat taraf hidupnya, cenderung produktivitasnya menurun. Terutama yang blue collar. Itu menurut ilmu manajemen yang aku pelajari. Nanti kita bahas tersendiri.

  • rickisaputra // Friday, 20 July, 2007 at 07:30

    salah satu wujud penghargaan kita akan semua berkah Tuhan adalah syukur..
    kalau Tuhan saja maha pengasih, penyayang, dan pemberi segala rejeki, kenapa kita harus pelit bersyukur atas semua pemberianNya..
    :)

    regards,

    Kadang kita hanya sebatas mengucapkan kata “syukur” tapi dalam tindak tanduk dan perbuatan jauh dari makna kata “syukur” misalnya : ketika kita mendapat jabatan kita langsung mengucapkan “Alhamdulillah Ya Allah, terima kasih Engkau telah memberi ku nikmat .. bla bla bla” kemudian sejalan dengan waktu sikap kita dalam menjalani jabatan itu jauh dari rasa syukur misalnya bersikap sewenang2, sombong dlsbnya. Atau ketika kita diterima menjadi mahasiswa, pasti kita langsung mengucapkan kata syukur .. tapi sejalan dengan waktu, kita lebih banyak main dari pada belajar. Kita lebih banyak buang2 waktu dlsbnya. Jadi makna syukur sebenarnya tidak saja diucapkan tapi lebih pada implementasinya.

  • senja // Friday, 20 July, 2007 at 12:28

    setuju ma paragraf terakhir..

    Untung beruntung

  • Hidup dan Mati « r i c k i s a p u t r a - o r a n g b i a s a // Saturday, 21 July, 2007 at 09:34

    [...] Mereka menganggapnya sebagai sebuah berkah dan anugerah terindah dari Yang Maha Kuasa. Mereka mensyukurinya. Pantas bukan, untuk berbahagia. Ataukah harus [...]

  • cK // Sunday, 22 July, 2007 at 14:49

    wew…betul! hidup itu harus disyukuri. sesenang atau sesusah apapun, semua ada hikmahnya dan kita harus selalu bersyukur. herannya justru ada yang tidak bersyukur dengan membunuh diri sendiri. :(

    om, postingannya keren :D

    Chikita ops Chika .. katanya nikah ama Wili Dozan ya? yang artis itu. Wah, selamat ya. Gosip ini dapat dari Chiwi. Koq mas ga diundang sih .. Soal bersyukur, yang paling penting implementasinya dalam kehidupan. Kita menjadi putus asa dan akhirnya bunuh diri, karena kita tidak memahami makna sebenarnya dari bersyukur. Jadi .. kita wajib untuk saling mengingatkan dan saling menyayangi sesama umat.

    Chika juga keren :D

  • k'baca // Tuesday, 24 July, 2007 at 18:51

    Alhamdulillah, bisa mampir kesini, dapet ilmu!
    [ntar, nikmatnya ditambah deh....amin]
    :: ada om deKing juga?
    \diamondsuit…!

    Ya mas / mbak .. mudah2an kita termasuk orang2 yang selalu bersyukur akan nikmat yang diberikan oleh-Nya.

  • Anang // Wednesday, 25 July, 2007 at 04:43

    banyak ilmu disini…

    Subhanallah

  • indra kh // Wednesday, 25 July, 2007 at 13:41

    Alhamdulillah, postingannya bermanfaat dan menyadarkan saya, betapa masih banyak nikmat yang belum disyukuri. Trims banyak, pak.

    Sami-sami .. Oya, lama Pak Indra ga nitip kata2 disini? kemana aja Pak? baik2 saja kan? Semoga Allah selalu melindungi kita ya Pak. Amien.

  • Luna Moonfang // Thursday, 26 July, 2007 at 10:37

    bersyukur adalah hal paling gampang yg paling susah untuk dilakukan … mungkin kita bisa mulai bersyukur dengan cara menikmati karunia Tuhan yg terbesar, yaitu kehidupan yg kita punya hari ini, ya … cuma hari ini, bukan kemarin atau besok…. :)

    *kayanya komenku ini bisa menimbulkan banyak persepsi ya….* :lol:

    Bener koq .. syukurilah apa yang ada hari ini. Artinya :
    1. Jika kita mensyukuri apa yang ada hari ini, itu berarti kita menghargai apa yang telah kita peroleh kemaren.
    2. Dan jika kita mensyukuri apa yang ada hari ini, itu berarti kita menjaga apa yang diberikan dengan baik sehingga akan membawa dampak yang baik dihari esok.

    So .. memang hari ini adalah point penting untuk masa depan dan hari ini adalah fakta dari hari kemaren. Good point

  • Gun Gun // Tuesday, 31 July, 2007 at 11:04

    Kalimat yang selalu aku pegang yaitu, dalam kehidupan duniawi cobalah untuk melihat ke bawah (yang kurang), tetapi kalau dalam rohani atau agama maka lihatlah ke yang ada di atas/lebih (yg soleh dan solehah). ;) )

    Bener banget Gun. Thanks ya.

  • dwihandyn // Friday, 17 August, 2007 at 17:51

    Beruntung banget jalan2 kesini, dapet tambahan ilmu……
    Makasih Om…. :-)
    Salam kenal yach……..

    Alhamdulillah .. saya juga beruntung bisa berkenalan dengan Dwi .. semoga kita bisa sharing. Insya Allah .. kalau ada waktu saya main2 ke blog-nya Dwi .. salam kenal juga.

  • dentris // Saturday, 13 October, 2007 at 20:41

    Syukurilah hidup ini dengan keiklasan, karena tidak ada suatu permasalahan yang tidak bisa diselesaikan. Karena hidup ini berproses untuk menuju ke suatu permasalahan yang ingin dicapai..? Dan berpikir cara positif .. tentunya hasil daripada dorongan nurani.
    ——————————

    Positive thinking is the best

  • leightstein // Monday, 24 December, 2007 at 23:10

    Bersyukur itu tidak gampang, sebelumnya harus dibarengi keikhlasan diri. Tanpa itu sulit untuk bisa bersyukur. Bener kata Om .. jangan lupa implementasinya …
    ——————————-

    Contoh gampangnya .. tetap mensyukuri bisa tetap kelihatan muda walaupun sering dipanggil Om bukan abang.

  • eshape // Tuesday, 14 October, 2008 at 05:18

    Isi blog dan isi komentarnya saling melengkapi, enak dibaca dan PERLU
    *kayak tempo aja*

    Keep writing ya …! aku bagian reading aja

    Salam
    —————————-

    Thanks juga ..

    Dengan sendirinya, mas Eko sudah menjadi bagian dari postingan ini. Memberikan komentar ini dan menjadi pelengkap bagi postingan ini.

    Congratulation :)

Leave a Comment