Seorang sahabat menulis email kepada ku. Dan telah aku minta ijin padanya, agar isi email dan jawabanku, ku posting di blog ku. Berikut cuplikan email teman ku itu : “Aku percaya keberuntungan, bagiku, aku masih diberi keberuntungan sehingga aku masih bisa disini sekarang. Banyak orang yang aku pikir “lebih” secara intelektual, materi yang didapat dari orang tua mereka tapi tidak seberuntung aku. Disisi lain, ada pula yang mungkin “kurang usaha” tetapi keadaan dia lebih baik dari aku. Itulah jalan hidup, sesuatu yang tidak bisa ditebak.
Aku jadi berkaca2 dan trenyuh membaca pesan mas. Hmmm .. apa benar aku sudah dijalan hidupku yang bener2 pilihanku? Dan apakah sudah benar, apa memang sebenarnya aku harus seperti ini dulu? Huh .. kayaknya aku bener2 ga bisa nikmati hidup. Yah .. jarang sekali aku menikmati matahari yang mulai tenggelam disisi seberang jalan kantorku. Senang jika masih bisa merasakan seperti itu setiap hari. Masih ada waktu menikmati sore dan malam, tapi aku tidak.
Aku ingin selalu kerja keras, bahkan sekeras-kerasnya kalo memungkinkan. Tapi tetap ingat waktu dan tempat bagaimanapun manusia mempunyai batasan, yang mungkin kalau sudah melewatinya akan memunculkan hal2 yang tidak terduga. Aku juga ingin santai, sesantai2nya orang. Aku pernah begadang di pantai sampai subuh, trus tertidur di pinggir pantai beralaskan pasir. Ketika aku terbangun sudah banyak orang2 yang pada mancing. Sempat malu juga. Tapi waktu itu aku bener2 menikmatinya. Terasa bebas. Ga terikat waktu. Ga terikat kontrak kerjaan. Yah .. tapi itu dulu. Ketika aku masih kuliah..
Sekarang? yah .. mungkin ini yang mananya “kerja” dengan konsekuensi “ga ada waktu”. Waktu ku hanya buat perusahaan yang memberiku penghidupan sementara. Entah .. “
Aku kemudian mengatakan padanya, apakah dia ingin tahu tentang sudah benar atau tidak dalam memilih jalan hidup. Ingin tahu bagaimana caranya hidup bisa lebih bahagia. Ingin mengerti mengapa hidup setiap orang itu berbeda? Manusia diciptakan oleh Sang Pencipta, pasti ada maksudnya. Sama halnya ketika hewan, tumbuh2an, bumi beserta isinya diciptakan juga punya tujuannya masing2.
Manusia adalah mahluk yang paling lemah selemah2nya mahluk. Oleh karena itu, Allah membekali manusia dengan akal pikiran agar tetap survive. Kelebihan inilah yang kemudian melahirkan kesengsaran buat diri manusia itu sendiri maupun mahluk lainnya. Akibat akal manusia, polusi dimana2. Akibat akal manusia, kita menjadi lupa diri. Akibat akal manusia, kita menjadi ambisius untuk menguasai alam ini.
So .. sebenarnya, ketika kita menyadari bahwa semua ini adalah sementara. Semua ini adalah titipan dari Sang Pencipta, maka hidup akan menjadi simple dan mudah. Dalam Islam, di Alquran disebutkan di surah Ibrahim ayat 7 bahwa : Dan (ingatlah juga) tatkala Tuhan-mu Memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan Menambah (Nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (Nikmat-Ku), maka sesungguhnya Azab-Ku sangat pedih.”
Jadi .. ketika kita hanya bisa bekerja keras tanpa sempat liburan dan menikmati matahari, kita tetap bersyukur karena kita masih bekerja sementara ribuan orang terkena PHK atau bahkan belum bekerja sama sekali sejak lulus sekolah. Ketika kita tidak bekerja karena tidak ada lowongan, kita tetap harus bersyukur karena masih ada keluarga yang membantu kita untuk memenuhi hidup sehari2. Sementara banyak orang yang diterlantarkan keluarga mereka.
Semua kembali pada diri kita masing2 untuk menyikapi hidup secara arif. Tidak ada satu orangpun didunia ini tidak luput dari cobaan hidup. Apakah itu berupa kesengsaraan maupun kenikmatan. Apakah itu akan membuat kita jatuh kelembah nista ataupun menjadi sombong, itu adalah pilihan hidup dari apa yang kita alami.
Banyak sekali hal yang patut kita syukur dalam hidup ini. Istilahnya dalam kebudayaan Indonesia adalah .. apapun kejadiannya, dalam budaya kita selalu mengatakan “untung”.




23 responses so far ↓
Yari NK // Tuesday, 17 July, 2007 at 10:20
Ya udah, yg sabar aja ya mas! Bagaimanapun juga jalan yg salah atau jalan yg ‘buruk’ akan menjadi jalan yg benar dan baik kalau kita melakukannya dng baik dan dengan niat yg baik. Terkadang kita sadar bahwa kita berada di jalan yg ’salah’ di tengah2 jalan namun terkadang kita sudah jauh meninggalkan titik keberangkatan kita dan tidak mungkin untuk kita kembali lagi. Jalan yg terbaik adalah dengan cara menempuh sisa perjalanan kita sebaik mungkin. Insya Allah kita akan mencapai apa yg kita inginkan. Dan betul itu apapun yg kita dapatkan di perjalanan kita wajib disyukuri namun kitapun harus waspada jangan sampai kita tdk dapat memanfaatkan apa yg kita dapatkan / yg dilimpahkan kepada kita sehingga akan memperlambat perjalanan kita.
Ya udah nggak usah sedih lagi ya mas
edratna // Tuesday, 17 July, 2007 at 11:14
Yang penting harus selalu bersyukur, kalau lagi sedih coba menengok yang tidak seberuntung kita, maka hati akan tenteram. Jalan hidup memang tak bisa diduga, tapi kita harus percaya bahwa Allah swt memberikan kita jalan yang terbaik untuk kita.
Mas Erander, makasih telah menengok blogku.
deKing // Wednesday, 18 July, 2007 at 02:00
Dan sepertinya lebih sering orang melupakan Tuhan jika dia diberi cobaan yang berupa kenikmatan ya Pak.
Kalau sedang sengsara dan butuh mah seringnya ingat Tuhan
mathematicse // Wednesday, 18 July, 2007 at 03:41
Iya yah, seringkali kita lupa bersyukur. Seringkali kita mudah mengeluh, menganggap diri kurang beruntung, padahal begitu banyak nikmat yang kita dapat, yang orang lain belum tentu mendapatkannya.
Yari NK // Wednesday, 18 July, 2007 at 08:01
Sebelumnya maaf ya mas Erander, ini komen agak OOT (bukan agak2 lagi!), tapi aku nggak tahan utk nggak komentar, ini deKing dan mathematicse, dua-duanya suka matematika kalau mereka berdua bertemu kira2 yg diobrolin apa aja ya??? Wah pasti obrolannya canggih dan memusingkan deh hehehehe! Sorry ya, cuma becanda kok! Okay however, sukses untuk kalian berdua di Utrecht ya? Waduh, aku udah hampir 20 thn nggak ke Eropa. Ingin kalau punya duit main lagi ke sana! (Kapan ya?) Ok! Sukses juga buat mas Erander ya! Tschüs!
kangguru // Wednesday, 18 July, 2007 at 10:07
Nikmati apa yang ada, lihat ke bawah biar ngak capek hehehhehe
ryev4 // Wednesday, 18 July, 2007 at 11:08
Iya bener kata mas, hidup memang perlu di syukuri, karena sejak kita bangun sampai tertidur kembali ga terlepas apa yang namanya NIKMAT TUHAN.
MEONG..... // Wednesday, 18 July, 2007 at 19:08
matur tengkyu juga………
Aku asli Malang tapi kerja di Suroboyo. Aku gak kerja di bengkel, tapi kerja di DotCom jual batu bara dulunya se….jadi sales mobil. gitu loh…. Oce kalo ke Sby mampir bro…..
deKing // Wednesday, 18 July, 2007 at 22:36
Maaf Pak Erander, numpang komentar untuk Pak Yari NK hehehe
@Yari NK:
Terima kasih atas doanya Pak Yari
hehehehe
xwoman // Thursday, 19 July, 2007 at 15:30
seburuk apapun yang didapat akan diganti dengan yang lebih baik… alasan apa lagi ya yang membuat lupa untuk bersyukur???
rickisaputra // Friday, 20 July, 2007 at 07:30
salah satu wujud penghargaan kita akan semua berkah Tuhan adalah syukur..
kalau Tuhan saja maha pengasih, penyayang, dan pemberi segala rejeki, kenapa kita harus pelit bersyukur atas semua pemberianNya..
regards,
senja // Friday, 20 July, 2007 at 12:28
setuju ma paragraf terakhir..
Hidup dan Mati « r i c k i s a p u t r a - o r a n g b i a s a // Saturday, 21 July, 2007 at 09:34
[...] Mereka menganggapnya sebagai sebuah berkah dan anugerah terindah dari Yang Maha Kuasa. Mereka mensyukurinya. Pantas bukan, untuk berbahagia. Ataukah harus [...]
cK // Sunday, 22 July, 2007 at 14:49
wew…betul! hidup itu harus disyukuri. sesenang atau sesusah apapun, semua ada hikmahnya dan kita harus selalu bersyukur. herannya justru ada yang tidak bersyukur dengan membunuh diri sendiri.
om, postingannya keren
k'baca // Tuesday, 24 July, 2007 at 18:51
Alhamdulillah, bisa mampir kesini, dapet ilmu!
…!
[ntar, nikmatnya ditambah deh....amin]
:: ada om deKing juga?
Anang // Wednesday, 25 July, 2007 at 04:43
banyak ilmu disini…
indra kh // Wednesday, 25 July, 2007 at 13:41
Alhamdulillah, postingannya bermanfaat dan menyadarkan saya, betapa masih banyak nikmat yang belum disyukuri. Trims banyak, pak.
Luna Moonfang // Thursday, 26 July, 2007 at 10:37
bersyukur adalah hal paling gampang yg paling susah untuk dilakukan … mungkin kita bisa mulai bersyukur dengan cara menikmati karunia Tuhan yg terbesar, yaitu kehidupan yg kita punya hari ini, ya … cuma hari ini, bukan kemarin atau besok….
*kayanya komenku ini bisa menimbulkan banyak persepsi ya….*
Gun Gun // Tuesday, 31 July, 2007 at 11:04
Kalimat yang selalu aku pegang yaitu, dalam kehidupan duniawi cobalah untuk melihat ke bawah (yang kurang), tetapi kalau dalam rohani atau agama maka lihatlah ke yang ada di atas/lebih (yg soleh dan solehah).
)
dwihandyn // Friday, 17 August, 2007 at 17:51
Beruntung banget jalan2 kesini, dapet tambahan ilmu……
Makasih Om….
Salam kenal yach……..
dentris // Saturday, 13 October, 2007 at 20:41
Syukurilah hidup ini dengan keiklasan, karena tidak ada suatu permasalahan yang tidak bisa diselesaikan. Karena hidup ini berproses untuk menuju ke suatu permasalahan yang ingin dicapai..? Dan berpikir cara positif .. tentunya hasil daripada dorongan nurani.
——————————
leightstein // Monday, 24 December, 2007 at 23:10
Bersyukur itu tidak gampang, sebelumnya harus dibarengi keikhlasan diri. Tanpa itu sulit untuk bisa bersyukur. Bener kata Om .. jangan lupa implementasinya …
——————————-
eshape // Tuesday, 14 October, 2008 at 05:18
Isi blog dan isi komentarnya saling melengkapi, enak dibaca dan PERLU
*kayak tempo aja*
Keep writing ya …! aku bagian reading aja
Salam
—————————-