Kemerdekaan yang pertama yang harus direbut – mungkin – adalah merdeka untuk bicara (lisan maupun tulisan). Sepanjang yang saya pahami, kemerdekaan bicara adalah hal yang paling mendasar. Karena jika kita tidak punya kebebasan bicara, kita tidak bisa menyampaikan perbedaan pendapat dan pandangan kita kepada orang lain (sebagai dasar demokrasi). Kita sulit mengungkapan uneg2 kita akibat beban hidup dan biaya hidup yang semakin tak tertanggungkan akibat mismanajemen penguasa (sebagai dasar kemakmuran). Kita tidak dapat membela diri ketika kita ditindas sewenang2 (sebagai dasar kesetaraan dimata hukum).
Akibatnya muncullah pekik MERDEKA ™ pada penguasa yang membelenggu kebebasan bicara. Banyak catatan2 perlawan terhadap penguasa dimulai dari bicara yang menjelma berupa pidato – baik yang resmi, kampanye maupun unjuk rasa – buku, esai dan bentuk2 tulisan lainnya serta yang teranyar melalui blog.
Merdeka bicara tidak berarti kita dapat berkata tanpa fakta karena dikawatirkan akan berubah wujud menjadi fitnah. Merdeka bicara tidak bermakna kita menjadi dewa karena bisa memerintah atau memaksa orang lain atas nama kebenaran (kebenaran hanya milik Allah). Merdeka bicara juga tidak harus dengan kata2 menusuk hati karena bisa menggores luka yang tak tersembuhkan.
MERDEKA ™



pertamaxxx!!!
*dihajar bang Eby*
*sedih banget bis baca koran*
Bang, udah tau gimana nasib mantan pejuang kita itu belum?
yang para veteran2 itu?
tega bener pemerintah kita ya?
pahit memang kalo membicarakan nasib bangsa ini … ^^
selamat hari kemerdekan ..!!
salam kenal pak .. ^^
Agustusan sekarang Jatuh Pada Tanggal Berapa Ya..?
Ini dia…kita harus menjunjung tinggi kebebasan yang bertanggung jawab
Merdeka….!!!
Yup, betul banget bang. Merdeka bicara adalah hak dasar manusia. Selamat Hari [ke]Merdeka[an]
Kemerdekaan yang dirindukan kadang jika terlalu lama ga didapat malah bisa berakibat fatal .. belajar untuk memahami lebih baik sehingga tidak mengalami kebablasan dalam kemerdekaan
lebih penting memang merdeka dari kebodohan, kemiskinan dan kemunafikan…
merdeka
Dari kata2 pa/mas imam brotoseno saya jadi ingat dengan kata2 Keli`Pelipur Lara – seorang tokoh lucu yang sering muncul di “Republik BBM” ™ – katanya bangsa Indonesia tidak akan pernah lepas dari kemiskinan, soalnya di Indonesia fakir miskin dan anak terlantar “dipelihara” oleh negara!” namanya dipelihara .. ya makin banyak, bukan makin dikit!!!
hayoo….gimana tu???
Saya mempunyai definisi kemerdekaan yang agak berbeda dan mungkin sedikit ‘lebih maju’
, mungkin akan tidak dapat bisa diterima bagi sebagian orang, tapi tak mengapa namanya juga kebebasan berbicara, ok?
Saya punya fakta: Hongkong sewaktu masih menjadi koloni Inggris dan belum ‘merdeka’ sangat bangga menjadi bagian dari kerajaan Inggris. We are pround to be part of the British Crown, begitu mereka mengklaim. Pemerintah Inggris memberikan kebebasan yang tak ada tandingannya bagi warga Hongkong di segala bidang. Hanya satu saja waktu itu yang ‘didiskriminasi’ yaitu gubernur Hongkong harus orang Inggris dan tidak boleh orang China.
Namun masyarakat Hongkong tidak peduli, kebebasan yang diberikan pemerintah Inggris sangat luar biasa, jauh melebihi banyak negara yang sudah merdeka termasuk Indonesia di bawah regim ‘orde baru’. Kebebasan berbicara dan mengkritik pemerintah Inggris yang dinikmati rakyat Hongkong, tidak dapat dinikmati di negara kita waktu itu. Sungguh ironis! Di dalam masa ‘penjajahan’ Inggris, Hongkong tumbuh menjadi kawasan yang paling makmur bukan hanya di Asia tapi di dunia, jauh melebihi banyak negara2 yang sudah merdeka.
Contoh lain, Hawaii, kepulauan di Pasifik yang menjadi negara bagian AS ke-50, yang sebenarnya tak ada hubungannya dengan sejarah kemerdekaan AS pada awalnya (tahun 1776), rakyatnya dengan sukarela, merelakan kepulauannya menjadi negara bagian AS ke-50 di tahun 1959. Hasilnya? Kini Hawaii menjadi kepulauan termakmur di Pasifik, bandingkan dengan tetangga2nya yang merdeka seperti Fiji, Samoa, Palau, Vanuatu, dll. Ekonomi Hawaii jauh meninggalkan mereka. Hawaii kini menikmati demokrasi dan persamaan hak di segala bidang dari pemerintah Federal AS, mereka kini sangat bangga menjadi orang Amerika dan menjadi bagian dari AS. Hanya orang ‘bodoh dan gila’ saja yang memekikkan kemerdekaan Hawaii dari AS.
Jadi menurut saya kemerdekaan bukan hanya sekelompok orang dengan warna kulit dan rambut yang sama mendirikan sebuah negara dengan sebuah pemerintahan. Bagi saya kemerdekaan bukan hanya sekedar diperintah oleh orang2 yang berkulit sama, saya tidak peduli saya diperintah oleh orang2 dengan warna kulit apapun, yang penting bagi saya, saya diberi kebebasan hak yang bertanggungjawab di segala bidang, dan tentu saja juga persamaan hak dengan warga2 warna kulit lainnya!
[...] Tentu saja, ada batasan dalam kebebasan berbicara ini. Saya ingin mengutip tulisan Bang Eby: [...]