Hari ini .. pikiran dan tenaga ku seakan terkuras habis. Kurasa .. ini cobaan yang paling berat yang ku rasakan selama menjalankan ibadah puasa kali ini. Tenggorokan ku terasa kering. Dan matahari diluar sana pun, tak bersahabat. Memanggang bumi, meluruhkan peluh. Aku terus menyebut nama-Nya. Berharap Dia memahami kekeliruanku. Berharap diberikan ampunan atas segala alpa. Dan waktu seakan ikut berhenti mengejar harapan.
Hari ini .. seakan peristiwa enam belas tahun berarak di depan mata. Membuat ku merasa menjemput takdir ku kembali akan perkataan ku yang diuji oleh Sang Maha Esa. Akan pikiran ku yang dipertanyakan oleh Sang Maha Kuasa. Akan niat ku yang diragukan oleh Sang Maha Pemberi. Agar aku tidak tersesat jalan. Agar aku tidak sombong ketika berhasil dan tidak sedih ketika gagal. Agar aku melakukan semua itu semata2 karena mengharap ridho-Nya.
Hari ini .. ku jemput takdir ku dengan ikhlas seperti pengakuan ku pada Nya bahwa hanya pada Dia aku menyembah dan mengantungkan segala hidup ku. Ku jemput takdir ku dengan tulus seperti menerima segala siksa dan nikmat yang diberikannya kepada ku. Karena Dia lebih tahu apa yang terbaik buat ku karena aku ini hanya mahluk ciptaan-Nya.
Note : Terima kasih pada Ade yang telah mengirimkan SMS tak kala postingan ini sedang saya tulis : “Saat wiken tiba .. saatnya recharge your energy .. tersedia waktu luang untuk diri sendiri .. istirahatlah .. lepaskan penat, bebaskan beban diri .. have a nice weekend.




29 tanggapan so far ↓
caplang™ // Sabtu, 6 Oktober, 2007 pada 01:42
yeah pertamax!!
Itu yg kirim sms Ade jendral bayut yak?
——————————-
aRuL // Sabtu, 6 Oktober, 2007 pada 02:10
@ caplang :: pikirnya bayut mulu…. liat dong linknya…
Takdir tidak perlu dijemput bang, tapi dihadapi
——————————-
cK // Sabtu, 6 Oktober, 2007 pada 20:34
takdir…
datang tak dijemput, pulang tak diantar…
*jadi kayak jelangkung*
——————————-
Hanna // Sabtu, 6 Oktober, 2007 pada 22:04
Saya percaya takdir itu ada, tapi jangan ngampang nyerah. Selalu berusaha dan iringi dengan doa.
——————————-
Sawali Tuhusetya // Minggu, 7 Oktober, 2007 pada 00:50
Takdir memang berbeda dengan nasib ya Pak Erander. Takdir itu sudah menjadi ketentuan Allah sehingga tak seorang pun bisa mengubahnya. Sedangkan, nasib bisa diubah agar mampu *halah* menciptakan kehidupan yang lebih baik, dunia-akhirat. Percaya kepada takdir itu bisa juga berarti menyerahkan semua hidup kita kepada-Nya. Kira2 bener begitu nggak, Pak?
——————————-
pr4s // Minggu, 7 Oktober, 2007 pada 01:10
Speachless………..
——————————
passya.net // Minggu, 7 Oktober, 2007 pada 10:14
*sedang mencari orang yang mau berbagi menjalani takdir dengan saya*
——————————-
danalingga // Minggu, 7 Oktober, 2007 pada 11:01
Semoga bisa senantiasa ikhlas dalam takdir yang bagaimanapun.
——————————-
hoek // Minggu, 7 Oktober, 2007 pada 11:02
Ah ya, takdir … emang kalo uda didefan ada takdir, kita cuma bisa njalanin dengan sebaik-baiknya … be te we, gimana wikennya bang?
——————————
undercover // Minggu, 7 Oktober, 2007 pada 23:19
Bagi yang ikhlas menjalani hidup semata-mata untuk beribadah kepada Nya, baik ato buruk yang menimpa atau yang kita lihat dari orang lain saudara kita, bukankah itu guru ya bang?
Baik adalah guru agar kita juga bisa menjadi baik seperti dia, buruk yang kita rasakan adalah guru agar kita tidak berlaku seperti apa yang kita nilai buruk.
Jadi kenapa gusti Allah terkadang menghadapkan kita kepada cobaan, tidak lain agar kita juga bisa tahu bagaimana rasanya menjadi orang-orang yang gagal. Agar kelak di lain waktu – jika Allah menghendaki – kita akan menjadi “si Bijaksana”.
—————————
syafriadi // Senin, 8 Oktober, 2007 pada 11:52
Gmn caranya ya spy ikhlas 100% ?
——————————
itikkecil // Senin, 8 Oktober, 2007 pada 15:26
manusia berencana tapi Tuhan yang menentukan…
*eh, OOT gak ya????*
————————————
almascatie // Senin, 8 Oktober, 2007 pada 18:00
Takdir harus dijemput?
Uhmmm .. terasa bersemangat sekali bang ikhtiarnya … biasanya hanya ada “terserah” “semua itu takdir” dan segala kata2 penyerahan tapi kalo menjemput .. waow hebat ..
Tidak hanya ada berserah diri, ikhtiar, doa dan semangat sekaligus penyerahan diri semua milik yang berkuasa
——————————-
nchiek // Senin, 8 Oktober, 2007 pada 20:31
Lho koq jadi sedih geneh seh? ..
Pikiran dan tenagaku terkuras habis tidak hanya hari ini, tetapi rasanya setiap hari deh …
——————————
'K, // Senin, 8 Oktober, 2007 pada 23:06
Takdir memang kejaaam ….
Inimah lagu yg dibredel dulu yaa .. Btw speaking of takdir, saya liatnya disini lah ujian drpada kepasrahan dan keikhlasan manusia pada Tuhannya. Bagaimanapun kita berusaha .. Tuhan juga yg menentukan .. tinggal bagaimana kita nyikapi takdir kita itu. Selalu bersyukur or mengumpat penuh dendam ..
——————————–
iman brotoseno // Selasa, 9 Oktober, 2007 pada 01:03
Semua khan jalan rahasia Tuhan .. Minal aidib wal faidzin
——————————
Pacaran Islami // Selasa, 9 Oktober, 2007 pada 05:44
“… Karena Dia lebih tahu apa yang terbaik buat ku …”
Ihdinash shiraathal mustaqiim….
Aamiiin.
——————————-
Indry // Selasa, 9 Oktober, 2007 pada 09:26
Ooo jadi … ke BPP tgl 10 ya? Rabu besok doong … Wah gemana dong dg pesta Perpisahan Kita? .. H-3 yang paling pas ya buat mudik bang … Ops sorry OOT …
——————————-
Yari NK // Selasa, 9 Oktober, 2007 pada 13:49
Jadi balik ke Balikpapan? Ok … selamat balik deh ya!
**sedih
nggak bisa ngerogoh2 kantong nyari duit lagiditinggal mas Eby**——————————-
anggara // Selasa, 9 Oktober, 2007 pada 14:40
erhm, takdir yaa?? .. btw takdir bisa diubah nggak yaa pak?
——————————-
kurtubi // Rabu, 10 Oktober, 2007 pada 02:02
pastilah Dia menyebutmu, kau mendekat sejengkal, Dia selangkah, kau mendekat berjalan, justru Dia mendekat dengan berlari …
Semoga itulah takdirmu …
——————————-
kangguru // Rabu, 10 Oktober, 2007 pada 11:14
OOT :
Selamat hari raya Idul Fitri 1428 H
Taqabalallahu minna wa minkum, shiamanaa wa shiamakum…
Mohon maaf lahir dan bathin yaaa…
——————————-
calonorangtenarsedunia // Jumat, 12 Oktober, 2007 pada 21:09
Takdir..
Takdir..
Takdir..
adalah takdirku untuk abang maapin .. hehe
——————————-
KEMUNDURAN ISLAM (PART 4) « hamba // Rabu, 17 Oktober, 2007 pada 23:45
[...] pulsa, ada koneksi kejaringan, tapi tak bisa buat komunikasi apa apa, bahkan untuk mengirim 1(satu) SMS [...]
Pemilihan Top-Posts September-Oktober 2007 « M. Shodiq Mustika // Senin, 19 November, 2007 pada 01:53
[...] d. Ku jemput takdir ku [...]
Menjadi kaya .. « KU LETAK KAN KATA DISINI // Selasa, 25 Desember, 2007 pada 18:16
[...] 24 Comments Mengapa tidak?? .. tapi jalan menuju kesana banyak caranya. Ada yang mengikuti takdir seperti aliran sungai yang meliuk2 menuruni kontur bumi dari puncak gunung hingga terdampar dimuara [...]
Pilihan « Generasi Biru // Minggu, 4 Januari, 2009 pada 22:46
[...] sebagian orang yang berpendapat bahwasanya apa yang menjadi pilihan hidup itu adalah sebuah garis takdir, buat saya justru apa yang kita pilih justru itulah takdir sekalian [...]
Focus On IT » Blog Archive » Pilihan // Selasa, 6 Januari, 2009 pada 00:01
[...] sebagian orang yang berpendapat bahwasanya apa yang menjadi pilihan hidup itu adalah sebuah garis takdir, buat saya justru apa yang kita pilih justru itulah takdir sekalian [...]
ayu // Minggu, 25 Januari, 2009 pada 22:02
Ketika takdir udah dihadapkan dengan kita, kita sebagai mahluk Allah cuma biss pasrah karena mungkin itu semua adalah yang terbaik ..
Tapi kadang terlalu banyak rencana Allah yang gak akan pernah kita tw .. n itu bisa m’bawa kebahagiaan atau kesedihan bwt qta..
—————————