Masih berkaitan dengan sholat Ied .. setelah postingan ku sebelumnya, ku bikin “terpental” dari BOTD, kali ini aku menulis tentang fenomeno unik seputar pelaksanaan sholat Ied di Indonesia karena ada umat yang melaksanakan sholat Ied pada hari Kamis, 11 Oktober 2007 dan ada juga yang – terakhir – melaksanakan pada hari Minggu, 14 Oktober 2007. Pelaksanaan-pelaksanaan sholat Ied tersebut, membuat negara ini melaksanakan empat kali sholat Ied yang berasal dari berbagai golongan yang ada di Indonesia – hampir – tanpa larangan yang berarti. Mungkinkah prestasi ini bisa membuat Indonesia masuk dalam Guinness World Records? sebagai negara yang memiliki toleransi yang baik. Empat kali itu
Untuk sholat Ied yang pertama, yang dilaksanakan pada hari Kamis, 11 Oktober 2007, dilaksanakan oleh jamaah dari Majelis An Nadzir di Gowa, Sulawesi Selatan. Jama’ah umat ini cukup unik, karena rambut mereka berwarna pirang. Aku belum memperoleh informasi, apakah warna rambut itu emang dari sono nya atau mereka beramai2 ke salon buat di cat. Mudah2an ada blogger yang bisa memberikan informasinya.
Adapun sholat Ied yang kedua dilaksanakan pada hari Jum’at, 12 Oktober 2007 yang menimbulkan silang kata dari ormas2 agama terbesar di Indonesia dan telah disikapi dengan sikap bahwa perbedaan itu adalah rahmat. Sehingga yang melaksanakan sholat Ied pada hari ini – sebagian besar – dilaksanakan oleh para pengikut Muhammadiyah.
Dan sholat Ied yang ketiga dilaksanakan pada hari Sabtu, 13 Oktober 2007 yaitu sholat Ied resmi negara Indonesia, karena berasal dari keputusan pemerintah sehingga – sebagian besar – rakyat Indonesia yang beragama muslim – yang tidak melaksanakan sholat Ied kemarin – melaksanakan sholat Ied pada hari ini.
Yang terakhir atau sholat Ied keempat yang terjadi di negara berdaulat Indonesia, adalah sholat Ied yang dilaksanakan oleh penganut paham Alif Rabu Wage atau Aboge yang tersebar di sejumlah desa di Wonosobo, Jawa Tengah. Pelaksanaan sholat Ied ini karena diyakini bahwa puasa ramadan itu selalu 30 hari dan mereka menggunakan penanggalan / kalender Jawa.
Well .. semua akhirnya kembali kepada keyakinan masing2. Tapi bukan tidak boleh, kita sesama muslim juga saling mengingatkan. Agar dimasa mendatang .. kita dapat berlebaran dengan satu sholat Ied di negara berdaulat ini. Dan mempunyai pemerintah yang sah. Bukankah saling mengingatkan itu dianjurkan. Sapa tahu ada salah pikir. Sapa tahu ada salah hitung. Sapa tahu ada salah kata. Sapa tahu ada salah lihat. Oleh karena itu .. minal aidin wal faizin. Mohon maaf lahir dan batin.




Posted by caplang™ on Selasa, 16 Oktober, 2007 at 19:48
saya sekali aja, bang…
ambil yg hari *censored*
——————————-
Posted by nchiek on Selasa, 16 Oktober, 2007 at 20:23
nchiek juga sekali koq mas Eb, sama seperti “caplang” .. yg ngaatur pemerintah lha! kan yg nanggung juga pemerintah!
——————————-
Posted by danalingga on Selasa, 16 Oktober, 2007 at 20:28
Siapa tahu memang.
——————————
Posted by azer10 on Selasa, 16 Oktober, 2007 at 20:51
bang klo solat nya sekali tapi amplop nya empat kali boleh ga?!
*sungkem 4 kali*
——————————-
Posted by Yari NK on Selasa, 16 Oktober, 2007 at 21:33
Ngomongnya pake bahasa Inggris nggak?
——————————-
Posted by telmark on Selasa, 16 Oktober, 2007 at 21:42
Busyet, Negara apaan ini ampe 4 x sholat Ied-nya ???
di saudi arabia sendiri berapa kali ya….
*berpikir*
negara persatuan yg tdk mau bersatu, atau MUI-nya yg kurang wibawa ?
*berpikir = tambah bingung*
——————————-
Posted by 'K, on Selasa, 16 Oktober, 2007 at 22:16
just info: mereka mang ngecat rambutnya bang,
——————————
Posted by aRuL on Selasa, 16 Oktober, 2007 at 22:59
Rambut pirang itu, dikasih cat pirang, coba baca ulasannya di Jawa Pos kayaknya ada.
Oia, mestinya sih kita itu kan Taat Allah, Taat Rasul dan Ulil amri mingkum.
——————————-
Posted by caplang™ on Rabu, 17 Oktober, 2007 at 08:35
nahh itu tukang salonnya nongol, bang
——————————
Posted by Yari NK on Rabu, 17 Oktober, 2007 at 09:26
Iya deh .. nggak usah masuk Guinness Book of Records kayak begituan mah .. Bukannya ngebangga2in malah malu2in. Menunjukkan lagi sebuah ignorance dalam bangsa kita. Cukup sudah Indonesia termasuk bangsa yang ‘ter-’ dalam segala hal yang ‘buruk2′.
Negara terkorupsi, negara terendah produktivitasnya (minimal se-ASEAN mungkin!), atau juga negara terbanyak mengekspor bediende! Memang sih bediende yang bekerja di luar negeri banyak yang bilang sebagai pahlawan devisa, tapi bukannya lebih baik mengekspor insinyur, ilmuwan ataupun eksekutif ke mancanegara seperti Korea dan Jepang?
Selain mereka2 itu tentu lebih menjadi pahlawan devisa juga bisa mengharumkan nama negara mereka. Itupun kita jagoan mengekspor bediende dalam hal kuantitas saja, bukan dalam hal kualitas. Dalam hal kualitas, bediende Filipina sangat lebih disukai terutama mereka sangat baik berbahasa Inggris.
Dan yang lebih memalukan lagi ternyata banyak bediende Filipina yang bahasa Inggrisnya lebih baik dibandingkan banyak para eksekutif Indonesia.Jadi kesimpulannya, cukup sudah!, yang seperti ini tidak usah lagi masuk dalam The Guinness Book of Records, memalukan!
——————————-
Posted by Lebaran 1428H Kemane Aje? » Afiy Menulis on Rabu, 17 Oktober, 2007 at 09:35
[...] Om tadi bilang, taun ini lebaran ada 4 hari. Inget angka 4, 4 hari lalu saya ngilang dari peredaran, keluyuran ke 4 lokasi; manggarai, blok M, [...]
Posted by iman brotoseno on Rabu, 17 Oktober, 2007 at 12:43
Minal aidin wal faidzin … saya ngikut solat iednya Pemerintah aja
——————————
Posted by calonorangtenarsedunia on Rabu, 17 Oktober, 2007 at 13:03
4 kali??? waw..hebat!
boros betul negara kita … lha satu kali aja juga udah bisa diterima kok kalo emang sholatnya bener ..
*geleng2*
——————————
Posted by daeng limpo on Rabu, 17 Oktober, 2007 at 18:40
aya .. aya .. wae, guwe sih ngikut pemerintah aza, gitu aza kok repot .. he .. he .. he
——————————
Posted by daeng limpo on Rabu, 17 Oktober, 2007 at 18:49
Minal aizin wal faizin juga nih .. met lebaran ..
Ke Pasar Minggu membeli salak
Jangan lupa membawa keranjang
Kalau minta maaf janganlah galak
Dengan muka manis dan kasih sayang
——————————-
Posted by hoek on Rabu, 17 Oktober, 2007 at 19:35
mhehehe .. 4 KALI!!!
Lha .. wong satu kali aja blom tentu bener >.< .. afalagi emfad .. mhuehuehue
——————————
Posted by nchiek on Rabu, 17 Oktober, 2007 at 21:37
Mas Eb, koq avatar ku hilang timbul aja ya? .. pusing ah, koq gaptek amat seh aku ya .. hiks hiks hiks .. Mendingan masak rendang ataw gudeg aja deh dari pada bete mlulu kayak geneh!!! (pesimis neh)
——————————
Posted by nyamukbingung on Jumat, 19 Oktober, 2007 at 09:39
Seru yah Indonesia .. 4 kali bung!!
Btw seru juga tuh AnNadzir pake acara nge-cat segala .. btw tp koq kebanyakan pirang ya? mungkin karena mirip sama Singa .. klo nggak salah siy, katanye ada yang bilang klo “sahabat Nabi tuh seperti singa di siang hari, dan seperti rahib di malam hari”
——————————-
Posted by siw on Sabtu, 20 Oktober, 2007 at 12:54
Ternyata ndak cuma blogger yang demen hetrik atawa quadtrik…
sholat ied-pun jadi .. apakah ini membuktikan bahwa bangsa kita bukan bangsa yang gampang puas?
——————————-
Posted by kurtubi on Minggu, 21 Oktober, 2007 at 12:43
Bos .. kalau saya ikut Cak Nun, bahwa ijitihad para ulama itu baru empat .. seandainya selama 30 hari maka lengkaplah satu bulan itu menjadi lebaran terusss….
——————————-
Posted by kangguru on Senin, 22 Oktober, 2007 at 10:25
*nungguin amplop*
——————————-
Posted by Nilai BUDAYA « wak AbduLSomad on Selasa, 23 Oktober, 2007 at 13:31
[...] Seorang guru memerintahkan kepada murid-muridnya nya untuk menggambar kambing. Ketika kertas dibagikan, semua murid mulai menggambar, tetapi sebagian murid ini ada yang menggambar selain kambing, ada yang menggambar pesawat ulang alik, ada yang menggambar kapal laut, ada yang menggambar orang, ada yang menggambar unta, macem macem, sebagian murid malah menggambar sesuai seleranya masing-masing. [...]
Posted by indra kh on Selasa, 23 Oktober, 2007 at 22:46
Saya shalat iednya 1 syawal saja, pak .. hehe
——————————-
Posted by baliazura on Kamis, 25 Oktober, 2007 at 13:16
Bisa makan ketu4 terus nich .. nyamm…
——————————-
Posted by anas on Jumat, 26 Oktober, 2007 at 05:01
Lha sama sholat ied, rambut itu hubungannya apa bang


Kalo menurut saya yang seperti ini sudah nggak bener bang, dimana posisi hukum islam yang sudah jelas kalo kita itu sholat dan puasanya tergantung bulan, bukan itung-itungan yang kira-kira. Yang pertama harus ditanya itu sudah muncul belum bulannya, bukan sudah berapa hari puasanya
——————————-
Posted by M Shodiq Mustika on Minggu, 28 Oktober, 2007 at 06:02
Perlukah?
http://muhshodiq.wordpress.com/2007/10/11/perlukah-menyatukan-pendapat-umat-islam-dalam-masalah-syariah/
Jika Allah Swt. menghendaki, Dia akan menjadikan manusia menjadi satu dalam pemikiran dan pemahaman. Jika itu yang dikehendaki, maka Allah akan menurunkan sebuah kitab suci yang menerangkan seluruh persoalan manusia secara terperinci tanpa ada kemungkinan untuk dipahami dengan makna berbeda oleh manusia sampai hari kiamat. Seandainya Allah Swt. menghendaki penyatuan pemikiran dan pemahaman manusia terhadap hukum-hukum agamanya, niscaya Dia akan mengubah sifat nash-nash dalil [yang multimakna] itu dan menyatukan pemahaman manusia. Namun, [pada kenyataannya] Allah Swt. berkehendak lain.
——————————-
Posted by benbego on Minggu, 28 Oktober, 2007 at 14:14
yang pasti-pasti aja deh.
——————————
Posted by myresource on Minggu, 28 Oktober, 2007 at 23:04
Banyak yang bertanya….
“Kapan anda sholat Ied?”
“Islam apa sih anda ini?”
“Gimana menurut anda islam yang itu?”
“Kok Beda2 yah?”
Inilah Islam saat ini…
terpecah belah…
“KALAU KALIAN TERBENTUR KEPADA SATU MASALAH, KEMBALILAH KEPADA AL-QUR’AN” Rasulullah SAW
——————————-
Posted by M Shodiq Mustika on Selasa, 30 Oktober, 2007 at 03:17
@ myresource
Perbedaan kapan shalat Ied itu tidak hanya terjadi di masa kini, tapi sudah sejak berabad-abad yg lalu. Ibnu Taimiyah berfatwa, kita boleh berhari raya pada hari yang berbeda dengan yang ditetapkan pemerintah.
Perbedaan itu, asalkan sama2 kembali kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah, tidak menunjukkan bahwa Islam terpecah-belah. Islam itu “berwarna-warni bagai pelangi”. Lihat http://muhshodiq.wordpress.com/2007/10/27/mengapa-ulama-berlainan-pendapat-walau-sama-sama-berpijak-pada-al-quran/
——————————-
Posted by Resta on Jumat, 9 November, 2007 at 04:14
Itu yg di Sulawesi .. rambutnya di cet, gw dah liat di TV kok, nonton berita
———————–
Posted by ABU rashid on Rabu, 8 April, 2009 at 13:26
Rambut di cat berwarna pirang adalah sunnah Rasululloh yang shohih berdasarkan hadist Ibnu Umar.
Sedangkan jama’ah annadzir yang tidak bersedekap adalah tindakan yang salah, menyelisihi sunnah.
—————————
Posted by ryan on Senin, 14 September, 2009 at 11:53
Masing-masing individu punya dalil, punya pemahaman sendiri-sendiri … jadi menurut pendapat ane, berlomba-lombalah untuk kebaikan akheratmu sesuai dengan pengetahuan masing-masing … ALLAH kan ngak tidur
————————–