Kaget !! .. sebenarnya ga juga sih. Soalnya, beberapa kali aku sering di protes oleh keluarga ku atau sahabat ku kalau aku sering banyak bertanya. Mereka cenderung mengatakan aku cerewet. Apa yang salah dengan banyak bertanya?? .. Apa karena mereka ga mampu menjawab pertanyaan ku?? atau apa bertanya itu menggambarkan otak ku yang ga mudeng2?? .. yang pasti, suara yang keluar dari stereo set di dashboard kendaraan ku mengatakan : “Jangan terlalu banyak bertanya.” Saat itu, matahari sudah mengambil posisi di ufuk barat. Aku baru pulang kantor menuju ke “surga” ku .. rumah, maksud ku. Di display stereo set tertera angka 89.5 FM .. Radio IDC Balikpapan yang tiap sore menjelang maghrib menyiarkan kata2 penyejuk kalbul.
Jangan terlalu banyak bertanya. Berkali2 kata itu masuk ke telinga ku. Memenuhi otak dan hati ku sambil tetap berkonsentrasi mengemudi. Sehingga tidak semua tertanggap jelas.
Alkisah terjadi di jaman para nabi. Diceritakan .. ketika umat pada saat itu diperintahkan Tuhan untuk menyembelih seekor sapi sebagai bentuk pengabdiaan pada sang pencipta. Saat mendengar perintah seperti itu, umat bertanya pada sang Nabi. Disinilah awal pembahasan sore itu. Padahal .. ketika perintah itu diberikan, seharusnya umat langsung melaksanakannya tanpa banyak bertanya, sebagai bentuk dari keimanan. Tuhan ingin memberikan kebebasan pada umat-Nya untuk menafsirkan perintah tersebut.
“Ya Nabi .. sapi seperti apa yang harus kami sembelih?” karena umat bertanya .. maka yang seharusnya umat memiliki kebebasan untuk menyembelih sapi jantan atau betina menjadi dipersulit, yaitu sapi jantan.
Lagi2 .. ketika dikatakan sapi yang yang harus disembelih adalah sapi jantan, umat kembali bertanya. “Ya Nabi .. sapi yang berumur berapa yang harus kami sembelih?” .. seandainya, umat itu tidak bertanya, tentu mereka bebas untuk memilih umur berapa saja yang boleh disembelih. Tapi karena umat bertanya, maka ada jawabannya. Yaitu tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda.
Kembali .. umat bertanya setelah tahu yang disembelih adalah sapi jantan yang tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda. “Ya Nabi .. sapi yang warna apa yang harus kami sembelih?” seperti tadi .. karena bertanya terus .. maka dijawab lagi. Sapi yang warna coklat. Padahal sebelumnya, umat memiliki banyak kemungkinan untuk menyembelih sapi warna apa saja.
Begitulah .. semula adalah kemudahan yang ingin diberikan tapi karena ditanya terus malah jadi makin sulit dan tidak punya pilihan lain. Padahal Tuhan ingin memberikan kemudahan pada umat-Nya. Tapi umat-Nya malah meminta dipersulit. Hal ini sama dengan cerita ketika Nabi Muhammad didesak oleh sahabat2 dari kalangan muda untuk berperang ke luar Madinah. Sebenarnya Nabi kurang sreg. Tapi karena ditanya2 terus dan didesak .. akhirnya diputuskan untuk berperang ke luar Madinah.
Seperti yang saya katakan tadi .. saya mendengar ceramah tidak dalam konsentrasi penuh. Maklum kawan, sedang nyetir. Kebetulan jalanan macet. Jadi kalau pas sedang berhenti, bisa konsentrasi. Tapi kalau sedang jalan .. lebih konsentrasi untuk mengemudi. Apabila ada teman2 yang mengetahui cerita di atas yang lebih pas .. mohon dikoreksi ya. Saya ga ingin terjadi polemik pada jalan ceritanya.
Esensi yang ingin saya sampaikan adalah kata2 dari sang penceramah : “Jangan terlalu banyak bertanya” .. sedangkan cerita yang disampaikan oleh penceramah sore itu sebagai ilustrasi bagaimana dampaknya kalau kita terlalu banyak bertanya. Bukan kemudahan yang didapat tapi malah kesulitan. Tapi beliau juga tidak melarang untuk banyak bertanya apabila hasilnya mendapatkan kemudahan dan semakin mendekatkan diri pada Sang Khaliq.
Aku baru tersadarkan dari cerita tersebut .. bukankah di dalam Al Qur’an lebih sering dikatakan .. berpikirlah!! bukan bertanya?? Aku tiba2 malu pada diri ku sendiri. Aku tiba2 baru memahami komentar2 keluarga dan sahabat ku .. kalau aku terlalu banyak bertanya.
Bertanya boleh saja .. tapi jangan terlalu banyak. Bukankah Allah tidak suka dengan hal2 yang berlebihan?? .. Allah lebih senang kita berpikir. Tentu juga jangan terlalu banyak. Bisa2 aku ga percaya akan Dia. Karena semua2nya mesti diterima oleh akal. Padahal ada hal2 tertentu – terutama yang menyangkut soal keimanan – tidak perlu dijelaskan oleh akal atau tidak dapat di-logika-kan.
Subhanallah .. terasa plong hati ini. Allah memang tidak menghendaki aku untuk berlebih2an. Berpikir secukupnya. Bertanya secukupnya. Keimanan justru semakin bertambah. Semoga Allah mengampuni aku yang terlalu banyak bertanya. Beberapa kali, Allah cuma ingin aku mengikuti apa yang diperintahkan-Nya (ditakdirkan-Nya) tanpa perlu aku bertanya .. perintah itu untuk membuktikan .. apakah aku benar2 beriman kepada-Nya.




32 responses so far ↓
Hanna // Saturday, 3 November, 2007 at 12:01
Vertamaxnya di sini aja.
———————–
Hanna // Saturday, 3 November, 2007 at 12:04
Terlalu banyak tidak baik. Terlalu sedikit juga ga bagus. Ya, sedang-sedang sajalah. Tanya seperlunya, jawab seadanya. Postingan bagus, nih. Mengingatkan kita.
———————–
hoek // Saturday, 3 November, 2007 at 14:22
Hmm … kalo bgidu banyak bertanya dan banyak berpikir, lbih baek lage malah! mhuahuahua .. be te we, itu ummat nabi Musa afa yah? .. bani Israel afa yah? .. kalo ndak salah sih, mereka emang fada finter-finter sangadh, skarang juga kliatan ko’ ..
————————
deKing // Saturday, 3 November, 2007 at 17:01
Bertanya itu tidak jelek…. asal… tahu batas dan alasan dalam mengajukan pertanyaan
BTW saya suka kalimat yang ini:
'K, // Saturday, 3 November, 2007 at 20:19
as they say bang,
to much of something will kill u ^_^
————————
Anang // Saturday, 3 November, 2007 at 20:56
Malu bertanya sesat di jalan
———————–
morishige // Sunday, 4 November, 2007 at 00:36
Kalo menurut saya, sih .. orang yang berpikir pasti bertanya ..
*bukan pertanyaan OOT gak jelas tapi ..
———————–
GRaK // Sunday, 4 November, 2007 at 01:12
“berfikirlah sebelum bertanya”
Orang yang berfikir dulu tentunya akan memberikan pertanyaan yang berbobot sehingga orang-orang akan merasa baik. Tetapi ketika bertanya tanpa berfikir dulu, pastinya orang-orang itu malas menjawab
————————
qzink666 // Sunday, 4 November, 2007 at 07:10
Peluklah semua tanyaku ..
Jawablah dengan caramu ..
(OST. 9 Naga)
———————–
cK // Sunday, 4 November, 2007 at 10:11
Banyak bertanya itu berarti kritis. Bagus kok. Tapi kadang yang ditanya itu malah merasa disudutkan, makanya mereka protes.
Beda lagi dengan pertanyaan ga mutu atau ga penting, kadang bikin ngeselin atau males ngejawab. Misalnya .. saya baru bangun dan keluar kamar. Kemudian ditanya, “udah bangun chik?”
Dan saya dengan santai menjawab “Belum. Chika masih tidur tuh. Lihat aja di kamar.”
————————
baliazura // Sunday, 4 November, 2007 at 10:39
Saya mikir .. apakah saya boleh bertanya..?
———————–
azer10 // Sunday, 4 November, 2007 at 11:56
Wah ga tau .. apakah si abang nyindir saya atau ga ?! Soalnya .. saya sering banget nanya sama abang yang satu ini! .. klo lagi OL pasti langsung di brendel pertanyaan2!! hehehe ..
Good posting bang
———————–
Mrs. Yusuf // Sunday, 4 November, 2007 at 12:47
Banyak bertanya bagus kok, dengan catatan : bertanya karena ingin mengerti ..
Inti dari kisah ini maksudnya .. Gak boleh banyak bertanya kalau pertanyaan itu maksudnya mencari kesalahan orang .. dan di kisah ini Bani Israil itu nanya terus karena mereka sebenernya gak mau menjalankan perintah ini. Jadi .. kira-kira .. ujung dari pertanyaan itu begini “ah, sapi seperti itu susah dicari..”
Hehehe .. kira-kira begitu penjelasan guru agama saya waktu es-em-a. Kisah ini juga ada di hadist. Jadi .. waktu itu lagi bahas hadist ini di es-em-a .. maaf kalo salah, soalnya lupa, jaman es-em-a siihh .. shishishi
————————
daeng limpo // Sunday, 4 November, 2007 at 14:59
Seperti syair lagu dangdut
terlalu banyak .. jangan!
terlalu sedikit .. jangan!
yang sedang-sedang saja .. oya
yang sedang-sedang saja ..
————————
cewektulenkebangetan // Sunday, 4 November, 2007 at 15:51
Semua yang terlalu memang tidak baik ..
————————
maisya // Sunday, 4 November, 2007 at 16:00
Banyak yang merasa ga nyaman ketika ada orang banyak nanya. Cobain kalo km bnyak nanya about dirinya sendiri and masalah2nya. Dia pasti cerita banyak. Stiap orang butuh phatian dari yang lain. Kalo dia diperhatiin, dia juga merhatiin qta.
Dont be sad, OK!
———————–
blogkeimanan // Monday, 5 November, 2007 at 00:12
Bertanya itu bagus..
Terlalu banyak bertanya “kelihatan begonya” ..
*hehe .. ja-im mode on*
———————–
Adit // Monday, 5 November, 2007 at 06:49
Ada pepatah mengatakan “Malu Bertanya Sesat Di Jalan” .. Emangnya enak sesat di jalan. Masih mending sesat di jalan .. klo sesatnya di hutan?? kan berabe … He … he … ya ga bang??
———————–
alex // Monday, 5 November, 2007 at 15:06
Idem.
Iman dan akal itu seiring-sejalan. Yang satu merangkul yang lainnya, kalo bagi saya sih begitu. Jadi…. ketika menemui hal yang otak saya ndak mampu menjangkau, ya iman yang menjelaskan.
Bertanya itu benarnya bagus, Bang. Cuma terkadang pertanyaan dalam bidang agama lebih sering menjadi semacam pencari-cari pembenaran belaka daripada mencari titik yang tertentu dimana kita bisa sepakat.
Batasan saya masih jelas satu hal: jangan bertanya zat Tuhan. Itu sudah terlalu angkuh namanya.
Lha… yang ditubuh sendiri saja manusia banyak ndak paham kok
————————
kangguru // Monday, 5 November, 2007 at 18:04
Waduh .. sebagai guru saya justru harus memancing murid supaya bertanya pak ..
———————–
extremusmilitis // Monday, 5 November, 2007 at 23:19
Bertanya boleh kok bro .. asal emang nanya-nya tulus dan bukan sekedar menanyakan untuk akhir-nya di-jawab sendiri (sering terjadi pada sebagian besar manusia saat ini)
———————–
Mrs. Yusuf // Tuesday, 6 November, 2007 at 08:35
Waaahh … komennya di taro di atas .. Jadi Maluu Sayah…
———————–
Shelling Ford // Tuesday, 6 November, 2007 at 10:21
Bertanya dan berusaha mencari jawabannya, sih, kalo menurut saya. Bukan bertanya lalu cuma menunggu jawabannya.
———————–
morishige // Tuesday, 6 November, 2007 at 12:04
Wehehe .. lanjutan tapi nya saya lupa, om.. hehe..
Pada beberapa kasus, memang pantas untuk seperti itu. Contohnya hal-hal yang menyangkut akidah.
Namun .. pada kasus lain, contohnya pada dunia sains, malah sikap selalu bertanya – tentang hal lain – sangat perlu dikembangkan. Hal itulah yang membuat dunia kita berkembang .. dari peradaban seadanya menjadi high tech seperti sekarang.. 
————————
almascatie // Tuesday, 6 November, 2007 at 15:08
Kadang .. dengan bertanya, kecerdasan seseorang dapat diketahui .. namun bisa juga kebodohan seseorang terbayangkan dari pertanyaan yang dikemukakan .. dan masuk jenis apakah pada saat pertanyaan kita lontarkan … hehehheheheh
————————
alex // Tuesday, 6 November, 2007 at 16:28
Kalo menurut komennya extremusmilitis dan almas di atas, maka saya menyimpulkan bahwa pertanyaan paling membosankan adalah pertanyaan retoris
Itu lho, jenis pertanyaan yang biasanya dilemparkan saat kampanye
————————
yudha // Monday, 12 November, 2007 at 23:01
Dari sebuah pertanyaan, akan lahir banyak jawaban, pemikiran, harapan, pembelajaran etc .. seperti masa kecil kita yang penuh tanya .. asal kepada siapakan pertanyaan itu tepat untuk diutarakan??
————————
Agama dan Spiritualitas « Fortynine’s Notes // Thursday, 15 November, 2007 at 12:56
[...] dan Spiritualitas Ada apa dengan agama? Melihat pertanyaan panjang dari Bang Fertob, Difo, tulisan tulisan di bataknews dan Sora9n di sini. Saya menjadi [...]
mataharicinta // Tuesday, 20 November, 2007 at 16:43
Mau tanya, om/abang (yang mana yang bener nih), gimana caranya supaya tetep dapat duit biarpun gak kerja ya? halah!
Btw, memang katanya kalo kita kebanyakan nanya, kita sama aja kaya bani Israil. Banyak bertanya, tapi miskin tindakan.
————————
Agama dan Spiritualitas « Generasi Biru // Monday, 10 December, 2007 at 18:54
[...] Ditulis pada November 15, 2007 oleh Neo Fortynine Ada apa dengan agama? Melihat pertanyaan panjang dari Bang Fertob, Difo, tulisan tulisan di bataknews dan Sora9n di sini. Saya menjadi [...]
Sebaiknya Mengubah ataukah Memilih Takdir? « Manajemen Amal // Wednesday, 23 January, 2008 at 06:04
[...] tersebut membawa saya pada pertanyaan: sebaiknya mengubah ataukah memilih takdir? Saya pikir, pertanyaan ini sangat menarik. Karena itu, [...]
bedh // Monday, 4 February, 2008 at 00:41
Yah .. postingan ini sedikit membikin plong bang

Makasih.
————————