Masih ada waktu untuk berkata. Walaupun nyawa tinggal setarikan napas. Masih ada ruang untuk berkata. Walaupun tidak ada yang berkunjung. Masih ada kesempatan untuk berkata. Walaupun tidak ada yang mengindahkan.
Seorang teman diam. Bukan karena tidak ingin berkata. Karena dia tak tahu harus berkata apa.
Seorang teman diam. Bukan karena tidak ingin bertanya. Karena tidak tahu apa yang harus ditanyakan.
Seorang teman diam. Bukan karena jasad tinggal belulang. Karena dia tak ingin katanya membinasakannya.
Seorang teman diam. Bukan karena diam. Karena dia mati.
Kata .. dapat ditulis dimana saja. Diatas kertas. Diatas kain. Diatas karpet. Diatas dinding. Diatas papan. Diatas tubuhmu. Diatas sana ..
Kata .. dapat diucapkan kapan saja. Ketika bertanya. Ketika menjawab. Ketika berkeluh kesah. Ketika bicara didalam hati. Ketika marah. Ketika sepi ..
Kata .. telah mengubah dunia. Dunia ketika diciptakan. Masih diisi oleh suara2 fauna dengan bunyi2 anehnya. Suara2 flora yang bergesekan oleh tiupan angin. Suara gemericik air. Suara deburan ombak. Suara desauan angin. Suara2 alam ..
Kata .. telah membakar dunia. Karena kata bisa melahirkan salah pengertian. Karena kata bisa melenakan jiwa. Karena kata bisa mencuri cinta. Karena kata semua mengerti. Karena kata semua tidak mengerti. Karena kata aku pun menulis kata dan kemudian
KU LETAK KAN KATA DISINI
*Selamat hari raya Idul Adha .. mengenang keimanan Nabi Ibrahim*




Mumpung masih bisa berkata, saya ucapkan
“Selamat hari raya Idul Adha”
…
——————————-
mari ber”KORBAN”….
minimal… » korban perasaan, hehe…
——————————-
dan susunlah kata-kata tersebut maka akan tercipta pesan yang diinginkan…
*ga nyambung blas*
——————————-
Sering saya tak sanggup meninggalkan kata di sini ..
Terlalu indah untuk dirusak oleh diri ini ..
——————————–
Selamat Hari Raya Idul Adha juga …
Semoga kita bisa ber-transformasi dalam menyambut hari raya tsb …
Semoga bukan semangat pesta pora yang ada ..
Melainkan semangat untuk merenungi dan mencumbui makna keikhlasan ..
——————————-
selamat hari raya idul adha bang!!!!!!!!!
——————————-
selamat hari raya idul adha juga untuk semua.
——————————-
Selamat Hari Raya Idul Adha,
Semoga kita selalu dilindungi oleh Allah SWT
——————————-
Selamat Hari Raya Idul Adha, Pak.
Semoga kita bisa meneladani nilai-nilai Kurban Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail.
————————
Selamat Hari Raya Idul Adha
Dan dikau sudah menceritakan rahasia kata itu tanpa berkata…
————————
iyah… iyah…
Selamat Idul Adha juga bang…
————————
Prolog Idul Qurban yang indah bang..
Selamat merayakan dan memaknai Idul Qurban tahun ini.
———————–
kata bisa menjadi selembar kain sutera…
bisa juga menjadi sehelai pedang…
pandai pandailah menempatkannya…
selamat iedul adha Bang…
————————
ya kan! Apa kata saya,
Abanglah pakarnya masalah kata,
Ada kalanya berkata- kata,
But……Saat saya, napa terbata- bata?
Sama- sama Bang,
Slamat Hari Raya Idul Adha,
Saat yang sarat dengan berkah dan makna,
Datang pada kita semua, smoga,
————————–
Selamat Hari Raya Idhul Adha, Pak,
semoga semangat pengorbanan Ismail tetap bersemayam dalam nurani kita untuk peduli terhadap sesama!
————————
selamat Hari Raya Idul Adha juga Pak,
semoga bukan sekedar kata, tapi makna, jiwa dan harap … menjadi bernilai disisiNya.
————————
Apa postingan ini ada hubungannya dengan Idul Adha?
Tanya kenapa?
——————————-
Met Idul Adha
——————————
Wah .. baca postingan ini tadinya mau diam aja karna nggak tau harus berkata apa .. Saya memilih untuk berkata biar tidak dianggap mati. Rasanya susah mau mengubah dunia dengan kata2 ini, saya masih belum lagi bisa mendengarkan kata2 itu tanpa nafsu untuk berkata-kata kembali. Tapi .. kata2 saya kali ini mau saya letakkan disini sebagai ucapan selamat hari raya idul adha, mohon maaf lahir bathin.
——————————-
Conclusion yang emang benar dalam perspektif yang seharus-nya ini bang. Hebat.
Tidak ada seorang-pun yang ber-hak “mem-buang kata yang seharus-nya ter-tulis-kan.”
Met Idul Adha ya bang, sorry telat ngucapin-nya, sibuk euy
——————————-
Kata .. telah membakar dunia. Karena kata bisa melahirkan salah pengertian. Karena kata bisa melenakan jiwa. Karena kata bisa mencuri cinta. Karena kata semua mengerti. Karena kata semua tidak mengerti. Karena kata aku pun menulis kata dan kemudian
KU LETAK KAN KATA DISINI
karena kata menjadi sia-sia tanpa kehadiran pemahaman
nice word … lam kenal ya bang, thankz da mampir
——————————–
*Ini masih hari tasryq khan *
“SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI”
——————————-
Salam. Saya mau ikut berkata-kata, karena dengan kata mendindikasikan hidup kita. Apalagi kalau kata dipadu dengan aksi. Pasti sayur pun terasa enak. Kata adalah alat ekpresi tentang diri dan juga dunia.
Berkaitan dengan Idul adha, marilah kita berkata-kata dalam bingkai pengorbanan. Mengorbankan egoisme demi kemaslahatan bareng-bareng. Karena adha sendiri (udhiyah) adalah pengorbanan atau sacrifice. Artinya janganlah kepentingan orang banyak dikorbankan hanya untuk memenuhi karakter kemaruk dalam diri.
Let us sacrifise our egoisme for the better of Indonesia.
ahmad
——————————–