KU LETAK KAN KATA DISINI

Mengubah dunia

Thursday, 3 January, 2008 · 31 Comments

Dapatkah kita mengubah dunia?? ah, rasanya seperti utopia. Mimpi disiang bolong. Mengada2. Ga mungkin .. dan sejuta alasan lain yang dapat ‘memusnahkan’ keinginan tersebut. Iya. Mengubah dunia bukan pekerjaan yang mudah dan instan. Perlu perjuangan dan waktu yang lama. Dan – rasa2nya – itu bukan urusan kita. Jangan kan untuk mengubah dunia. Buat mengubah Indonesia menjadi lebih baik aja, susahnya minta ampun. Ok. Dalam skala yang lebih kecil .. mau mengubah perusahaan tempat kita bekerja agar menjadi lebih baik aja, banyak yang menentang. Bahkan untuk mengubah dalam skala yang lebih kecil lagi, yaitu keluarga, sulitnya minta ampun. Nah .. bagaimana kalo mau mengubah diri kita sendiri. Apakah lebih mudah atau kah malah lebih sulit lagi dari mengubah dunia?? Kalo memang upaya2 itu tidak mungkin .. mengapa, tetap saja ada manusia2 yang dapat mengubah dunia??

Categories: Begini menurutku

31 responses so far ↓

  • Praditya // Thursday, 3 January, 2008 at 11:49

    mau mengubah perusahaan tempat kita bekerja agar menjadi lebih baik aja, banyak yang menentang

    Ini saya mengalaminya.. :P

    Nah .. bagaimana kalo mau mengubah diri kita sendiri.

    Bagi saya mudah kalau memang mau dan niat…
    ———————————

    Banget.

    Kemauan adalah hal yang utama dalam perubahan.

  • Ram-Ram Muhammad // Thursday, 3 January, 2008 at 12:06

    Halah .. keduluan sama yang atas .. Padahal udah sengaja blog-nya sampeyan ini dibikin RSS biar bisa dipelototin tiap detik .. :mrgreen:

    Saya sangat yakin .. bahwa manusia bisa merubah dunia, baik berubah menjadi baik maupun tambah acak kadut .. kekuatan akal dan potensi-potensi kemanusiaanlah yang dapat merubah dunia ini.

    Saya ingat petuah Kyai Sepuh, kata beliau : “Cukup hanya dengan satu manusia serakah untuk merubah wajah dunia menjadi suram dan rusak. Untuk memperbaikinya kembali, belum tentu cukup seribu orang saleh…” Nah lho ….
    ———————————

    Dalem banget mas petuah Kyai Sepuh.

  • Hanna hiatus // Thursday, 3 January, 2008 at 12:42

    Hello, Mas Erander …
    Wah, senang banget membaca cerita tiup lilin ultah apalagi bisa mendengar langsung dari Pak Taufik ya.

    Mengubah dunia? .. itu impian gila saya, hahahaha. Tapi, setelah melewati perjalanan panjang .. saya menyadari dalam hati .. ada tetesan air yang mengalir pergi. Lalu .. aku terbangun dari mimpi .. tersadar bahwa aku mengalami apa yang di namakan sirkulasi kemanusiaan.

    Satu orang berubah menjadi satu dunia. Jutaan orang berapakah dunia yang tercipta?.
    ——————————-

    Syukurnya .. pekerjaan mengubah dunia adalah sulit. Sehingga .. tidak semua orang dapat mengubah dunia agar tidak tercipta dunia yang banyak :D .. pertanyaan mbak Hanna itu loh .. iseng banget.

    Btw .. koq mengundurkan diri dari nge-blog sih mbak?? cape?? .. sini, saya pijitin :lol:

  • Ram-Ram Muhammad // Thursday, 3 January, 2008 at 12:58

    Begini nih caranya …! :mrgreen:

    *halah, sok jago WP*

    Klik tampilan, setelah itu klik widgetnya. Drag kolom RSS ke dalam kotak. Lalu masukkal URL-nya ..
    ——————————-

    Thanks ya kang .. ntar saya coba.

  • caplang™ // Thursday, 3 January, 2008 at 14:00

    Itulah gunanya harapan, bang ..
    Saat tiap orang berusaha untuk jadi lebih baik ..
    Dari sedikit menjadi bukit :D
    ——————————-

    That it’s .. itulah intinya. Sebelum mengubah dunia. Yang harus kita ubah adalah diri kita sendiri. Dari diri kita, kita tularkan – menjadi panutan – dilingkungan keluarga, kemudian teman, lalu tetangga .. terus berkembang hingga akhirnya mendunia.

    Tulisan ini .. sengaja abang posting di awal tahun.

  • edratna // Thursday, 3 January, 2008 at 15:16

    Mengubah dunia? Mungkin saja … dimulai dari hal kecil, dari diri sendiri, dari keluarga terdekat, lingkungan terdekat.

    Jika dalam lingkungan atau dalam perusahaan menduduki jabatan yang memungkinkan, kenapa tidak? Minimal adalah mengubah kondisi lingkungan yang dapat kita pengaruhi, kemudian mempengaruhi teman … begitu seterusnya … yang penting adalah dimulai dari keinginan kita untuk memperbaiki ..
    ——————————–

    Persis seperti teori-nya Steven Covey dalam 7th habits nya tentang memperluas lingkar pengaruh. Hanya saja, tidak semudah teori yang diajarkan beliau.

  • cK // Thursday, 3 January, 2008 at 15:29

    Mengubah dunia ga bisa dalam tempo yang cepat. Hal seperti ini dilakukan secara bertahap. Apabila ada yang berkeinginan mengubah dunia, niscaya itu akan terkabul asal disertai niat dan doa .. ;)

    Sedangkan mengubah diri sendiri juga tidak mudah. Mampu atau tidaknya, itu tergantung dari orangnya masing-masing …
    ——————————–

    Sering kali .. kita berharap orang lain yang mengubah dunia agar dunia menjadi damai untuk dihuni. Tapi kita sendiri, sulit untuk berubah. Apalagi sudah merasa nyaman dengan kondisi saat ini.

  • verlita // Thursday, 3 January, 2008 at 16:46

    Aku mo mengubah diri sendiri dulu ajah ah, mas …

    Itu aja udah ribet setengah mati !! .. maklum yang namanya jadi biang ribut dan grasak grusuk dah bawaan dari lahir … ditambah ga tau malu juga :D
    ——————————-

    Gimana kalo jadi cheerleader?? kan mesti kuat teriakannya dan gerakannya juga grasak grusuk?? sapa tahun dapat mengubah dunia per-cheerleader-an di Indonesia.

  • realylife // Thursday, 3 January, 2008 at 17:00

    Bener banget. Perubahan itu ada .. kalo emang ada yang memulainya. Bukan orang lain tapi diri kita sendiri. Mau maju, rubah dulu diri. Menjadi teladan bagi yang lain adalah salah satu cara efektif yang bisa membuat perubahan .. ketimbang banyak omong tanpa ada aksi yang nyata.

    Hidup perubahan !!! :twisted:
    ——————————–

    Masalahnya .. kita lebih sering jadi follower.

  • undercover // Thursday, 3 January, 2008 at 17:20

    Saya selalu percaya .. bahwa setiap orang itu sudah disiapkan sebuah peran yang paling baik oleh Sang Maha Pencipta, sebuah peran puncak dihidupnya. Tercapai atau tidaknya .. tergantung atas ikhtiar juga doa. Sedikit demi sedikit saya pun sedang berusaha mewujudkannya. Dengan cara apa?

    Jujur .. karena kedua orang tua saya tidak pernah mengajari saya untuk berbohong. Ulet dan bisa menjaga konsistensi semangat kerja .. karena tidak ada makan siang yang gratis dan sangat menghargai peran saya .. karena disitulah letak perbedaan integritas saya terhadap responbility yang menjadi beban.

    Saya memberikan nilai / value yang lain dibandingkan dengan orang lain .. meski dengan responbility yang sama … sekecil apapun adalah modal saya untuk terus survive, tetap exist dan mudah2an akan bisa mengubah dunia, hue he he ..

    *Narsis euy!*

    Semoga ya bang .. boleh kan menumpahkan harapan di blog abang mumpung moment postingannya nyambung, he..
    ——————————–

    Boleh banget .. kan ini postingan sharing.

    Abang setuju banget dengan cara berpikir mu. Dan – rasa2nya – tidak banyak yang berpikiran seperti dirimu. Bekerja adalah peran yang diberikan Allah kepada kita. Dan ketika bekerja, kita berikan hasil yang terbaik untuk tempat kita bekerja tanpa hitung2an.

    Wah .. wah .. hebat. Applause buat Herdy. Abang dukung 100% prinsip mu. Mudah2an sharing cerita mu bisa menular ke pembaca yang lain.

  • Kurt // Thursday, 3 January, 2008 at 19:40

    Merubah dunia yaa … hmmm keren juga sih bahasanya .. tapi mungkinkah dapat merubah dunia kalau “dunia dalam berita” dirinya tak terkover, tak dikenal tak dirilis … :)
    ——————————-

    Iya kang .. masih banyak orang mencari jati dirinya. Gimana dia mau berubah ya?? wong .. jati diri sendiri aja belum ketemu :mrgreen: .. begitu ya kang?

  • M Shodiq Mustika // Thursday, 3 January, 2008 at 19:58

    Bahasa Pak Eby, “mengubah dunia”, bener keren!

    mengapa, tetap saja ada manusia2 yang dapat mengubah dunia?

    Jawaban pastinya saya nggak tahu. Saya hanya bisa berusaha kemukakan salah satu jawaban versi M Shodiq Mustika di http://muslimmoderat.wordpress.com/2008/01/03/bagaimana-membuat-obyek-dakwah-senang-berubah/
    ——————————–

    Ok deh

  • Alchie // Thursday, 3 January, 2008 at 23:12

    Merubah habit perusahaan kita yang udah mengental emang susah Pak …

    Yang biasa dianggap benar, yang benar dianggap tidak biasa ..
    ————————-

    Gampang .. mulailah perubahan pada diri kita sendiri.

  • Hoek Soegirang // Friday, 4 January, 2008 at 04:42

    hmm … saia jadi ingadh sajak yang nangkring di kitab suci saia, 7 habits of highly effective teens. ah ya, sori kalo kefanjangan,  ato mungkin bang erander sudah fernah baca. jadi gini sajaknya ..

    ***

    Ketika aku masih kecil dan bebas, dan imajinasiku tidak ada batasnya, aku mengimpikan untuk mengubah dunia; ketika aku semakin besar dan semakin bijaksana, aku sadar bahwa dunia tak mungkin diubah dan aku putuskan untuk mengurangi impianku sedikit dan hanya mengubah negaraku.

    Tetapi .. itupun tampaknya tidak mungkin .. ketika aku memasuki usia senja, dalam suatu upaya terakhir, aku berusaha mengubah keluargaku sendiri, mereka yang paling dekat dengaku, tetapi sayang, mereka tidak menggubrisku.

    Dan sekarang .. menjelang ajal, aku sadar bahwa kalau saja aku mengubah diriku dulu, lalu dengan teladan mungkin aku bisa mempengaruhi keluargaku, dan dengan dorongan serta dukungan mereka mungkin aku bisa membuat negaraku menjadi lebih baik, dan siapa tahu, mungkin aku bisa mengubah dunia ..

    ***
    ——————————–

    Eala .. postingan ini kan ilham-nya dari sajak entu :) .. abang hanya ingin sharing pendapat dengan teman2 yang lain dan ternyata jawabannya hampir sama semua. Yaitu .. mulai dari diri sendiri.

  • indra kh // Friday, 4 January, 2008 at 07:56

    Mungkin kita harus mulai dari merubah diri dan keluarga sepertinya pak ..
    ——————————-

    Betul pak.

  • tukangkopi // Friday, 4 January, 2008 at 08:25

    Nah itu dia bang, saya setuju sama komennya Hoek. Tadinya mo komen kek gitu tapi ternyata udah keduluan :mrgreen:
    ——————————-

    Ah !! ternyata sajak itu sudah banyak yang baca ya?? .. mudah2an sebentar lagi Indonesia akan berubah dan semoga ada putra asli Indonesia yang dapat mengubah dunia.

  • bedh // Friday, 4 January, 2008 at 08:40

    yah…
    yah….
    mungkin benar.
    bukannya nggak bisa .. tapi nggak mau.
    ——————————–

    Karena sudah merasa nyaman??

  • extremusmilitis // Friday, 4 January, 2008 at 11:34

    Memang akan sangat sulit bang, dan bukan tidak jarang akan ada “korban” dan kita sendiri-pun bisa jadi salah satu-nya. Tapi Aku yakin kita mampu dan kita harus bisa.

    Dan kalau emang kita bisa ber-buat, meskipun sedikit untuk meng-ubah yang seharus-nya di-ubah, seperti-nya kita layak me-lakukan-nya, walaupun pada akhir-nya dalam revolusi-nya kita yang harus menerima imbas-nya.
    ——————————–

    Revolusi?? .. sepertinya selalu melahirkan ‘korban’ tapi sedikit sekali revolusi itu membawa kebaikan. Karena lebih banyak membawa ego sang pemilik revolusi.

  • StreetPunk // Friday, 4 January, 2008 at 20:36

    Aku takkan mengubah dunia sebelum mengubah diri menjadi lebih baik.
    ———————–

    Good. Ntar sharing pengalaman ya. Jika sudah berubah.

  • multipletalent // Friday, 4 January, 2008 at 23:02

    Kita mau ada perubahan ke arah lebih baik, tapi bagaimana bila perusahaan kita seakan stagnant seakan tidak mau berubah, padahal lingkungan di luar sudah sangat dinamis perubahannya…
    ————————

    Kembali pada komentar teman2 yang lain .. bahwa yang harus dilakukan pertama kali adalah mengubah diri kita dulu. Baru perusahaan .. gitu deh kata mereka .. kira2.

  • multipletalent // Saturday, 5 January, 2008 at 00:25

    Tapi .. seringnya perubahan yang kita lakukan sendirian di perusahaan kita malah dinilai aneh oleh orang2 .. (teman2 ) kita .. padahal perubahan kita itu adalah supaya … lebih tepat, lebih cepat, lebih mudah, lebih menghasilkan, … dan lebih baik…

    Memang sulit .. kalau dalam perusahaan kita ini belum ada paradigma untuk merubah sesuai keadaan … jadi ingat mata kuliah sistem adaptif … suatu sistem yang secara terus menerus menerima feedback dari suatu parameter yang ditetapkan untuk diukur, selanjutnya dari parameter tersebut, akan dilakukan perubahan sesuai masukan ..
    ————————-

    Thanks banget .. sudah melengkapi dan memperkaya postingan saya. Kalo boleh saran .. tetap lah kamu bekerja lebih tepat, lebih cepat, lebih mudah, lebih menghasilkan dan lebih baik. Karena pada akhirnya nanti, kamu sendiri yang akan memetik hasilnya. Gimana?? Tetap semangat kan??

  • Yari NK // Saturday, 5 January, 2008 at 07:42

    Eala .. postingan ini kan ilham-nya dari sajak entu .. abang hanya ingin sharing pendapat dengan teman2 yang lain dan ternyata jawabannya hampir sama semua. Yaitu .. mulai dari diri sendiri.

    Ini sebenarnya bukan pendapat yang sama, tetapi karena “perubahan mulai dari diri sendiri” lebih pada sebuah premis yang sudah sedikit klise .. jadinya semua jawaban ya hampir sama! ;)
    —————————

    Dan ajaibnya .. sering kita menunggu orang untuk berubah. Misalnya .. ketika marahan. Kita menunggu orang lain yang minta maaf duluan. Kita tetap kekeh dengan emosi kita. Bukan begitu kang? .. Padahal, bisa jadi .. kemarahan itu karena dikritik. Bukankah kritikan adalah pandangan dari sisi yang berbeda??

  • Donny Reza // Saturday, 5 January, 2008 at 09:04

    Sebetulnya .. konsep 3M AA Gym itu, jika dijalankan oleh setiap individu, akan mampu mengubah lingkungan yang lebih besar. Bayangkan saja, jika setiap individu yang baik berkumpul, bukan hal yang sulit untuk mengubah dunia.
    ————————

    Kalau memang itu baik. Mengapa setiap individu belum menjalankannya?? Apa karena terlalu berat dalam berkonsep?? atau terlalu berat untuk diikuti?? atau memang kita sudah nyaman dengan keadaan saat ini??

  • awaludin // Saturday, 5 January, 2008 at 16:24

    Sama saja sulitnya. Ngga ada yang lebih mudah, ngga ada yang lebih sulit. Tapi semua itu mungkin, buktinya kata anda sendiri ada orang-orang yang sanggup merubah dunia.

    Selamat berjuang merubah dunia, dimulai dari merubah diri sendiri.
    ————————

    Sependapat pak .. tidak mudah tapi juga tidak sulit.

  • morishige_turun_gunung // Saturday, 5 January, 2008 at 19:10

    Kalau setiap orang Indonesia berpikir untuk mengubah dirinya masing-masing menjadi pribadi yang lebih baik, dan memang mengubah dirinya, pasti keadaan negeri ini akan berubah menjadi lebih baik …
    ————————

    Akur bro ..

    Jadi ingat tamsil .. jika di sebuah rumah tinggal 10 orang, dimana yang rajin membersihkan rumah hanya 1 orang dan 9 orang lainnya males banget. Hasilnya .. rumah itu akan selalu kotor. Sebaliknya, jika 9 orang yang rajin membersihkan rumah dan hanya 1 orang yang males, maka .. rumah itu – walau sempat kotor – akan segera bersih kembali.

    Jadi .. memang ga harus semuanya menjadi baik .. cukup 90% bangsa ini mempunyai orang2 ber-ahlak mulia, Insya Allah .. negeri ini akan menjadi nyaman buat ditinggali.

  • azer10 // Saturday, 5 January, 2008 at 21:05

    Bukankah di Al-Qur`an sendiri telah dikatakan :

    ” … Jagalah diri kalian dan keluarga kalian ..”

    Di situ ditulis dimulai dari lingkup yang lebih kecil dulu baru yang lebih besar … dan salah satu pesan dari ustadz mengenai 3M : “Mulai dari yang kecil .. dan mulailah dari diri sendiri” :mrgreen:
    ————————

    I’m agree .. bro

  • Yari NK // Sunday, 6 January, 2008 at 07:09

    Wakakakakak….. nyindir nih ya???? Nggak apa2 mas Eby, justru kalau mas Eby sering nyindir2 saya, itu yg membuat saya sebagai teman semakin sayang saya mas Eby. Nggak sekedar kata2 manis penuh kepalsuan yang keluar dari mulut jari tangan mas Eby.

    Tapi, ada tapinya lho, sekarang saya mau tahu konsistensi perkataan mas Eby dan kenyataannya. Action speaks louder than words, don’t you think so?? ;)
    ————————–

    Insya Allah .. hal itu sudah menjadi prinsip saya, kang. Untuk tidak dendam, untuk tidak sakit hati dan tidak memutuskan tali silaturahmi. Makanya, jika ada waktu dan kesempatan .. sedapat mungkin saya yang duluan say hello pada teman2 – biasanya pada saat hari raya atau saat ulang tahun – walaupun dia ga suka dengan saya. Jangan dosa nya ada pada saya.

    Sudah saya koreksi kang .. komentar koreksinya saya hapus ya.

  • Yari NK // Monday, 7 January, 2008 at 07:07

    Ngga kok mas… saya ngga pernah nggak suka sama mas Eby, cuma kalo sebel sih sering! :mrgreen:

    Ya udah… ngga usah diperpanjang lagi ya, yg penting sekarang mas Eby tau kalo aku jarang ke sini bukan berarti aku benci sama mas Eby tapi karena lagi sebel **halaah apa bedanya??** :mrgreen: Dan saya, seperti yg dulu pernah saya katakan, saya nggak pernah memutuskan tali silaturahmi, ok mas?? :D
    ————————-

    Hwakaka :lol: .. saya malah baru mudeng sekarang .. ternyata kang Yari sebel ya sama saya?? .. hmm, kira2 apa ya yang bikin kang Yari sebel?? saya mohon maaf sekiranya ada tutur kata saya yang menyinggung perasaan kang Yari. Karena saya pikir kang Yari itu orangnya terbuka dan dewasa. Jadi tidak terlintas sedikit pun dipikiran saya, kalo kang Yari itu bisa sebel dengan saya.

  • Donny Reza // Monday, 7 January, 2008 at 07:31

    Kalau memang itu baik. Mengapa setiap individu belum menjalankannya?? Apa karena terlalu berat dalam berkonsep?? atau terlalu berat untuk diikuti?? atau memang kita sudah nyaman dengan keadaan saat ini??

    Konsepnya sederhana, tidak berat juga … tapi kemungkinan terbesar adalah kita sudah terlalu nyaman dengan kondisi saat ini. Saking nyamannya, jadi malas dan enggan untuk berubah. CMIIW.
    ————————-

    Jika sudah begitu .. apakah resolusi masih efektif untuk melakukan perubahan??

  • Mati, eh? « bLoGiRanG™ // Monday, 21 January, 2008 at 05:02

    [...] saia baca tiaf hari. Dan ayat suci yang berbentuk fuisi ini fernah saia cantolin di temfadhna bang erander. Dan sebelum ke-OOT-an saia mulai mewabah dan menggejala serta merusak *dibungkam* bfferrrikudh [...]

  • bosen dengerin dosen yg nge-bosen-in karna nggak konsen | before the flu // Sunday, 22 February, 2009 at 00:26

    [...] sesi ketiga, segala perubahan menuju kebaikan tak dapat dilakukan hanya semata karna keindahan keinginan dan cita yang muluk2. perubahan harus dilakukan sendiri oleh orang yang ingin berubah. tak ada orang lain yang dapat merubah dunianya tanpa dirinya sendiri mau berubah terlebih dahulu. pada sesi ini saya sedikit mendapat teguran karna merasa terlalu nyaman dengan kursi yang sedang saya duduki. sang dosen berusaha memberikan sedikit lampu kuning kepada saya bahwa zona kenyamanan akan membunuh keinginan perubahan menuju ke arah yang lebih baik. [...]

Leave a Comment