Pernah merasakan ditinggal mati oleh orang2 yang kita cintai?? bisa orang tua, pasangan hidup, anak, saudara atau siapa pun?? apa yang anda rasakan?? kesedihan yang tak berkesudahan atau merelakan orang yang kita cintai kembali ke Sang Pencipta?? .. Menurut artikel di Kompas.Com hari ini .. rasa kehilangan itu, bersifat individual. Begitu juga dengan proses untuk kembali bangkit dari keterpurukan. Kata seorang psikolog yang masih berduka setelah suaminya berpulang setahun lalu .. “Buku atau teori adalah pengalaman kata yang kadang seperti tidak menyentuh realitas pengalaman.” Barangkali psikiater Judith Lewis Herman dalam Trauma and Recovery (1997) dapat memberi penjelasan. Ia menulis, dalam kedukaan yang pekat ada satu situasi kritis di mana seseorang seperti berada di tepi jurang. Ada tiga pilihan di situ: diam, mundur, atau melompatinya.
Banyak orang memilih melompat dan berhasil karena kesadaran yang kuat bahwa hidup harus dilanjutkan. Untuk sampai pada keputusan itu, prosesnya bergantung pada pergulatan yang sangat personal dalam diri setiap orang. Yang bisa dikenali hanya pola, meski dukungan sangat dibutuhkan.
”Setiap orang akan mengalami pengalaman yang unik dan khusus, tergantung caranya ditinggalkan,” ujar Bu Sap, profesor di bidang psikologi. ”Saya bahagia karena Pak Sadli pergi dalam damai, tidak tampak kesakitan, dan saya ada di situ.”
Namun diakui, teman dan anggota keluarga adalah faktor penting pada masa-masa seperti itu. ”Teman itu kan pelabuhan hati,” ujar Ny Sophie Sarwono. Meski demikian, ketergantungan pada teman, sebagaimana pada anggota keluarga, ada batasnya. ”Semua orang sibuk, anak- anak kita juga sibuk. Hidup kita tidak boleh berhenti setelah pemakaman.”
Ia merasa ”beruntung” karena saat itu disibukkan acara reuni besar teman-teman sekolah di HBS (Hogere Burger School/sekolah setingkat SMP zaman Hindia Belanda) yang sudah disusun rencananya setahun sebelumnya. ”Saya punya kegiatan yang menyita tenaga dan perhatian,” kenangnya. Setelah itu ia pelan-pelan kembali aktif di berbagai kegiatan sosial.
Kuncinya Menerima
”Life must go on,” sambung Puri, yang selama enam bulan setelah kesibukan pasca-pemakaman selesai, tak tahu apa yang harus dilakukan. Sampai pada satu titik, ia dikenalkan seorang teman pada teman-teman (perempuan) yang menggandengnya menuju pencerahan spiritual-ilmiah. Dari pertemuan reguler ia menjadi lebih memahami hakikat kehidupan dan kematian.
Dalam bahasa lebih sederhana, Ny Ratna Sridharti mengatakan, ”Yang pulang tidak akan kembali. Saya ikhlas, karena kita semua memang harus pulang. Tinggal waktunya saja.” Pergulatan batin menuju ikhlas itu berlangsung sekitar tiga bulan. Setelah itu ia melanjutkan kegemarannya, merajut, berkebun, dan membaca; yang semuanya bersifat meditatif. ”Sekarang sudah tidak bisa berkebun lagi karena jalan saja harus pakai tongkat,” ujarnya.
Pertemuan dengan teman-teman dan keluarga dalam arisan reguler juga sangat membantu, dan karenanya, selalu ditunggu. ”Tetapi teman-teman yang sudah sepuh lama-lama juga habis karena pulang duluan.” Ny Lien menarik diri dari seluruh kegiatan sekitar satu tahun. Namun teman-teman dan anggota keluarga tak jera mendekatinya, sampai akhirnya Lien dapat menangis. Ajaib, tangisan itulah yang menyembuhkan.
”Akhirnya terpikir, untuk apa saya begitu terus. Kesedihan membuat saya meninggalkan orang-orang yang mencintai saya,” ujar Ny Lien yang kini aktif di organisasi sosial Ikatan Wanita Melur di Bandung.
Karena menyadari pentingnya peran teman dalam masa-masa transisi seusai pemakaman suami, Ny Sophie Sarwono mengajak Bu Sap untuk sering bertemu, nanti, kalau kesibukannya sudah berkurang. ”Ayo, kita ngobrol, yang ringan-ringan saja… talking nonsense….” (Kompas.com, Minggu 27 Januari 2008, 12:24 WIB, MH/IND)
Artikel terkait :
Usai Pemakaman




Posted by undercover on Minggu, 27 Januari, 2008 at 17:11
Jujur, saya belum mempunyai pengalaman ditinggal mati oleh orang2 yang berkesan yang begitu mendalam. Kakek nenek saya meninggal ketika saya masih berumur kurang dari hitungan sepuluh jari. Meski tetap menorehkan kesedihan, namun hal itu belum dalam taraf seperti yang abang sampaikan bahwa kita seperti dihadapkan dalam sebuah tepi jurang dengan 3 pilihannya.
Ada juga beberapa sodara, teman yang meninggal tapi juga belum membuat saya dalam kondisi kesedihan yang akut. Tapi yang jelas .. akan tiba saatnya saya juga akan merasakan kepedihan yang amat sangat kelak, tapi mudah2an saya akan bisa menghadapinya.
Sungguh sedih baca tulisan abang, saya tiba2 teringat dengan kedua orang tua saya yang udah tua, saya banyak kehilangan waktu untuk menemaninya, menghabiskan sisa2 hidupnya karena terdampar di negeri antah berantah ini.
————————–
Posted by n0vri on Minggu, 27 Januari, 2008 at 17:16
Saya sudah Bang …
Bunda menghembuskan nafas terakhirnya di pelukan saya, gampaang sekali…, menyebut nama Allah sampai kali kelima hingga akhirnya terdiam.
Ayah meninggal saat saya masih ada di Yogya, jadi saya bilang makam-kan saja .. karena saya butuh waktu lama untuk sampai ke Sumatra, tapi saya ikhlas…
Kuncinya kita mesti ikhlas menerima sebagai konsekuensi adanya kehidupan dan Yang Maha Menentukan atas kehidupan itu…
————————–
Posted by goop on Minggu, 27 Januari, 2008 at 18:50
Jadi ingat, dalam sebuah komik .. saat seorang ibu ingin bunuh diri karena anaknya terbunuh. Diminta sang ibu ini oleh Shanou, agar mencari anggota keluarga yang lain yang tidak pernah ditinggal meninggal dunia…
Akhirnya ibu ini sadar, bahwa setiap orang pernah ditinggal wafat. Lengkapnya di komik Shanou Yoshitsune… serinya (maaf) lupa
————————-
Posted by cK on Minggu, 27 Januari, 2008 at 19:29
Duh .. saya malah jadi inget cerita si tante yang jadi cerpen di blog saya kemaren.
Saya sendiri belum ada pengalaman yang begitu dalam soal ditinggalkan orang yang dicintai.
————————
Posted by Dee on Minggu, 27 Januari, 2008 at 22:20
Pada saat yang kita cintai berada di samping kita, seringkali kita menyia-nyiakannya. Baru setelah kita kehilangan untuk selamanya, tersadarlah diri kita, betapa kita sangat mencintai dan merindukannya …
————————
Posted by brainstorm on Minggu, 27 Januari, 2008 at 23:53
Saya sedih .. saya baru ditinggal bapak .. tadi mba Tutut sama mas Bambang nelpon .. katanya Bapak mati
———————–
Posted by atapsenja on Senin, 28 Januari, 2008 at 09:32
Saat ini saya sedang gamang karena ditinggal seseorang. Bukan karena kematian sih .. tapi karena hal lain.
Terima kasih Bang tulisannya menyadarkan saya kembali. Ya, ”Life must go on.”
————————–
Posted by Agoy on Senin, 28 Januari, 2008 at 09:33
Brainstorm … oh paman Gober itu ternyata “Bapakmu” ya
Bang,
Saya jadi sedih membaca tulisan di atas … teringat sudah lama saya tidak berdoa memohon agar kelak jika pergi tidak merepotkan yang masih harus melanjutkan perjuangan di dunia yang ini (jika terpaksa merepotkan .. ya kalau bisa minimal sekali).
Parahnya .. saya menolak untuk berpikir bagaimana kalau saya yang ditinggalkan oleh orang-orang yang saya sayangi. Saya mem-blok pikiran saya sendiri karena takut membayangkannya.
Pada saat nenek saya meninggal, saya tidak bisa menangis padahal kami “dekat” satu sama lain, begitu juga saat menghadiri pemakamannya. Saya melihat beliau dibaringkan di atas tanah, tapi entah kenapa rasanya beliau selalu bersama-sama kami hingga sekarang. Sepertinya perasaan saya jadi tumpul …
Saya takut…

————————-
Posted by adit-nya niez on Senin, 28 Januari, 2008 at 14:25
…
Ditinggalkan…
Harus siap dengan kata-kata dan kenyataan itu…
Ditinggalkan…
Seakan-akan sesosok momok yg menakutkan…
Ah… Memang hidup itu demikian…
Sewaktu-waktu akan ditinggalkan,
di waktu yang lain akan meninggalkan…
————————-
Posted by agoyyoga on Senin, 28 Januari, 2008 at 20:10
Takut jadi tumpul hatinya karena Takut memikirkan ditinggal orang-orang yang dicintai.
Takut diri sendiri tidak bisa chusnul khatimah. Apakah ini tanda-tanda takut pergi?
———————–
Posted by extremusmilitis on Senin, 28 Januari, 2008 at 23:01
Amin Bang.
Waktu Papa dan Mama meninggal dulu, aku juga meng-ikhlas-kan mereka, karena aku percaya hanya dengan cara itu aku bisa melangkah ke-depan, dan aku yakin itu juga yang mereka ingin-kan dari-ku
————————–
Posted by Agoy on Selasa, 29 Januari, 2008 at 18:36
Hiks ditanyain =D> .. insyaallah dibaca akhir minggu ini, karena kebetulan belakangan ini sulit benar meluangkan waktu untuk membaca .. padahal sudah ditenteng-tenteng kemana-mana, Jakarta-Balikpapan-Samarinda-Balikpapan-Jakarta lagi hehehe …
————————
Posted by agoyyoga on Jumat, 1 Februari, 2008 at 11:09
Habis udah keduluan pengumuman ke Banjarmasin via Surabaya yang seru itu…

———————–
Posted by yuliana bestio on Sabtu, 20 September, 2008 at 14:46
Suami saya baru meninggal 29 Juli 2008 lalu, hancur hatiku … kita baru menikah belum sampai 4 tahun. Anak 2 masih kecil. Satu 3 tahun, yang kecil 1 1/2 tahun ..
Memang butuh waktu .. saya berusaha — mungkin 100 hari lewat sudah lebih baik perasaan ini …
Mohon doa yaa agar saya kuat menghadapi …
—————————
Posted by permadi36 on Kamis, 25 September, 2008 at 08:13
Ditinggal untuk selamanya sama orang yang kita sayangi? Dua kali ku alami Bang.
Yang pertama ditinggal oleh ibu … dunia rasanya ikut mati begitu ditinggal oleh seseorang yang membesarkan kita tanpa pamrih sebelum kita sempat membalas budi beliau.
Yang kedua oleh seorang sahabat … walaupun tidak ditinggal mati. Tapi persahabatan yang putus terasa begitu membekas sampai sekarang.
—————————-
Posted by rizalrais on Sabtu, 4 Oktober, 2008 at 11:49
terharu…
sejauh ini aku belum pernah merasakan sprti itu
tp smg aja g prnh
benar kata abang, mending gw yg pergi duluan
mkasi bwt cerita ini
hiks…hiks…hiks
Posted by Yayat on Kamis, 6 Agustus, 2009 at 23:27
Saya sangat terharu setelah membaca kisah kisah yg sangat sedih,ini semua sama dengan semua pengalamanku yg di tinggalkan keluargaku untuk selamanya,makasih untuk semua yg membuat kisah ini
Posted by Andi on Rabu, 30 September, 2009 at 23:43
Memang tidak mudah utk menghilangkan kesedihan karena kematian….terutama kematian anak……….
Saya merasakannya s/d hari ini tgl 30 Sep 2009 rasanya tidak punya harapan dan tidak punya arah hidup ini mau kemana…
Yahhh…anak saya Gina Salma = 10 thn meninggal tgl 28 Ags 2007 karena DBD…..Sungguh hati ini …rasa-rasanya tercabik-cabik..sedih….teriris dll ..Mohon doanya agar kami tabah menghadapi cobaan ini…Amien…
——
Andi / 022-70775575
Posted by 0cha on Selasa, 6 Oktober, 2009 at 05:58
Ya,,mmg ditinggal ma org yg sngt kita cinta’i mmg sngt mnyakitkn….
Dlu q prnh mNgalami haL it_nenek q meNingGaL??rasa’y q tak menyangka ja bkal secepat it…bru 7 hri q bs menerima keadaan it?tp mmg jika qt merasa sndiri rasa kehilangan it akan muncul kembali…
Tp qt hruz ikhlaz krn smua it akn kmbali pada NYA.
Posted by 0cha on Selasa, 6 Oktober, 2009 at 06:00
Memang kata “Ikhlas”it mudah di ucapkan tp susah di terapkn,,:-)
Posted by 0cha on Selasa, 6 Oktober, 2009 at 19:04
Inalillahi…
Posted by Harry lesmana on Rabu, 16 Desember, 2009 at 10:52
Saya seneng dgn artikel ini,saya mengalami hal yg sama,saya bru menikah,hanya tiga bulan saya bersama dgn istri,stlh it ia meninggalkan saya tuk slamanya krna hamil di luar kandungan,pendarahan,sedih bngt rasanya bang,sudah 3 x saya alami di tinggal mati,prtama ibu,nenek,tp yang ketiga ini yg maha dahsyat sakitny krn kmi pcran jrak jauh slama 2 thn di bangka dan saya di batam,slama it cuma 3x brtmu sblm akhrny nikah tgl 25 april 09.Slama pcrn it saya tdk pernh slingkuh wlpn jauh.Dan saya pun yakin dgn ny di sana tdk slingkuh.Semangat hidup udh ga da lg,wlpn saya udh coba untk bngkit tp tdk bisa buat saya kmbli normal sprti sblmny.Saya mrasa menjadi org lain stlh di tinggal istri trcinta.Saya sangat memahami perasaan anda semua yg senasib dgn saya.
Posted by Harry lesmana on Rabu, 16 Desember, 2009 at 10:55
Salam buat bang andy yg di tinggal anaknya,saya mengerti apa yg abg rasakan,
Posted by arif.s on Jumat, 16 April, 2010 at 18:13
70 hari tepatnya saya ditnggal mati oleh kekasih saya, kami berhubungan sekama 5 tahun lebih dan akan bertunangan pada besok harinya,,, what a nightmare!!!
Posted by andriya on Sabtu, 17 April, 2010 at 14:12
saya baru saja ditinggal oleh anak ke2 yg masih berumur 5bln karena sakit,sedih sekali apalagi setiap ingat perjuangan saya & keluarga utk mencari kesembuhan bagi anakku,selama 1,5 bulan kami setia menunggu di depan ruang picu rs sampai akhirnya senin,29 maret lalu anakku masih berjuang untuk bernafas sampai aku tiba di rs untuk menciumnya terakhir kali,semua aku lalui dengan ikhlas karena anakku adalah malaikat yang diturunkan Allah untuk keluargaku,setelah pemakaman saya tetap berusaha untuk tegar walaupun kadang air mata menetes tanpa sadar setiap selesai sholat atau saat memandang foto2nya,cukup 1minggu saya tidak beraktifitas setelah itu semua berjalan seperti biasa,mengantar sekolah si kakak dan kembali ke kantor karena saya sadar anak adalah titipan & saya masih mempunyai 1 tanggung jawab tersisa.Program hamil pun mulai kujalankan walaupun saya sadar bahwa tidak ada yg bisa saling menggantikan..selamat jalan anakku adnandita preeya justitio,tunggu mamah disurga ya nang..
Posted by Bebey on Selasa, 11 Mei, 2010 at 12:18
Tgl 15 April 2010 yang lalu saya baru ditinggal isteri setelah operasi cesar kelahiran anak kedua akibat pendarahan pasca operasi, tetapi anaknya (laki-laki) sehat sampai saat ini. Anak pertama perempuan berumur 2 tahun 4 bulan. Kasihan mereka, pada usia sekecil itu sudah ditinggal ibunya. Saya sudah ikhlas dengan kepergian isteri saya. Saya sedih bukan semata-mata kehilangan istrei saya tercinta, tetapi merasa iba melihat kedua buah hati saya sehingga sampai saat ini masih tidak bisa menahan air mata ini.
Posted by mylove on Rabu, 19 Mei, 2010 at 19:38
wah saya senasib sama bung bebey, istri meninggal dunia pada bulan April 2010 karena masalah kehamilan ,meninggalkan 2 orang anak juga yang masih kecil2, yah memang hancur lebur rasanya ,memang sangat menyedihkan melihat anak-anak tanpa ibu mereka.
Posted by yuni on Selasa, 1 Juni, 2010 at 11:09
Hari ini Genap 1 Tahun saya ditinggal Almarhum Suami Trcinta.
Sampai saat inipun masih sulit rasanya melupakanya, Saya di tinggal Almarhum pada saat usia prnikahan baru memasuki bulan ke tiga, rasanya pada saat itu separoh nyawa saya pergi, pupus sudah impian indah bersamanya. Sempat bertanya kenapa maut yang pisahkan kami, kenapa takdir kami seperti ini.
Saya menyayanginya tetapi saya sadar Allah lebih Sayang padanya. Sampai sekarang saya masih belajar mengikhlaskan kepergiannya, dan Hanya Do’a yang dapat kita kirimkan untuk Orang yang kita sayangi, semoga Ia di tempatkan di antara Orang2 b’Iman..Amiin..
Posted by Indrawan Yusuf on Jumat, 25 Juni, 2010 at 15:34
sedih juga membaca cerita tersebut , keluarga saya juga mengalami itu . kakak saya ber-umur 28 tahun meninggal dunia karena sakit tumor pankreas ,dia meninggal pada tanggal 4 juni 2010 , dy meninggalkan 1 anak dan suaminya . mama saya selalu sedih , saya dan kakak” saya yang lain sudah berusaha menenangkan dan membuat mama trsnyum , tapi sepertiy mama ku blm bisa mengikhlaskan dan blm bisa menerima kepergian kakak saya . :’(
Posted by left on Kamis, 26 Agustus, 2010 at 22:53
saya punya pengalaman yg sama dgn mbak yuni, saya ditinggal suami saat si kecil berusia 7 bln. Rasanya pilu sekali hati ini ketika mengingat kejadian itu.. Dan sampai skrg setelah 6 thn berlalu, dan meskipun kini saya telah menikah kembali, tetapi kenangan akan alm. Suami msh tersimpan di hati dan rasa pilu yg sama selalu mendera manakala saya mengingatnya atau memandang si kecil..
Semoga Allah berikan tempat terbaik baginya.. Amien..
Posted by elvin purnomo on Rabu, 8 September, 2010 at 13:21
mendengar semua cerita sedih ini saya mo coba sharing juga nih…..baru 1,5 bulan saya dan istri ditinggal buah hati tercinta yang berusia 6 tahun lebih….awalnya kami shock dan ga percaya dia telah pergi meninggalkan kami….tidak ada firasat atau tanda2 apapun yang kami rasakan kalau dia mo pergi….hanya 4 hari sakit dia lalu pergi tuk selama2nya….pedih hati kami…kemana2 kami selalu ber 3…bercanda dan tertawa bersama…ohhh..Ya allah kami mencoba tegar dan truz belajar untk ikhlas dan sabar…walaupun tetap kenangan tentang dia kadang truz membayangi kami sehingga kadang kami jadi sedih kembali……tapi kami tetap berusaha bangkit dari kesedihan ini dan berdoa semoga diberi pengganti seecepatnya…..amin
selamat jalan ananda “dimaz” tunggu ayah dan bunda di surga ya sayang….
Posted by Titin Anggraini on Minggu, 19 September, 2010 at 18:39
Suami saya meninggal hari jumat 27 agustus 2010, rasanya tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, kesedihan dan rasa kehilangan yang sangat dalam hingga saat ini masih terus saya rasakan. Saat ini saya hanya berdiam diri dirumah, tidak masuk kantor dan juga malas berbicara dengan orang lain. Saya benar2 merasa kehilangan, tidak ada tempat curahan hati, tidak ada lagi yang menyayangi dan memberikan perhatian. Suami saya sangat menyayangi saya dan selalu memanjakan saya. Selama 11 tahun berumah tangga dan dikarunia 1 putra kami selalu rukun dan saling menghargai. Entah kapan saya dapat mengikhlaskan kepergiannya……. Suamiku kau akan selalu mengisi hati dan jiwaku, tak akan ada yang bisa menggantikan posisimu dihati ku……. Tunggu bunda disurga yah, kita pasti akan berkumpul kembali………………
Posted by alzena on Minggu, 3 Oktober, 2010 at 07:18
innalilahi wainnailaihi roji’un………ya allah semua milik-Mu dan akan kembali pada-Mu…sudah sebulan aku ditinggal bayiku,bayiku keracunan ketuban sungguh sedih hatiku bayi yg ku tunggu2 selama 9 bulan dikandungan tapi meninggalkan kami begitu cepat.selama 9 bulan dikandungan aku udah merasa bayiku ada,selalu diajak ngobrol,diajak becanda kadang selalu berebutan ma suamiku…kalo inget itu sedih rasanya….kadang aku menyalahkan diri sendiri karena usia kehamilanku yg melewati batas 9 bulan lbh 10 hari sehingga ketubanku meracuni bayiku,kadang berfikir apakah allah marah padaku karena pada saat mules persalinan aku malah teriak2 gak karuan karena menahan sakit yg luar biasa sgt sulit aku mengeluarkan kata2 asma allah ya allah ampuni aku…..,kadang aku menyalahkan dokter yg nanganin aku pd saat 9 bulan aku control dokter bilang tunggu seminggu lagi knapa gak lgsung pd wkt itu jg bayiku dikeluarkan,kadang nyalahin dokter persalinan kenapa gak ke cek air ketuban udah beracun masih saja dilakukan persalinan normal kenapa gak disesar?apa gak keliatan di usg kalo air ketuban udah keruh?kadang nyalahin aku jg kenapa aku gak kerumah sakit yg mahal sekalian semua campur aduk hingga membuat kepalaku panas mungkin ini yang namanya stres….ya allah ampuni aku ternyata itu hanyalah syetan yg mencoba mempengaruhi aku untunglah suamiku terus membimbing aku supaya aku sabar dan ikhlas menerima ini….kenapa harus bersedih toh bayi kita sudah bahagia di syurga bersama malaikat,harusnya kita bangga anak kita masuk syurga nanti anak kita akan menjemput kita dipintu syurga amin selalu ku ingat itu astagfireloh ya allah ampuni aku…aku ikhlas ya allah semua ini adalah kehendak-Mu semoga engkau menggantikannya yg lebih baik semoga engkau berkenan menitipkan anak kembali padaku yang sehat,panjang umur amin amin ya allah…….
sudah 5 tahun juga ayahku pergi…pada waktu itu aku dan keluarga sangat sedih sekali karena ayahku tumpuan keluargaku,dengan berjalan waktu alhamdulilah kesedihanku dan keluarga tidak berlarut-larut karena waktu itu aku kembali aktivitas kuliah,kerja dan skrg sudah menikah tanpa didampingi ayahku……..
Posted by yuli on Selasa, 5 Oktober, 2010 at 14:13
Aku juga adalah wanita yang sama yang baru 100 hari ditinggal suami tercinta, tepatnya tanggal 29 juni 2010. Sungguh tiada kuduga dimalam itu malam 10 th usia pernikahan kami, harusnya pada saat itu kami sedang berbahagia karena merayakan ulang tahun pernikahan yang ke 10, tapi tragis ditanggal yang sama pula kebahagiaan dan kesedihan bercampur menjadi satu, setelah sakit selama 2 minggu karena leukimia yg dideritanya sudah akut suamiku tidak dapat bertahan lagi, dan akhirnya kembali ke Illahi Rabbi, Kadang kala ketika aku sendiri masih tak percaya akan apa yang terjadi serasa suami masih belum meninggalkanku, Ya Allah ampunkanlah semua dosa2 nya bukakanlah pintu syurgamu untuknya, jadikanlah anak2ku menjadi anak yg sholeh, mudahkanlah kami mencari rizki, dan kami diberikan keikhlasan dan kesabaran menjalani ini semua, Amieeen2 Ya Rabbal Alamiin
Posted by dona on Rabu, 3 November, 2010 at 02:29
saya sangat mengerti perasaan bu yuli, karena sayapun baru 40 hari ditinggal suami saya. 2 minggu pertama hati terasa tercabut paksa bila terbangun dari tidur. Kami menikah juga baru 10 tahun, putra kami berumur 8 tahun dan putri 5 tahun.
Pengalaman yang entah bagaimana saya menggambarkannya. Suami bersama anak2 tinggal di jogja, saya sendiri kerja di Bogor. Kami bertemu hanya 2 minggu sekali selama 2,5 tahun ini. Beliau meninggal saat saya sedang di Bogor.
Setiap hari setelah beliau tak ada saya hanya membuka situs2 yang berisi informasi kematian.
Saya mencoba mencari jawaban atas peristiwa ini. Dan, memang semua adalah milikNya. Dunia ini memang betul2 sementara.
Bila saya merindukan fisiknya, langsung saya arahkan rindu saya pada Allah Ya Rahman..
Cinta kita, hidup kita, nafas kita, dan semua milik kita tak lain dan tak bukan adalah memang hanya untukNya.
Hidup di dunia ini memang hanya ibadah kepadaNya. Dan pengertian ibadah sangatlah luas.
Semoga kita menjadi orang yang ikhlas pada takdirNya.
Semoga kita menjadi orang yang sabar pada setiap cobaanNya.
Karena Allah menjanjikan hadiah untuk hambaNya yang ikhlas dan sabar.
Jangan biarkan setan mencoba memasuki hidup kita dengan melenakan kita untuk merindukan sosok fisiknya. Karena yang masih memerlukan dukungan dan bantuan kita adalah ruhnya. Ruh suami kita yang memerlukan bantuan doa doa kita.
Sungguh cobaan semacam ini adalah sangat berat bagi saya. Namun ini pasti karena kami dicintaiNya.
Semoga kita semua yang masih di dunia dan telah mendahului kita mendapat ampunan dari Allah dan safa’at dari Rosulullah SAW..
Amin ya rabb ya rahman ya ro’uf…
Posted by Nurul Hidayah on Kamis, 11 November, 2010 at 11:38
innalilahi wainnailaihi roji’un……saya seorang ibu yg baru kehilangan seorang putra berusia 3 th krn sakit,begitu sedih&rasanya separuhnya nyawa saya hilang setelah kepergian putra kesayangaku.Alhamdulillah saya diberi kekuatan olehNYA dalam mengantar kepergian putra saya menghadap Yang Kuasa smp mengantar ke peristirahatannya yg terakhir.
Saya & keluarga berusaha untuk ikhlas menerima ketetapanNYA dan saya percaya akan janji Allah bahwasanya anak yg blm baliqh akan menjadi tabungan bg ayah bundanya di surga.
InsyaAllah anakku ‘NUR AZMI’ akan menjadi tabungan bg kami untuk menuju surgaMU YA ALLAH
Tunggu & jemput bunda & ayah ya sayang didepan pintu surga……
Posted by Hida on Kamis, 11 November, 2010 at 14:03
Saya juga bisa merasakan perasaan ibu Yuli dan Ibu Dona. Saya juga seorang istri yang ditinggal mati oleh suami, tepatnya tanggal 26 Agustus 2010. Di saat umat muslim melaksanakan ibadah puasa, suamiku meninggal tepat 6 tahun usia pernikanan kami. Hari itu adalah hari yang tidak pernah saya lupakan, saat sahur kami berdua dan pagi hari di saat saya mau berangkat kerja suamiku juga mengantarnya, tapi pada siang hari saya mendapati suami saya menderita di rumah sakit karena terjadi kecelakaan maut. Tapi aku masih bersyukur karena suami menghembuskan nafas terakhir berada di sampingku. Dia pergi dengan meninggalkan senyum di bibirnya. Menandakan keikhlasan. Selama 40 hari saya masih sulit melupakannya apalagi di saat saya melihat putra semata wayang saya yang saat ini berumur 5th, air mata tidak bisa dibendung pasti keluar tanpa saya sadari.
Tapi apa mau dikata takdir tidak bisa kita hindari, ALLAH adalah pemiliki mutlak makhluk di bumi, dia berhak mengambil siapa saya yang lebih dicintai. Saat ini saya mulai menyibukkan dengan rutinitas kantor yang banyak menyita pikiran, lambat laut perasaan ini mulai tenang. Kenangan suami saya akan terus berada dalam hati saya meskipun alam telah memisahkannya. Selamat jalan suamiku tercita… semoga suatu saat kita dapat dipertemukan di alam yang sama.
Posted by Purwadi on Selasa, 21 Desember, 2010 at 11:58
Ternyata aku tdk sndiri yg mngalami kisah yg tramat pedih di tinggal oleh orang yg kt syangi. Aku di tnggal istri selamanya pd hr sabtu 20 nov 2010 jm 3.15 beberapa jam setelah melahirkan anak kduaku jm 12.20. Anakku slamat tp istriku meninggal krn pndarhan. Seakan hati ini d sayat2 ktka mlihat anak2ku yg msh polos, yg bsar prmpuan 6 thn dl bgitu dkat dgn ibuny kini hrs sring brtnya kmn ibunya. Pdhal aku sll rutin priksa khamilan d RS dn ktk melhirkn jg dlam keadaan shat…bhkan sesaat stlah melhrkan dia smpat brbncang dngku…7 thn telah kmi mnkah hrs brkhir dg perpisahan yg mnyakitkan…atik istriku slamat jalan…kan kubesarkn anak2 kt dg ksih syang…smga engkau brada d tmpat brsm orang2 yg mati sahid..amin..
Posted by upi on Jumat, 24 Desember, 2010 at 23:56
saya juga baru ditinggal oleh suami saya tepatnya 03 oktober 2010.
Rasanya saya tidak ada semangat hidup lagi, tak ada kekuatan lagi.
Benar kata orang suami adalah belahan jiwa , nafas dan kekuatan kita.
Setiap orang mengatakan saya harus mengikhlaskannya, mungkin bagi orang yang belum mengalami bisa mengatakan begitu, tapi bagi saya amat sangat terasa berat.
pada awalnya saya sampai tidak mau sholat karena saya merasa Allah tak adil sementara saya yang selalu taat padaNya yang selalu melakukan sholat wajib dan sunat dan tak lupa membaca alquran tapi diberi cobaan seberat ini, tapi orang yang tidak taat padaNya tidak diberi cobaan berat. Tapi dengan berjalannnya waktu akhirnya saya bisa menerimanya walaupun belum seutuhnya.
Kini yang terasa adalah rasa bersalah saya karena sebagai istri saya merasa belum sempurna berbakti pada suami saya.
Sampai saat ini kerja saya juga hanya membuka situs – situs tentang kematian dan mendengarkan ceramah2 agama itu saya lakukan pada malam hari untuk mengusir rasa kangen saya setelah anak saya tidur.
Biasanya saya mempunyai usaha rumah makan dan warnet, tapi semenjak suami saya wafat warnet saya kontrakan dan rumah makan saya serahkan pada karyawan saya, tak pernah sekalipun saya datang ketempat usaha saya.keinginan saya untuk usaha sudah tidak ada lagi.
Kini kerja saya hanya beribadah saya untuk mengisi sisa hidup saya ini, ibaratnya buku kehidupan saya sudah saya tutup semenjak suami saya wafat.
Saya selalu berdoa ya Allah maafkan kesalahanku pada suamiku, maafkan kesalahan suamiku Ya Allah, lapangkan kuburnya, terangi jalannnya, terima amal ibadahnya, jauhkan dari siksa kubur, masukkan dia di surgaMu.
Dia suami yang baik Ya Allah aku bangga menjadi istrinya.
Dia MilikMu Ya Allah, kini telah kembali kepangkuanMu.
Terima kasih Ya Allah Kau beri aku kesempatan mencintai dan menyayanginya dengan segala kekurangan dan ketidak sempurnaanku.
Beri aku keikhlasan, kekuatan dan kesabaran tanpa batas.
Pertemukan aku kembali Ya Allah, jadikan aku istrinya dunia akhirat, tolong jaga kesetianku padanya, beri aku petunjuk cara aku berbakti padanya kini dan tempat aku disisinya dimana dia berada.
Pada wanita yang masih mempunyai suami tolong cintai suamimu terimalah dengan segala kekurangan dan kelebihannya . Karena setelah dia tak ada barulah terasa bahwa ternyata kita sangant membutuhkannnya karena setelah dia pergi baru terasa apalah arti seorang suami karena dia adalah belahan jiwa kita
Posted by sari on Selasa, 11 Januari, 2011 at 21:55
Kehilangan orang yg kita cintai memang amat menyedihkan….apalagi jika ketika diambil kita tidak sedang berada disisinya……
Suamiku meninggal dalam bencana tsunami tahun 2004, sedih hancur semua kurasakan, tapi aku selalu mohon kekuatan pada Allah agar bisa tegar jalani hidup ini tanpa dirinya……Hanya Allah yg bisa menolong kita dari smua kesedihan……dan persoalan hidup ini…
Enam tahun yang lalu, aku terbujur kaku disalah satu rumah sakit.
Tiba2 kurasakan pusing dikepalaku, Ya Allah kenapa tiba2 aku pusing…
Kupandangi botol infus dan lampu yg bergoyang, bisikku apakah gempa???
kuberzikir dalam hati, sperti yg di ajarkan ibuku jika gempa kita harus melafalkan LA ILLA HA ILLALLAH….
Sampai akhirnya gempa reda……
Hati terdiam sunyi sepi kurasakan, teringat akan orang2 yg aku tinggalkan…….
ah…mungkin ini hanya perasaan kusaja, karena aku ga pernah jauh dari mereka
kupandangi foto mereka…..dan hatiku kembali berbisik, Ya Allah aku sangat merindukan mereka…..
dalam baring kesendirianku ku lafalkan selalu namaMU untuk mengurangi perasaan yg tak menentu ini….
Senin, 27 desember 2004
Aku mendengar kabar kalau Banda Aceh telah dilanda Tsunami……………….
semua hancur…………….detik itu juga hatiku ikut hancur…….
Ya Allah, bagaimana nasib orang2 yg aku cintai……………..
bagaimana nasib seluruh keluargaku????
Aku terdiam, tanpa kata hanya air mata terus menemaniku dalam zikir
Memohon pada Allah…..terus memohon agar aku kuat dan bisa pulang….
Kondisiku makin drop pada saat itu, hingga aku tak di izinkan meninggalkan rumah sakit
aku terus memohon pada dokter agar aku diizinkan pulang……..
Hingga suatu hari aku bertanya pada dokter, dok….saya ga tau apa yg terjadi pada keluarga saya di Aceh
Saya tak sanggup lagi menjalani pengobatan ini….saya tak perduli lagi apakah saya akan sembuh
Saya hanya ingin tau bagaimana nasib keluarga saya………
Jika dokter jadi saya, apa dokter mau hanya terbaring disini?????
Dokter itupun berlalu tanpa kata…….
Aku kembali terdiam dan menangis……tidur dalam kegelisahan………..
Ya Allah, tiada henti2 aku berdoa agar keluargaku diselalmatkan………
Hingga suatu malam dokter melakukan penyedotan cairan di paru2ku….
setelah itu dia berkata, “besok kamu dah boleh balik indonesia…”
Ya Allah serasa semua jadi begitu ringan, aku persiapkan diriku untuk pulang,wl dengan taruhan aku tidak dapatkan site dibandara
dengan pertolongan Allah aku bisa mendapatkan penerbangan penang – medan, wl harus delay hingga 8 jam….
Sesampainya di Medan aku dijemput keluarga suamiku………….
kurasakan kasih sayang yg sedikit berlebih dari mereka…..
ah….ini mungkin karena aku sedang sakit……..
hari demi hari aku terus berusaha menghubungi keluargaku di Aceh
ketika terhubung, aku menanyakan kabar suami n anakku
katanya suamiku sedang mencari keluarganya……..
aku sedikit lega mendengarnya……..
ternyata mereka sedang membohongiku………
hingga akhirnya mereka menceritakan semua…….
lagi2 aku terdiam terpaku tanpa kata……
Ya Allah kau telah mengambil dia dari sisiku, ketika aku tak ada disisinya
Mengapa Ya Allah, apa aku salah ??????
Hanya seginikah kebahagiaan yg bisa kureguk bersamanya…
Hanya seginikah kebersamaan kami………….
Ya Allah….aku terus bertanya dalam hati…..aku sujud padaMU, aku mohon Ampunanmu….
seandainya aku boleh meminta, selamatkan dia untuk kami……..
Suatu hari ku sadari semua pertanyaanku takkan pernah menemukan jawaban
Engkau lebih mencintai nya dari pada Aku…………
Jika memang itu yang terbaik untuk kami …..aku berusaha untuk mengikhlaskan semuanya
Aku berterima kasih karena Allah masih menyisakan putri kecilku yg manis
dialah alasan aku selamat dari operasi yang kujalani……
untuk dialah aku tetap sehat dan berada disini
Honey……..aku akan selalu menjaganya untukmu..untuk kita
Beristirahatlah dengan tenang……..Allah punya rencana lain untuk kita
Masih terngiang pembicaraan terakhir kita malam minggu itu……..
Honey…..kau berkata….Baik-baik ya disana……istirahat dan jangan banyak pikiran…..
dan masih banyak lagi yg tak mungkin kutulis disini………..
Tak pernah ku sangka ini adalah pembicaraan kita yg terakhir………
Ya Allah……..berikan kami kekuatan untuk tetap bisa hidup tegar
Karena aku yakin semua ini kau berikan padaku karena aku sanggup menerimanya…
Besarkanlah hati ini…….hapuslah air mata ini………..bahagiakan kami………….
Kuatkah iman kami selamatkan kami dari marabahya….
Hanya padaMU aku berlindung Ya Allah…………
6 tahun sudah kujalani semua tanpamu…………
berbagai cobaan n rintangan telah kami jalani tanpamu
walau terkadang hati ini terasa letih tanpamu….
Ini semua takdir Allah…..harus kuat harus bisa harus tegar….
Ini kenyataan yg harus kuhadapi……….walau sendiri…….
Paling tidak aku tegar untuk anakku……….
Sayang……..maafkan mama yg tak bisa membahagiakan mu seperti waktu ada papa
mama selalu menyayangimu dan selalu menemanimu tumbuh menjadi anak yg tegar
walalu terkadang kita dianiaya oleh orang lain……itu cobaan dari Allah……
kita tetap harus sabar dan kuat menjalaninya………
Allah akan memberikan kebahagiaan yg sesungguhnya untuk kita…………….
yang terpenting kita harus selalu bersabar dan sujud padaNYA……..
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un…..Semua yg berasal dari NYA akan kembali padaNYA
kita semua akan berkumpul kembali…..suatu saat nanti…….
Posted by Della on Minggu, 6 Februari, 2011 at 12:16
kisah ku sama seperti abang.
berpulangnya nenekku,terjadi ktika 2 minggu lebih setelah aku pergi
meninggalkan beliau,karena mesti berangkat ke jogya untuk praktek kerja.saat aku pamit mw brangkat.nenek brkata :”kok lama bnget disana”..aku jwab :”emang hrus gitu nek..”
saat itu nene peluk aku trus nyium kedua pipi aku .dan beliau berpesan “jaga diri baik2 disana”. beliau jga memesan daster batik khas jogya.
(mo nangis rasanya).klo inget itu.
pas denger kbar tgl 3 kmarenn klo nenek udah gak ada.shock..bgt.
seperti sulit dipercya..klo beliau udah gak ada.
karena,,aku udah dirawat oleh beliau sejak kecil.
begituu dekatnya aku dgn beliau.
aku jga gak pulang,untuk mnyaksikan pemakamanya(meskipun menyaktkan..gak bsa liat beliau untuk yg terakhir klinya).hanya bisa berdoa semoga beliau dpt tempat yg layak disisiNYA. amin
perasaan yg sama juga sepreti abang.. aku merasakan sampai saat ini
aku msh merasakan bahwa nenek masih hidup.
karena,aku gak pernah melihat nenek wafat.
Posted by Della on Minggu, 6 Februari, 2011 at 12:18
kisah ku sama seperti abang.
berpulangnya nenekku,terjadi ktika 2 minggu lebih setelah aku pergi
meninggalkan beliau,karena mesti berangkat ke jogya untuk praktek kerja.saat aku pamit mw brangkat.nenek brkata :”kok lama bnget disana”..aku jwab :”emang hrus gitu nek..”
saat itu nene peluk aku trus nyium kedua pipi aku .dan beliau berpesan “jaga diri baik2 disana”. beliau jga memesan daster batik khas jogya.
(mo nangis rasanya).klo inget itu.
pas denger kbar tgl 3 feb kmarenn klo nenek udah gak ada.shock..bgt.
seperti sulit dipercya..klo beliau udah gak ada.
karena,,aku udah dirawat oleh beliau sejak kecil.
begituu dekatnya aku dgn beliau.
aku jga gak pulang,untuk mnyaksikan pemakamanya(meskipun menyaktkan..gak bsa liat beliau untuk yg terakhir klinya).hanya bisa berdoa semoga beliau dpt tempat yg layak disisiNYA. amin
perasaan yg sama juga sepreti abang.. aku merasakan sampai saat ini
aku msh merasakan bahwa nenek masih hidup.
karena,aku gak pernah melihat nenek wafat.
Posted by bu rudy on Sabtu, 5 Maret, 2011 at 16:23
saya seorang wanita kehilangan seorang suami pada tanggal 30 january 2011,,belum genap 40 hari…rasanya sampai saat ini,saya masih belum bisa menerima kepergiaan beliau.suamiku meninggal saya dan 2 putrinya (13 tahun dan 10 tahun),kepergiaannya terlalu cepat walaupun sakitnya termasuk sakit parah menurut dokter.
saya setiap hari berdoa untuk beliau,,semoga Tuhan menerangi jalannya,menerima semua amalnya…memberikan tempat yang layak untuknya,,karena dia seorang suami dan ayah yang baik.selama hidupnya setiap hari dia selalu mencium keningku sebelum tidur dan mengatakan dia sayang aku.
kenangan dengannya selalu terlintas di mata saya..yang sampai saat ini saya setiap hari menanggis karena kenangan itu
Ya Tuhan ,berilah hamba kekuatan,,,dimana semua ini adalah rencanaMu.
Posted by ita susanti on Jumat, 15 April, 2011 at 19:13
bang saya belum bisa mengikhlas kan kepergian ibu saya, karna setiap hari selalu terbayang semua kenangan saat-saat bersamanya,mengis trus klu teringat ibu. bahkan menyalakan takdir yang tidak adil kepada saya,karna hanya kepada ibu tempat ku melepaskan semua curahan hati.
bang kira – kira ada solusinya gk gimana caranya melupankan kesedihan yang saya rasakan setiap saat.
karna saya juga sebenarnya gk mau ibu saya menderita disana gra2 keegoisan saya.
Posted by titik kurniati on Sabtu, 21 Mei, 2011 at 12:53
sampai detik ini setelah meninggalnya ibuq 27 april 2011… saya belum bisa ikhlas…speerti mbk ita..aq masih teringat bgt kenangan2 bersama beliau.. terasa sakit banget jika inget meninggalnya ibu yang sangat mendadak tanpa sakit sebelumnya.. padahal kami sedang mempersiapkan acara pernikahan kakak, semua sudah diperasiapkan mulai dari baju kebaya dll…padahal paginya ibu baru mencoba kebaya dan batik sarimbit..akhirnya ibu bisa mnyaksikan petnikahan kakak tapi hanya melalui jenazah..kakak di nikahkan di depan jenazah ibuq…sakitt rasanya…semua ini seperti mimpi…
Posted by evy on Kamis, 30 Juni, 2011 at 01:04
bagaimana mau joint ikatan wanita melur?
Posted by evy on Kamis, 30 Juni, 2011 at 01:05
saya mau joint ikatan wanita melur
Posted by alam on Sabtu, 6 Agustus, 2011 at 23:05
hari ini (6 agt 2011) tepat sebulan ibunda tercinta pergi menghadap Allah SWT! betapa palung hatiku menggigil merindukan ibunda tercinta…
Posted by alam on Senin, 15 Agustus, 2011 at 01:04
15 agustus tepat 40hari ibunda pergi menghadap Allah swt.. Meskipun perih, selamat jalan bunda!
Posted by surya on Jumat, 19 Agustus, 2011 at 18:52
Akhirnya ada juga situs untuk menumpahkan kesedihan dikala ditinggal seseorang yang kita cintai. Setelah saya membaca semua kisah pilu yang senasip dengan saya, saya jadi agak sedikit lega bahwa bukan hanya saya rupanya yang merasakan duka itu. Suamiku meninggalkan saya dan 3 anak-anak kami tepat hari jum’at 24 Juni 2011 jam 8.30 pagi saat dia bermain futsal di halaman kantornya. Kata temannya dia mengeluh sakit di dada kiri setelah bermain sekitar 10 menit dan setelah itu dia minta diantar ke rumah sakit. Tetepi sebelum tiba di rumah sakit dia sudah menghembuskan nafasnya yang terakhir.
Berita itu disampaikan kepada saya pada jam 8.40 pagi atau sepuluh menit setelah dia tiada. Bagaikan petir di siangbolong membuat saya shock dan tidak percaya, karena malamnya dia masih menelepon saya, karena kami tidak tinggal dalam satu kota dan hanya sekali seminggu dia mengunjungi kami yaitu datang hari jum’at sore dan kembali ketempat kerjanya hari minggu sore. sampai saat ini saya masih shock dan belum percaya dia telah pergi untuk selamanya menghadap san Pencipta.
Ya Tuhan Allah kami terimalah dia di sisiMu, terimalah amal kebaikannya ketika dia berkarya semasa hidupnya. Bagi kami yang ditinggalkannya berikanlah kesabaran dan kekuatan untuk menjalani kehidupan kami untuk membesarkan anak-anak kami, hanya Engkaulah sandaran, kekuatan dan pelindung kami. Amin
Posted by entis sukris on Rabu, 24 Agustus, 2011 at 19:08
saya meyakini semua orang akan mengalami hal yg sama (kematian ) cuman tinggal waktunya saja yg berbeda ….
1 tahun yg lalu istri saya tercinta meninggalkan kami berdua awalnya saya sangat tidak bisa menerima tapi saya kembalikan pada sang pencipta… cuman satu yg menjadi pikiran saya bagaimana saya harus menjawab pertanyaan anak saya jika dia bertanya “buda pergi kemana yah ?” karena anak saya baru berumur 3,5 tahun ….tapi alhamdu lilah anak saya perlahan lahan tahu jika bundanya telah meninggal….itu aja belum selesain disini jika nanti anak saya masuk sekolah dan disekolah banyak temanya dan di antara temanya ada yg mengejek anak saya tidak punya ibu alangkah hancurnya anak saya ….ya semoga saja hal itu tidak terjadi karena hidup ini kejam kawan bisa jadi musuh…..
Posted by cipik on Kamis, 25 Agustus, 2011 at 00:07
sama seperti yg lain,sy jg masi berduka karna ditinggal papa sy,org yg paling sy sayangi.pagi itu,tgl 15 maret 2011,sy tiba2 mendapat kabar bhwa ayah sy sdh tdk ada,krna serangan jantung.betapa hancurnya hati sy,karna sy tdk ada di samping ayah sy saat ayah sy tiada.sy memang tdk tgl sekota dgn ortu sy.sjak kecil,sy dkat skali dgn ayah sy,bahkan kami sdh seperti teman saja.sy sering bercanda dengan ayah sy,bahkan untuk masalah pribadi,sy jg tidak malu untuk curhat dgn ayah saya.setelah ayah sy tdk ada,rasanya hidup ini hancur n tdk bermakna lg.sy sering sedih n menangis,kl ingat,krn sy merasa blm sempat membalas budi ayah sy,blum sempat jg membahagiakan ayah sy,dgn melihat sy berhasil.sampe saat ini sy masi suka bersedih,meskipun sy da brusaha mengikhlaskannya..mohon doanya,supaya sy dapat bangkit lg..dan smoga ayah sy mendapat tempat yg terbaik disurga,diampuni dosa dosanya..amin..
Posted by Arif on Selasa, 13 September, 2011 at 11:21
Saya baru 7 hari ditinggalkan Bapak tercinta dimana 6 tahun terakhir menderita penyakit yg tak kunjung sembuh badan semakin kurus, tp masih bisa tersenyum kepada saya dan anak saya… Astagfirullah alladzim sekrang Bapak sudah tiada Sangat menyesal knapa disaat2 sakitnya yg makin parah saya justru tidak maksimal memperhatikannya…. Y Allah ampunilah dosa bapak ya Allah tempatkan lah Bapak saya di tempat yg paling mulia, lapang kan lah kuburnya, terangilah kuburnya ya Allah
Robbig Firli Wa Li Walidaya warhamhumma kama robbayani Shogiro….
Selamat TInggal Bapak ku tercinta
kami semua menyayangimu
Posted by andihuriandi on Senin, 3 Oktober, 2011 at 10:16
Ibu & Bapak…Yth
Saya menyampaikan duka yg teramat dalam kepada Ibu & Bapak yg senasib dg saya…..Hampir 4 tahun yg lalu, tepatnya tgl 28 Ags 2007, anak saya meninggal karena DB…
Media ini bagi saya sungguh sangat bermanfaat sebagai sarana curhat….karena yg saya rasakan selama 4 thn, bahkan s/d posisi tgl 02 Okt 2011 mencari orang yang empati & simpati dg musibah yg berat ini, “SULIT”….bahkan tidak sedikit orang yg saya anggap mampu meredam tekanan mental ini cq musibah malah menyepelekan…..betapa lukanya hati saya kalau ingat peristiwa curhat ke orang tsb…
4 tahun sudah Gina Anakku = 10 thn meninggalkan kami, namun Insya Alloh kami akan selalu Ziarah ke makammu di pemakaman Nagrog Cigending Ujung Berung Bandung…
Gina anakku…kami tidak punya daya & kekuatan….kami tidak mampu melindungimu…
Kami tidak dapat mengantarkanmu menjadi dokter kandungan (sesuai cita-citamu)… Maafkan kebodohan kami….nak…
————–
Andi – 022-70775575
Posted by diana on Kamis, 6 Oktober, 2011 at 08:51
Saya juga ditinggal anak saya yg ke2 Sebastian Al Samura 5 bln. Berat rasanya,hati ini terasa pedih dan kosong. Tapi hidup terus berjalan,smoga saya bisa melanjutkan hidup ini dgn kuat, sabar,tabah dan ikhlas. Doakan saya.
Posted by Zahra Aulia on Jumat, 14 Oktober, 2011 at 15:19
Saya juga seorang ibu yg baru saja ditinggalkan anak ke 3 saya yg masih bayi, yg hanya 11 jam hidup di dunia. Anakku meninggal tgl 26 Agustus 2011, dan hr ini 48 hr sudah dia meninggalkan kami. Sampai saat ini, hati saya masih sangat sediiiih dan sakiit. Saya msh sering nangis jika ingat anakku. Ada perasaan bersalah dan menyesal, karena saya melahirkannya dah lewat bulan, sehingga anakku keracunan ketuban. Kadang juga menyalahkan dokter, kenapa waktu 9 bulan nggak lgs caesar aja,malah nyuruh nunggu normal. Maafkan mamamu yg bodoh ini anakku…. Ya Allah, sampaikan rasa kangen ini sama anakku. Razita Tsuraya Zahirah Hanjaya, mama sayaaang bgt sama kamu, nak. Tp Allah lebih menyayangi kamu, nak. Mama akan berusaha utk kuat, tabah, sabar dan ikhlas melepas kepergianmu. Insyaallah kita akan bersatu kembali di surganya Allah. Amin ya robbal alamin. Tunggu dan jemput mama papa di surga ya nak….
Posted by anna on Sabtu, 15 Oktober, 2011 at 13:07
baru beberapa hari yg lalu tepatnya tgl 10 oktober 2011 saya kehilangan ibunda tercinta..penyesalan yg tdk ada habisnya krn sudah 3 thn kami tdk bertemu..hanya berkomunikasi lwt telp… bbrp hari sblm kepergiannya saya sempat telpon dan ibu mengatakan sangat merindukan saya.. keadaan yg membuat saya lama tdk bertemu ibu.. sy tinggal di yogya dgn kondisi suami yg menderita gagal ginjal dan harus cuci drh seminggu 3x.. saya tdk bs meninggalkan suami sy saat cuci darah… dilema untuk saya… disatu sisi saya merindukan ibu saya yg tinggal di bogor dan disatu sisi saya tdk bs meninggalkan suami sy saat cuci drh berlangsung krn kondisi suami sy yg terkadang drop…. sampai akhirnya berita itu dtg… tanpa sakit ibu meninggalkan saya…. hancuuur hati saya…. separuh jiwa saya rasanya ikut pergi…. sy tdk bs berhenti menangis….saya rindu ibu saya….tsepertinya gairah hidup saya lenyap sama sekali….
Posted by nurhayati on Kamis, 20 Oktober, 2011 at 13:47
Tanggal 8 oktober 2011 q bru saja ditinggal oleh suami q tercinta di usianya yg k-26 ..tepat 10 bulan pernikahan kami tggal 12 oktber kmarin,rasanya dunia ini hampa,walwpun q dtengah2 keramaian,nafas terasa sesak,hidup g bergairah g semangat lagi…g ada yang bwat q tertawa lg,g ad yg perhatian lg,bnyak kenangan yg sampai detik ini masih terbyang dpelupuk mata ,setiap shalat q sll mendoakannya,semoga suamiku dterima dsisiNya, ,berat rasanya hati ini mengikhlaskan,q sayang suamiku tp Allah lebih sayang dy mungkin ini rencana terbaikNya,,,selamat jalan sayang,,semoga qt dipertemukan kembali,,
Posted by riri putera jaya on Jumat, 21 Oktober, 2011 at 19:24
Ujian ini memang sangat berat tp saya yakin Allah tidak akan memberikan cobaan jikalau umatNya tidak mampu untuk memikulnya dan semoga kita bisa sedikit demi sedikit belajar untuk bisa ikhlas dan sabar karena sampai skrg pun saya masih terus mencoba mempelajari itu .. suami saya meninggal dunia ramadhan tahun lalu, pernikahan kami belum sampai 2 thn dan putri kami pun baru berusia 8 bulan saat itu… bisa teman2 bayangkan bagaimana rasanya.. serasa saya tidak berpijak lagi dibumi.. untuk menangispun rasanya sudah tak sanggup..saya terlalu syok dengan kejadian itu.. apalagi memikirkan putri kami yang masih sangat kecil.. dalam hati saya bertanya mampukah saya hidup tanpa suami yang selama ini selalu berada disamping saya.. saya selalu berdoa semoga diberikan kekuatan.. Alhamdulilah, sekarang putri kecil kami sudah berusia 22 bulan.. setiap hari selalu saya beritahukan tentang ayahnya.. setiap saat saya tunjukkan futu ayahnya..saya selalu bilang ” doakan ayah ya nak” ..semoga putri kami “qotrunnada Puteri” menjadi anak yg berguna, sholehah yang selalu berdoa untuk orang tuanya.. semoga saya juga bisa menjadi bunda yang baik, yang bisa membimbing putri kami walaupun ayah sudah tidak bersama kami lagi.. semoga setiap doa yang saya kirimkan untuk suami saya diijabah oleh Allah.. semoga kami di persatukan kembali menjadi satu keluarga di syurga kelak.. amiin..
Posted by Dina on Jumat, 23 Desember, 2011 at 14:10
Aku sudah dan sekarang sedang mengalaminya.
14 tahun yg lalu ayah meninggal dunia.Meninggalkan aku dan ibu jauh dari tanahair.Kini setelah lama hidup berdua dengan ibu , ibu kembali ke Rahmatullah pada 26 November 2011 yg lalu disaat umat Islam sedang menyambut kedatangan 1 Muharram tahun baru Hijrah.Sekarang tinggal aku sendirian diperantauan tanpa adik,kakak apalagi sodara.
Apa rasanya? Kalaulah boleh ku jelaskan dengan kata-kata yang pastinya hati ini hancur dada terasa sakit bila mengingatkan kesedihan yang terpaksa dilalui.Waktu aku dan ibu ditinggal ayah, kami berdua.Setidaknya masih mampu saling membujuk dan menjaga .Kini aku kehilangan orang yang paling penting…Ibunda tercinta.Saat ibu sedang sakit aku pernah berkata pada Allah ; ” Ya Allah kau ambillah separuh nyawaku untuk kesembuhan ibuku”.Pada kalian yang masih lengkap orang tua , hargailah mereka semasa mereka masih ada.Baktiku pada mereka sekarang ini hanyalah mampu mendoakan mereka di sana,Ya Allah berilah ketabahan buatku.Amin
Posted by Mardiana on Sabtu, 21 Januari, 2012 at 00:39
Innalillahiwainnailaihiroojiuun, suamiku meninggal tgl 4 Juni 2011 j 12.30 di RS Islam Surabaya, saat sedang bertugas disana di usia 46 thn, jam 09.30 kt msh komunikasi, jam 12.45 seorang suster mengabarkan suamiku sdh tiada, saat itu ak sdh sampai di Bandara Husein tu pergi ke Surabaya.. Sayanku kepergianmu yg tiba2 m’buat diri ini hilang arah…tp sang Khalik lbh menyayangi dirimu…
kalimat terakhir yg msh terngiang bahwa kau tergantung pdku, yg bermakna ak hrs m’besarkan anak2 seorang diri, tidak ada rs lelah palagi penat n cape, demi amanahmu…. sampai2 di 3 bln pertama kepergianmu aku bekerja tanpa kenal lelah, pagi sampai sore mengajar, malam bekerja di klinik, itu kulakukan tu menghilangkan sedikit rasa hampa krn kehilanganmu…lambat laun ak sadar bahwa hal tsb tdk baik jg tu kesehatanku, pdhal mata2 tak berdosa anak2ku sllu menanti kehadiranku…
Hampir 8 bln sudah kau pergi meninggalkan kami,… memandangi pusaramu mengingatkanku akn rindu yg ta pernah hilang, wlu luput dr pandangan.. namun ta kan pu2s dlm ingatan, kurangkai sgla rs ini mnjdi untaian doa.. Teriring sllu tu mu dgn segenap ksh sayang n cinta….Allahummagfirlahu warhamhu waafihi wa’fuanhu…
pintaku Ya Rabbi… berilah hamba kekuatan tu melanjutkan perjuangannya mendidik buah hati kt mnjd anak yg soleh n solehah….shg do’a2 mereka akn menerangi tempatmu agar sllu mnjdi tempat yg terindah di alam sana,
Ya Rabb…Jika MaghfirahMu telah sampai pd suami / ayah kami tercinta sebelum kami
Maka izinkanlah suami / ayah memberi syafaat untuk kami.
Tapi Jika MaghfirahMu lebih dulu sampai pada kami,
Maka izinkan kami tuk memberi syafaat bagi suami & ayahanda tercinta
sehingga kami bisa berkumpul lagi di SurgaMu …Amin YRA
Posted by Acik ika on Minggu, 22 Januari, 2012 at 21:15
tanggal 4 januari 2012
keponakan saya berumur 2 tahun 6 bulan meninggal karna terserang demam berdarah,
berat bgt menghadapin cobaan ini, kami sekeluarga mencoba ikhlas melepas kepergiannya., Kami begitu menyayangin nya, tapi Allah lebih sayang dia.
bagaikan mimpi anak yg sehat lucu tiba-tiba terbaring kaku,
padahal tahun baru dia masih sehat,masih bernyanyi, menari, bermain.
18 hari telah berlalu air mata ini masih mengalir berharap semua ini hanya mimpi,
rumah yang tadinya ramai dengan celotehan lucunya tiba tiba sunyi.
abank M. Rafael Dilamsah (mimi,pipi,nenek,papa,acik,bunda,om,yayi,nyai,uyut,adex civen) selalu sayang abank.
doa kami selalu untuk mu, walau abank hidup didunia hanya sebentar tapi kenangan mu selalu sampai akhir hidup kami.
Ya Allah kuat kan kami dalam menjalanin ini semua
kami tau ini yg terbaik
Posted by reni rahmawati on Selasa, 24 Januari, 2012 at 18:00
setahun yang lalu saya ditinggalkan oleh pacar saya, hubungan kami sudah menginjak 3 tahun, sekarang dia telah menghadap sang Khalik, walau sudah setahun berlalu, tapi saya masih sangat berduka, banyak pria yg mencoba mengetuk pintu hati saya, namun saya masih saja bergelimang dalam duka yg amat dalam,, bagaimana cara saya menghapus kesedihan ini?
Posted by viona on Kamis, 26 Januari, 2012 at 02:19
saya ditinggal suami, karena suami sakit kanker. Suami saya meninggalkan 2 anak yang masih balita…dan hanya selalu berdoa di setiap shalat saya..untuk kebahagian anak-anak saya dunia dan akhirat…..
Posted by Iwan on Sabtu, 28 Januari, 2012 at 12:57
Belum kepikiran,atau,tidak mau mikirin.
entahlah,mikirin yang di tinggal/hidup aja dulu,biar bersiap untuk mati.
Posted by sifa on Minggu, 29 Januari, 2012 at 20:58
aku ditinggal bapakku pada tanggal 22 januari 2011….
waktu aku tau bapakku meninggal rasanya seperti mimpi gak percaya bapak pergi begitu saja meniggalkan aku … padahal baru kemarin bapak sehat-sehat aja dan tau-tau besoknya bapak pergi meniggalkan aku begitu saja dari dunia ini ….
padahal aku baru menginjak 17 tahun dan belum menikah….
dan setiap jam,setiap menit,setiap detik aku selalu memikirkan bapak dan ketika memikirkannya aku langsung menangis ….
rasanya berat banget ditinggal bapak begitu saja…..
tapi yang pasti life must go on aku harus mengikhlaskannya….
Posted by yani on Jumat, 17 Februari, 2012 at 09:52
selamat jalan Naurahku sayang..ibu menyayangimu..tp Alloh lbh sayang padamu..19 januari’2012..engkau meninggalkan kami..tp..senyummu akan slalu ibu simpan..Terima kasih ya Alloh Engkau sdh menitipkan 6,5 th yg sungguh sangat berarti bagi kami..kami yakin engkau lebih berbahagia di sisiNya..semoga kita bisa bersama lg di kehidupan yg lebih kekal.
Posted by hidden s on Senin, 20 Februari, 2012 at 16:31
saya juga mengalami seperti yang saudara-saudaraku alami
Posted by hidden simbolon on Rabu, 22 Februari, 2012 at 20:30
Saya juga mengalami apa yang saudara-saudaraku alami , saya sedikit terbantu begitu membaca kisah saudara-saudaraku diatas.
Dua bulan yang lalu tepatnya tanggal 20 des 2011, istri saya yang sangat saya cintai meninggal dunia ketika melahirkan anak saya yang ke dua. (sebenarnya sudah anak yang ketiga tapi anak yang ke dua meninggal karena lahir belum cukup umur, karena pada saat mengandung anak saya yang kedua istri saya mengalami pendarahan berulang ulang, akhirnya di putuskan dokter untuk operasi pada usia kehamilan istri saya 7 bulan, operasi berjalan dengan baik anak saya lahir laki-laki tapi umurnya hanya bertahan sekitar sekitar 28 jam sesudah itu dia pergi meninggalkan kami waktu itu pada bulan mei 2010. Pada saat itu perasaan saya sangat hancur. Tapi saya sebagai suami tidak terlarut begitu lama karena saya harus mengurus istri saya yang masih terbaring kesakitan pasca operasi.)
Pada saat melahirkan anak saya yang kedua ini istri saya melahirkan dengan normal padahal dokter kandungan tempat kami konsultasi sudah menganjurkan untuk melahirkan, istri sayaharus operasi demi keamanan istri saya karna mengingat baru setahun yang lalu melahirkan dengan scecar. Tetapi itulah jalan Tuhan, Pada tanggal 20 des 2011 jam 01.30 pagi kami masuk rumah sakit, kami lagsung keruang kebidanan karena bidan juga sudah mengel istri saya , yang juga tenaga Keperawatan diruang ICU RSUD sanggau kalimantan barat Langsung menghubungi dokter spesialis kandungan tapi dokternya tidak mau turun mungkin keenakan tidur, sementara anak saya sudah mau keluar, dan istri saya sudah menjerit kesakitan karena dokternya tidak mau turun mau tidak mau, membantu istri saya untuk melahirkan normal. Sebelum anak saya lahir saya masih ngomong dengan bidan yang bertugas… apakah tidak berbahaya istri saya melahirkan normal… datang jawaban bidanya berdoajalah katanya… Jam 05 pagi anak saya lahir normal dengan jenis kelamin perempuan, tapi kondisi istri saya semakin lama akibat pendarahan hebat tensinya drop sampai. Setengah jam kemudian dokter kandungan baru turun dan begitu melihat kondisi istri saya langsung di sarankan ke ruangan operasi, di ruang operasi istri saya ditolong sementara dan pada saat itu kondisi istri saya stabil walaupun harus di tambah darah, begi stabil kondisi istri saya langsung di pindahkan ke ruang ICU saya sangat senang. Tapi tidak lama kondisi istri saya parah kembali akhirnya masuk lagi keruang operasi setelah di periksa dokter ternyata kandungan istri saya bermasalah. Akhirnya istri saya di anjurkan untuk striel kandungan dan ke pada saya di sodorkan blangko yang mau saya tandatangani sebagai persetujuan operasi. Operasi berjalan saya sibuk untuk mencari bantuan darah dan saya mendapat 3 kantong darah yang sesuai dengan gol..darah istri saya tetapi darah belum semua terpakai salah satu petugas mendatangi saya dan mengatakan kondisi istri saya gawat dan mengatakan masih mendapat pertolongan yang maximal mendengar itu saya berdoa..berdoa.. terus meminta permohonan pada tuhan supaya istri saya selamat sampai belum ada kabar yang menyatakan istri saya meninggal saya terus memanggil Tuhan dan saya disuruh masuk keruang operasi salah seorang perawat kawan istri saya. saya masuk dan melihat istri saya yang sudah terbujur di meja operasi tetapi saya belum tau istri saya itu meniggal apa tidak, saya masih tetap memanggil Tuhan dan salah satu dokter memberitahu saya bahwa istri saya sudah tiada baru saya berhenti berdoa dan saya menangis sekuat-kuatnya yang saya pikirkan bukan hanya saya siapa nanti kawan saya yang merawat anak saya ini.
Sampai sekarang sudah berjalan 2 bulan sesudah pemakaman yang saya rasakan semakin lama semakin sakit. Yang saya rasakan rasa rindu dan cinta saya kepada istri saya semakin lama semakin dalam. Saya putus asa, tidak ada semangat dan tidak ada arah. Belum lagi memikirkan anak saya yang pertama yang sudah berumur 6 tahun 6 bulan yang sudah sempat merasakan kasi sayang dari mamanya. yang membuat hati saya semakin tersayat. begitu melihat dia dari belakang air mata saya menetes. Sepertinya saya pingin cepat mati. Tapi begitu melihat kedua anak saya saya tersadar.
SAmpai saya telah jatuh ke dalam dosa yang paling dalam, sampai saya meragukan Tuhan dan memarahi Tuhan seakan akan tidak menyayangi saya dan kel…ku, saya merasa bukan orang yang paling jahat di sekitar saya kenapa mesti saya yang mengalami musibah yang seberat ini. Saya tidak mampu Semuanya perasaan saya sesak. Orang-orang, keluargaku hanya menyarankan aku utuk bersabar kadang dalam hati saya kalian tidak merasakan apa yang saya rasakan. Dan sekarang saya lebih baik menutup diri dari orang-orang, apapun dikatakan orang-orang dan kel… tidak bisa saya terima, saya merasa orang yang tidak berguna.
Tuhan Tolong aku dan anak-anak yang kau titipkan kepadaku berikan aku semangat, supaya aku bisa bangkit mendidik dan membesarkan anak-anak yang kau titipkan kepadaku. Utuk kawan kawan yang punya pengalaman seperti saya yang sudah bisa lepas dari masalah saya meminta dengan sanygat untuk menghubungi saya. dan membantu saya dalam Doa ini no. HP saya. 08125787149 dan 085245343997 Terimakasih.
Posted by Furkon on Kamis, 29 Maret, 2012 at 20:58
Hampir 40 hari aQ ditinggal oleh anak tercintaku…Dian Amelia…di usia yang ke 3,10 Tahun engkau telah dipanggil oleh Allah SWT,
kelucuanmu, kepintaranmu, selalu membayangi disetiap langkahku, disaat pulang kerja engkau selalu menyambutku…”ayah-ayah-ayah. ayahku datang” bermain,bercanda selalu bertiga…
hari itu engkau sakit panas, dan telah aq rujuk keRumah sakit. hanya 4 hari dirawat, dan tidak ada kejelasan tentang penyakitnya apa? Tuhan telah memanggilmu…
ya alloh tabahkan hati kami.?
Posted by Nina on Minggu, 15 April, 2012 at 01:24
15 februari 2012 pukul 3.00 wita bagai di sambar petir hati ini mendengar dokter mengatakan kalau suami ku telah tiada,separuh nafas ku tlah hilang,tak punya arah tujuan hidup ini di usia 28 th dan di usia pernikahan kami yg ke 10 bln dia tlah pergi,aku merasa hidup ini tak adil untuk ku,aku bingung apa yg hrs aku lakuin untuk isi hari2 ku,orang yg selalu menyayangi ku,merhatiin aq hrs pergi secepat ini.suami ku..aku sangat menyayangi mu,dirimu tak akan pernah terganti oleh siapa pun,kan ku bawa cinta ini utuh untuk mu sampe aku mati.tunggu aku di suga ya sayang.
Posted by kusmiati on Jumat, 27 April, 2012 at 22:59
sampai saat ini aku masih menangisi kepergian suami tercinta 4 tahun yll. kami sudah menikah 11 tahundan dikaruniai 2 anak……….
Posted by yulianti eggy on Rabu, 23 Mei, 2012 at 15:59
Belajar lebih Iklas Melepas Putra Tercinta kami Moch Rafael Mizbani Jum’at 4 Mei 2012 , walaupun betapa sakit nya hati kami tapi kami berterima kasih Allah telah mempercayai kami selama 7thn untuk mengasuh nya untuk menyayanginya, sakit panas nya cuman 2 hari entah kenapa ade langsung meninggalkan kami begitu cepat….semoga Allah Selalu menjaga anak ku semoga ujian semua ini menjadi berkah buat kami sekeluarga….Selamat jalan Anankku sayang semoga Allah mengumpulkan kita kembali di syurga amin,,,,,,,,,,