Pernah merasakan ditinggal mati oleh orang2 yang kita cintai?? bisa orang tua, pasangan hidup, anak, saudara atau siapa pun?? apa yang anda rasakan?? kesedihan yang tak berkesudahan atau merelakan orang yang kita cintai kembali ke Sang Pencipta?? .. Menurut artikel di Kompas.Com hari ini .. rasa kehilangan itu, bersifat individual. Begitu juga dengan proses untuk kembali bangkit dari keterpurukan. Kata seorang psikolog yang masih berduka setelah suaminya berpulang setahun lalu .. “Buku atau teori adalah pengalaman kata yang kadang seperti tidak menyentuh realitas pengalaman.” Barangkali psikiater Judith Lewis Herman dalam Trauma and Recovery (1997) dapat memberi penjelasan. Ia menulis, dalam kedukaan yang pekat ada satu situasi kritis di mana seseorang seperti berada di tepi jurang. Ada tiga pilihan di situ: diam, mundur, atau melompatinya.
Banyak orang memilih melompat dan berhasil karena kesadaran yang kuat bahwa hidup harus dilanjutkan. Untuk sampai pada keputusan itu, prosesnya bergantung pada pergulatan yang sangat personal dalam diri setiap orang. Yang bisa dikenali hanya pola, meski dukungan sangat dibutuhkan.
”Setiap orang akan mengalami pengalaman yang unik dan khusus, tergantung caranya ditinggalkan,” ujar Bu Sap, profesor di bidang psikologi. ”Saya bahagia karena Pak Sadli pergi dalam damai, tidak tampak kesakitan, dan saya ada di situ.”
Namun diakui, teman dan anggota keluarga adalah faktor penting pada masa-masa seperti itu. ”Teman itu kan pelabuhan hati,” ujar Ny Sophie Sarwono. Meski demikian, ketergantungan pada teman, sebagaimana pada anggota keluarga, ada batasnya. ”Semua orang sibuk, anak- anak kita juga sibuk. Hidup kita tidak boleh berhenti setelah pemakaman.”
Ia merasa ”beruntung” karena saat itu disibukkan acara reuni besar teman-teman sekolah di HBS (Hogere Burger School/sekolah setingkat SMP zaman Hindia Belanda) yang sudah disusun rencananya setahun sebelumnya. ”Saya punya kegiatan yang menyita tenaga dan perhatian,” kenangnya. Setelah itu ia pelan-pelan kembali aktif di berbagai kegiatan sosial.
Kuncinya Menerima
”Life must go on,” sambung Puri, yang selama enam bulan setelah kesibukan pasca-pemakaman selesai, tak tahu apa yang harus dilakukan. Sampai pada satu titik, ia dikenalkan seorang teman pada teman-teman (perempuan) yang menggandengnya menuju pencerahan spiritual-ilmiah. Dari pertemuan reguler ia menjadi lebih memahami hakikat kehidupan dan kematian.
Dalam bahasa lebih sederhana, Ny Ratna Sridharti mengatakan, ”Yang pulang tidak akan kembali. Saya ikhlas, karena kita semua memang harus pulang. Tinggal waktunya saja.” Pergulatan batin menuju ikhlas itu berlangsung sekitar tiga bulan. Setelah itu ia melanjutkan kegemarannya, merajut, berkebun, dan membaca; yang semuanya bersifat meditatif. ”Sekarang sudah tidak bisa berkebun lagi karena jalan saja harus pakai tongkat,” ujarnya.
Pertemuan dengan teman-teman dan keluarga dalam arisan reguler juga sangat membantu, dan karenanya, selalu ditunggu. ”Tetapi teman-teman yang sudah sepuh lama-lama juga habis karena pulang duluan.” Ny Lien menarik diri dari seluruh kegiatan sekitar satu tahun. Namun teman-teman dan anggota keluarga tak jera mendekatinya, sampai akhirnya Lien dapat menangis. Ajaib, tangisan itulah yang menyembuhkan.
”Akhirnya terpikir, untuk apa saya begitu terus. Kesedihan membuat saya meninggalkan orang-orang yang mencintai saya,” ujar Ny Lien yang kini aktif di organisasi sosial Ikatan Wanita Melur di Bandung.
Karena menyadari pentingnya peran teman dalam masa-masa transisi seusai pemakaman suami, Ny Sophie Sarwono mengajak Bu Sap untuk sering bertemu, nanti, kalau kesibukannya sudah berkurang. ”Ayo, kita ngobrol, yang ringan-ringan saja… talking nonsense….” (Kompas.com, Minggu 27 Januari 2008, 12:24 WIB, MH/IND)
Artikel terkait :
Usai Pemakaman




Jan 27, 2008 @ 17:11:08
Jujur, saya belum mempunyai pengalaman ditinggal mati oleh orang2 yang berkesan yang begitu mendalam. Kakek nenek saya meninggal ketika saya masih berumur kurang dari hitungan sepuluh jari. Meski tetap menorehkan kesedihan, namun hal itu belum dalam taraf seperti yang abang sampaikan bahwa kita seperti dihadapkan dalam sebuah tepi jurang dengan 3 pilihannya.
Ada juga beberapa sodara, teman yang meninggal tapi juga belum membuat saya dalam kondisi kesedihan yang akut. Tapi yang jelas .. akan tiba saatnya saya juga akan merasakan kepedihan yang amat sangat kelak, tapi mudah2an saya akan bisa menghadapinya.
Sungguh sedih baca tulisan abang, saya tiba2 teringat dengan kedua orang tua saya yang udah tua, saya banyak kehilangan waktu untuk menemaninya, menghabiskan sisa2 hidupnya karena terdampar di negeri antah berantah ini.
————————–
Jan 27, 2008 @ 17:16:49
Saya sudah Bang …
Bunda menghembuskan nafas terakhirnya di pelukan saya, gampaang sekali…, menyebut nama Allah sampai kali kelima hingga akhirnya terdiam.
Ayah meninggal saat saya masih ada di Yogya, jadi saya bilang makam-kan saja .. karena saya butuh waktu lama untuk sampai ke Sumatra, tapi saya ikhlas…
Kuncinya kita mesti ikhlas menerima sebagai konsekuensi adanya kehidupan dan Yang Maha Menentukan atas kehidupan itu…
————————–
Jan 27, 2008 @ 18:50:56
Jadi ingat, dalam sebuah komik .. saat seorang ibu ingin bunuh diri karena anaknya terbunuh. Diminta sang ibu ini oleh Shanou, agar mencari anggota keluarga yang lain yang tidak pernah ditinggal meninggal dunia…
Akhirnya ibu ini sadar, bahwa setiap orang pernah ditinggal wafat. Lengkapnya di komik Shanou Yoshitsune… serinya (maaf) lupa
————————-
Jan 27, 2008 @ 19:29:19
Duh .. saya malah jadi inget cerita si tante yang jadi cerpen di blog saya kemaren.
Saya sendiri belum ada pengalaman yang begitu dalam soal ditinggalkan orang yang dicintai.
————————
Jan 27, 2008 @ 22:20:46
Pada saat yang kita cintai berada di samping kita, seringkali kita menyia-nyiakannya. Baru setelah kita kehilangan untuk selamanya, tersadarlah diri kita, betapa kita sangat mencintai dan merindukannya …
————————
Jan 27, 2008 @ 23:53:54
Saya sedih .. saya baru ditinggal bapak .. tadi mba Tutut sama mas Bambang nelpon .. katanya Bapak mati
———————–
Jan 28, 2008 @ 09:32:58
Saat ini saya sedang gamang karena ditinggal seseorang. Bukan karena kematian sih .. tapi karena hal lain.
Terima kasih Bang tulisannya menyadarkan saya kembali. Ya, ”Life must go on.”
————————–
Jan 28, 2008 @ 09:33:12
Brainstorm … oh paman Gober itu ternyata “Bapakmu” ya
Bang,
Saya jadi sedih membaca tulisan di atas … teringat sudah lama saya tidak berdoa memohon agar kelak jika pergi tidak merepotkan yang masih harus melanjutkan perjuangan di dunia yang ini (jika terpaksa merepotkan .. ya kalau bisa minimal sekali).
Parahnya .. saya menolak untuk berpikir bagaimana kalau saya yang ditinggalkan oleh orang-orang yang saya sayangi. Saya mem-blok pikiran saya sendiri karena takut membayangkannya.
Pada saat nenek saya meninggal, saya tidak bisa menangis padahal kami “dekat” satu sama lain, begitu juga saat menghadiri pemakamannya. Saya melihat beliau dibaringkan di atas tanah, tapi entah kenapa rasanya beliau selalu bersama-sama kami hingga sekarang. Sepertinya perasaan saya jadi tumpul …
Saya takut…

————————-
Jan 28, 2008 @ 14:25:54
…
Ditinggalkan…
Harus siap dengan kata-kata dan kenyataan itu…
Ditinggalkan…
Seakan-akan sesosok momok yg menakutkan…
Ah… Memang hidup itu demikian…
Sewaktu-waktu akan ditinggalkan,
di waktu yang lain akan meninggalkan…
————————-
Jan 28, 2008 @ 20:10:07
Takut jadi tumpul hatinya karena Takut memikirkan ditinggal orang-orang yang dicintai.
Takut diri sendiri tidak bisa chusnul khatimah. Apakah ini tanda-tanda takut pergi?
———————–
Jan 28, 2008 @ 23:01:24
Amin Bang.
Waktu Papa dan Mama meninggal dulu, aku juga meng-ikhlas-kan mereka, karena aku percaya hanya dengan cara itu aku bisa melangkah ke-depan, dan aku yakin itu juga yang mereka ingin-kan dari-ku
————————–
Jan 29, 2008 @ 18:36:30
Hiks ditanyain =D> .. insyaallah dibaca akhir minggu ini, karena kebetulan belakangan ini sulit benar meluangkan waktu untuk membaca .. padahal sudah ditenteng-tenteng kemana-mana, Jakarta-Balikpapan-Samarinda-Balikpapan-Jakarta lagi hehehe …
————————
Feb 01, 2008 @ 11:09:55
Habis udah keduluan pengumuman ke Banjarmasin via Surabaya yang seru itu…

———————–
Sep 20, 2008 @ 14:46:14
Suami saya baru meninggal 29 Juli 2008 lalu, hancur hatiku … kita baru menikah belum sampai 4 tahun. Anak 2 masih kecil. Satu 3 tahun, yang kecil 1 1/2 tahun ..
Memang butuh waktu .. saya berusaha — mungkin 100 hari lewat sudah lebih baik perasaan ini …
Mohon doa yaa agar saya kuat menghadapi …
—————————
Sep 25, 2008 @ 08:13:22
Ditinggal untuk selamanya sama orang yang kita sayangi? Dua kali ku alami Bang.
Yang pertama ditinggal oleh ibu … dunia rasanya ikut mati begitu ditinggal oleh seseorang yang membesarkan kita tanpa pamrih sebelum kita sempat membalas budi beliau.
Yang kedua oleh seorang sahabat … walaupun tidak ditinggal mati. Tapi persahabatan yang putus terasa begitu membekas sampai sekarang.
—————————-
Okt 04, 2008 @ 11:49:58
terharu…
sejauh ini aku belum pernah merasakan sprti itu
tp smg aja g prnh
benar kata abang, mending gw yg pergi duluan
mkasi bwt cerita ini
hiks…hiks…hiks
Agu 06, 2009 @ 23:27:40
Saya sangat terharu setelah membaca kisah kisah yg sangat sedih,ini semua sama dengan semua pengalamanku yg di tinggalkan keluargaku untuk selamanya,makasih untuk semua yg membuat kisah ini
Sep 30, 2009 @ 23:43:46
Memang tidak mudah utk menghilangkan kesedihan karena kematian….terutama kematian anak……….
Saya merasakannya s/d hari ini tgl 30 Sep 2009 rasanya tidak punya harapan dan tidak punya arah hidup ini mau kemana…
Yahhh…anak saya Gina Salma = 10 thn meninggal tgl 28 Ags 2007 karena DBD…..Sungguh hati ini …rasa-rasanya tercabik-cabik..sedih….teriris dll ..Mohon doanya agar kami tabah menghadapi cobaan ini…Amien…
——
Andi / 022-70775575
Okt 06, 2009 @ 05:58:08
Ya,,mmg ditinggal ma org yg sngt kita cinta’i mmg sngt mnyakitkn….
Dlu q prnh mNgalami haL it_nenek q meNingGaL??rasa’y q tak menyangka ja bkal secepat it…bru 7 hri q bs menerima keadaan it?tp mmg jika qt merasa sndiri rasa kehilangan it akan muncul kembali…
Tp qt hruz ikhlaz krn smua it akn kmbali pada NYA.
Okt 06, 2009 @ 06:00:03
Memang kata “Ikhlas”it mudah di ucapkan tp susah di terapkn,,:-)
Okt 06, 2009 @ 19:04:08
Inalillahi…
Des 16, 2009 @ 10:52:18
Saya seneng dgn artikel ini,saya mengalami hal yg sama,saya bru menikah,hanya tiga bulan saya bersama dgn istri,stlh it ia meninggalkan saya tuk slamanya krna hamil di luar kandungan,pendarahan,sedih bngt rasanya bang,sudah 3 x saya alami di tinggal mati,prtama ibu,nenek,tp yang ketiga ini yg maha dahsyat sakitny krn kmi pcran jrak jauh slama 2 thn di bangka dan saya di batam,slama it cuma 3x brtmu sblm akhrny nikah tgl 25 april 09.Slama pcrn it saya tdk pernh slingkuh wlpn jauh.Dan saya pun yakin dgn ny di sana tdk slingkuh.Semangat hidup udh ga da lg,wlpn saya udh coba untk bngkit tp tdk bisa buat saya kmbli normal sprti sblmny.Saya mrasa menjadi org lain stlh di tinggal istri trcinta.Saya sangat memahami perasaan anda semua yg senasib dgn saya.
Des 16, 2009 @ 10:55:38
Salam buat bang andy yg di tinggal anaknya,saya mengerti apa yg abg rasakan,
Apr 16, 2010 @ 18:13:53
70 hari tepatnya saya ditnggal mati oleh kekasih saya, kami berhubungan sekama 5 tahun lebih dan akan bertunangan pada besok harinya,,, what a nightmare!!!
Apr 17, 2010 @ 14:12:36
saya baru saja ditinggal oleh anak ke2 yg masih berumur 5bln karena sakit,sedih sekali apalagi setiap ingat perjuangan saya & keluarga utk mencari kesembuhan bagi anakku,selama 1,5 bulan kami setia menunggu di depan ruang picu rs sampai akhirnya senin,29 maret lalu anakku masih berjuang untuk bernafas sampai aku tiba di rs untuk menciumnya terakhir kali,semua aku lalui dengan ikhlas karena anakku adalah malaikat yang diturunkan Allah untuk keluargaku,setelah pemakaman saya tetap berusaha untuk tegar walaupun kadang air mata menetes tanpa sadar setiap selesai sholat atau saat memandang foto2nya,cukup 1minggu saya tidak beraktifitas setelah itu semua berjalan seperti biasa,mengantar sekolah si kakak dan kembali ke kantor karena saya sadar anak adalah titipan & saya masih mempunyai 1 tanggung jawab tersisa.Program hamil pun mulai kujalankan walaupun saya sadar bahwa tidak ada yg bisa saling menggantikan..selamat jalan anakku adnandita preeya justitio,tunggu mamah disurga ya nang..
Mei 11, 2010 @ 12:18:21
Tgl 15 April 2010 yang lalu saya baru ditinggal isteri setelah operasi cesar kelahiran anak kedua akibat pendarahan pasca operasi, tetapi anaknya (laki-laki) sehat sampai saat ini. Anak pertama perempuan berumur 2 tahun 4 bulan. Kasihan mereka, pada usia sekecil itu sudah ditinggal ibunya. Saya sudah ikhlas dengan kepergian isteri saya. Saya sedih bukan semata-mata kehilangan istrei saya tercinta, tetapi merasa iba melihat kedua buah hati saya sehingga sampai saat ini masih tidak bisa menahan air mata ini.
Mei 19, 2010 @ 19:38:49
wah saya senasib sama bung bebey, istri meninggal dunia pada bulan April 2010 karena masalah kehamilan ,meninggalkan 2 orang anak juga yang masih kecil2, yah memang hancur lebur rasanya ,memang sangat menyedihkan melihat anak-anak tanpa ibu mereka.
Jun 01, 2010 @ 11:09:41
Hari ini Genap 1 Tahun saya ditinggal Almarhum Suami Trcinta.
Sampai saat inipun masih sulit rasanya melupakanya, Saya di tinggal Almarhum pada saat usia prnikahan baru memasuki bulan ke tiga, rasanya pada saat itu separoh nyawa saya pergi, pupus sudah impian indah bersamanya. Sempat bertanya kenapa maut yang pisahkan kami, kenapa takdir kami seperti ini.
Saya menyayanginya tetapi saya sadar Allah lebih Sayang padanya. Sampai sekarang saya masih belajar mengikhlaskan kepergiannya, dan Hanya Do’a yang dapat kita kirimkan untuk Orang yang kita sayangi, semoga Ia di tempatkan di antara Orang2 b’Iman..Amiin..
Jun 25, 2010 @ 15:34:37
sedih juga membaca cerita tersebut , keluarga saya juga mengalami itu . kakak saya ber-umur 28 tahun meninggal dunia karena sakit tumor pankreas ,dia meninggal pada tanggal 4 juni 2010 , dy meninggalkan 1 anak dan suaminya . mama saya selalu sedih , saya dan kakak” saya yang lain sudah berusaha menenangkan dan membuat mama trsnyum , tapi sepertiy mama ku blm bisa mengikhlaskan dan blm bisa menerima kepergian kakak saya . :’(
Agu 26, 2010 @ 22:53:49
saya punya pengalaman yg sama dgn mbak yuni, saya ditinggal suami saat si kecil berusia 7 bln. Rasanya pilu sekali hati ini ketika mengingat kejadian itu.. Dan sampai skrg setelah 6 thn berlalu, dan meskipun kini saya telah menikah kembali, tetapi kenangan akan alm. Suami msh tersimpan di hati dan rasa pilu yg sama selalu mendera manakala saya mengingatnya atau memandang si kecil..
Semoga Allah berikan tempat terbaik baginya.. Amien..
Sep 08, 2010 @ 13:21:08
mendengar semua cerita sedih ini saya mo coba sharing juga nih…..baru 1,5 bulan saya dan istri ditinggal buah hati tercinta yang berusia 6 tahun lebih….awalnya kami shock dan ga percaya dia telah pergi meninggalkan kami….tidak ada firasat atau tanda2 apapun yang kami rasakan kalau dia mo pergi….hanya 4 hari sakit dia lalu pergi tuk selama2nya….pedih hati kami…kemana2 kami selalu ber 3…bercanda dan tertawa bersama…ohhh..Ya allah kami mencoba tegar dan truz belajar untk ikhlas dan sabar…walaupun tetap kenangan tentang dia kadang truz membayangi kami sehingga kadang kami jadi sedih kembali……tapi kami tetap berusaha bangkit dari kesedihan ini dan berdoa semoga diberi pengganti seecepatnya…..amin
selamat jalan ananda “dimaz” tunggu ayah dan bunda di surga ya sayang….
Sep 19, 2010 @ 18:39:30
Suami saya meninggal hari jumat 27 agustus 2010, rasanya tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, kesedihan dan rasa kehilangan yang sangat dalam hingga saat ini masih terus saya rasakan. Saat ini saya hanya berdiam diri dirumah, tidak masuk kantor dan juga malas berbicara dengan orang lain. Saya benar2 merasa kehilangan, tidak ada tempat curahan hati, tidak ada lagi yang menyayangi dan memberikan perhatian. Suami saya sangat menyayangi saya dan selalu memanjakan saya. Selama 11 tahun berumah tangga dan dikarunia 1 putra kami selalu rukun dan saling menghargai. Entah kapan saya dapat mengikhlaskan kepergiannya……. Suamiku kau akan selalu mengisi hati dan jiwaku, tak akan ada yang bisa menggantikan posisimu dihati ku……. Tunggu bunda disurga yah, kita pasti akan berkumpul kembali………………
Okt 03, 2010 @ 07:18:03
innalilahi wainnailaihi roji’un………ya allah semua milik-Mu dan akan kembali pada-Mu…sudah sebulan aku ditinggal bayiku,bayiku keracunan ketuban sungguh sedih hatiku bayi yg ku tunggu2 selama 9 bulan dikandungan tapi meninggalkan kami begitu cepat.selama 9 bulan dikandungan aku udah merasa bayiku ada,selalu diajak ngobrol,diajak becanda kadang selalu berebutan ma suamiku…kalo inget itu sedih rasanya….kadang aku menyalahkan diri sendiri karena usia kehamilanku yg melewati batas 9 bulan lbh 10 hari sehingga ketubanku meracuni bayiku,kadang berfikir apakah allah marah padaku karena pada saat mules persalinan aku malah teriak2 gak karuan karena menahan sakit yg luar biasa sgt sulit aku mengeluarkan kata2 asma allah ya allah ampuni aku…..,kadang aku menyalahkan dokter yg nanganin aku pd saat 9 bulan aku control dokter bilang tunggu seminggu lagi knapa gak lgsung pd wkt itu jg bayiku dikeluarkan,kadang nyalahin dokter persalinan kenapa gak ke cek air ketuban udah beracun masih saja dilakukan persalinan normal kenapa gak disesar?apa gak keliatan di usg kalo air ketuban udah keruh?kadang nyalahin aku jg kenapa aku gak kerumah sakit yg mahal sekalian semua campur aduk hingga membuat kepalaku panas mungkin ini yang namanya stres….ya allah ampuni aku ternyata itu hanyalah syetan yg mencoba mempengaruhi aku untunglah suamiku terus membimbing aku supaya aku sabar dan ikhlas menerima ini….kenapa harus bersedih toh bayi kita sudah bahagia di syurga bersama malaikat,harusnya kita bangga anak kita masuk syurga nanti anak kita akan menjemput kita dipintu syurga amin selalu ku ingat itu astagfireloh ya allah ampuni aku…aku ikhlas ya allah semua ini adalah kehendak-Mu semoga engkau menggantikannya yg lebih baik semoga engkau berkenan menitipkan anak kembali padaku yang sehat,panjang umur amin amin ya allah…….
sudah 5 tahun juga ayahku pergi…pada waktu itu aku dan keluarga sangat sedih sekali karena ayahku tumpuan keluargaku,dengan berjalan waktu alhamdulilah kesedihanku dan keluarga tidak berlarut-larut karena waktu itu aku kembali aktivitas kuliah,kerja dan skrg sudah menikah tanpa didampingi ayahku……..
Okt 05, 2010 @ 14:13:01
Aku juga adalah wanita yang sama yang baru 100 hari ditinggal suami tercinta, tepatnya tanggal 29 juni 2010. Sungguh tiada kuduga dimalam itu malam 10 th usia pernikahan kami, harusnya pada saat itu kami sedang berbahagia karena merayakan ulang tahun pernikahan yang ke 10, tapi tragis ditanggal yang sama pula kebahagiaan dan kesedihan bercampur menjadi satu, setelah sakit selama 2 minggu karena leukimia yg dideritanya sudah akut suamiku tidak dapat bertahan lagi, dan akhirnya kembali ke Illahi Rabbi, Kadang kala ketika aku sendiri masih tak percaya akan apa yang terjadi serasa suami masih belum meninggalkanku, Ya Allah ampunkanlah semua dosa2 nya bukakanlah pintu syurgamu untuknya, jadikanlah anak2ku menjadi anak yg sholeh, mudahkanlah kami mencari rizki, dan kami diberikan keikhlasan dan kesabaran menjalani ini semua, Amieeen2 Ya Rabbal Alamiin
Nov 03, 2010 @ 02:29:35
saya sangat mengerti perasaan bu yuli, karena sayapun baru 40 hari ditinggal suami saya. 2 minggu pertama hati terasa tercabut paksa bila terbangun dari tidur. Kami menikah juga baru 10 tahun, putra kami berumur 8 tahun dan putri 5 tahun.
Pengalaman yang entah bagaimana saya menggambarkannya. Suami bersama anak2 tinggal di jogja, saya sendiri kerja di Bogor. Kami bertemu hanya 2 minggu sekali selama 2,5 tahun ini. Beliau meninggal saat saya sedang di Bogor.
Setiap hari setelah beliau tak ada saya hanya membuka situs2 yang berisi informasi kematian.
Saya mencoba mencari jawaban atas peristiwa ini. Dan, memang semua adalah milikNya. Dunia ini memang betul2 sementara.
Bila saya merindukan fisiknya, langsung saya arahkan rindu saya pada Allah Ya Rahman..
Cinta kita, hidup kita, nafas kita, dan semua milik kita tak lain dan tak bukan adalah memang hanya untukNya.
Hidup di dunia ini memang hanya ibadah kepadaNya. Dan pengertian ibadah sangatlah luas.
Semoga kita menjadi orang yang ikhlas pada takdirNya.
Semoga kita menjadi orang yang sabar pada setiap cobaanNya.
Karena Allah menjanjikan hadiah untuk hambaNya yang ikhlas dan sabar.
Jangan biarkan setan mencoba memasuki hidup kita dengan melenakan kita untuk merindukan sosok fisiknya. Karena yang masih memerlukan dukungan dan bantuan kita adalah ruhnya. Ruh suami kita yang memerlukan bantuan doa doa kita.
Sungguh cobaan semacam ini adalah sangat berat bagi saya. Namun ini pasti karena kami dicintaiNya.
Semoga kita semua yang masih di dunia dan telah mendahului kita mendapat ampunan dari Allah dan safa’at dari Rosulullah SAW..
Amin ya rabb ya rahman ya ro’uf…
Nov 11, 2010 @ 11:38:21
innalilahi wainnailaihi roji’un……saya seorang ibu yg baru kehilangan seorang putra berusia 3 th krn sakit,begitu sedih&rasanya separuhnya nyawa saya hilang setelah kepergian putra kesayangaku.Alhamdulillah saya diberi kekuatan olehNYA dalam mengantar kepergian putra saya menghadap Yang Kuasa smp mengantar ke peristirahatannya yg terakhir.
Saya & keluarga berusaha untuk ikhlas menerima ketetapanNYA dan saya percaya akan janji Allah bahwasanya anak yg blm baliqh akan menjadi tabungan bg ayah bundanya di surga.
InsyaAllah anakku ‘NUR AZMI’ akan menjadi tabungan bg kami untuk menuju surgaMU YA ALLAH
Tunggu & jemput bunda & ayah ya sayang didepan pintu surga……
Nov 11, 2010 @ 14:03:28
Saya juga bisa merasakan perasaan ibu Yuli dan Ibu Dona. Saya juga seorang istri yang ditinggal mati oleh suami, tepatnya tanggal 26 Agustus 2010. Di saat umat muslim melaksanakan ibadah puasa, suamiku meninggal tepat 6 tahun usia pernikanan kami. Hari itu adalah hari yang tidak pernah saya lupakan, saat sahur kami berdua dan pagi hari di saat saya mau berangkat kerja suamiku juga mengantarnya, tapi pada siang hari saya mendapati suami saya menderita di rumah sakit karena terjadi kecelakaan maut. Tapi aku masih bersyukur karena suami menghembuskan nafas terakhir berada di sampingku. Dia pergi dengan meninggalkan senyum di bibirnya. Menandakan keikhlasan. Selama 40 hari saya masih sulit melupakannya apalagi di saat saya melihat putra semata wayang saya yang saat ini berumur 5th, air mata tidak bisa dibendung pasti keluar tanpa saya sadari.
Tapi apa mau dikata takdir tidak bisa kita hindari, ALLAH adalah pemiliki mutlak makhluk di bumi, dia berhak mengambil siapa saya yang lebih dicintai. Saat ini saya mulai menyibukkan dengan rutinitas kantor yang banyak menyita pikiran, lambat laut perasaan ini mulai tenang. Kenangan suami saya akan terus berada dalam hati saya meskipun alam telah memisahkannya. Selamat jalan suamiku tercita… semoga suatu saat kita dapat dipertemukan di alam yang sama.
Des 21, 2010 @ 11:58:02
Ternyata aku tdk sndiri yg mngalami kisah yg tramat pedih di tinggal oleh orang yg kt syangi. Aku di tnggal istri selamanya pd hr sabtu 20 nov 2010 jm 3.15 beberapa jam setelah melahirkan anak kduaku jm 12.20. Anakku slamat tp istriku meninggal krn pndarhan. Seakan hati ini d sayat2 ktka mlihat anak2ku yg msh polos, yg bsar prmpuan 6 thn dl bgitu dkat dgn ibuny kini hrs sring brtnya kmn ibunya. Pdhal aku sll rutin priksa khamilan d RS dn ktk melhirkn jg dlam keadaan shat…bhkan sesaat stlah melhrkan dia smpat brbncang dngku…7 thn telah kmi mnkah hrs brkhir dg perpisahan yg mnyakitkan…atik istriku slamat jalan…kan kubesarkn anak2 kt dg ksih syang…smga engkau brada d tmpat brsm orang2 yg mati sahid..amin..
Des 24, 2010 @ 23:56:29
saya juga baru ditinggal oleh suami saya tepatnya 03 oktober 2010.
Rasanya saya tidak ada semangat hidup lagi, tak ada kekuatan lagi.
Benar kata orang suami adalah belahan jiwa , nafas dan kekuatan kita.
Setiap orang mengatakan saya harus mengikhlaskannya, mungkin bagi orang yang belum mengalami bisa mengatakan begitu, tapi bagi saya amat sangat terasa berat.
pada awalnya saya sampai tidak mau sholat karena saya merasa Allah tak adil sementara saya yang selalu taat padaNya yang selalu melakukan sholat wajib dan sunat dan tak lupa membaca alquran tapi diberi cobaan seberat ini, tapi orang yang tidak taat padaNya tidak diberi cobaan berat. Tapi dengan berjalannnya waktu akhirnya saya bisa menerimanya walaupun belum seutuhnya.
Kini yang terasa adalah rasa bersalah saya karena sebagai istri saya merasa belum sempurna berbakti pada suami saya.
Sampai saat ini kerja saya juga hanya membuka situs – situs tentang kematian dan mendengarkan ceramah2 agama itu saya lakukan pada malam hari untuk mengusir rasa kangen saya setelah anak saya tidur.
Biasanya saya mempunyai usaha rumah makan dan warnet, tapi semenjak suami saya wafat warnet saya kontrakan dan rumah makan saya serahkan pada karyawan saya, tak pernah sekalipun saya datang ketempat usaha saya.keinginan saya untuk usaha sudah tidak ada lagi.
Kini kerja saya hanya beribadah saya untuk mengisi sisa hidup saya ini, ibaratnya buku kehidupan saya sudah saya tutup semenjak suami saya wafat.
Saya selalu berdoa ya Allah maafkan kesalahanku pada suamiku, maafkan kesalahan suamiku Ya Allah, lapangkan kuburnya, terangi jalannnya, terima amal ibadahnya, jauhkan dari siksa kubur, masukkan dia di surgaMu.
Dia suami yang baik Ya Allah aku bangga menjadi istrinya.
Dia MilikMu Ya Allah, kini telah kembali kepangkuanMu.
Terima kasih Ya Allah Kau beri aku kesempatan mencintai dan menyayanginya dengan segala kekurangan dan ketidak sempurnaanku.
Beri aku keikhlasan, kekuatan dan kesabaran tanpa batas.
Pertemukan aku kembali Ya Allah, jadikan aku istrinya dunia akhirat, tolong jaga kesetianku padanya, beri aku petunjuk cara aku berbakti padanya kini dan tempat aku disisinya dimana dia berada.
Pada wanita yang masih mempunyai suami tolong cintai suamimu terimalah dengan segala kekurangan dan kelebihannya . Karena setelah dia tak ada barulah terasa bahwa ternyata kita sangant membutuhkannnya karena setelah dia pergi baru terasa apalah arti seorang suami karena dia adalah belahan jiwa kita
Jan 11, 2011 @ 21:55:57
Kehilangan orang yg kita cintai memang amat menyedihkan….apalagi jika ketika diambil kita tidak sedang berada disisinya……
Suamiku meninggal dalam bencana tsunami tahun 2004, sedih hancur semua kurasakan, tapi aku selalu mohon kekuatan pada Allah agar bisa tegar jalani hidup ini tanpa dirinya……Hanya Allah yg bisa menolong kita dari smua kesedihan……dan persoalan hidup ini…
Enam tahun yang lalu, aku terbujur kaku disalah satu rumah sakit.
Tiba2 kurasakan pusing dikepalaku, Ya Allah kenapa tiba2 aku pusing…
Kupandangi botol infus dan lampu yg bergoyang, bisikku apakah gempa???
kuberzikir dalam hati, sperti yg di ajarkan ibuku jika gempa kita harus melafalkan LA ILLA HA ILLALLAH….
Sampai akhirnya gempa reda……
Hati terdiam sunyi sepi kurasakan, teringat akan orang2 yg aku tinggalkan…….
ah…mungkin ini hanya perasaan kusaja, karena aku ga pernah jauh dari mereka
kupandangi foto mereka…..dan hatiku kembali berbisik, Ya Allah aku sangat merindukan mereka…..
dalam baring kesendirianku ku lafalkan selalu namaMU untuk mengurangi perasaan yg tak menentu ini….
Senin, 27 desember 2004
Aku mendengar kabar kalau Banda Aceh telah dilanda Tsunami……………….
semua hancur…………….detik itu juga hatiku ikut hancur…….
Ya Allah, bagaimana nasib orang2 yg aku cintai……………..
bagaimana nasib seluruh keluargaku????
Aku terdiam, tanpa kata hanya air mata terus menemaniku dalam zikir
Memohon pada Allah…..terus memohon agar aku kuat dan bisa pulang….
Kondisiku makin drop pada saat itu, hingga aku tak di izinkan meninggalkan rumah sakit
aku terus memohon pada dokter agar aku diizinkan pulang……..
Hingga suatu hari aku bertanya pada dokter, dok….saya ga tau apa yg terjadi pada keluarga saya di Aceh
Saya tak sanggup lagi menjalani pengobatan ini….saya tak perduli lagi apakah saya akan sembuh
Saya hanya ingin tau bagaimana nasib keluarga saya………
Jika dokter jadi saya, apa dokter mau hanya terbaring disini?????
Dokter itupun berlalu tanpa kata…….
Aku kembali terdiam dan menangis……tidur dalam kegelisahan………..
Ya Allah, tiada henti2 aku berdoa agar keluargaku diselalmatkan………
Hingga suatu malam dokter melakukan penyedotan cairan di paru2ku….
setelah itu dia berkata, “besok kamu dah boleh balik indonesia…”
Ya Allah serasa semua jadi begitu ringan, aku persiapkan diriku untuk pulang,wl dengan taruhan aku tidak dapatkan site dibandara
dengan pertolongan Allah aku bisa mendapatkan penerbangan penang – medan, wl harus delay hingga 8 jam….
Sesampainya di Medan aku dijemput keluarga suamiku………….
kurasakan kasih sayang yg sedikit berlebih dari mereka…..
ah….ini mungkin karena aku sedang sakit……..
hari demi hari aku terus berusaha menghubungi keluargaku di Aceh
ketika terhubung, aku menanyakan kabar suami n anakku
katanya suamiku sedang mencari keluarganya……..
aku sedikit lega mendengarnya……..
ternyata mereka sedang membohongiku………
hingga akhirnya mereka menceritakan semua…….
lagi2 aku terdiam terpaku tanpa kata……
Ya Allah kau telah mengambil dia dari sisiku, ketika aku tak ada disisinya
Mengapa Ya Allah, apa aku salah ??????
Hanya seginikah kebahagiaan yg bisa kureguk bersamanya…
Hanya seginikah kebersamaan kami………….
Ya Allah….aku terus bertanya dalam hati…..aku sujud padaMU, aku mohon Ampunanmu….
seandainya aku boleh meminta, selamatkan dia untuk kami……..
Suatu hari ku sadari semua pertanyaanku takkan pernah menemukan jawaban
Engkau lebih mencintai nya dari pada Aku…………
Jika memang itu yang terbaik untuk kami …..aku berusaha untuk mengikhlaskan semuanya
Aku berterima kasih karena Allah masih menyisakan putri kecilku yg manis
dialah alasan aku selamat dari operasi yang kujalani……
untuk dialah aku tetap sehat dan berada disini
Honey……..aku akan selalu menjaganya untukmu..untuk kita
Beristirahatlah dengan tenang……..Allah punya rencana lain untuk kita
Masih terngiang pembicaraan terakhir kita malam minggu itu……..
Honey…..kau berkata….Baik-baik ya disana……istirahat dan jangan banyak pikiran…..
dan masih banyak lagi yg tak mungkin kutulis disini………..
Tak pernah ku sangka ini adalah pembicaraan kita yg terakhir………
Ya Allah……..berikan kami kekuatan untuk tetap bisa hidup tegar
Karena aku yakin semua ini kau berikan padaku karena aku sanggup menerimanya…
Besarkanlah hati ini…….hapuslah air mata ini………..bahagiakan kami………….
Kuatkah iman kami selamatkan kami dari marabahya….
Hanya padaMU aku berlindung Ya Allah…………
6 tahun sudah kujalani semua tanpamu…………
berbagai cobaan n rintangan telah kami jalani tanpamu
walau terkadang hati ini terasa letih tanpamu….
Ini semua takdir Allah…..harus kuat harus bisa harus tegar….
Ini kenyataan yg harus kuhadapi……….walau sendiri…….
Paling tidak aku tegar untuk anakku……….
Sayang……..maafkan mama yg tak bisa membahagiakan mu seperti waktu ada papa
mama selalu menyayangimu dan selalu menemanimu tumbuh menjadi anak yg tegar
walalu terkadang kita dianiaya oleh orang lain……itu cobaan dari Allah……
kita tetap harus sabar dan kuat menjalaninya………
Allah akan memberikan kebahagiaan yg sesungguhnya untuk kita…………….
yang terpenting kita harus selalu bersabar dan sujud padaNYA……..
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un…..Semua yg berasal dari NYA akan kembali padaNYA
kita semua akan berkumpul kembali…..suatu saat nanti…….
Feb 06, 2011 @ 12:16:53
kisah ku sama seperti abang.
berpulangnya nenekku,terjadi ktika 2 minggu lebih setelah aku pergi
meninggalkan beliau,karena mesti berangkat ke jogya untuk praktek kerja.saat aku pamit mw brangkat.nenek brkata :”kok lama bnget disana”..aku jwab :”emang hrus gitu nek..”
saat itu nene peluk aku trus nyium kedua pipi aku .dan beliau berpesan “jaga diri baik2 disana”. beliau jga memesan daster batik khas jogya.
(mo nangis rasanya).klo inget itu.
pas denger kbar tgl 3 kmarenn klo nenek udah gak ada.shock..bgt.
seperti sulit dipercya..klo beliau udah gak ada.
karena,,aku udah dirawat oleh beliau sejak kecil.
begituu dekatnya aku dgn beliau.
aku jga gak pulang,untuk mnyaksikan pemakamanya(meskipun menyaktkan..gak bsa liat beliau untuk yg terakhir klinya).hanya bisa berdoa semoga beliau dpt tempat yg layak disisiNYA. amin
perasaan yg sama juga sepreti abang.. aku merasakan sampai saat ini
aku msh merasakan bahwa nenek masih hidup.
karena,aku gak pernah melihat nenek wafat.
Feb 06, 2011 @ 12:18:35
kisah ku sama seperti abang.
berpulangnya nenekku,terjadi ktika 2 minggu lebih setelah aku pergi
meninggalkan beliau,karena mesti berangkat ke jogya untuk praktek kerja.saat aku pamit mw brangkat.nenek brkata :”kok lama bnget disana”..aku jwab :”emang hrus gitu nek..”
saat itu nene peluk aku trus nyium kedua pipi aku .dan beliau berpesan “jaga diri baik2 disana”. beliau jga memesan daster batik khas jogya.
(mo nangis rasanya).klo inget itu.
pas denger kbar tgl 3 feb kmarenn klo nenek udah gak ada.shock..bgt.
seperti sulit dipercya..klo beliau udah gak ada.
karena,,aku udah dirawat oleh beliau sejak kecil.
begituu dekatnya aku dgn beliau.
aku jga gak pulang,untuk mnyaksikan pemakamanya(meskipun menyaktkan..gak bsa liat beliau untuk yg terakhir klinya).hanya bisa berdoa semoga beliau dpt tempat yg layak disisiNYA. amin
perasaan yg sama juga sepreti abang.. aku merasakan sampai saat ini
aku msh merasakan bahwa nenek masih hidup.
karena,aku gak pernah melihat nenek wafat.
Mar 05, 2011 @ 16:23:36
saya seorang wanita kehilangan seorang suami pada tanggal 30 january 2011,,belum genap 40 hari…rasanya sampai saat ini,saya masih belum bisa menerima kepergiaan beliau.suamiku meninggal saya dan 2 putrinya (13 tahun dan 10 tahun),kepergiaannya terlalu cepat walaupun sakitnya termasuk sakit parah menurut dokter.
saya setiap hari berdoa untuk beliau,,semoga Tuhan menerangi jalannya,menerima semua amalnya…memberikan tempat yang layak untuknya,,karena dia seorang suami dan ayah yang baik.selama hidupnya setiap hari dia selalu mencium keningku sebelum tidur dan mengatakan dia sayang aku.
kenangan dengannya selalu terlintas di mata saya..yang sampai saat ini saya setiap hari menanggis karena kenangan itu
Ya Tuhan ,berilah hamba kekuatan,,,dimana semua ini adalah rencanaMu.
Apr 15, 2011 @ 19:13:47
bang saya belum bisa mengikhlas kan kepergian ibu saya, karna setiap hari selalu terbayang semua kenangan saat-saat bersamanya,mengis trus klu teringat ibu. bahkan menyalakan takdir yang tidak adil kepada saya,karna hanya kepada ibu tempat ku melepaskan semua curahan hati.
bang kira – kira ada solusinya gk gimana caranya melupankan kesedihan yang saya rasakan setiap saat.
karna saya juga sebenarnya gk mau ibu saya menderita disana gra2 keegoisan saya.
Mei 21, 2011 @ 12:53:52
sampai detik ini setelah meninggalnya ibuq 27 april 2011… saya belum bisa ikhlas…speerti mbk ita..aq masih teringat bgt kenangan2 bersama beliau.. terasa sakit banget jika inget meninggalnya ibu yang sangat mendadak tanpa sakit sebelumnya.. padahal kami sedang mempersiapkan acara pernikahan kakak, semua sudah diperasiapkan mulai dari baju kebaya dll…padahal paginya ibu baru mencoba kebaya dan batik sarimbit..akhirnya ibu bisa mnyaksikan petnikahan kakak tapi hanya melalui jenazah..kakak di nikahkan di depan jenazah ibuq…sakitt rasanya…semua ini seperti mimpi…
Jun 30, 2011 @ 01:04:18
bagaimana mau joint ikatan wanita melur?
Jun 30, 2011 @ 01:05:41
saya mau joint ikatan wanita melur
Agu 06, 2011 @ 23:05:02
hari ini (6 agt 2011) tepat sebulan ibunda tercinta pergi menghadap Allah SWT! betapa palung hatiku menggigil merindukan ibunda tercinta…
Agu 15, 2011 @ 01:04:03
15 agustus tepat 40hari ibunda pergi menghadap Allah swt.. Meskipun perih, selamat jalan bunda!
Agu 19, 2011 @ 18:52:59
Akhirnya ada juga situs untuk menumpahkan kesedihan dikala ditinggal seseorang yang kita cintai. Setelah saya membaca semua kisah pilu yang senasip dengan saya, saya jadi agak sedikit lega bahwa bukan hanya saya rupanya yang merasakan duka itu. Suamiku meninggalkan saya dan 3 anak-anak kami tepat hari jum’at 24 Juni 2011 jam 8.30 pagi saat dia bermain futsal di halaman kantornya. Kata temannya dia mengeluh sakit di dada kiri setelah bermain sekitar 10 menit dan setelah itu dia minta diantar ke rumah sakit. Tetepi sebelum tiba di rumah sakit dia sudah menghembuskan nafasnya yang terakhir.
Berita itu disampaikan kepada saya pada jam 8.40 pagi atau sepuluh menit setelah dia tiada. Bagaikan petir di siangbolong membuat saya shock dan tidak percaya, karena malamnya dia masih menelepon saya, karena kami tidak tinggal dalam satu kota dan hanya sekali seminggu dia mengunjungi kami yaitu datang hari jum’at sore dan kembali ketempat kerjanya hari minggu sore. sampai saat ini saya masih shock dan belum percaya dia telah pergi untuk selamanya menghadap san Pencipta.
Ya Tuhan Allah kami terimalah dia di sisiMu, terimalah amal kebaikannya ketika dia berkarya semasa hidupnya. Bagi kami yang ditinggalkannya berikanlah kesabaran dan kekuatan untuk menjalani kehidupan kami untuk membesarkan anak-anak kami, hanya Engkaulah sandaran, kekuatan dan pelindung kami. Amin
Agu 24, 2011 @ 19:08:50
saya meyakini semua orang akan mengalami hal yg sama (kematian ) cuman tinggal waktunya saja yg berbeda ….
1 tahun yg lalu istri saya tercinta meninggalkan kami berdua awalnya saya sangat tidak bisa menerima tapi saya kembalikan pada sang pencipta… cuman satu yg menjadi pikiran saya bagaimana saya harus menjawab pertanyaan anak saya jika dia bertanya “buda pergi kemana yah ?” karena anak saya baru berumur 3,5 tahun ….tapi alhamdu lilah anak saya perlahan lahan tahu jika bundanya telah meninggal….itu aja belum selesain disini jika nanti anak saya masuk sekolah dan disekolah banyak temanya dan di antara temanya ada yg mengejek anak saya tidak punya ibu alangkah hancurnya anak saya ….ya semoga saja hal itu tidak terjadi karena hidup ini kejam kawan bisa jadi musuh…..
Agu 25, 2011 @ 00:07:30
sama seperti yg lain,sy jg masi berduka karna ditinggal papa sy,org yg paling sy sayangi.pagi itu,tgl 15 maret 2011,sy tiba2 mendapat kabar bhwa ayah sy sdh tdk ada,krna serangan jantung.betapa hancurnya hati sy,karna sy tdk ada di samping ayah sy saat ayah sy tiada.sy memang tdk tgl sekota dgn ortu sy.sjak kecil,sy dkat skali dgn ayah sy,bahkan kami sdh seperti teman saja.sy sering bercanda dengan ayah sy,bahkan untuk masalah pribadi,sy jg tidak malu untuk curhat dgn ayah saya.setelah ayah sy tdk ada,rasanya hidup ini hancur n tdk bermakna lg.sy sering sedih n menangis,kl ingat,krn sy merasa blm sempat membalas budi ayah sy,blum sempat jg membahagiakan ayah sy,dgn melihat sy berhasil.sampe saat ini sy masi suka bersedih,meskipun sy da brusaha mengikhlaskannya..mohon doanya,supaya sy dapat bangkit lg..dan smoga ayah sy mendapat tempat yg terbaik disurga,diampuni dosa dosanya..amin..
Sep 13, 2011 @ 11:21:05
Saya baru 7 hari ditinggalkan Bapak tercinta dimana 6 tahun terakhir menderita penyakit yg tak kunjung sembuh badan semakin kurus, tp masih bisa tersenyum kepada saya dan anak saya… Astagfirullah alladzim sekrang Bapak sudah tiada Sangat menyesal knapa disaat2 sakitnya yg makin parah saya justru tidak maksimal memperhatikannya…. Y Allah ampunilah dosa bapak ya Allah tempatkan lah Bapak saya di tempat yg paling mulia, lapang kan lah kuburnya, terangilah kuburnya ya Allah
Robbig Firli Wa Li Walidaya warhamhumma kama robbayani Shogiro….
Selamat TInggal Bapak ku tercinta
kami semua menyayangimu
Okt 03, 2011 @ 10:16:52
Ibu & Bapak…Yth
Saya menyampaikan duka yg teramat dalam kepada Ibu & Bapak yg senasib dg saya…..Hampir 4 tahun yg lalu, tepatnya tgl 28 Ags 2007, anak saya meninggal karena DB…
Media ini bagi saya sungguh sangat bermanfaat sebagai sarana curhat….karena yg saya rasakan selama 4 thn, bahkan s/d posisi tgl 02 Okt 2011 mencari orang yang empati & simpati dg musibah yg berat ini, “SULIT”….bahkan tidak sedikit orang yg saya anggap mampu meredam tekanan mental ini cq musibah malah menyepelekan…..betapa lukanya hati saya kalau ingat peristiwa curhat ke orang tsb…
4 tahun sudah Gina Anakku = 10 thn meninggalkan kami, namun Insya Alloh kami akan selalu Ziarah ke makammu di pemakaman Nagrog Cigending Ujung Berung Bandung…
Gina anakku…kami tidak punya daya & kekuatan….kami tidak mampu melindungimu…
Kami tidak dapat mengantarkanmu menjadi dokter kandungan (sesuai cita-citamu)… Maafkan kebodohan kami….nak…
————–
Andi – 022-70775575
Okt 06, 2011 @ 08:51:51
Saya juga ditinggal anak saya yg ke2 Sebastian Al Samura 5 bln. Berat rasanya,hati ini terasa pedih dan kosong. Tapi hidup terus berjalan,smoga saya bisa melanjutkan hidup ini dgn kuat, sabar,tabah dan ikhlas. Doakan saya.
Okt 14, 2011 @ 15:19:24
Saya juga seorang ibu yg baru saja ditinggalkan anak ke 3 saya yg masih bayi, yg hanya 11 jam hidup di dunia. Anakku meninggal tgl 26 Agustus 2011, dan hr ini 48 hr sudah dia meninggalkan kami. Sampai saat ini, hati saya masih sangat sediiiih dan sakiit. Saya msh sering nangis jika ingat anakku. Ada perasaan bersalah dan menyesal, karena saya melahirkannya dah lewat bulan, sehingga anakku keracunan ketuban. Kadang juga menyalahkan dokter, kenapa waktu 9 bulan nggak lgs caesar aja,malah nyuruh nunggu normal. Maafkan mamamu yg bodoh ini anakku…. Ya Allah, sampaikan rasa kangen ini sama anakku. Razita Tsuraya Zahirah Hanjaya, mama sayaaang bgt sama kamu, nak. Tp Allah lebih menyayangi kamu, nak. Mama akan berusaha utk kuat, tabah, sabar dan ikhlas melepas kepergianmu. Insyaallah kita akan bersatu kembali di surganya Allah. Amin ya robbal alamin. Tunggu dan jemput mama papa di surga ya nak….
Okt 15, 2011 @ 13:07:03
baru beberapa hari yg lalu tepatnya tgl 10 oktober 2011 saya kehilangan ibunda tercinta..penyesalan yg tdk ada habisnya krn sudah 3 thn kami tdk bertemu..hanya berkomunikasi lwt telp… bbrp hari sblm kepergiannya saya sempat telpon dan ibu mengatakan sangat merindukan saya.. keadaan yg membuat saya lama tdk bertemu ibu.. sy tinggal di yogya dgn kondisi suami yg menderita gagal ginjal dan harus cuci drh seminggu 3x.. saya tdk bs meninggalkan suami sy saat cuci darah… dilema untuk saya… disatu sisi saya merindukan ibu saya yg tinggal di bogor dan disatu sisi saya tdk bs meninggalkan suami sy saat cuci drh berlangsung krn kondisi suami sy yg terkadang drop…. sampai akhirnya berita itu dtg… tanpa sakit ibu meninggalkan saya…. hancuuur hati saya…. separuh jiwa saya rasanya ikut pergi…. sy tdk bs berhenti menangis….saya rindu ibu saya….tsepertinya gairah hidup saya lenyap sama sekali….
Okt 20, 2011 @ 13:47:13
Tanggal 8 oktober 2011 q bru saja ditinggal oleh suami q tercinta di usianya yg k-26 ..tepat 10 bulan pernikahan kami tggal 12 oktber kmarin,rasanya dunia ini hampa,walwpun q dtengah2 keramaian,nafas terasa sesak,hidup g bergairah g semangat lagi…g ada yang bwat q tertawa lg,g ad yg perhatian lg,bnyak kenangan yg sampai detik ini masih terbyang dpelupuk mata ,setiap shalat q sll mendoakannya,semoga suamiku dterima dsisiNya, ,berat rasanya hati ini mengikhlaskan,q sayang suamiku tp Allah lebih sayang dy mungkin ini rencana terbaikNya,,,selamat jalan sayang,,semoga qt dipertemukan kembali,,
Okt 21, 2011 @ 19:24:32
Ujian ini memang sangat berat tp saya yakin Allah tidak akan memberikan cobaan jikalau umatNya tidak mampu untuk memikulnya dan semoga kita bisa sedikit demi sedikit belajar untuk bisa ikhlas dan sabar karena sampai skrg pun saya masih terus mencoba mempelajari itu .. suami saya meninggal dunia ramadhan tahun lalu, pernikahan kami belum sampai 2 thn dan putri kami pun baru berusia 8 bulan saat itu… bisa teman2 bayangkan bagaimana rasanya.. serasa saya tidak berpijak lagi dibumi.. untuk menangispun rasanya sudah tak sanggup..saya terlalu syok dengan kejadian itu.. apalagi memikirkan putri kami yang masih sangat kecil.. dalam hati saya bertanya mampukah saya hidup tanpa suami yang selama ini selalu berada disamping saya.. saya selalu berdoa semoga diberikan kekuatan.. Alhamdulilah, sekarang putri kecil kami sudah berusia 22 bulan.. setiap hari selalu saya beritahukan tentang ayahnya.. setiap saat saya tunjukkan futu ayahnya..saya selalu bilang ” doakan ayah ya nak” ..semoga putri kami “qotrunnada Puteri” menjadi anak yg berguna, sholehah yang selalu berdoa untuk orang tuanya.. semoga saya juga bisa menjadi bunda yang baik, yang bisa membimbing putri kami walaupun ayah sudah tidak bersama kami lagi.. semoga setiap doa yang saya kirimkan untuk suami saya diijabah oleh Allah.. semoga kami di persatukan kembali menjadi satu keluarga di syurga kelak.. amiin..
Des 23, 2011 @ 14:10:41
Aku sudah dan sekarang sedang mengalaminya.
14 tahun yg lalu ayah meninggal dunia.Meninggalkan aku dan ibu jauh dari tanahair.Kini setelah lama hidup berdua dengan ibu , ibu kembali ke Rahmatullah pada 26 November 2011 yg lalu disaat umat Islam sedang menyambut kedatangan 1 Muharram tahun baru Hijrah.Sekarang tinggal aku sendirian diperantauan tanpa adik,kakak apalagi sodara.
Apa rasanya? Kalaulah boleh ku jelaskan dengan kata-kata yang pastinya hati ini hancur dada terasa sakit bila mengingatkan kesedihan yang terpaksa dilalui.Waktu aku dan ibu ditinggal ayah, kami berdua.Setidaknya masih mampu saling membujuk dan menjaga .Kini aku kehilangan orang yang paling penting…Ibunda tercinta.Saat ibu sedang sakit aku pernah berkata pada Allah ; ” Ya Allah kau ambillah separuh nyawaku untuk kesembuhan ibuku”.Pada kalian yang masih lengkap orang tua , hargailah mereka semasa mereka masih ada.Baktiku pada mereka sekarang ini hanyalah mampu mendoakan mereka di sana,Ya Allah berilah ketabahan buatku.Amin
Jan 21, 2012 @ 00:39:34
Innalillahiwainnailaihiroojiuun, suamiku meninggal tgl 4 Juni 2011 j 12.30 di RS Islam Surabaya, saat sedang bertugas disana di usia 46 thn, jam 09.30 kt msh komunikasi, jam 12.45 seorang suster mengabarkan suamiku sdh tiada, saat itu ak sdh sampai di Bandara Husein tu pergi ke Surabaya.. Sayanku kepergianmu yg tiba2 m’buat diri ini hilang arah…tp sang Khalik lbh menyayangi dirimu…
kalimat terakhir yg msh terngiang bahwa kau tergantung pdku, yg bermakna ak hrs m’besarkan anak2 seorang diri, tidak ada rs lelah palagi penat n cape, demi amanahmu…. sampai2 di 3 bln pertama kepergianmu aku bekerja tanpa kenal lelah, pagi sampai sore mengajar, malam bekerja di klinik, itu kulakukan tu menghilangkan sedikit rasa hampa krn kehilanganmu…lambat laun ak sadar bahwa hal tsb tdk baik jg tu kesehatanku, pdhal mata2 tak berdosa anak2ku sllu menanti kehadiranku…
Hampir 8 bln sudah kau pergi meninggalkan kami,… memandangi pusaramu mengingatkanku akn rindu yg ta pernah hilang, wlu luput dr pandangan.. namun ta kan pu2s dlm ingatan, kurangkai sgla rs ini mnjdi untaian doa.. Teriring sllu tu mu dgn segenap ksh sayang n cinta….Allahummagfirlahu warhamhu waafihi wa’fuanhu…
pintaku Ya Rabbi… berilah hamba kekuatan tu melanjutkan perjuangannya mendidik buah hati kt mnjd anak yg soleh n solehah….shg do’a2 mereka akn menerangi tempatmu agar sllu mnjdi tempat yg terindah di alam sana,
Ya Rabb…Jika MaghfirahMu telah sampai pd suami / ayah kami tercinta sebelum kami
Maka izinkanlah suami / ayah memberi syafaat untuk kami.
Tapi Jika MaghfirahMu lebih dulu sampai pada kami,
Maka izinkan kami tuk memberi syafaat bagi suami & ayahanda tercinta
sehingga kami bisa berkumpul lagi di SurgaMu …Amin YRA
Jan 22, 2012 @ 21:15:25
tanggal 4 januari 2012
keponakan saya berumur 2 tahun 6 bulan meninggal karna terserang demam berdarah,
berat bgt menghadapin cobaan ini, kami sekeluarga mencoba ikhlas melepas kepergiannya., Kami begitu menyayangin nya, tapi Allah lebih sayang dia.
bagaikan mimpi anak yg sehat lucu tiba-tiba terbaring kaku,
padahal tahun baru dia masih sehat,masih bernyanyi, menari, bermain.
18 hari telah berlalu air mata ini masih mengalir berharap semua ini hanya mimpi,
rumah yang tadinya ramai dengan celotehan lucunya tiba tiba sunyi.
abank M. Rafael Dilamsah (mimi,pipi,nenek,papa,acik,bunda,om,yayi,nyai,uyut,adex civen) selalu sayang abank.
doa kami selalu untuk mu, walau abank hidup didunia hanya sebentar tapi kenangan mu selalu sampai akhir hidup kami.
Ya Allah kuat kan kami dalam menjalanin ini semua
kami tau ini yg terbaik
Jan 24, 2012 @ 18:00:23
setahun yang lalu saya ditinggalkan oleh pacar saya, hubungan kami sudah menginjak 3 tahun, sekarang dia telah menghadap sang Khalik, walau sudah setahun berlalu, tapi saya masih sangat berduka, banyak pria yg mencoba mengetuk pintu hati saya, namun saya masih saja bergelimang dalam duka yg amat dalam,, bagaimana cara saya menghapus kesedihan ini?
Jan 26, 2012 @ 02:19:23
saya ditinggal suami, karena suami sakit kanker. Suami saya meninggalkan 2 anak yang masih balita…dan hanya selalu berdoa di setiap shalat saya..untuk kebahagian anak-anak saya dunia dan akhirat…..
Jan 28, 2012 @ 12:57:48
Belum kepikiran,atau,tidak mau mikirin.
entahlah,mikirin yang di tinggal/hidup aja dulu,biar bersiap untuk mati.
Jan 29, 2012 @ 20:58:21
aku ditinggal bapakku pada tanggal 22 januari 2011….
waktu aku tau bapakku meninggal rasanya seperti mimpi gak percaya bapak pergi begitu saja meniggalkan aku … padahal baru kemarin bapak sehat-sehat aja dan tau-tau besoknya bapak pergi meniggalkan aku begitu saja dari dunia ini ….
padahal aku baru menginjak 17 tahun dan belum menikah….
dan setiap jam,setiap menit,setiap detik aku selalu memikirkan bapak dan ketika memikirkannya aku langsung menangis ….
rasanya berat banget ditinggal bapak begitu saja…..
tapi yang pasti life must go on aku harus mengikhlaskannya….
Feb 17, 2012 @ 09:52:22
selamat jalan Naurahku sayang..ibu menyayangimu..tp Alloh lbh sayang padamu..19 januari’2012..engkau meninggalkan kami..tp..senyummu akan slalu ibu simpan..Terima kasih ya Alloh Engkau sdh menitipkan 6,5 th yg sungguh sangat berarti bagi kami..kami yakin engkau lebih berbahagia di sisiNya..semoga kita bisa bersama lg di kehidupan yg lebih kekal.
Feb 20, 2012 @ 16:31:05
saya juga mengalami seperti yang saudara-saudaraku alami
Feb 22, 2012 @ 20:30:59
Saya juga mengalami apa yang saudara-saudaraku alami , saya sedikit terbantu begitu membaca kisah saudara-saudaraku diatas.
Dua bulan yang lalu tepatnya tanggal 20 des 2011, istri saya yang sangat saya cintai meninggal dunia ketika melahirkan anak saya yang ke dua. (sebenarnya sudah anak yang ketiga tapi anak yang ke dua meninggal karena lahir belum cukup umur, karena pada saat mengandung anak saya yang kedua istri saya mengalami pendarahan berulang ulang, akhirnya di putuskan dokter untuk operasi pada usia kehamilan istri saya 7 bulan, operasi berjalan dengan baik anak saya lahir laki-laki tapi umurnya hanya bertahan sekitar sekitar 28 jam sesudah itu dia pergi meninggalkan kami waktu itu pada bulan mei 2010. Pada saat itu perasaan saya sangat hancur. Tapi saya sebagai suami tidak terlarut begitu lama karena saya harus mengurus istri saya yang masih terbaring kesakitan pasca operasi.)
Pada saat melahirkan anak saya yang kedua ini istri saya melahirkan dengan normal padahal dokter kandungan tempat kami konsultasi sudah menganjurkan untuk melahirkan, istri sayaharus operasi demi keamanan istri saya karna mengingat baru setahun yang lalu melahirkan dengan scecar. Tetapi itulah jalan Tuhan, Pada tanggal 20 des 2011 jam 01.30 pagi kami masuk rumah sakit, kami lagsung keruang kebidanan karena bidan juga sudah mengel istri saya , yang juga tenaga Keperawatan diruang ICU RSUD sanggau kalimantan barat Langsung menghubungi dokter spesialis kandungan tapi dokternya tidak mau turun mungkin keenakan tidur, sementara anak saya sudah mau keluar, dan istri saya sudah menjerit kesakitan karena dokternya tidak mau turun mau tidak mau, membantu istri saya untuk melahirkan normal. Sebelum anak saya lahir saya masih ngomong dengan bidan yang bertugas… apakah tidak berbahaya istri saya melahirkan normal… datang jawaban bidanya berdoajalah katanya… Jam 05 pagi anak saya lahir normal dengan jenis kelamin perempuan, tapi kondisi istri saya semakin lama akibat pendarahan hebat tensinya drop sampai. Setengah jam kemudian dokter kandungan baru turun dan begitu melihat kondisi istri saya langsung di sarankan ke ruangan operasi, di ruang operasi istri saya ditolong sementara dan pada saat itu kondisi istri saya stabil walaupun harus di tambah darah, begi stabil kondisi istri saya langsung di pindahkan ke ruang ICU saya sangat senang. Tapi tidak lama kondisi istri saya parah kembali akhirnya masuk lagi keruang operasi setelah di periksa dokter ternyata kandungan istri saya bermasalah. Akhirnya istri saya di anjurkan untuk striel kandungan dan ke pada saya di sodorkan blangko yang mau saya tandatangani sebagai persetujuan operasi. Operasi berjalan saya sibuk untuk mencari bantuan darah dan saya mendapat 3 kantong darah yang sesuai dengan gol..darah istri saya tetapi darah belum semua terpakai salah satu petugas mendatangi saya dan mengatakan kondisi istri saya gawat dan mengatakan masih mendapat pertolongan yang maximal mendengar itu saya berdoa..berdoa.. terus meminta permohonan pada tuhan supaya istri saya selamat sampai belum ada kabar yang menyatakan istri saya meninggal saya terus memanggil Tuhan dan saya disuruh masuk keruang operasi salah seorang perawat kawan istri saya. saya masuk dan melihat istri saya yang sudah terbujur di meja operasi tetapi saya belum tau istri saya itu meniggal apa tidak, saya masih tetap memanggil Tuhan dan salah satu dokter memberitahu saya bahwa istri saya sudah tiada baru saya berhenti berdoa dan saya menangis sekuat-kuatnya yang saya pikirkan bukan hanya saya siapa nanti kawan saya yang merawat anak saya ini.
Sampai sekarang sudah berjalan 2 bulan sesudah pemakaman yang saya rasakan semakin lama semakin sakit. Yang saya rasakan rasa rindu dan cinta saya kepada istri saya semakin lama semakin dalam. Saya putus asa, tidak ada semangat dan tidak ada arah. Belum lagi memikirkan anak saya yang pertama yang sudah berumur 6 tahun 6 bulan yang sudah sempat merasakan kasi sayang dari mamanya. yang membuat hati saya semakin tersayat. begitu melihat dia dari belakang air mata saya menetes. Sepertinya saya pingin cepat mati. Tapi begitu melihat kedua anak saya saya tersadar.
SAmpai saya telah jatuh ke dalam dosa yang paling dalam, sampai saya meragukan Tuhan dan memarahi Tuhan seakan akan tidak menyayangi saya dan kel…ku, saya merasa bukan orang yang paling jahat di sekitar saya kenapa mesti saya yang mengalami musibah yang seberat ini. Saya tidak mampu Semuanya perasaan saya sesak. Orang-orang, keluargaku hanya menyarankan aku utuk bersabar kadang dalam hati saya kalian tidak merasakan apa yang saya rasakan. Dan sekarang saya lebih baik menutup diri dari orang-orang, apapun dikatakan orang-orang dan kel… tidak bisa saya terima, saya merasa orang yang tidak berguna.
Tuhan Tolong aku dan anak-anak yang kau titipkan kepadaku berikan aku semangat, supaya aku bisa bangkit mendidik dan membesarkan anak-anak yang kau titipkan kepadaku. Utuk kawan kawan yang punya pengalaman seperti saya yang sudah bisa lepas dari masalah saya meminta dengan sanygat untuk menghubungi saya. dan membantu saya dalam Doa ini no. HP saya. 08125787149 dan 085245343997 Terimakasih.
Mar 29, 2012 @ 20:58:37
Hampir 40 hari aQ ditinggal oleh anak tercintaku…Dian Amelia…di usia yang ke 3,10 Tahun engkau telah dipanggil oleh Allah SWT,
kelucuanmu, kepintaranmu, selalu membayangi disetiap langkahku, disaat pulang kerja engkau selalu menyambutku…”ayah-ayah-ayah. ayahku datang” bermain,bercanda selalu bertiga…
hari itu engkau sakit panas, dan telah aq rujuk keRumah sakit. hanya 4 hari dirawat, dan tidak ada kejelasan tentang penyakitnya apa? Tuhan telah memanggilmu…
ya alloh tabahkan hati kami.?
Apr 15, 2012 @ 01:24:38
15 februari 2012 pukul 3.00 wita bagai di sambar petir hati ini mendengar dokter mengatakan kalau suami ku telah tiada,separuh nafas ku tlah hilang,tak punya arah tujuan hidup ini di usia 28 th dan di usia pernikahan kami yg ke 10 bln dia tlah pergi,aku merasa hidup ini tak adil untuk ku,aku bingung apa yg hrs aku lakuin untuk isi hari2 ku,orang yg selalu menyayangi ku,merhatiin aq hrs pergi secepat ini.suami ku..aku sangat menyayangi mu,dirimu tak akan pernah terganti oleh siapa pun,kan ku bawa cinta ini utuh untuk mu sampe aku mati.tunggu aku di suga ya sayang.
Apr 27, 2012 @ 22:59:50
sampai saat ini aku masih menangisi kepergian suami tercinta 4 tahun yll. kami sudah menikah 11 tahundan dikaruniai 2 anak……….
Mei 23, 2012 @ 15:59:22
Belajar lebih Iklas Melepas Putra Tercinta kami Moch Rafael Mizbani Jum’at 4 Mei 2012 , walaupun betapa sakit nya hati kami tapi kami berterima kasih Allah telah mempercayai kami selama 7thn untuk mengasuh nya untuk menyayanginya, sakit panas nya cuman 2 hari entah kenapa ade langsung meninggalkan kami begitu cepat….semoga Allah Selalu menjaga anak ku semoga ujian semua ini menjadi berkah buat kami sekeluarga….Selamat jalan Anankku sayang semoga Allah mengumpulkan kita kembali di syurga amin,,,,,,,,,,
Jun 03, 2012 @ 17:52:04
saya ditinggal meninggal tunangan saya ”Syahirul alim “1 desember 2010, walaupun sudah hampir 2 tahun, tetapi rasanya dia masih ada dekat,dekat dengan hati saya. saat itu hampir rasanya dunia runtuh, terasa sesak dalam menjalani hidup saya usai pemakaman alm.karena kenangan dengan alm. sangat banyak dan indah, apalagi kurang dari 4 bulan,kita akan merencanakan pernikahan,.tetapi saya kembalikan lagi pada ALLOH yang maha sempurna dan maha kuasa dalam menentukan hidup dan mati para hambaNYA. karena bagaimanapun saya masih mencintainya, walaupun dia sudah tidak disampingku….
Semoga kelak saya akan dipertemukan lagi dengan alm.dalam surga firdausNYA,dan digolongkan dalam hamba yang bisa bertemu dengan Rosulluloh dan mendapat syafaatnya.
aminn…amin..aminnn…
Jun 05, 2012 @ 08:50:41
37hari yang lalu tepatnya 30 april 2012 kami kehilangan anak ke-2 kami yang berumur 5,5th karena demam tinggi pukul 10.30 langsung masuk ruang ICU,pukul 21.00 dia pergi meninggalkan kami yang sangat terpukul atas kepergiannya yang sangat tiba-tiba,hilang warna hidup kami,sampai hari inipun kami masih sangat bersedih,setiap saya didapur saya selalu ingat,bila dia masuk pasti bertanya mama masak apa ma?hhhmmm nyam nyam….dia yang selalu memeluk saya dan menciumi pipi saya,dia malaikat kami,sangat sakit hati ini ketika harus menghadapi kenyataan anakku tidak akan pernah kembali,tidak akan memenggilku mama lagi…selamat jalan sayang semoga engkau lebih bahagia sekarang,mama,papa dan bang-bang sangat mencintaimu..
Jun 16, 2012 @ 14:30:29
saudaraku..aq pun merasakannya putra kami ke2 umur 4 bln meninggal hanya semalaman di ICU hatiku sangat terpukul aq ibunya aq yang melahirkannya melalui rahimku dy ad,bayi mungilku bunda ikhlas bunda ridho jika ini sudah takdir darimu ya..allah hamba hanya meminta ridhomu bunda yakin kelak qta bertemu lagi wahai ahli surgaku anakku yang sholeh…….(amin)
Jun 23, 2012 @ 11:22:30
satu tahun lebih sudah ditinggal istri tercinta, almarhumah meninggalkan kami pada 02-juni-2011 pada usia yg ke 29. alm meninggal karena penyakit maag yg kronis, kami dikaruniai 2 orang putra yg berumur 2 tahun dan 6 tahun… alhamdulilah anak2 kami ada yg mengurus, saya sngt sedih karena mereka harus terpisah (anak kami) yg besar ikut saya (tinggal dengan orang tua saya) adiknya diasuh mertua saya.. saya tidak tega membawa adiknya karena alm istri saya adalah anak satu2nya (anak angkat) sehingga saya takut mertua saya tambah sedih & kesepian..
sulit sekali menjalani kata “life must go on” walaupun saya mengucapkannya dengan mudah di depan teman2 terdekat saya, padahal dari dalam hati saya masih merasakan kerinduan kepada alm istri saya..
ketika semakin dekat dengan Allah, rasanya semakin besar ujian yg kita terima..
rasanya seperti belajar kata “ikhlas” dan merasa pintu surga semakin dekat..
semoga surga itu bisa kita dapatkan dengan melalui/melewati ujian ini dengan hati yg ridho dan ikhlas kepada Allah..
Agu 18, 2012 @ 11:52:57
Aku juga sedih di tinggal mati anakku ECHA tgl 29 juli 2012 pd umur 4,3 thn karna Dbd … Lagi lucu2nya , pintar & mengesankan e malah mati ..sedih banget hati kami ..tiap lihat baju & alat bermainnya kmi selalu bersedih & menangis …akhirnya hanya bisa pasrah pada Tuhan sampai kesedihan ini hilang …
Agu 20, 2012 @ 22:07:34
saya juga telah ditinggalkan adik. sudah sejak 2007 dia meninggalkan kami, sedih rasanya tapi Allah Swt adalah Tuhan Yang Sempurna keadilannya, ia diambil ketika usianya hampir 6 tahun…..
Agu 23, 2012 @ 15:36:25
Diusia perkawinan yang 11 taon suami tercinta tlah meningalkan saya slama-lamanya pd 18 juni 2012.dengan dikasih anugrah 3 anak rasanya dunia ini tak bersahabat dengan saya.Bingung,sedih,takut itu smua yang ada dihati saya
Alhamdulillah akhirnya saya dapat bangkit kembali…..karena
masa depan anak2 hanya tergantung pada saya
InsyaAllah saya harus kuat………………
Saya hanya bisa berdoa supaya suami saya dilapangkan jalannya & saya diberi kesehatan,kekuatan,rezeki agar bisa membimbing anak2 menjadi anak yang sholeh,
Agu 30, 2012 @ 22:16:30
malam semuanya,
saya merasakan hal ini tepatnya tgl 4 Agustus 12, Papa tersayang berpulang ke Allah.
sampai sekarang masih sangat terasa kehilangan, sakit, ga ada semangat.
setiap waktu , baik lagi kerja atau dirumah , atau dijalan…dimana saja pasti mikirin Papa. beberapa tahun sebelumnya Mama dan Kaka juga berpulang, huuft rasanya hancur , luluh lantak dunia ini.
sekarang hanya bisa berdoa dan menjalankan amanat Papa yaitu menjaga adik2 saya. terasa tidak kuat !
Miss u My Beloved Papa, Mom, Sista.
Sep 21, 2012 @ 19:05:50
kini hanya ragaku yang ada,jiwaku tlah pergi bersama pusara suamiku…aku seorang perempuan yang di tinggl oleh suami tepatnya pd 8juli 2012..dia meninggal karena kecelakaan maut di jalan tol….usia pernikahan kamin 10thn..yang paling membuat aku menyesal aku tak sempat melihatnya dan mengucapkan kata ma’af..karena aku akui aku istri yang slalu menyakiti hati suamiku…aku tak pernah menerima keadaan..karena suamiku terlilit hutang..padahal dia tak pernah membebankan aku..semua kebutuhan masih dia penuhi…rasa sesal ini saat ini tak akan sirna sampai hembusan nafas terahirku.Tapi aku masih merasa bahwa Allah tidak menyayangiku aku masih belum ikhlas karena Dia tlah mengambil suamiku dari sisiku dan dari dua buah hatiku.dia meninggalka dua anak yang satu laki2 dan yang kedua perempuan…sampai saat ini aku masih belum menerima kenyatan ini……………………………………………………………….
untuk para wanita cintailah suami kita..terimalah dia dengan ikhlas..dan slalu bersyukur dengan rezeki yang Allah berikan kepada kita…karena penyesalan slalu datang terlambat…………….
Okt 07, 2012 @ 00:20:59
asslmkm. . saya m zahid pekanbaru.aya
4 bln yg lalu kakekku dipanggil oleh allah SWT di kampunghalaman di pati prov jateng, sdgkn aku di pekanbaru prov riau. saya sedih nd sampe skrg gg percya kalau kakek udh pergi utk selaa lamanya. kakek adlah org terdekatku selain ibuk nd bpak aku. aku sring curhat nd tnya” ke alm. sedih gg bisa pulkam pas kakek dipanggil allah swt. skitar 6 bln sebelum ni aku jg mendapatkan kedukaan yg sngt berta krna di tinggal kekasih hati yg sgt saya sayangi, bhkan aku sdh kenal dkt dgn familinya, kami punya rncana kelak bawa dia ke kampung halman di pati jateng, tp y apa daya skrg di sdh mlik allah swt. byk kngan bersama dia nd adik kecilnya yg umur 3 thun namanya zahra, . saya yakin allah punya rencana yg indah utjk masadepan saya.. saya akan terus berjuang utk mndptkan kebahagiaan dunia akhirat.. optimis. .
Okt 25, 2012 @ 20:42:18
2 tahun mengenalmu..tatapan matamu yg teduh, senyummu yang indah, ketulusan cinta dan kasih sayang kamu membuatku benar2 jatuh dalam pelukan kamu..
7 bulan kita mengikat janji suci..kita lalui hari2 penuh dengan kegembiraan walaupun kita terpisah oleh jarak tapi itu tidak mengurangi kasih sayang kita
Semangat aq..panutan aq..tempat q menangis..tempat q tertawa…tempat q mencurahkan isi hatiku..tempat q berlindung..harapanku..cintaku..sekarang telah pergi..separuh hatiku hilang bersama dengan kepergianmu yang begitu mendadak
Selamat jalan suamiku sayang…damailah disana dalam keadaan khusnul khotimah..doa q tak akan pernah putus buat kamu..moga Allah meringankan langkah kamu menerangi jalan kamu menuju tempat yang terbaik disisiNya, diampuni dosa2nya, dijauhkan dari siksa kubur, dan mendapatkan kebahagian di sana. Amin..
Walaupun kamu tahu betapa rapuhnya aku menghadapi semua ini…
tetaplah tersenyum disana supaya q kuat menjalankan hari2 ke depan tanpamu.
Kamu selalu ada di hati q, di jawaku selamanya, dan itu tak akan pernah tergantikan.
I love u forever my beloved husband A.G Ismy (RIP : Niewerkerk aan den IJssel, Netherlands 19 th Sept 2012,09.45 p.m)
Nov 26, 2012 @ 14:35:57
Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un, ibuku meninggal dunia 17 Nop 2012. ini sudah seminggu lebih kami sekeluarga ditinggalkan. Anak-anak ibu belum ada yang menikah, masih tinggal serumah semua. Walaupun masih ada ayah, kakak dan adik, tetap saja rasanya masih sunyi. Rasanya ingin waktu berputar kembali. Selama ini yang paling aku cintai adalah ibuku walaupun aku juga bukanlah anak yang luput dari dosa terhadap ibu. Setiap saat ingat ibu hanya bisa berdoa memohonkan ampun untuknya dan memohonkan ampun untuk diriku sendiri. Saling mendoakan ya teman2. makasih…
Nov 30, 2012 @ 14:39:10
Akupun baru saja ditinggal istri ku yang tercinta tepat dihari Ulang tahunnya yang ke 63, pada hari Minggu tanggal 30 September 2012.
Aku rasanya beslum siap untuk ditinggal oleh nya, ia wanita dan istri yang tabah dan sempurna dalam segala hal.
Rasanya hidup ini hampa tanpa dia….entah sampai kapan aku harus menderita….bermacam perasaan melanda diri ini, kenapa ia harus pergi?…..tak ada orang lagi yang dapat diajak berbicara…canda…..mesra?……ya Allah kuatkan imanku dan,kuatkan bathinku…..bagiku ia tiada duanya didunia ini?……..
Ia yag telah mendampingi selama kurang lebih 42 tahun lalu….pahit dan getir dan kebahagian kami lalui bersama…..
Jan 09, 2013 @ 01:51:34
sudah 5 bulan aku di tinggal ibu untuk selama lamanya,,,
aku cuma mau bilang sama mama i love you mom ….
mungkin ini jalan yang terbaik buat mama aku…
semoga mama dapat tempat yang baik di sis allah swt, amin ya robbal alamin.
Jan 09, 2013 @ 01:53:12
sudah 5 bulan aku di tinggal ibu untuk selama lamanya,,,
aku cuma mau bilang sama mama i love you mom ….
mungkin ini jalan yang terbaik buat mama aku…
semoga mama dapat tempat yang baik di sis allah swt, amin ya robbal alamin.
Jan 09, 2013 @ 01:53:40
sudah 5 bulan aku di tinggal ibu untuk selama lamanya,,,
aku cuma mau bilang sama mama i love you mom ….
mungkin ini jalan yang terbaik buat mama aku…
semoga mama dapat tempat yang baik di sisi allah swt, amin ya robbal alamin.
Jan 14, 2013 @ 12:44:44
hari ini adlh hari k-5 ibu ku meninggalkan smua yang pernah ada di sampingnya, trmasuk aqu anak nya yg trakhir..
berat sangat berat hati ini untuk mnerima..
usiaku 18 thn..
4 bulan lg ujian nasional d depan mata..
ntahlah..
peristiwa ini membuat ku sngat terpukul..
belum sempat aqu berikan kebahagiaan yg pasti untuknya..
ibu…
slamat jalan….
ya allah sayangilah ibu ku sperti beliau menyayangi ku..
amin..
Feb 12, 2013 @ 00:42:58
Sudah 3 bulan lebih saya di tinggal pergi oleh anak saya Zio umur 1th 4 bln, sampai skrg rasanya sulit untuk menerima…walaupun aku dan suami tetap berusaha bangkit dg semangat yg tersisa. Anak yg sdh lama kami tunggu, yg mendapatkannya pun tdklah dengan mudah, kami harus jatuh bangun program bayi tabung, karena saya tdk bs hamil normal..setelah hamil pendarahan, dan dirawat di rumah sakit sampai melahirkan 30minggu, tapi alhamdulillah anakku lahir selamat dan sehat..walaupun hrs sebulan di inkubator. Anakku jarang sakit, tapi terakhiritu dia pilek, ga ada indikasi rawat tapi sy memaksa dirawat spy bs ketauan sakitnya apa utk di rawat lebih intensif, dr semua anak yg di rawat hy anakku yg sakitnya paling ringan, tapi takdir berkata lain, jumaat malam anakku masuk rumah sakit dalam keadaan masih baik2 saja, sabtu malam anakku udh meninggal. Aku tdk ingin menyalahkan siapa2, ini udh takdir Allah, aku harus ikhlas, walaupun di pelupuk mata ini selalu terbayang tatapan mata pertamanya dan genggaman tangan pertamanya di saat dia mengenal aku ibunya, dan tatapan mata terakhirnya serta genggaman tangan terakhirnya sebelum anakku pergi..sungguh hancur hati ini… Sekarang aku dan suami lagi berusaha untuk program lagi..mohon doa nya ya teman2,…untuk Zio anakku doain memi dan pepi ya sayang…tidur yang nyenyak ya nak,, Ya Tuhan hiasi tidur anakku yg sdh di sisimu dengan mimpi2 indah, nyamankanlah tidurnya, buatlah dia selalu tersenyum dan biarlah anakku selalu merasa aku selalu menemani tidur di sampingnya sebagaimana masa dia hidup…dan bangunkanlah anakku nanti di saat kami bertemu disurgamu dengan memelukku…ammmiinn.
Feb 12, 2013 @ 10:48:53
Sudah 1 bulan ayahku pergi ntuk selamanya…sampai skrang sulit rasanya menerima kenyataan ini tp aku sadar Innalillahi wa innailaihi rojiun.dan buat kita ditnggalkan harus tabah dan sabar dan ita juga hrs bangkit dari keterpurukan ini krn msh banyak orng2 yang membutuhkan kan kita
Feb 14, 2013 @ 17:50:01
ketika di tinggalkan oleh seorang bunda untuk slama lamanya, hati terasa hancur, semuanya terasa gelap, ya tuhan aq sadar aq selalu buat bunda q marah, ya tuhan jagalah bunda q di alam sana, sebagaimana dia menjaga q sewaktu aq kecil,,,,
Feb 20, 2013 @ 21:21:13
Aq jg baru ditinggal suami tercinta tgl 25 januari 2013 tepatnya 6 tahun 6 bulan usia pernikahan kmi… selama menikah kmi tak diberikan anak oleh Allah SWT.. kematiannya tepat malam jumat.. suamiq tak ada sakit selama ini.. kematian yg begitu mendadak membuatku serasa tak menginjak bumi….Ya Allah begitu berat beban ini.. tak ada lg canda tawanya..tak ada lg semangat hidup ku…setelah selama ini dia memanjakanku… YAH…mengapa tak mengajakku seperti selama ini kemana punkau pergi aq sll ikut…hiks…. sekarang aq hrs mandiri…pergi pulang kantor sendiri , YA ALLAH lapangkan dada ini…ampuni dosa2 kmi…jadikan kmi penghuni surgaMU….AAMIIN….
Feb 25, 2013 @ 23:06:42
Tepatnya tgl 13 Februari 2013 pkl. 03.00 dini hari, pada usia 33thn, dan usia pernikahan ke 3 tahun, putra ke 3 dari 3 bersaudara…. Suamiku Tercinta telah pergi meninggalkan ku sendiri, tak ada pesan yg disampaikannya hanya kata Maaf yg beliau lontarkan padaku “Maafin Aa ya…” , Begitu terpuruknya aku, sampe sempat gak percaya klo suamiku telah tiada. Meninggal krna Sakit yg di deritanya, tp tak sedikitpun beliau mengeluh, bahkan beliau masih tetap bekerja sampe ajal menjemputnya. Meninggalkan kenangan manis & harapan2 yg belum terlaksana. Ya Allah… Ikhlaskan aku dan kuatkan aku untuk melalui hidup ini tanpa beliau suamiku tercinta.
Ya Allah terimalah Suamiku di sisiMu, Ampuni segala dosanya, terimalah amal ibadahnya & dan terangkan alam kuburnya.
Ya Allah pertemukan aku kelak nanti di akherat, Jauhkan aku dari pasangan hidup di dunia ini agar aku tetap berjodoh dengan suami ku kelak di akherat.
Kuatkanlah hati ku & berilah kemudahan untuk mencari rezeki yg halal sampe ajal ku tiba, Ikhlaskan kan aku…
Yang tenang ya Aa Sayang, Do’a Nenk slalu menyertaimu. Aamiin
Mar 03, 2013 @ 16:02:58
Tdk gampang melupakan kenangan dan pengorbanan seorang ayah yg terpaksa tdk bsa menemaniku krna kduluan dipanggil ALLAH SWT. Ditinggal mati mmg menyakitkan. 3 kali aku merasakannya. Dan yg pling menyakitkan saat aku kehilangan ayahku. Pembimbing skligus Hero sejatiku. Aku sgt merindukannya.
Bnar kta psikolog di atas, rasa kehilangan brsifat individual shingga tman yg tadinya dijdikan curahan hati pun tak bsa ikut mrasakan yg dirasakn tmannya ini.
:’(
Mar 08, 2013 @ 18:13:16
Gina anakku
Kami orang tua bodoh…
Kami kumpulan orang tua sombong
Kami kumpulan orang tuan tak tahu diri…
Kami kumpulan orang tua yg takabur…
Kami kumpulan orang tua tdk tahu bersyukur kpd Alloh…
5 thn engkau meninggalkan kami
Ingin rasanya memelukmu seerat mungkin…
Rasanya makammu baru kemarin
Rasanya penantian yg teramat panjang…
Tgl 28 Ags 2007 …..
Hari yg meluluhlantakan semangat hidup kami
Hari yg penuh kesedihan…
Hari yg meruntuhkan segala kesombongan, takabur
Engkau berjuang melawan penyakit DB…
Namun Alloh berkenhendak lain….
Jam 01.30 wib engkau utk slamanya….
Hari ini tgl 8 Mar 2013
Sulit rasanya melupakanmu…
Sulit rasanya mencari obat penenang hati….
Sulit rasanya menahan air mata kami…
Sulit rasanya menahan kesedihan kami…
Selamat tinggal anakku….
Bandung- Komp Vijaya Kusumah Blok A No 106 Bdg
022-70775575
Mar 09, 2013 @ 03:36:22
Trimakasih kepada ibu2 dan bapak2 yg sdh mau berbagi disini, dan terimakasih juga kepada yg punya blog ini mau menampung cerita kesedihan kita.
Ini udh yg kedua kali saya menulis disini, saya hanya ingin sedikit berbagi lagi, memang berat rasanya kehilangan orang2 yg kita cintai, itu pun jg saya rasakan sewaktu saya kehilangan anak saya yg baru berumur 1th 4 bulan. Memang cerita2 yg di tinggalkannya ga sebanyak kenangan yg dialami oleh pak andi dimana di tinggal saat anak berumur 10th, tapi saya yakin rasa sakit dan rasa kehilangannya pasti sama.
Anak yg sudah lama saya dan suami rindukan, dimana kami harus jatuh bangun dulu program bayitabung krn saya sudah tdk bisa hamil alami. Setelah hamil pun ga lah mudah, saya pendarahan terus2an mulai kehamilan 25 minggu, sehingga hrs dirawat, sampai akhirnya saya melahirkan anak saya prematur di usia 29minggu.
Setelah itu pun perasaan naik turun krn bayi saya harus dirawat sekitar 1 bulan di nicu krn harus masuk inkubator. Semua saya jalani dengan perasaan naik turun, tapi saya tetap berdoa dan terus bersabar. Hingga akhirnya anak saya bisa pulang kerumah.
Bayi saya rawat sendiri, saya memilih utk tidak bekerja dan benar2 full mengasuh anak krn saya ingin fokus merawat sendiri tampa bantuan babby sitter. Anak saya tumbuh sehat, malah terbilang jarang sakit, hingga kejadian yg membuat anak saya seperti yg sudah saya ceritakan di postingan saya sebelumnya.
Sedih, wah tidak terkatakan bagaimana rasanya, dunia saya hancur, anak yg saya rawat sendiri, saya perhatikan gizi nya, saya perhatikan kebersihannya, dan yg lebih memukul perasaan saya seorang dokter tapi saya merasa tidak berdaya menolong anak saya.
1 minggu saya tidak berani pulang kerumah, saya shock..saya susah tidur, tertidur sebentar dan apabila terbangun saya merasa kosong, sepi, semua kiamat buat saya. Rasanya tidak ada gunanya saya dan suami mencari uang lagi toh dah ga ada gunanya. Tiap hari yg terpikirkan oleh saya hanyalah kapan saya mati, kapan dunia ini kiamat, kapan saya bertemu anak saya lagi.
Rasanya ingin protes melihat anak orang yg dibawa hujan2an, main kotor atau malah bayi yg di bunuh ortu nya sendiri, mengapa Tuhan mengkaruniakan anak pada mereka padahal mereka tdk menjaga dgn baik atau malah tdk menginginkannya…Astagfirullahaladzim..
Selama 2 minggu saya linglung, semua orang bilang saya harus kerja lagi, harus ada kegiatan, harus keluar rumah… Tapi saya pikir bagaimana saya bisa bekerja kalau setiap melihat anak orang saya ingat anak saya, tiap saya keluar banyak kenangan2 yg saya lalui yg bikin prasaan saya tdk stabil.
Setiap orang mempunyai cara bebeda utk mengatasi kesedihannya, dan mengobati lukanya. Menurut saya kl saya mengalihkan rasa sedih ini dgn banyak kegiatan kerja atau apalah yg bikin sibuk, disaat saya sendiri saya teringat lagi malah itu efeknya makin parah buat jiwa saya. Saya dan suami lebih memilih utk merenung awalnya memamng ada penolakan, kenapa kami, apa salah kami dan kata2 yg menyalahkan diri sendiri…
Akhirnya kami sampai pada satu titik, tidak ada gunanya kami menyesali diri, kami sudah berusaha yg terbaik buat anak kami, selama hidupnya InsyaAllah, kami berusaha membahagiakan nya, kami selalu menjaganya, ini adalah takdir Allah buat kami, sekuat apapun kami menolaknya, se steril apapun kami menjaganya, menghindarinya, pasti janji itu akan datang..karena sebelum lahirpun sdh ditentukan masing2 janji kita pada Allah.
Dengan tenaga yg masih tersisa walaupun sangat tertatih kami berusaha bangkit lagi, tidak mudah memang, terkadang tetap ada air mata, dan luka yg kembali basah… Tapi bila rasa itu datang kami cepat mengembalikannya pada Allah, siapalah kami ini, hanya manusia, yg nyawa dibadan kita aja bukan milik kita…dan saya menyadari siapalah saya yg bisa mengatur atur Tuhan kapan mau mayi atau kapan mau kiamat…tiada daya kita kalau Allah sdh berkehendak.
Tapi saya pernah baca artikel, kalau Allah tdk pernah meminta kembali apa yg sudah diberikannya apalagi merampas, melainkan Allah menyimpankannya untuk di kembalikan lg kpd kita nanati dan utk kita miliki secara penuh di kehidupan akhirat krn itulah kehidupan yg abadi. Mungkin pandangan kita sebagai manusia ini terasa berat, tapi percayalah kita ini adalah manusia pilihan, karena tidak semua manusia di uji dgn ujian yg berat ini, semata2 Allah sayang sama kita, ini bukanlah hukuman tapi semata2 bentuk kasih sayang Allah pd hambanya.
Itulah yg bikin saya tersadar, yg bikin saya mulai menyadari semuanya, saya sadari keadaan saya yg sekarang,saya serahkan semua luka hati saya, duka saya di Tangannya, krn Dia lah yg punya jiwa…
Yg paling tdk tertahan apabila rasa rindu sdh datang, hanya bisa menangis, sholat dan meminta spy Allah obatilah rasa rinduku ini untuk anakku, dan jgn siksa aku dg kerinduan ini.
Sekrang saling menguatkan dg suami, berusaha utk program lagi dan terus belajar membenahi hidup krn kami ingin berkumpul dengan anak kami nanti. Sebab pernah sy baca kalau anak kita yg meninggal wkt masih kecil, dia akan lebih mengenali kita drpada anak yg sudah besar dan punya keluarga sendiri..
Itulah sekelumit cerita yg bisa saya share semoga bisa saling menguatkan buat semuanya…. Terimakasih.
Mar 13, 2013 @ 17:09:04
9 Maret 2013 jam 09:30 pagi, bapak kami tercinta telah pergi meninggalkan kami untuk selamanya… tak ada yang mendampingi beliau saat sakratul maut … tiba-tiba adik kami menemukannya sudah tidak bernafas lagi lagi…. itulah yang membuat kami sedih mengapa disaat saat terakhirnya kami tidak dapat mendampinginya untuk dapat melafazkan “Laillahaillallah”… Ya Allah ampunilah kesalahan beliau semasa hidupnya dan terimalah amal ibadahnya, lapangkanlah kuburnya dan terangilah jalan beliau, tempatkanlah beliau ditempat yang terbaik.. Amin… Yaa Robbal Alamin….
Mar 22, 2013 @ 21:47:28
tes
Mar 28, 2013 @ 11:00:50
Memi zio,pengalaman yg sama dengan yg aku rasakan. 8 tahun aku menanti kehadiran anak,dn aku mendapatkan anak kembar melalui program bayi tabung.Tp tanggal 4 maret 2013 kemarin Tuhan memanggil salah sattunya.Masuk Rs pun dalam keadaan sehat,tp Tuhan memang punya hak otoritas atas setiap nyawa.Berat sangat berat.Tersiksa setiap melihat saudara kembarnya.Sejuta penyesalan kerap kali muncul,andaikan dia tidak aku masukkan rumah sakit.Menyesal sangat menyesal.Miss you my dear sweethearth.
Apr 05, 2013 @ 00:59:27
Dear mba hana.. Benar banget sangat berat kehilangan buah hati apalagi yg sdh lama kt tunggu dan mendapatkannya pun hrs melalui jalan istimewa, kt tdk hanya mempersiapkan materi tapi yg paling penting mental dimana program kita pun harus siap untuk gagal… Dan di saat kita berhasil positif hamil betapa rasanya bahagia tdk terkirakan, hilang sdh rasa sakit yg selama ini di rasa, suntik tiap hari, cek hormon berkali kali…seakan2 di saat hamil dan lagi mengasuhnya kita benar2 menikmati peran kita sbagai ibu, rasa nya kt menikmati buah dr hasil perjuangan kt selama ini.
, ada pengobat hati walaupun tdk bisa menggantikan rasa kehilangan….
Tapi itulah, semua sdh jalan dr Allah, hanya sebentar kt dititipin seorang malaikat, yg ternyata bs menyadarkan kt ternyata usaha kita sbagai manusia tetap ada batasnya.. Bersyukur mba hana masih punya kembaran si dedek
Bersyukur juga ada blog ini sy bs ketemu mba hana dan teman2 yg lain, jadi ada tempat untuk bercerita, yg sedikit bisa membuat lega….
Apr 10, 2013 @ 09:57:27
Ya memi zio,anugrah masih ada si kecil satunya yg skr berumur 4 bulan.but i still miss her.di blog ini aku merasa g sendiri,makasih yah.Kematian memang rahasia ilahi,bisa terjadi pada siapapun.Berusaha untuk tetap kuat dan tegar menghadapinya.