Apa sih sebenarnya sukses itu?? apa kah diukur dari tingginya jabatan?? atau kah dari jumlah rumah, kendaraan, simpanan di bank?? atau kah bisa mendidik anak menjadi anak yang sholeh dan berbakti pada orang tua-nya, walaupun orang tua-nya miskin papa?? atau kah bisa sekolah sampai S3?? atau kah bisa masuk ke BOTD?? atau kah bisa memiliki apapun yang diinginkan?? atau kah hidup tenang?? atau kah .. apa??
Kalau menurut-ku, sukses adalah berhasilnya kita menjalani hidup sesuai dengan amanah yang diberikan oleh-Nya. Apakah itu berupa kemiskinan maupun kekayaan. Apakah itu berupa kepintaran atau kah kebodohan. Apakah itu phisik yang sempurna maupun tidak. Apakah itu hidup sendiri atau dengan keluarga besar. Keberhasilan tidak saja di dunia, tapi juga untuk diakhirat. Masalahnya .. sukses sering dinilai dari yang kasat mata seperti jabatan, gelar, materi (rumah, kendaraan, penampilan, dll) sedangkan yang hanya dapat dinilai dengan mata hati sering dilecehkan. Bagaimana menurut sobat2 ku yang budiman?? Sukses itu apa??
Tulisan terkait :
Cabe rawit : Tetangga ane sukses




37 responses so far ↓
adit-nya niez // Sunday, 3 February, 2008 at 00:07
Ah ya .. Ini saya punya kenangan buruk dengan penilaian ini …
Hmm .. Saya ndak bisa mendefinisikan sukses kang. Gampang sih klo tinggal liat kamus, tapi rasanya sukses itu terkadang buwat saya sndiri masih bermata dua, shingga suka merasa bingung klo hasil yg didapat itu berupa kesuksesan …
————————–
Dee // Sunday, 3 February, 2008 at 00:33
Apa ya? .. Sukses itu, kalo udah bisa tidur sebelum jam 12 malam, dan bisa bangun sebelum subuh.
*Berarti aku belum sukses nih*
————————
Dee // Sunday, 3 February, 2008 at 00:36
Serius Bang, sukses itu dirasakan di hati, bukannya dilihat oleh mata. Sukses itu bukan melulu hasil, tetapi justru jalan panjang yang ditempuhnya.
Sukses, hanya bisa dirasakan oleh yang meraihnya, bukanlah oleh orang yang melihatnya. Sukses, adalah sisi spiritual kita, bukan sisi material kita.
————————-
hariadhi // Sunday, 3 February, 2008 at 01:12
Sukses itu apa yaaaa …
Ah paling mah sayah merasa sukses kalau nanti hati sayah puas dengan kerjaan yang udah sayah buat.
Mau nanti jadi desainer terkenal apa mentri pariwisata apa presiden apa ga jadi apa-apa ya sebodo teuing, lah. Biarin aja itu jadi jatah orang lain.
————————-
multipletalent // Sunday, 3 February, 2008 at 08:45
Sering kita bertanya … “Eh … gimana acaranya? sukses kan?? Terus yang kita tanya menjawab,” … Sukses …
Orang yang kita tanya bisa menjawab bahwa acaranya SUKSES, karena dia telah melakukan proses komputasi singkat, mengingat definisi-definisi, batasan-batasan, dan tujuan dari sesuatu, dalam hal ini dia sebelumnya telah menetapkan reference points, bahwa acaranya sukses bila … misalkan dihadiri minimal 80% dari undangan. Dia bisa bilang SUKSES karena telah membandingkan Reference Points dengan Reality atau istilah penjualan telah membandingkan target dengan pencapaian.
Untuk bisa bilang sesuatu (misalnya project) itu sukses, kita harus tentukan dulu tujuan-tujuan, reference points, yang mendefinisikan sukses itu yang bagaimana dll. Terus dalam pencapaiannya kita bandingkan hasil project dengan definisi, berapa % bias, berapa % terdeviasi.
Itulah mengapa sebelum melangkah, melaksanakan sesuatu, tetapkan dulu tujuan, lalu kerjakan, lalu ukur hasilnya, dari situ pasti anda akan bisa mengukur apakah pekerjaan anda sukses.
Salam .. dari Multipletalent untuk semua blogger di WP-nya bank Erander ..
————————-
cK // Sunday, 3 February, 2008 at 09:14
Menurut saya, sukses itu cuma bisa dirasakan diri sendiri. Misalnya .. sukses meraih sesuatu yang dinginkan, sukses membangun rumah tangga sesuai keinginan dan lain-lain. Kalau sukses dimata orang itu .. menurut saya bukan ukuran sukses yang sebenarnya ..
————————
rumahkayubekas // Sunday, 3 February, 2008 at 09:58
Ngutip dari .. eh darimana ya?
Sukses,
Sa’iki po sesuk-sesuk yo sing penting iso beres,
———————–
sawali tuhusetya // Sunday, 3 February, 2008 at 10:05
Sukses? .. menurut saya, pak eby, sukses itu apabila seseorang berhasil mewujudkan keinginannya, sekecil apa pun. Seorang tukang becak yang berkeinginan mendapatkan penghasilan 50 ribu sehari dengan kerja keras dan ternyata berhasil menurut saya itu sudah sukses. Tapi .. kalau dia justru dapat uang 100 ribu karena menemukan uang di jalan, hiks, itu bukan sukses namanya.
————————
Cabe Rawit // Sunday, 3 February, 2008 at 10:37
Ane pernah baca, definisi sukses menurut Peter Spann adalah: “Ketika anda mengerjakan yang anda sukai dan menyukai yang anda kerjakan, ketika anda dikelilingi orang yang anda cintai, ketika anda dihargai sesuai dengan keinginan anda”
Dalam term agama, sukses semakna ama alhasanah. Al-hasanah artinya kebaikan. Jadi orang sukses adalah orang yang selalu menetapkan dirinya dalam kebaikan. Bener kata bang Erander, kesuksesan tidak dapat diukur pake materi atau hal-hal yang bernilai prestise.
Orang miskin yang sabar adalah contoh manusia yang sukses, karena ia tetap menetapi kebaikan dalam kemiskinannya.
Orang kaya yang pandai bersyukur adalah contoh manusia yang sukses, karena ia tetap menetapi kebaikan dalam keserba-adaannya.
Dalam doa sapu jagad, yang kita minta adalah Fiddunya hasanah, wafil akhiroti hasanah. Di dunia sukses (baik) dan di akhirat sukses (baik).
Ane ngelantur nih bang … Salam pedes
*Wealth Magic, Peter Spann*
—————————
sandemoning // Sunday, 3 February, 2008 at 12:25
Kakek bilang, sukses itu bila anak keturunan bapak-ku lebih baik darinya. Bapak saya bilang, sukses itu bila semua anaknya bisa lebih baik dari dirinya. Saya bilang, sukses itu bila anak cucu-ku lebih baik dari pada-ku.
*dalam semua hal*
Penilaian orang lain? silakan menilai diri sendiri … good posting bang …
————————-
fujimori // Sunday, 3 February, 2008 at 14:54
Sukses itu menurut saya berhasil menjalani proses mencapai cita-cita, dengan baik ..
Masih dangkal sih, bang..
————————
goes // Sunday, 3 February, 2008 at 16:44
Menurut Ku, sukses itu adalah sebuah proses untuk mendapatkan sesuatu yang kita inginkan bang.
Jadi … jika ingin menilai sebuah kesuksesan maka lihatlah proses yang telah dilewati.
*jangan coba lewat Dukun*
————————
sarah // Sunday, 3 February, 2008 at 18:15
*Liat komen diatas*
Saya setujuu sekaleee, dan kesuksesan tidak datang secara kebetulan karena harus direncanakan dengan strategi yang matang disertai insting dan intuisi yang kuat.
————————-
progoharbowo // Sunday, 3 February, 2008 at 19:43
Sukses kalau secara kata memang berarti mencapai sesuatu yang direncanakan …
Sukses berbeda arti dengan bahagia …
Kalau kita ingin cari kebahagiaan … tanpa perlu sukses kita bisa mendapat kebahagiaan ….
————————-
hariadhi // Sunday, 3 February, 2008 at 19:55
Wah itu sih masa bodoh, Bang. Soalnya udah keseringan nurut kata orang lain, jadinya malah amburadul. Termasuk masalah kuliah itu.
Kalau ada yang maksa-maksa saya ngikutin target sukses tertentu paling bilang:
Serius, saat orang maksain target sukses sama kita dan gara-gara itu hidup kita berantakan, they wont give a damn. Paling jauh mereka bilang “Kasiaaan… de lu”
*Buru-buru nyetel “I did it my way” di Winamp.*
————————–
Fakhrurrozy // Sunday, 3 February, 2008 at 20:56
Seorang alim pernah berkata bahwa arti kesuksesan sebenarnya adalah ketika kita dapat mengenal dzat Yang Maha berkuasa yang telah menciptakan diri kita, sehingga kita mengerti untuk apa kita hidup dan akan kemana arah tujuan dari hidup itu sebenarnya….
Mohon maaf Pak Eby, sekedar sharing
————————–
sitijenang // Sunday, 3 February, 2008 at 23:12
Sukses .. ya mendapat hasil alias berhasil. x + y = z .. kalo sukses dalam hal apa ya laen .. lagi barangkali …
————————
bedh // Monday, 4 February, 2008 at 00:46
Saya tidak terlalu bangga dengan apa yang udah saya buat, tapi saya tidak pernah malu akan semua yang telah lalu itu.
Bukunya dah sampe dari kmaren2 tapi lom sempat di baca karna kemaren2 terkapar di tempat tidur karna sakit. Mudah2an secepatnya di tamatin dan melaksanakan rencana yang di email itu huhuhuhu
Ntar kalo dah selesai semua baru di posting hasilnya huhuhuhuhu tapi dah baca beberapa lembar kayanya bagus tuh

————————–
itikkecil // Monday, 4 February, 2008 at 10:15
Saya lebih memilih sukses yang ukurannya saya buat sendiri. Soalnya di sekeliling saya masih banyak orang yang menilai sukses = duit banyak, mobil, rumah.
Saya kok gak sependapat ya bang. Untuk apa duit banyak tapi itu didapat dari memeras orang misalnya.
Jadi .. sukses menurut saya paling tidak, saya tidak menyusahkan orang dan bisa berbuat sesuatu untuk orang lain.
————————
Nazieb // Monday, 4 February, 2008 at 11:31
Kalo menurut saya, sukses itu pokoknya hidupnya damai, ndak ada masalah yang mengguncang dunia persilatan. Ndak punya uang banyak, tapi cukup untuk sekarang dan besok. Yah, begitulah
————————
Agoyyoga // Monday, 4 February, 2008 at 11:48
Saya sependapat kalau sukses harus di setting dari awal, yaitu dengan menentukan goal dan KPI (Key Performance Indicator)-nya.
Misalnya sebagai seorang pelajar, pada awal pembelajaran menentukan dulu objective-nya apa, tujuannya apa, penilaiannya bagaimana. Kalau achievement memenuhi semua kriteria berarti stempel sukses bisa dibubuhkan.
Sebagai seorang hamba Allah, KPI untuk sukses sudah di setting di Al-Quran, jika itu terlampui dan dihisab oleh -Nya berhasil, maka kita bisa dicap sudah sukses.
Sebaliknya jika goal dan KPI tidak terpenuhi, berarti kita tidak sukses dan harus pintar memanage diri agar tidak frustrasi. Frustrasi ini mendekat ke kita biasanya jika ekspetasi tidak terpenuhi. Jadi kita mesti berhati-hati menentukan goal dan KPI agar bisa meraih kesuksesan dalam setiap perencanaan. Kalau dalam prespektif management, supaya bisa sukses seseorang sebaiknya menerapkan planning, directing, organizing, and controlling begitu pula halnya dengan mengatur diri kita sendiri. Sekecil apapun target kita bila di atur dengan baik insyaAllah kesuksesan menyertai.
Point yang lain yang menarik menurut saya adalah tidak meng-underestimate-kan tujuan/target seseorang (sebesar/sekecil/serendah/seremeh apapun)dan menghargai setiap bentuk kesuksesan dengan sincere (tulus). Ini adalah sisi subyektifitas dari sukses, dimana sukses itu relatif. Mengapa? karena setiap orang memiliki target dan KPI yang berbeda-beda. Sehingga tiap individu dalam menilai kesuksesan orang lain harus bisa menempatkan diri di dalam perspektif yang dinilai agar subyektifitas ini bisa diminimalkan bahkan dihilangkan.
Mudah-mudahan pendapat saya memperkaya brainstroming ini.
Semangaat Pagii!!!
————————–
multipletalent // Monday, 4 February, 2008 at 16:53
Makanya perlu penyamaan persepsi bank ..
———————–
agoyyoga // Monday, 4 February, 2008 at 17:58
Sepertinya orang-orang perlu baca buku mindset nih Bang
———————–
realylife // Monday, 4 February, 2008 at 20:00
Sukses itu, bahagia lahir bathin, di dunia banyak cinta, di akhirat masuk surga. Sukses menjadi diri sendiri ..
————————
sitijenang // Monday, 4 February, 2008 at 21:55
Kalo memang sudah menjalani proses apapun, pastilah mendapat hasil. Apalagi yang kita anggap baik. Mestinya .. gak perlu takut gagal. Kalo dilakukan berulang kali / iterasi, tanya programmer aja deh …
————————
Heinrich Harrer // Monday, 4 February, 2008 at 22:18
Ya, kira-kira begitu, bang ..
Kalo prosesnya kita lalui dengan baik, pasti hasilnya juga baik .. hmm .. saya meng-analogi-kan dengan berbuat baik untuk mendapatkan pahala .. hehehe ..

————————-
sitijenang // Monday, 4 February, 2008 at 22:47
Kalo proses baik dalam persiapan pesta sudah dianggap sempurna itu kan dalam kacamata manusianya. Tanda-tanda alam kadang gak dibaca juga. Bikin pesta kebun kok di musim penghujan … di jakarta pula … he he he … barangkali ini
————————
tukangkopi // Tuesday, 5 February, 2008 at 11:23
Wah ndak tau mo komen apa. Saya mendefinisikan sukses buat saya sendiri, yang tentunya beda dengan kacamata orang lain..
————————
Anton_jb // Tuesday, 5 February, 2008 at 21:15
Saya masih anda tanya dengan kata2 sukses …??
————————-
Sukses duniawi & ukhrawi « KU LETAK KAN KATA DISINI // Wednesday, 6 February, 2008 at 09:59
[...] Februari, 2008 · No Comments Melanjutkan postingan-ku sebelumnya yang bertanya tentang apa sih sukses?? Aku berterima kasih sekali dengan komentar blogger2 yang masuk sehingga aku jadi lebih dapat [...]
Sukses duniawi & ukhrawi « Manajemen Amal // Wednesday, 6 February, 2008 at 10:01
[...] duniawi & ukhrawi Melanjutkan postingan-ku sebelumnya yang bertanya tentang apa sih sukses?? Aku berterima kasih sekali dengan komentar blogger2 yang masuk sehingga aku jadi lebih dapat [...]
extremusmilitis // Wednesday, 6 February, 2008 at 16:54
Aku nggak mau nambah-in apa-apa bang, apalagi nge-bantah, aku sangat-sangat setuju dengan abang. Thanks bang buat ngingetin kita lagi
————————
orangkecil // Thursday, 7 February, 2008 at 23:37
Sukses aja buat Abang …
———————–
Arifkurniawan as bangaiptop // Saturday, 9 February, 2008 at 01:55
Sukses itu..? Yaah, ini mah subjektif Mas Eby.
Sebab patokannya sangat pribadi.
*mikir-mikir*
Coba lagi ahh…
*masih mikir-mikir*
Sukses itu… err… buat saya.. err…
Sukses adalah ketika bisa menanggapi badai tragedi topan kehidupan dengan senyum.
Sukses pula adalah sikap yang sama ketika menghadapi limpahan keberhasilan, secara bersahaja … dengan senyuman.
*Subjektif sekali. Maklum, kacamata suksesnya kacamata kuda saya sendiri. Hehe*
————————-
Angan Tinggi vs Angan Sederhana « herdy undercover // Thursday, 14 February, 2008 at 23:07
[...] peroleh dalam jangka waktu tertentu. Bukan juga angan sederhana yang menghambat kita untuk meraih kesuksesan. Karena angan tinggi dan angan sederhana itu hanyalah nyawa kedua yang sama-sama berisi semangat, [...]
orangkecil // Tuesday, 4 March, 2008 at 21:08
Menurutku postingan abang termasuk postingan yang SUKSES …
————————
orangkecil // Tuesday, 25 March, 2008 at 23:20
Ha ha…
Salam kenal aja ya bang…
————————–