Seorang teman lama mengabarkan bahwa hari ini adalah hari terakhirnya bekerja karena besok beliau akan pindah ke Jakarta, mencoba peruntungan baru. Senin sudah harus mulai bekerja ditempat yang baru, pekerjaan baru – bidangnya tetap sama yaitu IT, teman2 baru dan sebagainya serba baru. Tercermin dalam suratnya yang ku terima hari rabu kemarin, bahwa ia merasa mendapat hukuman atas keputusan-nya untuk memilih jalan hidup (baca: pekerjaan) yang baru agar dapat mengubah takdir-nya menjadi lebih baik : “Ini hukuman-ku .. hmm .. its a hardest way to passed, i guess ..” apakah begitu berat-nya kita untuk berubah, sehingga seperti sedang menjalani hukuman?? apakah ini yang menyebabkan banyak teman-teman menjadi malas untuk berubah .. yang kata orang bijak, kita sudah berada di comfort zone eit, hati2 bacanya .. bukan time zone loh walaupun sama-sama menyenangkan
Berubah memang memerlukan energi cadangan. Syukur-syukur kalo kita bisa menyiapkan ‘energi’ tersebut jauh-jauh hari sebelum perubahan itu terjadi seperti blogger-blogger yang pindah rumah, sudah menyiapkan segalanya .. termasuk postingan terakhir.
Tak jarang, perubahan itu juga terjadi mendadak. Sehingga tidak cukup waktu untuk mempersiapkan segala sesuatu. Waktunya mepet banget. Seperti kata teman saya itu : “Seperti terhimpit di-dedahan-an kering dan berdebu .. terlalu banyak yang harus dikerjakan, terlalu banyak yang harus diingat, terlalu banyak yang harus dijadwalkan … Hmmm … Hiduuuppp … Aku ga yakin bisa berjalan sesuai rencana walaupun pada akhirnya nanti akan baik-baik saja ..”
Sepertinya .. berubah itu melelahkan. Padahal itu adalah pilihan untuk lebih baik dari masa lalu. Bagaimana kalo perubahan itu ke arah yang lebih jelek?? tadinya bekerja, sekarang menganggur. Tadinya cantik atau ganteng, sekarang keriput. Tadinya kaya sekarang miskin. Ah .. jadi ingat lagu Demi Masa-nya Raihan ..
*stel dulu ah, biar ga cape*




22 responses so far ↓
edy // Friday, 8 February, 2008 at 08:39
Bukannya setiap hari kita selalu berubah?
walaupun hanya hal kecil ..
————————
Indra Kusuma // Friday, 8 February, 2008 at 08:40
Bang Eby, Insya Allah bulan depan status saya berubah jadi Pengantin eh suami … Doakan ya mudah-mudah acaranya berjalan lancar dan saya berubah jadi lebih baik, salam …
————————
itikkecil // Friday, 8 February, 2008 at 08:55
Sepakat sama caplang, orang berubah setiap hari.
Soal menghadapi perubahan, tergantung orangnya bang. Bisa jadi menerima perubahan itu atau malah pura-pura tidak menerima perubahan itu.
————————-
Cabe Rawit // Friday, 8 February, 2008 at 10:49
Ane jadi inget ama petuah-na Engkong ane. Kata engkong, manusia yang kagak mau berobah menjadi lebih baek, sama seperti mayat hidup.
————————
Nazieb // Friday, 8 February, 2008 at 13:18
Kalo berubah mungkin memang melelahkan, tapi mengubah itu yang jauh lebih melelahkan..
———————–
Dee // Friday, 8 February, 2008 at 14:43
Seandainya, ketakutan akan mati, ketakutan akan jatuh miskin, ketakutan akan sakit, itu telah lenyap dari diriku, maka tak kan pernah aku takut untuk berubah, tak kan pernah aku takut kelelahan, dan tak kan pernah aku takut menjalani kehidupan ini …
————————
tukangkopi // Friday, 8 February, 2008 at 14:56
Berubah itu melelahkan kalo kita tidak ingin dan rela menerima perubahan. Biasanya kalo tidak dalam keadaan terpaksa atau terjepit kita malas untuk berubah. Padahal tidak ada sesuatu yang abadi selain perubahan itu sendiri.
*saya ngomong ngawurrr*
————————-
Tao - TSM // Friday, 8 February, 2008 at 20:19
Hehehehe…… Ngetik juga cape lho….
————————
realylife // Friday, 8 February, 2008 at 21:04
Mudah-mudahan ngga selalu cape dech ya bang … tetap jaga semangat, termasuk saya juga..
Karena kayaknya lagi mulai mengalami perubahan, moga-moga ke arah yang lebih baik ..
————————-
Landy // Friday, 8 February, 2008 at 21:38
Ya Tuhan aku mau berubah menjadi lebih baik, amien
————————
fauzansigma // Friday, 8 February, 2008 at 22:09
Bagaimana pun juga, seperti yang anda katakan di posting yang lalu, yang saya tangkap .. “Tidak ada yang abadi di dunia ini selain perubahan”
————————
Anton_jb // Friday, 8 February, 2008 at 22:24
Perubahan emang hampir setiap hari terjadi pada diri kita .. Namun biasaya perubahan baik saja yang dapat kita ingat … dikala perubahan itu buruk, sukar sekali di ingatnya, malah berusaha untuk secepat mungkin melupakannya .. hehehehe
————————-
Mrs. Fortynine // Friday, 8 February, 2008 at 22:34
Hoh?
Labih cape lagi kalo ga berubah bukan Bang?
coba aja duduk 5 menit aja di atas kompor yang masih nyala full power …
*dilemparin tombak*
————————–
bedh // Saturday, 9 February, 2008 at 01:20
Saya malah jadi inget lagu yang sering saya putar2 ulang beberapa hari ini judulnya : Cerita Lama, yang nyanyi Andien huhuhu
♫♪ dalam bisu dan tawa
pikir merubah segalanya
hatimu membatu
menyatu bersama biru
yang tiada kalah mengangkat dagu
♫♪ manusia merubah ..
kau berubah …
mamandang untuk itu begitu rendah
tapi aku
aku takkan pernah kalah. ♫♪
Maap kalo nggak nyambung .. tapi lagunya keren beneran sih .. huhuhuhu keukeuh.

————————–
kangguru // Saturday, 9 February, 2008 at 10:19
Konon .. kata mbah Darwin bukan yang kuat yang akan sanggup bertahan bang … tapi yang mampu beradaptasi pada perubahan
————————
Hair // Saturday, 9 February, 2008 at 16:59
Bener banget mas, kalau perubahan itu justru lebih jelek, ini bisa menjadi momok yang sangat menakutkan. Setiap manusia pasti berusaha agar hari ini bisa lebih baik dari hari kemarin, dan hari esok bisa lebih baik dari hari ini.
Tapi kalau kenyataannya tidak sesuai dengan keinginan kita, maka itu sudah merupakan takdir Ilahi ..
————————-
cK // Sunday, 10 February, 2008 at 10:44
Saya kok malah sering dibilang : “Jangan pernah berubah, tetaplah jadi cK yang sekarang”. Gimana tuh??
————————
Abeeayang™ // Sunday, 10 February, 2008 at 13:03
Berubah lebih baik tentunya,
Itu yang kita harapkan,
*aku ingin berubah jadi superman*
————————
multipletalent // Monday, 11 February, 2008 at 07:42
Bank Eby …
Kalau mau nasib berubah ya harus berani terima perubahan.
Semua langkah kita yang kita jalani,
Semua keputusan yang kita ambil,
Ada hargannya …
Ada resiko …
dan … ada pula untungnya …
Ada positifnya …
Ada … negatifnya.
Setiap Aksi, menimbulkan Reaksi …
Saya mau nasib berubah, makanya saya berani berubah.
Bagaimana kalau kita tidak mau berubah, tapi perusahaan ‘merubah’ kita misalkan dimutasikan ke posisi lain (kalau naik gaji dan pangkat sih pasti semua orang mau) .. atau dimutasikan ke kota lain?? Yaa … tinggal kita mainkan saja analisa SWOT saja, lalu Sholat Istikharah, minta petunjuk, deep consideration, logical analyzing, … computing … then ENTER, hasilnya suatu keputusan.
Teman2 .. jangan takut berubah .. bila perubahan itu ke arah lebih baik …
Tanamkan keyakinan kuat untuk sukses dengan langkah kita, dengan doa dan usaha, Insya Alloh, Alloh SWT merestui setiap langkah kita … Amin.
Multipletalent
Status : Leaving Comfort Zone is welldone
———————————-
adit // Monday, 18 February, 2008 at 14:05
Menurut saya bukan takut untuk berubah, karena seperti kata mas Edy bilang, pada kenyataannya tiap hari qta selalu berubah .. kebanyakan orang takut kepada sesuatu yang baru, sesuatu yang menurutnya di luar jangkauannya
*ingatkah kita ketika pertama kali masuk SMP atau SMA dulu?*
————————-
yudha // Monday, 25 February, 2008 at 21:01
Hehehe itu ceritaku bang, thx u ya? semua memang berubah, dan kita harus berubah, segala kendala memang pasti ada (takut, waktu, daya) apapun itu, tapi yang pasti kita bisa melaluinya, bagaimanapun caranya … yang pasti tetap percaya bahwa Allah pasti akan membantu kita ..
————————-
Perubahan « KU LETAK KAN KATA DISINI // Thursday, 3 July, 2008 at 08:32
[...] ku yang terkait : 1. Cape’nya berubah 2. Memilih berubah 3. Dan 21 postingan lainnya yang berkaitan dengan [...]