Aku selalu kagum dan menaruh respect dengan orang-orang yang sabar. Sikap tenang dan ikhlas saat cobaan datang – baik musibah maupun berkah – mereka tunjukkan. Dalam benak ku, tidak dapat ku tutupi rasa kekaguman itu. Bagaimana menyaksikan mereka bisa begitu sabar menghadapi semuanya. Terakhir, orang yang sabar adalah teman ku. Sahabat karib ku. Aku masih ingat, ketika sepuluh tahun yang lalu .. iya, 10 tahun yang lalu .. ia mengatakan : “Jangan kawatir, satu saat nanti kita akan ditempatkan di cabang Luar Negeri. Hanya masalah waktu,” ketika keberangkatan kami ditunda sampai waktu yang tidak ditentukan.

Waktu berjalan, beberapa dari kami sudah melupakan program tersebut. Aku bahkan sudah menutup mimpi-ku. Menginggalkan anggan ku. Tapi sahabat karib ku, selalu menyemangati ku untuk tidak pernah menyerah. Beberapa kali dia menyuruhku untuk pindah ke Jakarta, agar informasi lebih cepat diterima. Aku katakan : “Mas, aku sudah bersyukur dengan apa yang Allah berikan pada saat ini.” Tidak jarang, dia begitu gemes dengan kepasrahan ku itu.

Kemaren, kata-katanya menuai hasil. Dia berangkat ke cabang New York. Tercapai sudah cita-citanya. Dia dengan sabar menunggu dan menunggu. Padahal banyak tawaran posisi yang ada, ditampiknya. Dia tetap bertahan di unit yang sama. Sementara, teman-teman se-program yang dulu sudah malang melintang dibeberapa unit, diseantero nusantara. Aku salut dengan kesabarannya.

Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (surah Al Baqarah ayat 153)

Masih banyak kisah nyata, dari orang-orang sekitar ku yang ku kenal, bagaimana aku menyaksikan mereka dengan sabar menjalani kehidupan. Sementara, banyak kesempatan dilewatkan begitu saja hanya karena mereka yakin dengan impian mereka. Kadang aku berpikir, bukan kah Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Bagaimana .. keadaan itu sebagai cobaan, sehingga mereka sabar menerima cobaan dan tetap bertahan untuk tidak berubah??

kecuali orang-orang yang sabar (terhadap bencana), dan mengerjakan amal-amal saleh; mereka itu beroleh ampunan dan pahala yang besar. (Huud ayat 11)

Aku teringat pada Umi, orang tua sahabat karib ku yang lainnya. Umi sudah aku anggap seperti orang tua ku sendiri. Walaupun dia dimadu, tapi darma bakti pada suaminya – yang hidup berpoligami – tetap dijalankan dengan ikhlas. Disamping itu, beliau dengan rela merawat ibu-nya yang sakit parah karena tidak ada yang mau merawat ibu-nya, sehingga penyakit itu menjakiti beliau juga.

Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’, (Al Baqarah ayat 45)

Sering aku merenung. Ketika semua berlomba-lomba mencapai kesuksesan. Seperti tidak sabar untuk meraih posisi tertinggi. Baru menduduki jabatan 1 tahun, sudah minta naik pangkat. Sudah nuntut ini itu. Dan selalu dikatakan wajar kalo memperjuangkan hak-haknya sehingga kewajiban terabaikan. Aku juga sering bertanya, apa kah harus ‘fight’ terus?? bukan kah sabar justru mematikan semangat untuk berjuang??

(yaitu) orang-orang yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, orang-orang yang sabar terhadap apa yang menimpa mereka, orang-orang yang mendirikan sembahyang dan orang-orang yang menafkahkan sebagian dari apa yang telah Kami rezkikan kepada mereka. (Al Hajj ayat 35)

Disclamer : Postingan ini aku dedikasi kan kepada orang-orang yang sabar. Kepada orang-orang yang jiwa-nya ikhlas menerima apa pun yang Allah berikan padanya. Sabar bukan berarti diam tidak mengubah nasib. Tapi sabar adalah bentuk keikhlasan kita pada Sang Khaliq.

UPDATE 17 Maret 2008 !!!!

warrenbuffett.jpg Orang terkaya yang baru dinobatkan majalah Forbes yang berhasil menggeser kedigjayaan Bill Gates, ternyata menjadi kaya karena SABAR dan telaten. Dia adalah Warren Buffett (77 tahun) dengan kekayaan bersih USD 62,000,000,000.00 atau setara dengan Rp.576.600.000.000.000,- alias Rp.576,6 trilyun .. dan itu uang semua :) .. dan jiwa bisnisnya dimulai sejak dia berusia 6 tahun. Ya .. 6 tahun. Ayoo .. umur segitu kalian lagi ngapain???

Pada usia tersebut, pak Buffett membeli 6 Coca Cola dari toko kakek-nya seharga 24 sen dan menjual kembali kaleng bekas minuman itu dengan harga nikel dan mendapat untung 5 sen. Usia 11 tahun, pak Buffett membeli 3 unit saham Cities Service Preferred seharga USD 38 per saham.

Tak lama setelah membeli saham itu, ternyata harganya turun menjadi USD 27 per saham. Dengan sabar, pak Buffett menunggu hingga harga saham mencapai USD 40, lalu menjualnya. Yang justru menjadi pelajaran buatnya, karena harga saham itu kemudian menjadi USD 200 per saham. Peristiwa ini membawa pesan penting baginya dalam berinvestasi : BERSABARLAH !!!

*halah*

About these ads