KU LETAK KAN KATA DISINI

Kata kata fitna

Minggu, 30 Maret, 2008 · & Komentar

blok.jpg

Aku mencoba untuk menelusuri makna dari kata tersebut di wikipedia yang digambarkan ‘generally regarded as very difficult to translate’ dan kata FITNAH — dengan huruf H dibelakangnya — yang dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia yang berarti : perkataan bohong atau tanpa berdasarkan kebenaran yang disebarkan dengan maksud menjelekkan orang (seperti menodai nama baik, merugikan kehormatan orang). Jika menilik pengertian ini, rasa-nya koq kurang pas dengan maksud dari si pembuat video — atau film ya?? — untuk menyampaikan misinya. Bukan kah itu berarti si pembuat video mengakui bahwa isi video tersebut adalah perkataan bohong atau ingin menjelekkan orang lain??

Akhirnya aku mencoba merujuk pada pengertian kata fitnah, yang berasal dari bahasa arab. Dan ternyata, kata tersebut memiliki arti yang beragam tergantung dalam konteks kalimat yang menyertainya. Coba perhatikan penjelasan dari ayat-ayat yang memiliki kata FITNAH dalam ayat tersebut :

Penjelasan arti kata Fitnah dalam surah At Taubah (9) ayat 49 :
Ada beberapa orang munafik yang tidak mau pergi berperang ke Tabuk (daerah kekuasaan Romawi) dengan berdalih khawatir akan tergoda oleh wanita-wanita Romawi, berhubung dengan itu turunlah ayat ini untuk membukakan rahasia mereka dan menjelaskan bahwa keengganan mereka pergi berperang itu adalah karena kelemahan iman mereka.

Penjelasan arti kata Fitnah dalam surah Al Baqarah (2) ayat 217 :
Penganiayaan dan segala perbuatan yang dimaksudkan untuk menindas Islam dan Muslimin.

Penjelasan arti kata Fitnah dalam surah Al An’aam (6) ayat 23 :
Jawaban yang berupa kedustaan.

Penjelasan arti kata Fitnah dalam surah Al Baqarah (2) ayat 191 :
(menimbulkan kekacauan), seperti mengusir sahabat dari kampung halamannya, merampas harta mereka dan menyakiti atau mengganggu kebebasan mereka beragama.

Penjelasan arti kata Fitnah dalam Al Anfaal (8) ayat 39 :
Gangguan-gangguan terhadap umat Islam dan agama Islam.

Penjelasan arti kata Fitnah dalam Al Ahzab (33) ayat 14 :
Murtad, atau memerangi orang Islam.

Sampai disini, aku hanya bisa terdiam. Merenungi semua makna yang ada. Video itu memang belum aku lihat utuh. Cuma beberapa cuplikan dari beberapa berita yang ada. Yang pasti, tentu ada pesan yang ingin disampaikan oleh si pembuat video itu. Seperti kata Daeng Limpo, mengapa kita harus marah??

Kalo memang yang dikutip dalam video itu adalah ayat-ayat Al Qur’an dan tidak diubah-ubah, ya biarkan saja. Kecuali ayat-ayat tersebut diubah oleh mereka. Beda hal-nya jika mereka menafsirkan sekehendak pemikiran mereka. Maka harus kita jelaskan arti sebenarnya dari ayat-ayat yang mereka kutip tersebut. Misalnya .. jelaskan bahwa perintah perang itu untuk menghentikan fitnah bukan untuk menyerang orang tak bersalah. Jika mereka tidak memusuhi Islam, ga mungkin Islam akan berperang. *emangnya berperang itu enak??*

Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim. — Surah Al Baqarah (2) ayat 193.

Catatan : Ku pikir .. pengertian ber’perang’ tidak berarti harus tembak-tembakan kan?. Kan bisa berupa perang opini, perang diplomasi, perang dingin atau perang seperti melawan narkoba, korupsi, kemaksiatan, kemiskinan dan lain sebagainya.

blok.jpg

UPDATE !! 31 Maret 2008

Dalam wawancara dengan surat kabar Vatican — L’Osservatore Romano — Monsignor Vittorio Formenti mengatakan bahwa untuk pertama kali-nya dalam sejarah, jumlah pemeluk agama islam lebih banyak dibandingkan dengan pemeluk agama katolik roma yaitu 19,2% berbanding 17,4% bisa jadi hal ini lah yang memicu ketakutan anggota parlemen belanda tersebut.

Postingan seorang sahabat yang membahas tentang terjemahan ayat Al Qur’an yang ada di video fitna dengan terjemahan dalam bahasa Indonesia yang ternyata memiliki perbedaan makna.

Kategori: Keheningan jiwa · Ku kutip kata
Ditandai: , ,

38 tanggapan so far ↓

  • Guh // Minggu, 30 Maret, 2008 pada 08:17

    Biar belum nonton yang penting marah-marah dulu Pak. Biar kelihatan religius dan membela tuhan, eh, islam.

    Btw, kalo ayat yang bilang kalau anak dan istri juga bisa jadi fitnah, disitu fitnah berarti apa ya?
    ————————–

    Astagfirullah .. jadi mesti gitu ya Guh?? supaya kelihatan religius. Iya deh .. saya marah-marah dulu :evil: gggrrrhhh :mrgreen:

    Saya barusan menonton cuplikan film video tersebut. Oya .. koq tidak seperti film ya?? malah lebih mirip propaganda. Setahu saya, kalo film itu kan memiliki jalan cerita yang tuntas.
    *jadi ingat film Ayat-ayat Cinta yang lebih mirip sinetron*

    Guh .. dari 15 ayat yang mengandung makna fitnah, tidak ada yang menyebutkan kalo anak dan istri itu bisa jadi fitnah. Saya juga sering mendengar kalimat tersebut. Tapi saya tidak tahu persis makna sebenarnya. Mungkin ada teman-teman lain yang bisa menjelaskan??

    UPDATE .. tentang anak adalah fitnah bisa baca disini.

  • achoey sang khilaf // Minggu, 30 Maret, 2008 pada 09:36

    Salut ama blogger yang peduli dan masih punya nurani. :)
    ————————-

    Saya sepaham dengan postingan-mu : “Jangan pernah kau usik perdamaian! Karena kami sudah terbiasa bertoleransi dalam keberagaman.”

  • DensS cessario // Minggu, 30 Maret, 2008 pada 10:12

    Aku blom nonton videonya, katanya sih ada adegan sadis nya.

    Wah topik ini sedang populer hohoho …

    Btw, ma kasih link-link nya. And also, “Fitnah lebih kejam daripada Pembunuhan” Kok jadi nyambung kesini ya?

    wakakak ..
    ————————-

    Hmm … kalau kita menonton film-film Hollywood yang dar der dor atau sret sret sret, terutama yang bertema kan crime thriller?? .. kaya’nya lebih sadis dan lebih vulgar di film-film Hollywood.

  • daeng limpo // Minggu, 30 Maret, 2008 pada 10:48

    Dan ketika kemarahan menguasai manusia … maka hilang lah nalar, akal dan budi pekerti. Orang yang marah itu wajahnya merah, badannya panas, siapa yang menguasai orang itu … ialah api …

    Orang yang marah apalagi membabi buta, namanya juga babi buta … diarahkan kemana juga bisa. Menurut saya … salurkan saja marah anda dengan kreatifitas, kebaikan, kesungguhan, raih lah ilmu pengetahuan, peduli kepada sesama.

    Mungkin demikian Pak Erander, jika ada yang salah mohon petunjuk.

    –salam—
    ————————

    Yang diperlukan saat ini adalah bukti dan fakta. Jika memang ajaran kita itu paling baik, tentunya harus kita buktikan dulu sehingga kita bisa bilang : “Ini loh ajaran kami seperti ini” .. ingat, bisa saja mereka sengaja memancing emosi umat, untuk membenarkan apa yang ‘dituduhkan’ oleh mereka : “Tuh, benar kan apa yang ku bilang.”

    Saya lebih memilih diplomasi dan membangun citra baik. Perlu kesabaran sebagaimana rasul ketika pertama kali menyebarkan ajarannya. Sebenarnya, saat ini adalah moment yang tepat untuk menerapkan perekonomian syariah .. karena saat ini perekonomian dunia sedang mengalami resesi akibat dampak pasar komoditi.

    Mudah-mudahan, negara-negara di jazirah arab yang memiliki kekuatan ekonomi dapat memanfaatkan momentum ini. Agar sistem ekonomi global tidak dikendalikan para ‘bandit’ seperti buku karya Didik J.Rachbini yang berjudul TEORI BANDIT, yang insya Allah akan diluncurkan pada 10 April 2008 di Universitas Paramadina.

    – salam –

  • daeng limpo // Minggu, 30 Maret, 2008 pada 10:52

    @ Guhpraset

    Maaf tuan Guh, setahu saya yang tuan maksud mungkin adalah “anak dan istri adalah perhiasan bagimu” .. apakah demikian?

    –salam–

  • nurma // Minggu, 30 Maret, 2008 pada 11:43

    Ya Allah pak, terima kasih, membaca post ini jadi lebih ‘nerima’ sekarang.

    Kemarin saya liat cuplikan-nya di salah satu TV, rasanya ’sakit’ banget — walau saya bukan tergolong orang yang shalih. Tapi waktu ngeliat sampul qur’an yang membuka pilem, trus ada ‘nabi muhammad’-nya — yang sudah disamarkan — bahkan komen si sutradara yang kesan-nya ‘alergi’ ama islam. Saya jadi “terpancing” …

    Mungkin emang ini reaksi yang mereka harapkan dari umat. Makasih, mungkin inilah perlunya qta untuk selalu berpikir terbuka & mau melihat dari sudut pandang orang lain.
    ————————-

    Sama-sama mbak .. saya pikir memang itulah perintah di dalam Al Qur’an .. saya malah kasihan dengan yang membuat video itu. Begitu banyak maksiat yang dia lakukan sehingga takut — kalau hukum islam diterapkan — kalau dia terkena hukuman tersebut.

    Padahal hukum-hukum dalam islam tidak membabi buta. Ada tahap-tahapannya. Lebih membabi buta hukum buatan manusia. Karena hanya berlaku pada orang-orang yang lemah, orang-orang yang miskin, orang-orang yang bodoh. Hukum buatan manusia itu berpihak pada orang yang kuat, yang kaya, yang berkuasa.

  • Hoek Soegirang // Minggu, 30 Maret, 2008 pada 13:13

    “dari 15 ayat yang mengandung makna fitnah, tidak ada yang menyebutkan kalo anak dan istri itu bisa jadi fitnah.”

    Yang saia tau dan fernah saia baca sih, anak dan istri adalah fitnah itu ucapannya Abu Nawas afa ya? .. waktu beliau teriak-teriak ditengah kota. Terus beliau ngasih keterangan begini : “Anak istri adalah fitnah afabila karena mereka kita jadi terjerumus kedalam neraka.” CMIIW.

    Ah ya, saia juga baru tau kalo ada film yang dirasa dududh begitu, saia kelamaan ‘tidur’, jadinya ndak ngerti kalo ada film yang masih aja nyerang muslim. aihhh …
    ————————–

    Jadi seperti saibulhikayat ya Hoek?

    Hoek, mungkin kamu salah minum obat. Jadi tidur-nya kelamaan. Kamu sehat-sehat aja kan??

  • oRiDo // Minggu, 30 Maret, 2008 pada 14:04

    Marah ..
    tapi tetep pake otak!!..
    alias gak di kuasai oleh emosi..
    tetep berfikir rasional..

    Kalo gak marah, padahal di hina dlsb .. berarti siap-siap aja menerima “tonjokan” lainnya yang lebih “menonjok” ..

    :)
    ————————–

    Setuju pak .. manusiawi kalau kita marah, tersinggung dlsb .. asal tidak dikuasi emosi. Seperti dalam pencak silat, saat diserang musuh, dengan emosi yang tenang, kita dengan mudah menundukan lawan. Bukan begitu pak??

    *tangkis sana, tangkis sini, gaya silat* :)

  • Hanna // Minggu, 30 Maret, 2008 pada 15:07

    Ya, kenapa kita harus marah. Kalau kita marah bukankah iman kita rapuh artinya.

    Damailah, hiduplah dengan penuh cinta kasih.
    ————————–

    Seperti kata pak Orido diatas, marah itu manusiawi. Asal tidak dikuasai oleh emosi. Selama masih bisa berdamai, mengapa harus mencari gara-gara. Sering kali, ada pihak yang sengaja memancing emosi ketika semua dalam keadaan damai.

  • cK // Minggu, 30 Maret, 2008 pada 20:11

    Walah … saya ga marah. Cuma sedih, kok bisa-bisanya bikin film begituan. Khan itu bisa memicu kekacauan. Mudah-mudahan aja pada nggak terpengaruh dan bisa menerima itu semua sebagai cobaan.
    ————————

    Insya Allah ..

    Dari video yang sudah abang lihat, terkesan anggota parlemen Belanda itu ketakutan jika islam menjadi akidah disana. Karena di dalam video itu ditampilkan beberapa potongan headline berita yang mengabarkan bahwa perkembangan islam disana sangat menggembirakan.

    Dia mengingatkan kepada orang-orang belanda tentang islam tapi dengan cara yang tidak gentlement. Dia kehabisan akal, ketika banyak orang belanda mengakui bahwa ajaran islam itu benar. Maka anggota parlemen itu membuat video tersebut atas nama kebebasan berpendapat tanpa peduli hal itu akan menyakitkan umat islam.

  • tommy // Minggu, 30 Maret, 2008 pada 22:41

    Saya salut sama rekan-rekan netters di sini yang memberikan komentar-komentar yang teduh.

    Peace!
    ————————

    Salam damai ..

    Saya malah kasihan banget dengan anggota parlemen yang membuat video itu. Nyawanya jadi terancam, itu pasti. Orang-orang belanda akan mendukung kampanye dia, itu belum pasti.

    Sebagai anggota parlemen — yang seharusnya arif bijaksana — malah blunder. Dia pikir, orang-orang akan mudah terhasut dengan propagandanya. Padahal malah menyulut kebencian pada dirinya sendiri. Kasihan.

  • pr4s // Minggu, 30 Maret, 2008 pada 23:18

    Surprise banget nemu yang beginian. Emang kaya apa sih pelm-nya?

    Kenapa ya islam kok dimusuhi terus? Jadi ingat kata buyut klo yang benar itu selalu banyak musuhnya.
    ————————-

    Koq film? .. cuma video ‘amatir’ koq yang mencuplik 5 ayat di Al-Qur’an kemudian diberikan ilustrasi berupa cuplikan berita dari televisi seakan-akan ayat tersebut mengerikan.

    Anehnya .. diakhir video, dibeberkan perkembangan islam yang significant di Eropa. Dan rupanya dia ketakutan — mungkin terlalu banyak maksiat yang dilakukan olehnya — apabila islam menguasai parlemen Belanda dan membatalkan undang-undang yang pernah disetujui parlemen disana misalnya tentang perkawinan sejenis.

  • achoey sang khilaf // Senin, 31 Maret, 2008 pada 09:31

    Makasih mas kalo ternyata kita sepaham
    Terus berkarya!
    ————————-

    Your welcome!

  • Rindu // Senin, 31 Maret, 2008 pada 11:30

    Saya tidak berani berkomentar … karena takut saya jadi memfitnah, habis nanti pahala saya yang memang hanya sedikit.
    ————————

    Setuju .. semoga Allah mengampunkan dosa-dosa saya.

  • itikkecil // Senin, 31 Maret, 2008 pada 11:35

    Opini yang menyejukkan hati yang sedang panas ini :D
    ————————-

    *hidangkan ice orange juice buat mbak Ira*

  • Yoga // Senin, 31 Maret, 2008 pada 12:05

    Satu kesempatan untuk “berpikir” dan belajar bersikap dewasa telah terbuka. Ini ujian umum lho :)
    ————————

    Setuju lagi .. saya menjadi lebih mengerti dan memahami mengapa ayat-ayat itu diturunkan pada masa rasul dan relevansi-nya pada masa kini.

  • rumahkayubekas // Senin, 31 Maret, 2008 pada 14:42

    Ya, kenapa kita harus marah?

    Apa tidak lebih baik jika kita lakukan — sekecil apapun — sesuatu yang barangkali bisa menambah / memperbaiki pengetahuan / wawasan mereka tentang Islam yang sebenarnya.
    ————————–

    No comment.

  • esensi // Senin, 31 Maret, 2008 pada 14:54

    Fitna sebetulnya bisa dijadikan cermin, lho. [khususnya bagi mereka2 kaum ekstremis yang parokial]

    *kabur!*
    [takut di-bomz]

    salam,
    ————————–

    *lembar bom ke arah Es*

  • TonKin // Senin, 31 Maret, 2008 pada 16:42

    Saluuut deh …
    ————————

    Salut apa nya?? bukannya malah prihatin?? :mrgreen:

  • AdityaWirawan // Senin, 31 Maret, 2008 pada 20:26

    Barusan saya nonton video itu, karena di kasih tau blog ini. Wahh hancur tuh video, memburukkan imej Islam. Hanya sisi-sisi kejamnya aja yang diperlihatkan, betul-betul propaganda.

    Hidup Islam.
    ————————

    Nonton-nya bukan di bioskop kan pak? :mrgreen:

  • calonorangtenarsedunia // Senin, 31 Maret, 2008 pada 20:41

    Judulnya aja “Fitna”, Bang. Isinya ya fitnah semua. :lol:
    ————————

    Si pembuat video tersebut seperti membuka aib sendiri.

  • realylife // Senin, 31 Maret, 2008 pada 20:41

    Setuju bang
    mari perang opini
    dan buktikan kita adalah
    rahmatan lil alamin
    bukan
    Fitna
    ————————-

    Kamu kan sudah pernah bikin film pendek .. nah, gimana kalo kamu membuat video yang berisi ayat-ayat yang mengambarkan kedamaian .. ya itung-itung bikin sinetron ayat-ayat cinta gitu de :)

  • Nongkrong // Selasa, 1 April, 2008 pada 01:03

    Teringat film Ayat-Ayat Cinta yang di sini mulai muncul ungkapan anyar dan terkenal : “Hadzihi Fitnah” :)

    Salam TB
    ————————

    Mudah-mudahan bukan Salam BT ya mas :mrgreen:

  • haniifa // Selasa, 1 April, 2008 pada 02:47

    Salam,

    Menarik sekali mas catatan-nya, mengenai pengertian ber’perang’ :D

    Esensi-nya orang-orang dibelahan bumi bagian barat mulai keder … atas kemajuan kaum muslim. Terkait dengan catatan mas Erander, sepertinya saya lebih prihatin membaca tulisan “Pada masa kemunduran Islam seperti sekarang ini” dibanding nonton film “mba fitna nya mas yutub”.

    Sukar difahami … sementara mata orang barat melihat muslim maju, disisi lain kita yang notabene mayoritas muslim mengatakan mundur …??!

    Wasalam.
    ————————-

    Subhanallah ..

    Mungkin kita perlu merenungi petuah Gede Prama yang mengatakan bahwa bangsa ini harus memunculkan sinar terang keheningan di tengah zaman yang gelap seperti sekarang ini. Zaman gelap tersebut tercermin dari kebiasaan orang melihat kepunyaan orang lain selalu baik sementara melihat kepunyaannya sendiri selalu jelek.

  • aRuL // Selasa, 1 April, 2008 pada 03:41

    Betul-betul film provokasi …

    Liat aja banyak banget postingan yang saling menghunjat .. aduh koq tidak mengerti toleransi yah si londo itu :(
    ————————-

    Hehehe .. kita ter-provokasi apa ga ya??

    Menurut aRul, pelajaran apa yang bisa kita ambil dari masalah ini?? bukankah ini bukan hal yang pertama, orang-orang di Eropa melakukan tindak provokasi seperti ini??

    *nyala kan kompor gas* :evil:

  • nesia // Selasa, 1 April, 2008 pada 06:39

    Ga usah diributi itu mas. Pertama, dia ga ngerti sama sekali apa itu islam. Kemudian, udah ngga ngerti, dasarnya membuat film singkat itu adalah kebencian.

    Konon di dalam film itu — saya sendiri ga minat ngeliatnya — dia menuduh islam sebagai ideologi kebencian. Dia mungkin lupa, salah satu contoh ideologi kebencian yang paling jelas, adalah film buatannya itu sendiri.
    ————————

    Makanya saya kasihan dengan anggota parlemen tersebut. Blunder. Seperti pepatah : menepuk air terpecik muka sendiri.

    Saya justru menangkap kekhawatiran si anggota parlemen tersebut terhadap hukuman buat penyuka sesama jenis atau orang-orang yang berzinah. Hmm .. jangan-jangan anggota parlemen itu *** :oops:

  • edratna // Selasa, 1 April, 2008 pada 06:44

    Saya belum nonton film nya …
    ————————

    Saya ‘terpaksa’ menonton-nya agar apa yang saya komentari tidak menyimpang dari esensi video tersebut, yang justru menginformasikan kepada siapa saja yang melihat video itu sebagai era kebangkitan islam. Hanya saja, dia ketakutan. Mati akal. Sehingga ditampilkanlah cuplikan-cuplikan ‘masa lalu’ yang menurut dia sebagai ‘pembenaran’ untuk mewaspadai kebangkitan umat islam.

  • Fitna & April Mop « kangtutur.com // Selasa, 1 April, 2008 pada 10:29

    [...] 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 [...]

  • Edi Psw // Selasa, 1 April, 2008 pada 14:44

    Mereka sengaja memancing-mancing kita sebagai umat islam agar terpecah belah.
    ———————–

    Mungkin kalo terpecah belah .. ga kali ya bos. Tapi justru pada merusak citra islam kalo ada diantara kita ada yang salah mengambil tindakan.

    Didalam ajaran kita, kita wajib mengikuti pemimpin kita. Kalau dalam bernegara, ya pemerintah. Jadi lebih baik jangan bergerak sendiri-sendiri.

  • stey // Selasa, 1 April, 2008 pada 15:41

    Apapun yang berbau fitnah pasti busuk baunya ..
    ————————-

    *tutup hidung* :mrgreen:

  • DensS cessario // Selasa, 1 April, 2008 pada 18:38

    Film ini nyebar di sekolahku lho.
    *Bukan nyebar filmnya, tapi topiknya*

    Ternyata murid-murid SMA pun suka baca koran xD
    —————————

    Bagus itu .. sejak dini sudah peduli lingkungan. :mrgreen:

  • DensS cessario // Selasa, 1 April, 2008 pada 18:48

    Sorry Double Comment,

    UPDATE 31 MARET 2008 !!!!

    Dalam wawancara dengan surat kabar Vatican — L’Osservatore Romano – Monsignor Vittorio Formenti mengatakan bahwa untuk pertama kali-nya dalam sejarah, jumlah pemeluk agama islam lebih banyak dibandingkan dengan pemeluk agama katolik roma yaitu 19,2% berbanding 17,4% bisa jadi hal ini lah yang memicu ketakutan anggota parlemen belanda tersebut.

    Aku udah tahu duluan, Hahaha! :D
    *Sok Bangga Mode : ON*

    Aku liat itu di Yahoo News … Tetapi ada yang saya kurang setuju yaitu kata si pendeta gokil tsb, “Muslim berkembang pesat karena sering buat anak” WTF!!!1111! TIDAK TERIMA!

    *butuh diskusi tentang cepatnya perkembangan Islam*
    ————————–

    Yups .. memang perlu klarifikasi atas statement tersebut, apakah memang karena bertambahnya mu’alaf atau karena perkembangan penduduk.

    Kalo saya, cenderung sebagai kritikan kepada umat islam, bahwa agama itu adalah masalah akidah. Bukan masalah jumlah. Bukankah disini banyak yang ‘mengaku’ islam sebatas KTP saja?? .. apakah tingkah lakunya mencerminkan seorang muslim??

    Berita itu bagi saya berita gembira sekaligus menyedihkan kalau memang benar perkembangannya karena bertambahnya jumlah penduduk bukan bertambahnya mu’alaf.

  • Nazieb // Rabu, 2 April, 2008 pada 10:19

    Jika kau mau melihat seberapa buruk moral seseorang, maka hinalah dia seburuk-buruknya, dan kau akan tahu seberapa buruk dia dari caranya menghadapi

    Lha wong Nabi yang dilempari kotoran saja masih memaafkan ..

    *ya itulah bedanya nabi sama kita .. halah ..*
    ————————-

    Loh .. katanya mau mengikuti jejak rasul??

  • Anak adalah fitnah .. « KU LETAK KAN KATA DISINI // Jumat, 4 April, 2008 pada 08:32

    [...] umat muslim seluruh dunia. Tapi ada hubungannya dengan pertanyaan seorang sahabat : “Btw, kalo ayat yang bilang kalau anak dan istri juga bisa jadi fitnah, disitu fitnah berarti … .. dan berita tentang seorang anak berumur 9 tahun yang kabur dari rumah selama empat hari dengan [...]

  • joesatch yang legendaris // Jumat, 4 April, 2008 pada 11:42

    Tenang … tenang … yang pinter tetap kalem … sambil berusaha menasehati yang bego biar ga anarkis :mrgreen:
    ———————–

    Emang yang anarkis bisa dinasehatin??

    *dilempar molotov* :evil:

  • DensS cessario // Jumat, 4 April, 2008 pada 23:45

    Mas Erander… Ikut Majang/Masang Link yah^^

    WE ARE SORRY FOR GEERT WILDERS
    —————————

    *ambil kalkulator hitung tarif iklan*

  • Komik nabi « KU LETAK KAN KATA DISINI // Jumat, 21 November, 2008 pada 08:03

    [...] Topik bahasan pada Youtube tersebut mengenai surah At-Tahrim (66) dan diinterpretasi sendiri oleh pembuat video tersebut dilengkapi dengan ilustrasi berupa komik. Mirip dengan video Fitna di Youtube yang menghebohkan tempo hari. [...]

  • qdetactive // Sabtu, 22 November, 2008 pada 10:29

    Salam dari Malaysia.

    Saya juga runsing dengan propaganda non-muslim kini.
    —————————

    Salam buat jiran ..

    Jangan runsing cik .. calm :) .. kita perkuat iman kita. Kita perkuat silaturahmi dan saling mengingatkan .. agar kita tak tergoda dengan segala hal yang negative tersebut.

    Syabas .. :)

Tinggalkan sebuah Komentar