KU LETAK KAN KATA DISINI

Dimana bumi dipijak ..

Selasa, 22 April, 2008 · & Komentar

blok.jpg

Pernah dengar pribahasa : dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung ? .. tentunya pribahasa tersebut hanya kiasan untuk menggambarkan bagaimana kita harus bersikap dan bertingkah laku, ketika berada disuatu tempat atau daerah agar kehadiran kita tersebut dapat diterima dengan baik oleh orang-orang yang ada di tempat atau daerah tersebut. Jika tidak, maka siap-siaplah kita akan banyak menemukan kesulitan di tempat tersebut. Hmm .. bagaimana menurut kamu dengan kiasan tersebut. Ada benarnya ga??

Ternyata kiasan tersebut — menurut ku — tidak saja berlaku dalam pergaulan sehari-hari tapi juga berlaku di dalam upaya kita untuk menjaga bumi dalam arti sebenarnya. Artinya .. diatas bumi di manapun kita tinggal, kita kudu merawat bumi agar kita dapat hidup dengan nyaman. Misalnya dengan menanam tanaman — untuk rumah yang masih memiliki lahan terbuka ato membuat drainase yang memadai agar air dapat mengalir dengan baik.

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; Sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.” Al Baqarah (2) : ayat 164

Dapat kita bayangkan .. kalau kita tidak peduli dengan lingkungan tempat kita tinggal, kita sendiri yang merasakan akibatnya. Kita merusak tanah, tanaman dan menggunakan barang-barang yang justru makin memperburuk udara sekitar kita. Karena kita hanya berharap pada orang lain untuk menjaganya. Sebaiknya kita mulai dari yang paling mudah untuk kita lakukan .. misalnya mengelola sampah dengan baik. Bisa dibakar, ditanam, diserahkan ke tukang sampah sudah dalam keadaan terpisah antara sampah organik dan anorganik.

Kemudian, kurangi penggunaan bahan-bahan kimia. Kalau pun terpaksa, gunakan secukupnya dan tidak melampaui ambang batas terutama limbah beracun, produk-produk plastik, stereo foam dan sebagainya. Kemudian, menanam tumbuhan. Minimal satu tanaman. Bisa di pot, di halaman atau hidroponik gantung.

“Dan apabila ia berpaling (dari kamu), ia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak, dan Allah tidak menyukai kebinasaan.” Al Baqarah (2) : ayat 205

Kategori: Begini menurutku · Hari yang kulalui
yang berkaitan: , ,

23 tanggapan so far ↓

  • RawkchitecT // Selasa, 22 April, 2008 pada 6:19

    Waaahh … tulisan bagus Pak!!!

    Klo rumah saya si, penuh tanaman .. padahal di tengah-tengah perumahan .. rencananya malah mo bikin atap dak beton yang dijadiin taman ..

    Ngomong-ngomong soal menyelamatkan bumi .. silakan berkunjung ke abimanyu712project.blogspot.com … mohon bantuannya untuk sharing pengetahuan untuk menyelamatkan bumi ..
    —————————

    *segera meluncur ke TKP satu* :)

    update !! TKP tidak dapat diakses :(

  • Yoga // Selasa, 22 April, 2008 pada 7:41

    Go Green! :)

    Thanks sudah menulis tentang lingkungan hidup. Ngomong-ngomong tentang usaha memilah sampah, niat awal yang bagus ternyata tidak “ketemu” dengan SOP Dinas Kebersihan.

    Karena kenyataannya .. sampah yang sudah dipilah-pilah ternyata bercampur lagi, justru di TPA — cmiiw seandainya ada perkembangan yang baru / praktek yang berbeda.

    Untuk itu justru kita perlu menggiatkan pembuatan kompos ditiap rumah tangga. Caranya tidak sulit, banyak yang sudah mempraktekkan dan informasinya banyak ditemukan diinternet. Pengantarnya ada disiniBang.

    Semangat Pagii!!!
    —————————

    *segera meluncur ke TKP dua* :)

    Berarti .. sebenarnya kesadaran masyarakat untuk memilah-milah sampah sudah ada ya Yog. Sayangnya, hal ini tidak diikuti dengan kesadaran ‘pihak’ yang diberikan kewenangan untuk mengelola sampah tersebut.

    *jadi ingat kasus di Papua dimana sampah ditumpuk di depan kantor redaksi surat kabar disana yang mengkritik kinerja DKP setempat* :(

  • hanggadamai // Selasa, 22 April, 2008 pada 8:11

    Selamat hari bumi …
    ————————–

    Ngucapinnya kemana ya?

    *salaman sama bumi* :mrgreen:

  • anggara // Selasa, 22 April, 2008 pada 9:17

    Eh sebenarnya BUMN bisa berperan loh, misalnya menganjurkan pegawainya untuk naik kendaraan umum atau kendaraan umum yang disediakan kantor, mengalih fungsikan lahan parkir jadi lahan hijau, dikantor kang Eby sudah begitu belum? penasaran aja ..
    —————————

    Kantor saya di Balikpapan di komplek pertokoan, jadi satu dengan pasar sayur hahaha :mrgreen: jadi parkir kendaraan justru dihalaman masjid, karena di depan ruko lahan parkirnya di pinggir jalan hehehe

  • itikkecil // Selasa, 22 April, 2008 pada 9:22

    Safe the planet …
    ————————–

    Kata-kata itu mengingatkan ku pada ..

    SUPERMAN !!! :mrgreen:

  • achoey sang khilaf // Selasa, 22 April, 2008 pada 9:57

    Kehancuran bumi ini diakibatkan oleh ulah jahil manusia ..
    maka selayaknya manusia menyadari hal ini ..
    karena bumi kita bukan milik kita ..
    tapi milik semua generasi setelah kita .. jangan hancurkan!!!
    ————————–

    So .. kan, dimasa depan, kita sudah ga ada. Jadi ngapain juga mesti mikirin. Dari pada kita bela-bela nya menyelamatkan bumi seperti pahlawan, kan mending nikmati aja. Gimana nanti, biarin aja :evil:

    *satire mode : OFF*

  • nita // Selasa, 22 April, 2008 pada 10:27

    Iya pak, udah susah-susah pisahin antara yang basah ma yang kering … sama tukang sampahkan dicampur jadi satu lagi :(

    Gimana sih? …

    Emang bener yang dibilang Yoga .. Dinas Kebersihan harus buat SOP dulu trus disosialisasikan yang bener ke warga jadi pada ngerti semua.

    Kapan ya? … semoga terwujud dalam waktu dekat. Pemerintah cepetan dong …
    —————————-

    Kaya’nya ga bakal dalam waktu dekat deh mereka mikirin soal sampah. Wong .. 2009 sudah dekat koq. Tapi sebenarnya .. ini isu yang keren kalo mereka mau terpilih lagi buat ‘berkuasa’ ditahun 2009. :evil:

  • edratna // Selasa, 22 April, 2008 pada 11:57

    Setuju bang, dengan merawat tanaman, kita juga bisa mengurangi stres melihat kehijauan tanaman tsb, ikut merasa senang jika tanaman menjadi subur, dan berbunga … dan melestarikan lingkungan hidup.
    —————————

    Kemarin, saya membaca iklan layanan masyarakat dari Bakrie Group yang menginformasikan bahwa bumi memberi kita 250 triliun tumbuhan, seandainya 6 milyar penduduk bumi masing-masing menanam 1 tumbuhan saja, maka dapat dibayangkan .. berapa banyak lagi pohon di bumi ini .. :cool: Cool

  • stey // Selasa, 22 April, 2008 pada 14:01

    Saya belum beri apa-apa sama bumi ..*sedih*
    Selamat Hari Bumi!!
    —————————

    Jangan sedih bung .. cek. Apakah kita merokok? apakah kita menggunakan produk-produk yang mengandung chloroflourocarbon (CFC)? atau apakah kita selalu membuang sampah pada tempatnya?

    Jika salah satu pertanyaan tersebut, ada yang jawabannya TIDAK, maka kita sudah ikut memberi andil dalam ‘menyelamatkan’ bumi .. :cool: Cool !!

  • Rindu // Selasa, 22 April, 2008 pada 15:40

    Langit, bumi, daun, gunung dan segala isinya berzikir kepada ALLAH … makanya pohonnya jangan ditebang, nanti semakin sedikit yang zikir, gitu kali maksudnya yak :) ah saya selalu gak nyambung …
    ————————–

    Dan jangan salah .. bahwa seluruh isi bumi — baik yang ada didalam maupun dipermukaannya, diciptakan Allah untuk kelangsungan hidup manusia.

    Sehingga bukan tidak boleh ditebang, bukan tidak boleh dieksploitasi .. tapi, seharusnya yang kita lakukan adalah pemanfaatan yang berkesinambungan. Ditebang, ditanam, digali, ditimbun .. begitulah seharusnya. Agar keseimbangan alam terjaga — ekosistem.

  • deteksi // Selasa, 22 April, 2008 pada 16:47

    Saya sepakat dengan ungkapan di atas, pak ..

    di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung!

    Baik dimaknai secara konotatif maupun denotatif ..

    Selamat hari bumi .. (dan hari langit?) :mrgreen:
    —————————-

    Wah jangan-jangan nanti beneran .. ada hari langit hehehe :) tapi bener koq pak. Pepatah lama itu emang klop dan membuat hidup jadi lebih nyaman buat dilalui.

  • ndarualqaz // Selasa, 22 April, 2008 pada 17:33

    Pak, lapor … tadi siang ada yang melakukan aksi damai “hari bumi” yang ngajak masyarakat untuk menjaga dan melestarikan bumi.

    Tapi konyolnya, mereka bawa poster kertas karton banyak banget, tiap orang satu poster, saya jadi langsung membayangkan, berapa banyak kertas yang diperlukan untuk aksi damai “hari bumi”, berapa banyak pohon yang ditebang demi membuat kertas-kertas itu … …

    Saya jadi inget film Ultraman pas saya kecil dulu. Ada pimpinan monster yang sering menyerang bumi yang ngomong ke seorang penduduk bumi, gini omongannya :

    “Kami para monster menyerang bumi bukan untuk menghancurkan bumi, tapi hanya ingin menyerang manusia, kami kesini hanyalah sebagai vaksin bagi bumi, karena manusia sekarang hanyalah virus yang perlahan-lahan menghancurkan bumi … …”
    —————————

    Berarti telah ditemukan strain virus baru dong .. yang namanya manusia :mrgreen: dan mesti dibasmi dengan antibiotik?? *halah*

    Btw .. kita sering salah kaprah. Sering keliru memaknainya. Menurut saya, bumi itu di’tunjuk’ oleh Allah sebagai tempat tinggal manusia .. karena telah tersedia hal ihwal segala keperluan umat manusia.

    Jadi .. mau tebang pohon .. monggo silakan, mau gali tambang .. juga oke-oke aja. Masalahnya adalah .. kita sering kemaruk. Sering kalap. Semua main tebang. Semua main gali. Setelah itu .. ditinggal begitu saja. Siapa yang merasakan akibatnya, jika tidak dilakukan recovery??

    Saya malah kawatir, kalo semuanya tidak boleh .. ntar manusia ga bisa hidup. Ga ada bahan bakar minyak karena ga boleh digali, kita tinggal di atas pohon karena ga ada kayu buat bangun rumah dan sebagainya.

    Saya justru setuju .. stop penambangan emas. Karena emas tidak ada kaitan langsung dengan kebutuhan hidup umat manusia. Kira-kira .. kalo emas tidak ada, apakah kita tetap hidup? atau kalo uranium tidak ada, apakah kelangsungan hidup kita terancam??

  • jeje // Selasa, 22 April, 2008 pada 17:43

    Met hari bumi ..
    ————————–

    *siapin kue ulang tahun*

  • cK // Selasa, 22 April, 2008 pada 17:43

    Euh …yang bisa saya lakukan untuk bumi adalah dengan tidak membuang sampah sembarangan. Tapi saya masih sering pake AC, kentut sembarangan dan make listrik berlebihan .. :|
    —————————

    Ini satire apa kagak?? :lol:

    Ya .. minimal kita ikut andil sedikit untuk mengatasi ‘kekisruhan’ polusi di bumi ini. Mulai dari yang simpel-simpel. Sampah dikelola dengan baik. Good .. ntar listrik dihemat-hemat .. Good lagi. Begitu seterusnya :)

  • cK // Selasa, 22 April, 2008 pada 17:44

    Eh … kentut itu gak dilarang khan? :mrgreen:

    *malah OOT*
    —————————

    Tergantung lokasinya .. kalo di WC mah, dianjurkan banget hahaha .. ato kalo selesai operasi, malah kentut itu ditunggu-tunggu :lol:

    Tapi kalo kamu lakukan itu di dekat abang .. pletaaaak

    *langsung tendang* :lol: :lol: :lol:

  • BanNyu // Selasa, 22 April, 2008 pada 19:31

    Yuk kita selamatkan Bumi kita, demi masa depan anak cucu kita nanti …
    ————————–

    Aduh pak .. emang siapa yang culik Bumi? apa tidak sebaiknya kita lapor aja pak? atau minta bantuan super hero?

    *satire mode : OFF*

  • Hasan Seru // Selasa, 22 April, 2008 pada 20:28

    Dalam rangka hari bumi toh, Pak?
    —————————

    *pasang spanduk*

  • Bodronoyo // Rabu, 23 April, 2008 pada 0:00

    Sudah cukup kah peringatan-Nya kepada kita bang?

    Seandainya kita belum sadar juga, mungkin tinggal menunggu waktunya, sang bumi akan murka, dan sang langit pun akan menista kita …

    Telah banyak kerusakan di muka bumi ini akibat ulah kita …
    —————————-

    Alam tidak murka .. dia hanya membuat keseimbangan saja secara sunnatullah. Ekosistem .. kata orang pandai hehehe .. jika dirusak, yang merasakannya adalah mahluk yang ada didalam ekosistem tersebut.

    Jadi .. Allah serahkan kepada manusia. Jika mau hidup aman damai, gunakan alam sebijak mungkin. Tebang secukupnya, gali secukupnya. Karena Allah tidak suka yang berlebih-lebihan. :)

  • tomyarjunanto // Rabu, 23 April, 2008 pada 10:53

    Ku lihat Ibu Pertiwi sedang bersusah hati ..
    Hutan gunung sawah lautan .. simpanan kekayaan ..
    Rusak oleh manusia ..
    Yang lupa akan tunas penerusnya …
    —————————-

    Sebenarnya ga lupa brother .. tapi keenakan :mrgreen:

  • OraJere // Rabu, 23 April, 2008 pada 11:52

    Met hari bumi :)
    mari kita hijaukan bumi ini, mulai dengan lingkungan sekitar kita :)

    Eh hari pakmi ada ga ya? :mrgreen:

    Oh ya .. untuk pasang haloscan, pertama-tama harus daftar dulu disana, di haloscan.com, trus kalau udah daftar, login, masuk ke instal, trus ikuti instruksi selanjutnya dari sana.

    Thanks kawan sudah sudi berkunjung ke blogku :)
    —————————–

    Menghijaukan bumi itu pake apa bos .. cat warna hijau, kain warna hijau, kertas warna hijau .. aha !! duit juga .. matanya jadi hijau hahaha :lol:

    Thanks ya informasinya. Aduuuhh .. mesti member dulu ya di haloscan. Rasanya pegel nih, jadi member dimana-mana hehe cape ngapalin password-nya bos :mrgreen:

  • Hery Azwan // Rabu, 23 April, 2008 pada 15:05

    Met hari bumi.

    Tapi hari ini tanggal 23 hari buku lho. World book day sudah dua tahun diperingati di Indonesia, katanya.
    —————————

    Wah, terima kasih informasinya pak .. jadi seharusnya hari ini kita posting resensi buku ya pak :mrgreen:

  • ndarualqaz // Rabu, 23 April, 2008 pada 19:49

    Halah,.. hidup di pohon, kayake saya pernah lihat ntu di acara big idea for small earth ??? — lupa saya apa tu judule, pokoke di metro TV … *tiiittt, menyebut merek :lol: *

    Orang ‘numbuhin’ rumah dari beberapa pohon yang diatur sedemikian rupa

    *langsung cari biji cabe buat bangun rumah*
    ——————————-

    Abang jadi ingat .. setiap kali dari Madiun menuju Solo, sebelum masuk kota Sragen, di pinggir jalan raya ada rumah-rumahan dari ranting-ranting. Ndaru pasti pernah lihat :)

  • rumahkayubekas // Rabu, 23 April, 2008 pada 20:39

    Ya Bang. Rasa-rasanya semakin kemari, semakin banyak orang tau yang baik-baiknya. Tapi pelaksanaan-nya itu yang masih menjadi masalah. Entah ngga niat, entah ngga peduli / masa bodoh.

    Dari mulai peduli sesama, peduli lingkungan sampai peduli segala macam deh. Jadi sepertinya, yang penting gw tau dan bisa ngasih-tau.

    Semoga kita ngga seperti itu.
    ——————————-

    Boleh jadi .. latah. Bukankah budaya latah memang ada dalam bangsa ini. Mengikuti tapi tidak tahu apa yang diikuti. Tapi .. tidak sepesimis itu kali ya.

    Memang pasti ada kendala disana-sini. Ga hanya di Indonesia koq kang .. buktinya, Amerika aja enggan ‘meratifikasi’ Bali Road Map .. jadi, ya gitu de hehehe :(

Tinggalkan Komentar