Pernah dengar pribahasa : dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung ? .. tentunya pribahasa tersebut hanya kiasan untuk menggambarkan bagaimana kita harus bersikap dan bertingkah laku, ketika berada disuatu tempat atau daerah agar kehadiran kita tersebut dapat diterima dengan baik oleh orang-orang yang ada di tempat atau daerah tersebut. Jika tidak, maka siap-siaplah kita akan banyak menemukan kesulitan di tempat tersebut. Hmm .. bagaimana menurut kamu dengan kiasan tersebut. Ada benarnya ga??
Ternyata kiasan tersebut — menurut ku — tidak saja berlaku dalam pergaulan sehari-hari tapi juga berlaku di dalam upaya kita untuk menjaga bumi dalam arti sebenarnya. Artinya .. diatas bumi di manapun kita tinggal, kita kudu merawat bumi agar kita dapat hidup dengan nyaman. Misalnya dengan menanam tanaman — untuk rumah yang masih memiliki lahan terbuka ato membuat drainase yang memadai agar air dapat mengalir dengan baik.
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; Sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.” Al Baqarah (2) : ayat 164
Dapat kita bayangkan .. kalau kita tidak peduli dengan lingkungan tempat kita tinggal, kita sendiri yang merasakan akibatnya. Kita merusak tanah, tanaman dan menggunakan barang-barang yang justru makin memperburuk udara sekitar kita. Karena kita hanya berharap pada orang lain untuk menjaganya. Sebaiknya kita mulai dari yang paling mudah untuk kita lakukan .. misalnya mengelola sampah dengan baik. Bisa dibakar, ditanam, diserahkan ke tukang sampah sudah dalam keadaan terpisah antara sampah organik dan anorganik.
Kemudian, kurangi penggunaan bahan-bahan kimia. Kalau pun terpaksa, gunakan secukupnya dan tidak melampaui ambang batas terutama limbah beracun, produk-produk plastik, stereo foam dan sebagainya. Kemudian, menanam tumbuhan. Minimal satu tanaman. Bisa di pot, di halaman atau hidroponik gantung.
“Dan apabila ia berpaling (dari kamu), ia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak, dan Allah tidak menyukai kebinasaan.” Al Baqarah (2) : ayat 205













23 tanggapan so far ↓
RawkchitecT // Selasa, 22 April, 2008 pada 6:19
Waaahh … tulisan bagus Pak!!!
Klo rumah saya si, penuh tanaman .. padahal di tengah-tengah perumahan .. rencananya malah mo bikin atap dak beton yang dijadiin taman ..
Ngomong-ngomong soal menyelamatkan bumi .. silakan berkunjung ke abimanyu712project.blogspot.com … mohon bantuannya untuk sharing pengetahuan untuk menyelamatkan bumi ..
—————————
Yoga // Selasa, 22 April, 2008 pada 7:41
Go Green!
Thanks sudah menulis tentang lingkungan hidup. Ngomong-ngomong tentang usaha memilah sampah, niat awal yang bagus ternyata tidak “ketemu” dengan SOP Dinas Kebersihan.
Karena kenyataannya .. sampah yang sudah dipilah-pilah ternyata bercampur lagi, justru di TPA — cmiiw seandainya ada perkembangan yang baru / praktek yang berbeda.
Untuk itu justru kita perlu menggiatkan pembuatan kompos ditiap rumah tangga. Caranya tidak sulit, banyak yang sudah mempraktekkan dan informasinya banyak ditemukan diinternet. Pengantarnya ada disiniBang.
Semangat Pagii!!!
—————————
hanggadamai // Selasa, 22 April, 2008 pada 8:11
Selamat hari bumi …
————————–
anggara // Selasa, 22 April, 2008 pada 9:17
Eh sebenarnya BUMN bisa berperan loh, misalnya menganjurkan pegawainya untuk naik kendaraan umum atau kendaraan umum yang disediakan kantor, mengalih fungsikan lahan parkir jadi lahan hijau, dikantor kang Eby sudah begitu belum? penasaran aja ..
—————————
itikkecil // Selasa, 22 April, 2008 pada 9:22
Safe the planet …
————————–
achoey sang khilaf // Selasa, 22 April, 2008 pada 9:57
Kehancuran bumi ini diakibatkan oleh ulah jahil manusia ..
maka selayaknya manusia menyadari hal ini ..
karena bumi kita bukan milik kita ..
tapi milik semua generasi setelah kita .. jangan hancurkan!!!
————————–
nita // Selasa, 22 April, 2008 pada 10:27
Iya pak, udah susah-susah pisahin antara yang basah ma yang kering … sama tukang sampahkan dicampur jadi satu lagi
Gimana sih? …
Emang bener yang dibilang Yoga .. Dinas Kebersihan harus buat SOP dulu trus disosialisasikan yang bener ke warga jadi pada ngerti semua.
Kapan ya? … semoga terwujud dalam waktu dekat. Pemerintah cepetan dong …
—————————-
edratna // Selasa, 22 April, 2008 pada 11:57
Setuju bang, dengan merawat tanaman, kita juga bisa mengurangi stres melihat kehijauan tanaman tsb, ikut merasa senang jika tanaman menjadi subur, dan berbunga … dan melestarikan lingkungan hidup.
—————————
stey // Selasa, 22 April, 2008 pada 14:01
Saya belum beri apa-apa sama bumi ..*sedih*
Selamat Hari Bumi!!
—————————
Rindu // Selasa, 22 April, 2008 pada 15:40
Langit, bumi, daun, gunung dan segala isinya berzikir kepada ALLAH … makanya pohonnya jangan ditebang, nanti semakin sedikit yang zikir, gitu kali maksudnya yak
ah saya selalu gak nyambung …
————————–
deteksi // Selasa, 22 April, 2008 pada 16:47
Saya sepakat dengan ungkapan di atas, pak ..
Baik dimaknai secara konotatif maupun denotatif ..
Selamat hari bumi .. (dan hari langit?)
—————————-
ndarualqaz // Selasa, 22 April, 2008 pada 17:33
Pak, lapor … tadi siang ada yang melakukan aksi damai “hari bumi” yang ngajak masyarakat untuk menjaga dan melestarikan bumi.
Tapi konyolnya, mereka bawa poster kertas karton banyak banget, tiap orang satu poster, saya jadi langsung membayangkan, berapa banyak kertas yang diperlukan untuk aksi damai “hari bumi”, berapa banyak pohon yang ditebang demi membuat kertas-kertas itu … …
Saya jadi inget film Ultraman pas saya kecil dulu. Ada pimpinan monster yang sering menyerang bumi yang ngomong ke seorang penduduk bumi, gini omongannya :
“Kami para monster menyerang bumi bukan untuk menghancurkan bumi, tapi hanya ingin menyerang manusia, kami kesini hanyalah sebagai vaksin bagi bumi, karena manusia sekarang hanyalah virus yang perlahan-lahan menghancurkan bumi … …”
—————————
jeje // Selasa, 22 April, 2008 pada 17:43
Met hari bumi ..
————————–
cK // Selasa, 22 April, 2008 pada 17:43
Euh …yang bisa saya lakukan untuk bumi adalah dengan tidak membuang sampah sembarangan. Tapi saya masih sering pake AC, kentut sembarangan dan make listrik berlebihan ..
—————————
cK // Selasa, 22 April, 2008 pada 17:44
Eh … kentut itu gak dilarang khan?
*malah OOT*
—————————
BanNyu // Selasa, 22 April, 2008 pada 19:31
Yuk kita selamatkan Bumi kita, demi masa depan anak cucu kita nanti …
————————–
Hasan Seru // Selasa, 22 April, 2008 pada 20:28
Dalam rangka hari bumi toh, Pak?
—————————
Bodronoyo // Rabu, 23 April, 2008 pada 0:00
Sudah cukup kah peringatan-Nya kepada kita bang?
Seandainya kita belum sadar juga, mungkin tinggal menunggu waktunya, sang bumi akan murka, dan sang langit pun akan menista kita …
Telah banyak kerusakan di muka bumi ini akibat ulah kita …
—————————-
tomyarjunanto // Rabu, 23 April, 2008 pada 10:53
Ku lihat Ibu Pertiwi sedang bersusah hati ..
Hutan gunung sawah lautan .. simpanan kekayaan ..
Rusak oleh manusia ..
Yang lupa akan tunas penerusnya …
—————————-
OraJere // Rabu, 23 April, 2008 pada 11:52
Met hari bumi
mari kita hijaukan bumi ini, mulai dengan lingkungan sekitar kita
Eh hari pakmi ada ga ya?
Oh ya .. untuk pasang haloscan, pertama-tama harus daftar dulu disana, di haloscan.com, trus kalau udah daftar, login, masuk ke instal, trus ikuti instruksi selanjutnya dari sana.
Thanks kawan sudah sudi berkunjung ke blogku
—————————–
Hery Azwan // Rabu, 23 April, 2008 pada 15:05
Met hari bumi.
Tapi hari ini tanggal 23 hari buku lho. World book day sudah dua tahun diperingati di Indonesia, katanya.
—————————
ndarualqaz // Rabu, 23 April, 2008 pada 19:49
Halah,.. hidup di pohon, kayake saya pernah lihat ntu di acara big idea for small earth ??? — lupa saya apa tu judule, pokoke di metro TV … *tiiittt, menyebut merek
*
Orang ‘numbuhin’ rumah dari beberapa pohon yang diatur sedemikian rupa
*langsung cari biji cabe buat bangun rumah*
——————————-
rumahkayubekas // Rabu, 23 April, 2008 pada 20:39
Ya Bang. Rasa-rasanya semakin kemari, semakin banyak orang tau yang baik-baiknya. Tapi pelaksanaan-nya itu yang masih menjadi masalah. Entah ngga niat, entah ngga peduli / masa bodoh.
Dari mulai peduli sesama, peduli lingkungan sampai peduli segala macam deh. Jadi sepertinya, yang penting gw tau dan bisa ngasih-tau.
Semoga kita ngga seperti itu.
——————————-
Tinggalkan Komentar