Sejak kemarin, aku sudah menyiapkan agenda buat hari ini. Rencana ku, pagi ini ke kantor seperti biasa. Kemudian, memeriksa pekerjaan atau appointment pada hari ini. Ku perkirakan hari ini tidak akan banyak pekerjaan yang masuk ke ruangan ku untuk ku approve, sehingga aku masih ada waktu untuk cek email dan membuat postingan. Setelah itu, tengah hari, aku pulang ke rumah yang sebelumnya mampir ke ATM untuk menyetor dan membayar sejumlah kewajiban. Kemudian makan siang dirumah, lalu berangkat ke Bandara. Sepertinya, rencana ku hari ini akan berjalan mulus dan tanpa hambatan.
Coba cek .. semuanya sudah terencana. Semuanya sudah ku prediksikan. Tapi hari ini, aku benar-benar tidak mempunyai pilihan lain kecuali mengikuti kehendak-Nya. Pagi hari, aku bangun terlambat. Tiba di kantor, pekerjaan tiba-tiba mengalir masuk .. huwaaah .. cuma sempat cek satu dua email setelah itu konsentrasi lagi mengingat aku cuma punya waktu hingga siang hari.
Sedang asiknya bekerja, tiba-tiba supir kantor masuk ruangan mengabarkan bahwa kendaraan ku yang sedang parkir di halaman kantor diserempet oleh kendaraan lain. Terpaksa pekerjaan ku tinggalkan untuk melihat kerusakan dan melaporkan ke pihak asuransi dan langsung membuat appointment untuk bertemu di bengkel.
Rencana untuk pulang ke rumah jam 12, batal. Karena aku baru bisa menyelesaikan pekerjaan ku sekitar jam 1 siang. Aku mampir ke ATM untuk bertransaksi dan batal pula karena parkiran penuh dan antri. Ku putuskan langsung ke bengkel, yang ternyata sedang istirahat. Jadi ku putuskan untuk pulang ke rumah, sholat.
Setelah itu ke bengkel lagi, baru pulang dan jam 15:30 aku dijemput untuk ke Bandara. Perjalanan ke Denpasar yang ku perkirakan langsung, ternyata mampir ke Makasar 45 menit. Ya, ku pikir gpp .. karena aku belum pernah menginjakan kaki di Sulawesi. Itung-itung jadi pengalaman pertama. Tiba di Ngurah Rai, aku langsung naik taksi .. dan tiba-tiba teman kantor ku sudah menjemput. Serba salah. Karena taksi sudah terbayar.
Sampai di hotel .. aku mendapatkan jatah kamar yang paling jauh. Dan ku harap setelah makan dan mandi aku bisa browsing. Ternyata .. harapan ku meleset total. Akhirnya aku coba menggunakan Telkomsel Flash .. ya ampun, cuma bisa GPRS. Aku coba pake XL, ga bisa nyambung. Akhirnya aku pasrah. Hari ini banyak rencana ku tidak sesuai dengan agenda ku.
Kira-kira .. apakah ini mengubah takdir atau memilih takdir?














28 tanggapan so far ↓
cK // Senin, 28 April, 2008 pada 22:58
Kadang apa yang direncanakan manusia, yang menentukan tetaplah Tuhan. Jadi bukannya mengubah atau memilih takdir, tapi inilah takdir yang sudah ditentukan oleh yang di-Atas .. ^^
Sabar-sabar aja yang bang, semua ini pasti ada hikmahnya ..
—————————
goop // Senin, 28 April, 2008 pada 23:29
Saya selalu suka sebuah quote,
Benarkah seperti itu quotenya
? kurang yakin bagaimana pastinya. Tapi barangkali saat saya klik, submit sebentar lagi juga sudah ada dalam catatan buku agung-Nya …
—————————-
aRuL // Senin, 28 April, 2008 pada 23:46
Pasti ada hikmahnya bang
————————–
haniifa // Selasa, 29 April, 2008 pada 0:24
Salam,
Pernyataan mas sudah menunjukan keiklasan atas pilihan takdir yang telah ditentukan oleh Allah. Dan jelas mas Erander sampai ketujuan dengan tanpa kurang sesuatu apapun, bahkan rasanya kita tidak tahu seandainya perjalanan ke Denpasar tidak melalui “Makasar” entah karena turbulence atau badai dadakan dsb.dsb, dan satu keberutungan mas Erander pernah menginjakan kaki di kota Makasar, sementara kebanyakan orang Indonesia hanya tahu di peta atau nonton di tv he.he.he.
Wassalam ..
—————————-
grandchief // Selasa, 29 April, 2008 pada 3:00
Semoga saja Allah memilih yang terbaik …
————————–
indra kh // Selasa, 29 April, 2008 pada 5:53
Benar abang telah berencana, namun pasti rencana Allah yang terbaik. Episode hidup yang baru dijalani mungkin dalam pandangan abang tidak sesuai dengan yang diharapkan, namun Insya Allah ada hikmahnya.
—————————
deteksi // Selasa, 29 April, 2008 pada 6:06
Manusia berkehendak, allah yang menentukan
Sesuatu yang well-prepared belum tentu bisa well-organized karena ada faktor luar yang tidak semuanya bisa kita kontrol ..
Btw kenapa pake ATM, Bang? kan bisa transaksi lewat e-banking?
—————————
Yoga // Selasa, 29 April, 2008 pada 8:03
Kalau Allah yang memilih, maka insya Allah itu pilihan yang terbaik
————————–
itikkecil // Selasa, 29 April, 2008 pada 9:02
Kadang-kadang … memang segala sesuatu terjadi di luar kehendak kita … dan mungkin saja ada rencana Allah di balik semua itu.
*mendadak sok bijak*
—————————
n0vri // Selasa, 29 April, 2008 pada 10:02
Kejadian yang lumrah sekali, Bang …
Sekali lagi jadi pelajaran buat kita, bahwa kita bukan siapa-siapa di hadapan-Nya dan gak bisa berbuat apa-apa diluar kehendak-Nya.
—————————
serdadu95 // Selasa, 29 April, 2008 pada 12:18
“Akhirnya aku pasrah. Hari ini banyak rencana ku tidak sesuai dengan agenda ku.”
Semoga rencana berikutnya akan sesuai dengan yang direncanakan …
————————–
Biyung Nana // Selasa, 29 April, 2008 pada 13:22
*berempati*
Saya ga ngerti mo komen apa … tapi postingan ini persis seperti yang saya alami … dan klo sudah ingat Allah segalanya begitu ringan dilewati.
—————————-
indra1082 // Selasa, 29 April, 2008 pada 14:15
Allah selalu memberikan yang terbaik buat hamba-Nya
————————–
kunderemp // Selasa, 29 April, 2008 pada 14:39
Perlu ada plan A, B, C, D dan seterusnya.
Tapi masih untung nggak ketinggalan pesawat — kalau orang Jawa … sesial-sialnya … masih bersyukur … hehehe.
Sabar mas … mungkin ada maksud lain yang tersembunyi, dan pasti hasilnya lebih baik ..
—————————-
edratna // Selasa, 29 April, 2008 pada 14:40
Aduh maaf … masih atas nama anakku … pulang meeting langsung buka kompie sih … kebiasaan buruk, karena yakin kompie di rumah aman.
—————————
Rindu // Selasa, 29 April, 2008 pada 15:32
Manusia berencana, TUHAN yang menentukan … terbukti ya bang
ikhlas yah, jangan marah loh.
————————–
rumahkayubekas // Selasa, 29 April, 2008 pada 16:44
Ya atuh Bang,
Kita mah cuman bisa berencana dan berusaha ajah.
—————————-
ignatiussolihin08 // Selasa, 29 April, 2008 pada 18:20
fyi
http://ignatiussolihin08.wordpress.com/2008/04/29/sayap-ade-rindu-whatever-beware/
stey // Selasa, 29 April, 2008 pada 21:12
Saya ga berani menentukan apa ini takdir atau bukan .. mungkin memang begitu jalan Tuhan Bang ..
—————————
Hasan Seru // Rabu, 30 April, 2008 pada 0:39
Manusia tak bisa merubah takdir … memilih
————————–
hanggadamai // Rabu, 30 April, 2008 pada 8:11
Semangat ya bang!!
————————–
Adit // Rabu, 30 April, 2008 pada 8:25
Tidaklah semua yang kita bayangkan akan berjalan mulus … Jadi kita ambil hikmahnya aja .. ya bang …!!
—————————
tukangkopi // Rabu, 30 April, 2008 pada 9:39
Mengubah takdir atau memilih takdir?
Wah, saya nggak mau sok tau, bang.
Yang menurut kita nggak baik mungkin adalah jalan terbaik yang diberikan Allah buat kita. Wallahualam
—————————
Alex Abdillah // Rabu, 30 April, 2008 pada 14:16
Assalamu’alaikum
Kita harus berprasangka baik pada-NYA, karena IA sesuai prasangkaan hamba-NYA, Kita berprasangka baik rencana dan usaha kita hari ini dimudahkan dan dilancarkan oleh Allah, Insya Allah akan berjalan sesuai prasangkaan baik kita.
Memang usaha dan rencana sama kita, realisasinya Allah yang tentukan, tapi sebenarnya kita bisa merubah takdir dan skenario itu, ya dengan doa .. dan berprasangka baik pada-NYA itu termasuk kategori doa.
Aku selalu senang maen kesini … selalu ada pencerahan.
——————————
alex // Rabu, 30 April, 2008 pada 16:37
Apa yang terbaik menurut saya belum tentu yang terbaik menurut Allah.
—————————-
rere // Rabu, 7 Mei, 2008 pada 17:18
Be patient … semua pasti ada hikmahnya.
Bahwa tidak harus semua keinginan itu teraih dan sempurna sesuai rencana kita, dan semua rencana itu pasti akan jauh lebih indah jika Allah sudah menentukannya nanti.
Men proposes, God disposes
Salam kenal -re-
—————————
heryazwan // Kamis, 8 Mei, 2008 pada 13:35
Kita wajib memiliki rencana dan mengupayakannya agar tercapai semaksimal mungkin. Kalau ternyata Allah mengubahnya, itu urusan lain.
—————————
mataharicinta // Selasa, 13 Mei, 2008 pada 10:00
Jadi inget quote yang bilang gini, bang; “manusia yang merencanakan, Allah yang menentukan.”
Kadang hidup memang gak seindah perencanaan ya bang? tapi intinya, tetep … bersyukur
—————————
Tinggalkan Komentar