KU LETAK KAN KATA DISINI

Ketika Allah yang memilih ..

Senin, 28 April, 2008 · & Komentar

blok.jpg

Sejak kemarin, aku sudah menyiapkan agenda buat hari ini. Rencana ku, pagi ini ke kantor seperti biasa. Kemudian, memeriksa pekerjaan atau appointment pada hari ini. Ku perkirakan hari ini tidak akan banyak pekerjaan yang masuk ke ruangan ku untuk ku approve, sehingga aku masih ada waktu untuk cek email dan membuat postingan. Setelah itu, tengah hari, aku pulang ke rumah yang sebelumnya mampir ke ATM untuk menyetor dan membayar sejumlah kewajiban. Kemudian makan siang dirumah, lalu berangkat ke Bandara. Sepertinya, rencana ku hari ini akan berjalan mulus dan tanpa hambatan.

Coba cek .. semuanya sudah terencana. Semuanya sudah ku prediksikan. Tapi hari ini, aku benar-benar tidak mempunyai pilihan lain kecuali mengikuti kehendak-Nya. Pagi hari, aku bangun terlambat. Tiba di kantor, pekerjaan tiba-tiba mengalir masuk .. huwaaah .. cuma sempat cek satu dua email setelah itu konsentrasi lagi mengingat aku cuma punya waktu hingga siang hari.

Sedang asiknya bekerja, tiba-tiba supir kantor masuk ruangan mengabarkan bahwa kendaraan ku yang sedang parkir di halaman kantor diserempet oleh kendaraan lain. Terpaksa pekerjaan ku tinggalkan untuk melihat kerusakan dan melaporkan ke pihak asuransi dan langsung membuat appointment untuk bertemu di bengkel.

Rencana untuk pulang ke rumah jam 12, batal. Karena aku baru bisa menyelesaikan pekerjaan ku sekitar jam 1 siang. Aku mampir ke ATM untuk bertransaksi dan batal pula karena parkiran penuh dan antri. Ku putuskan langsung ke bengkel, yang ternyata sedang istirahat. Jadi ku putuskan untuk pulang ke rumah, sholat.

Setelah itu ke bengkel lagi, baru pulang dan jam 15:30 aku dijemput untuk ke Bandara. Perjalanan ke Denpasar yang ku perkirakan langsung, ternyata mampir ke Makasar 45 menit. Ya, ku pikir gpp .. karena aku belum pernah menginjakan kaki di Sulawesi. Itung-itung jadi pengalaman pertama. Tiba di Ngurah Rai, aku langsung naik taksi .. dan tiba-tiba teman kantor ku sudah menjemput. Serba salah. Karena taksi sudah terbayar.

Sampai di hotel .. aku mendapatkan jatah kamar yang paling jauh. Dan ku harap setelah makan dan mandi aku bisa browsing. Ternyata .. harapan ku meleset total. Akhirnya aku coba menggunakan Telkomsel Flash .. ya ampun, cuma bisa GPRS. Aku coba pake XL, ga bisa nyambung. Akhirnya aku pasrah. Hari ini banyak rencana ku tidak sesuai dengan agenda ku.

Kira-kira .. apakah ini mengubah takdir atau memilih takdir?

Kategori: Hari yang kulalui
yang berkaitan: , ,

28 tanggapan so far ↓

  • cK // Senin, 28 April, 2008 pada 22:58

    Kadang apa yang direncanakan manusia, yang menentukan tetaplah Tuhan. Jadi bukannya mengubah atau memilih takdir, tapi inilah takdir yang sudah ditentukan oleh yang di-Atas .. ^^

    Sabar-sabar aja yang bang, semua ini pasti ada hikmahnya .. ;)
    —————————

    Terima kasih ya cK manis atas kata-kata indahnya.

  • goop // Senin, 28 April, 2008 pada 23:29

    Saya selalu suka sebuah quote,

    bahkan sehelai daun yang jatuh, berada dalam kuasa-Nya

    Benarkah seperti itu quotenya :roll: ? kurang yakin bagaimana pastinya. Tapi barangkali saat saya klik, submit sebentar lagi juga sudah ada dalam catatan buku agung-Nya …
    —————————-

    Yups .. terima kasih sudah mengingatkan .. dan ini sebagai satu bukti lagi, bahwa kegagalan dan kesuksesan, tiada dan ada, tidak jadi dan jadi .. semua berada pada kekuasaan-Nya.

  • aRuL // Senin, 28 April, 2008 pada 23:46

    Pasti ada hikmahnya bang :)
    ————————–

    Iya Rul .. thanks.

  • haniifa // Selasa, 29 April, 2008 pada 0:24

    Salam,

    Akhirnya aku pasrah. Hari ini banyak rencana ku tidak sesuai dengan agenda ku

    Pernyataan mas sudah menunjukan keiklasan atas pilihan takdir yang telah ditentukan oleh Allah. Dan jelas mas Erander sampai ketujuan dengan tanpa kurang sesuatu apapun, bahkan rasanya kita tidak tahu seandainya perjalanan ke Denpasar tidak melalui “Makasar” entah karena turbulence atau badai dadakan dsb.dsb, dan satu keberutungan mas Erander pernah menginjakan kaki di kota Makasar, sementara kebanyakan orang Indonesia hanya tahu di peta atau nonton di tv he.he.he. :D

    Wassalam ..
    —————————-

    Salam ..

    Benar pak .. semua berjalan lancar dan baik-baik saja. Postingan ini, untuk mengingatkan saya dan orang-orang yang sedang ‘kebingungan’ dengan segala rencana tak sesuai dengan perencanaan. Semoga kita selalu berpikir.

  • grandchief // Selasa, 29 April, 2008 pada 3:00

    Semoga saja Allah memilih yang terbaik …
    ————————–

    Yang berarti, terbaik bagi Allah belum tentu terbaik bagi manusia. Begitu juga sebaliknya .. terbaik bagi manusia, belum tentu bagi Allah .. semoga ikhlas menerima apapun yang diberikan oleh-Nya.

  • indra kh // Selasa, 29 April, 2008 pada 5:53

    Benar abang telah berencana, namun pasti rencana Allah yang terbaik. Episode hidup yang baru dijalani mungkin dalam pandangan abang tidak sesuai dengan yang diharapkan, namun Insya Allah ada hikmahnya.
    —————————

    Benar pak .. semua akan indah pada waktunya. Kita sebagai manusia hanya menjalankan apa yang sudah menjadi ketetapan-Nya. Terima kasih sudah mengingatkan kembali.

  • deteksi // Selasa, 29 April, 2008 pada 6:06

    Manusia berkehendak, allah yang menentukan :mrgreen:

    Sesuatu yang well-prepared belum tentu bisa well-organized karena ada faktor luar yang tidak semuanya bisa kita kontrol ..

    Btw kenapa pake ATM, Bang? kan bisa transaksi lewat e-banking?
    —————————

    Itulah katroknya abang mu ini .. ga berani pake e-banking. Maklum, terlalu banyak orang pintar sehingga ‘bersemangat’ untuk meng-hack e-banking hehehe :)

    Abang lebih senang yang konvensional aja. Lewat teller — terutama jika petugas-nya ayu-ayu hehehe — atau lewat ATM hehehe :mrgreen: oya, sudah abang kirim ke rekening yang diberikan pada hari Sabtu, karena kemaren baru tiba di Balikpapan lagi.

  • Yoga // Selasa, 29 April, 2008 pada 8:03

    Kalau Allah yang memilih, maka insya Allah itu pilihan yang terbaik :)
    ————————–

    Amin .. so far, so good :)

  • itikkecil // Selasa, 29 April, 2008 pada 9:02

    Kadang-kadang … memang segala sesuatu terjadi di luar kehendak kita … dan mungkin saja ada rencana Allah di balik semua itu.

    *mendadak sok bijak*
    —————————

    Terima kasih mbak Ira .. walaupun kadang mengesalkan, tapi itu adalah jalan terbaik buat manusia untuk belajar tentang kehendak-Nya.

  • n0vri // Selasa, 29 April, 2008 pada 10:02

    Kejadian yang lumrah sekali, Bang …

    Sekali lagi jadi pelajaran buat kita, bahwa kita bukan siapa-siapa di hadapan-Nya dan gak bisa berbuat apa-apa diluar kehendak-Nya.
    —————————

    Benar banget Nov .. satu-satunya cara adalah pasrah dan ikhlas dengan apa yang telah ditetapkan-Nya untuk kita jalani. Tak peduli dengan penilaian orang lain. Karena yang tahu hanyalah Allah.

  • serdadu95 // Selasa, 29 April, 2008 pada 12:18

    “Akhirnya aku pasrah. Hari ini banyak rencana ku tidak sesuai dengan agenda ku.”

    Semoga rencana berikutnya akan sesuai dengan yang direncanakan …
    ————————–

    Terima kasih doa nya bos .. alhamdulillah, acara berlangsung lancar, walaupun molor. Yang seharusnya selesai jam 18:00, realisasinya baru rampung jam 21:30 hehehe .. cukup malam untuk jalan-jalan di Bali … karena badan sudah cape :)

  • Biyung Nana // Selasa, 29 April, 2008 pada 13:22

    *berempati*

    Saya ga ngerti mo komen apa … tapi postingan ini persis seperti yang saya alami … dan klo sudah ingat Allah segalanya begitu ringan dilewati.
    —————————-

    Benar banget Na .. hanya kehadiran Sang Pencipta lah, hati ini terasa tentram. Tidak ada yang bisa menggantikan-Nya dalam menjalani kehidupan ini.

    Oya, abang baru mendapat nomor HP-mu, sehari sebelum abang pulang ke Balikpapan. Dan itu pun jam 23:00 sehingga ga enak buat call. Keesokan harinya, pagi-pagi abang coba call dan ternyata HP mu diluar jangkauan.

    Baru setelah mau menuju ke bandara Ngurah Rai, ada SMS yang masuk, yang memberitahukan bahwa HP mu sudah dapat dihubungi. Hanya saja, SMS itu baru abang baca ketika mau mematikan HP ketika boarding. So sorry Na.

  • indra1082 // Selasa, 29 April, 2008 pada 14:15

    Allah selalu memberikan yang terbaik buat hamba-Nya
    ————————–

    Setuju .. dan itu perlu keikhlasan untuk menerima apa pun yang diberikan oleh-Nya .. apakah itu berupa kekayaan atau kemiskinan, kepintaran atau kebodohan, kecantikan atau kejelekan.

  • kunderemp // Selasa, 29 April, 2008 pada 14:39

    Perlu ada plan A, B, C, D dan seterusnya.

    Tapi masih untung nggak ketinggalan pesawat — kalau orang Jawa … sesial-sialnya … masih bersyukur … hehehe.

    Sabar mas … mungkin ada maksud lain yang tersembunyi, dan pasti hasilnya lebih baik ..
    —————————-

    Terima kasih atas doanya ..

    Dan ketika pulang ke Balikpapan, saya hampir terlambat ke Bandara .. karena jalanan macet dan sepanjang jalan saya hanya berdoa dan berdoa.

    Keajaiban itu datang. Saya tiba di Bandara, beberapa menit sebelum check in close. Dan kebetulan di depan bandara ada counter Executive Check in. Sehingga sangat membantu saya agar tidak terlambat. Puji syukur.

  • edratna // Selasa, 29 April, 2008 pada 14:40

    Aduh maaf … masih atas nama anakku … pulang meeting langsung buka kompie sih … kebiasaan buruk, karena yakin kompie di rumah aman.
    —————————

    Gpp koq bu .. saya maklum. Yang penting, everything ok ya bu. Keluarga aman sejahtera. Amin.

  • Rindu // Selasa, 29 April, 2008 pada 15:32

    Manusia berencana, TUHAN yang menentukan … terbukti ya bang :) ikhlas yah, jangan marah loh.
    ————————–

    100% terbukti .. kalo marah, manusiawi banget kalee hehehe .. justru itu, ada pelajaran sabar hehehe … kalo ga marah, pasti ga ada istilah sabar dalam kamus umat manusia ;)

  • rumahkayubekas // Selasa, 29 April, 2008 pada 16:44

    Ya atuh Bang,

    Kita mah cuman bisa berencana dan berusaha ajah.
    —————————-

    Benar kang .. tapi ada beberapa teman yang beranggapan bahwa kita bisa mengubah takdir. So, menurut akang .. gimana dengan anggapan tersebut??

  • ignatiussolihin08 // Selasa, 29 April, 2008 pada 18:20

    fyi

    http://ignatiussolihin08.wordpress.com/2008/04/29/sayap-ade-rindu-whatever-beware/

  • stey // Selasa, 29 April, 2008 pada 21:12

    Saya ga berani menentukan apa ini takdir atau bukan .. mungkin memang begitu jalan Tuhan Bang ..
    —————————

    Mungkin masih membingungkan ya Stey .. pengertian takdir, nasib, jalan Tuhan dan sebagainya. Apa perlu didefinisikan ulang ya :mrgreen:

  • Hasan Seru // Rabu, 30 April, 2008 pada 0:39

    Manusia tak bisa merubah takdir … memilih
    ————————–

    Tapi ada buku dan ayat yang menyatakan bahwa manusia bisa mengubah takdir loh :evil:

  • hanggadamai // Rabu, 30 April, 2008 pada 8:11

    Semangat ya bang!!
    ————————–

    Keep rock !!

  • Adit // Rabu, 30 April, 2008 pada 8:25

    Tidaklah semua yang kita bayangkan akan berjalan mulus … Jadi kita ambil hikmahnya aja .. ya bang …!!
    —————————

    Iya Dit .. hikmah paling nyata adalah postingan ini. :) kalo ga ada kejadian tersebut, postingan ini pasti ga pernah ada :mrgreen:

  • tukangkopi // Rabu, 30 April, 2008 pada 9:39

    Mengubah takdir atau memilih takdir?

    Wah, saya nggak mau sok tau, bang. :mrgreen: Yang menurut kita nggak baik mungkin adalah jalan terbaik yang diberikan Allah buat kita. Wallahualam
    —————————

    Setuju .. karena itu sudah tertulis dalam Al Qur’an .. jadi pasti itu yang terbaik buat abang untuk jalani. :)

  • Alex Abdillah // Rabu, 30 April, 2008 pada 14:16

    Assalamu’alaikum

    Kita harus berprasangka baik pada-NYA, karena IA sesuai prasangkaan hamba-NYA, Kita berprasangka baik rencana dan usaha kita hari ini dimudahkan dan dilancarkan oleh Allah, Insya Allah akan berjalan sesuai prasangkaan baik kita.

    Memang usaha dan rencana sama kita, realisasinya Allah yang tentukan, tapi sebenarnya kita bisa merubah takdir dan skenario itu, ya dengan doa .. dan berprasangka baik pada-NYA itu termasuk kategori doa.

    Aku selalu senang maen kesini … selalu ada pencerahan.
    ——————————

    Wa’alaikumsalam

    Setuju pak .. memang di dalam Al Qu’ran ada ayat yang menyatakan bahwa Allah seperti apa yang kita ’sangka’kan .. terima kasih sudah mengingatkan saya kembali.

    Saya juga senang bapak maen kesini :) .. thanks ya.

  • alex // Rabu, 30 April, 2008 pada 16:37

    Apa yang terbaik menurut saya belum tentu yang terbaik menurut Allah.
    —————————-

    Betul pak .. karena kita tidak dapat melihat masa depan dan kita tidak cukup pengetahuan untuk melihat masa depan tersebut.

  • rere // Rabu, 7 Mei, 2008 pada 17:18

    Be patient … semua pasti ada hikmahnya.

    Bahwa tidak harus semua keinginan itu teraih dan sempurna sesuai rencana kita, dan semua rencana itu pasti akan jauh lebih indah jika Allah sudah menentukannya nanti.

    Men proposes, God disposes :)

    Salam kenal -re-
    —————————

    Wah .. kata-kata nya apik tenan. Benar banget Re .. bahwa tidak semua keinginan harus dikabulkan atau dituruti .. karena jika dituruti atau dikabulkan kita akan menjadi orang yang sombong dan takabur.

    Salam kenal juga.

  • heryazwan // Kamis, 8 Mei, 2008 pada 13:35

    Kita wajib memiliki rencana dan mengupayakannya agar tercapai semaksimal mungkin. Kalau ternyata Allah mengubahnya, itu urusan lain.
    —————————

    Komentar bapak adalah jawaban dari postingan saya diatas .. jadi rencana tetap harus kita buat .. action juga harus kita laksanakan secara optimal. Soal hasil .. jangan kecewa kalo gagal.

  • mataharicinta // Selasa, 13 Mei, 2008 pada 10:00

    Jadi inget quote yang bilang gini, bang; “manusia yang merencanakan, Allah yang menentukan.”

    Kadang hidup memang gak seindah perencanaan ya bang? tapi intinya, tetep … bersyukur :)
    —————————

    Wadoh .. lama ga nonggol. Kemana aja mbak?

    Iya benar mbak .. rasa syukur adalah treatment mujarab untuk kita melakukan evaluasi apa saja yang telah kita lakukan untuk melangkah lebih lanjut.

Tinggalkan Komentar