KU LETAK KAN KATA DISINI

Bagaimana caranya sukses?

Minggu, 4 Mei, 2008 · & Komentar

blok.jpg

Sudah hampir dua minggu aku tidak jalan-jalan ke toko buku. Hari minggu ini, ku luangkan waktu untuk mampir ’sebentar’ di TB Gramedia yang terletak di lantai satu Balikpapan Plaza. Aku segera ‘beredar’ dari satu tumpukan buku yang satu ke tumpukan buku yang lainnya. Aku hanya melihat-lihat cover dan judul buku yang ada .. hmm, jadi ingat pepatah : “Jangan menilai buku dari sampulnya” sehingga ku putuskan untuk membaca satu dua halaman buku yang menurut ku menarik. Sayangnya .. tidak semua buku dapat ku baca, karena terbungkus plastik segel hehehe :mrgreen:

Secara sepintas, buku-buku yang ada — disamping buku-buku pelajaran dan konvensional — kebanyakan tentang bagaimana mencapai sukses .. baik sukses finansial, karir maupun sukses kehidupan. Saking banyaknya .. aku sampai tidak tahu, mana buku-buku yang layak untuk aku beli.

Dan aku kemudian berpikir .. apakah Bill Gates, Andrea Hirata, JK Rowling, Oprah G.Winfrey dan lain sebagainya menjadi sukses seperti sekarang karena membaca buku-buku seperti ini atau karena mereka memang mempunyai bakat untuk sukses? .. aku yakin, mereka tidak pernah membaca buku-buku ini.

Padahal .. pada buku-buku tersebut, disebutkan bahwa orang-orang sukses tersebut telah menerapkan apa yang mereka tuliskan. Jadi .. sebenarnya mereka sukses karena karunia Allah atas otak yang diciptakan-Nya untuk mereka atau karena mereka membaca buku dan teori cara menjadi sukses ??

Ada yang bisa membantu menemukan jawabannya??

Kategori: Begini menurutku · Hari yang kulalui
yang berkaitan: , ,

29 tanggapan so far ↓

  • Nayantaka // Minggu, 4 Mei, 2008 pada 22:35

    Bagi saya ukuran sukses itu sendiri juga tidak jelas Bang. Ada yang menilai dari sisi finansial, dan itulah yang paling kasat mata untuk dilihat. Dan kebanyakan buku-buku arahannya kesana juga.

    Bagi saya, sukses seseorang adalah hasil pencarian secara pribadi, dan tidak dapat dirumuskan dalam suatu teori. Bolehlah ada semacam guideline, tapi itu hanya bersifat normatif, dan rumusan sukses seorang saya tentunya akan sangat berbeda dengan rumus sukses Bang Eby, bahkan apabila kita tengah membaca buku yang sama.

    Sukses adalah proses, tentang hasil akhir, silahkan orang lain yang menilai, namun kita sendiri jua yang akan merasakannya.
    —————————-

    Kata kunci-nya mungkin di guideline ya .. karena, teori secanggih apapun, pengalaman seunik apapun, keberhasilan sesukses apapun .. itu semua adalah bagian dari kesuksesan orang lain.

    Sedangkan kita sebagai pembaca buku .. untuk mencapai sukses, tentu tidak bisa copy paste seperti yang dialami orang lain. Perlu modifikasi agar fit dengan diri kita. Bukan begitu pak?

  • deteksi // Minggu, 4 Mei, 2008 pada 23:58

    Pepatah : “Jangan menilai buku dari sampulnya” itu memang masih relevan pak .. di toko buku itu banyak buku yang sampulnya bagus banget, ternyata kertas dalamnya jelek, buram, tipis, gampang robek

    *back to topic*

    Masalah sukses .. tentu berbeda-beda untuk tiap orang. Tapi .. buku saat ini kebanyakan hanya menceritakan kisah sukses orang tanpa disertai step-step menuju sukses, ditulis oleh penulis buku yang bukan pelaku kesuksesan itu

    Jadinya ya terasa hambar … :mrgreen:
    —————————-

    Masih untung kita bisa ngelihat isi dalam buku. Tapi kalo buku itu sudah disegel .. merobek berarti membeli .. OMG !!!
    *tepuk jidat*

    Begitu banyaknya buku tentang sukses di toko buku dan bangsa ini tetap terpuruk .. mungkin ga ada korelasinya .. tapi tetap menjadi pertanyaan buat saya.

  • cK // Senin, 5 Mei, 2008 pada 0:23

    Proses setiap orang dalam meraih kesuksesan itu berbeda-beda, sehingga ketika mencoba menerapkan cara orang lain, belum tentu cara yang ditiru itu berhasil.

    Menurut saya, walau membaca buku cara sukses dan mencoba mempraktekannya, belum tentu hasilnya seperti yang tertulis di buku …
    —————————

    *manggut manggut sambil mengelus jenggot* :mrgreen:

  • kang4roo // Senin, 5 Mei, 2008 pada 3:03

    +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
    KALO MAU BIKIN BLOG, JANGAN LUPA MASUK SITUS “Leoxa.com”
    (Themenya Keren Abiss & Bisa Pake Adsense)
    +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

  • tomy // Senin, 5 Mei, 2008 pada 7:54

    Ah .. paling tidak, mereka masih mau berbagi .. eh, apa malah menambah kesuksesan mereka karena buku-nya pun ikut-ikut-an laris :D
    —————————

    Yups .. moral postingan diatas, memang itu pak. Kita berlomba-lomba membeli buku tersebut dan orang sukes tersebut semakin sukses .. sejatinya, pengalaman si penulis tentu dapat mengantarkan kita kepada kesuksesan :)

  • goldfriend // Senin, 5 Mei, 2008 pada 8:25

    *lihat komentar cK*

    Ya … ya … kali ini non Chika bijaksana. :lol:

    Bang, saya pernah juga beberapa kali baca buku atau ikut seminar tentang kesuksesan. Tapi selalu kesulitan mendefinisikan “apa itu sukses”.

    Karena … terkadang yang saya lihat, orang lain selalu memberikan patokan sukses pada ukuran materi. Padahal materi hanya salah satu bagian dari bagian-bagian lain yang menentukan kesuksesan.

    Saya sendiri … lebih enak mengatakan kalau sukses dalam hidup itu adalah memperoleh kebahagiaan.

    Kebahagiaan dalam pekerjaan (kepuasan kerja, remunerasi, dll), kebahagiaan dalam keluarga, dan yang lebih penting kebahagiaan spiritual, dan juga kebahagiaan yang lainnya. Itu lebih bermakna sukses menurut pribadi saya.
    —————————-

    Wah .. mas Fer sama dengan abang. Bagi abang .. kesuksesan itu adalah bahagia. Coba aja lihat .. orang yang juara, yang berhasil mengerjakan sesuatu, yang dicintai dan mencintai, yang dapat membantu orang lain dan sebagainya. Pasti kondisi mereka pada saat itu dalam keadaan bahagia.

    Soal sukses sebernya sudah abang bahas disini dan disana .. kalo postingan ini, hanya sebagai rasa takjub abang dengan buku-buku yang beredar saat ini, banyak bertopik masalah mencapai sukses.

  • edratna // Senin, 5 Mei, 2008 pada 9:07

    Sependapat dengan Nayantaka … ukuran sukses dan bahagia masing-masing orang berbeda.

    Saya membaca buku malah kemana-mana, tergantung “mood” saat itu, jujur aja malah belum pernah beli buku motivasi, kecuali dikasih sebagai hadiah. Sering-nya … ya mendengarkan Gde Prama cs sambil mengerjakan pekerjaan lain …

    Menurut saya, sukses itu harus melalui kerja keras, berkeringat … dan sukses ini belum tentu karena kaya … tapi saya lebih memilih sesuai kenyamanan batin.

    Orang kalau lihat rumahku, tak seperti rumah orang lain … tapi saya dan anggota keluarga lain sangat senang tinggal di rumah, bisa tiduran sambil nonton TV, DVD, baca dsb nya.

    Bahkan saat mantu sulungku kemarin .. penerima tamu — sebelum berangkat dan tidur di wisma — kumpul dulu di rumah sekaligus ada acara siraman. Apa yang terjadi?

    Ponakan, teman anakku, pacar-pacarnya anak dan keponakan, sulit disuruh mandi, karena sibuk membaca buku yang bertebaran di rumah. Akhirnya terpaksa segera digusur untuk berangkat ke wisma …

    Memang rumahku adalah tempat singgah teman anak-anak … biasanya mereka sekedar mengobrol, membaca, atau ngoprek komputer. Apakah ini sukses?

    Bagi saya iya, karena memang rasanya saya telah mendapat karunia yang harus saya syukuri, walau mungkin dilihat orang lain tak punya apa-apa.
    —————————

    Good .. saya pikir, ini adalah salah satu contoh sukses bu. Bagaimana ibu dengan sukses-nya menularkan gemar membaca, tanpa perlu gembar-gembor atau berkampanye untuk membaca.

    Memang benar, kesuksesan itu tidak semata-mata dinilai secara materi. Apalah artinya sukses secara materi .. tapi hatinya kosong, gersang dan tidak bahagia. Idealnya adalah bahagia dan kaya raya ya bu hehehe :)

  • dwibasukiwss // Senin, 5 Mei, 2008 pada 10:26

    Menurut saya … buku-buku tersebut untuk memperkaya wawasan dan pembangkit motivasi. Sayangnya … dua hal tersebut susah sekali menggoda saya untuk membaca dan tidak bisa mengalahkan godaan bantal + guling + selimut …

    *lagi doyan tidur mode : ON* :)
    —————————-

    *didalam selimut ada apa ya?* :evil:

  • adipati kademangan // Senin, 5 Mei, 2008 pada 10:26

    Bagaimana caranya sukses ?

    Seharusnya .. pertanyaan itu didahului oleh Bagaimana sih sukses itu menurut saya ? .. baru kemudian kita mencari, bisa dari buku, internet, seminar, pengalaman dll.

    Buku-buku yang terpajang di rak itu adalah contoh yang sudah dijalankan dan berhasil — bagi seseorang ato beberapa orang.

    Nah bagi kita … boleh kita menggunakan cara orang lain yang sudah terbukti berhasil atopun milih jalan sendiri agar kita berhasil sukses *itu kalo kita tahu jalan kita sendiri*
    —————————

    Benar pak .. tentang pertanyaan bagaimana sih sukses itu sudah pernah saya bahas disini dan disana .. dan cukup banyak masukan dari teman-teman tentang sukses dari kacamata teman-teman semua. :cool: Cool

  • anggara // Senin, 5 Mei, 2008 pada 10:28

    Sukses?

    Menurut saya … tergantung dengan apa yang kita kerjakan sekarang dan apa ukuran sukses buat kita pak.
    —————————

    :cool: Cool

  • Raden Mas Angki // Senin, 5 Mei, 2008 pada 10:48

    Sukses itu:

    Mulailah dari diri sendiri
    Mulailah dari yang kecil
    Mulailah dari sekarang

    -Abdullah Gymnastiar-
    —————————

    Kuncinya ada pada kata SEKARANG

  • jokotaroeb // Senin, 5 Mei, 2008 pada 11:14

    Caranya sukses???

    1. niat
    2. semangat
    3. bekerja
    4. berdoa

    Itu menurut saya lho pa … :)
    —————————

    Jadi ingat anekdot .. bahwa untuk berhasil itu perlu 3B .. yaitu bekerja, berdoa dan bercermin .. hmm, maksudnya .. jika gagal dan gagal terus, kita harus mau bercermin — berkaca — alias belajar dari kegagalan.

  • Rindu // Senin, 5 Mei, 2008 pada 11:22

    Yang pasti mereka ditakdirkan untuk sukses …. kita syukuri sukses yang sedikit kita miliki bang, sambil bermimpi sesukses mereka.
    —————————

    Dan itu sudah sering kita lakukan :)

  • Biyung Nana // Senin, 5 Mei, 2008 pada 12:12

    @Edratna
    Kita sama bu … saya juga doyan Gede Prama. Segala definisi kesuksesan yang berbau materi seketika sirna tiap kali denger ceramahnya :)

    @Abang
    Buat Nana .. kalo takaran suksesnya Materi — macam punya rumah sendiri, gonta ganti handphone tiap hari, punya income minimal 10 digit per bulan, punya sawah berhektar-hektar, atau suami tajir lengkap dengan anak-anak dengan IQ tinggi, jadi terkenal .. huaaaaaa!!! — bisa-bisa Nana masuk RSJ kalo ternyata itu semua ga kesampaian :lol:

    *Meski ga dipungkiri memang klo sebagian orang-orang kita mengukur kesuksesan itu dari materi yang kita punya ato segala yang kasat mata. Kalo sudah begitu, biasanya buntut-buntutnya ada uang disayang, ga da uang dibuang*

    Jika memang ukuran suksesnya seperti itu, Nana siy yang penting ikhlasnya dulu deh, dapet sukur, ga juga gpp … bodo deh orang mo bilang apa. Tapi tetep usaha … ga cuma ongkang-ongkang kaki.

    Yang penting siy … kalo hati sudah bahagia dan penuh rasa syukur, apapun yang terjadi, kita akan ngerasa sukses terus. Dan segala yang buruk akan terlihat baik.
    —————————

    Wah, kaya’nya kita bertiga sama deh .. Gede Prama-isme. Benar, tutur bahasa beliau begitu membumi dan lembut. Contoh-contoh yang beliau berikan, ada disekitar kita dan belajar pada kearifan alam.

    Jadi .. sebenarnya, sukses itu ada didalam hati kita ya mbak Nana .. dan tidak dapat diperjual belikan hehehe :)

  • serdadu95 // Senin, 5 Mei, 2008 pada 12:31

    Pertannyaannya : “Apakah Bill Gates, Andrea Hirata, JK Rowling, Oprah G.Winfrey itu orang-orang sukses ??” Menurut orang lain … bisa dikatakan demikian … itupun hanya sebatas sukses di bidangnya aja, belum tentu di bidang lainnya.

    Tapi menurut mereka sendiri … saya jamin bahwa mereka menganggap diri mereka (masih) belum mencapai kesuksesan, coz … kalo mereka menganggap diri mereka sudah sukses … ngapain mereka masih terus bekerja / berkarya ??!!

    Menurut saya … kesuksesan bisa tercapai, manakala kita bisa menerima dan mensyukuri apa yang ada di diri kita apa adanya … dan pada kenyataannya itu sangat susah dilaksanakan … karena kita masih punya yang namanya nafsu / keinginan.

    Pada akhirnya … karna “kesuksesan” itu menyangkut banyak hal / bidang, maka munculah berbagai macam tips / trik / panduan untuk mencapai kesukses di berbagai macam hal / bidang pula.

    Sehingga … kalo-pun saya “sering” membaca kisah sukses seseorang … maka biasanya saya sesuaikan dengan apa — kesuksesan — yang ingin saya raih.

    Kesimpulannya …. hanya kita sendiri yang tau, apakah kita sudah sukses apa belum … yang berarti pula hanya mereka — Bill Gates, Andrea Hirata, JK Rowling, Oprah G.Winfrey dll, sendiri yang tau apakah mereka sukses apa nggak.

    ps.
    Lebih baik kita belajar / tahu kenapa mereka bisa “sukses” daripada mencari jawaban apakah mereka sukses karna karunia atau karna baca buku tentang kesuksesan …
    *ini just sharing aja lho Kang …*
    —————————

    Setuju bos .. jadi, lebih baik membaca saja kemudian kita lakukan hal terbaik dalam hidup kita sendiri untuk mencapai apa yang kita inginkan .. bukan begitu bos?

  • alief28 // Senin, 5 Mei, 2008 pada 14:10

    Kadang aku juga bingung ma buku-buku itu .. sama motivator-motivator yang sering aku liat di tv, ato bahkan seorang dosen yang seringnya malah terkesan ’sok’ memotivasi …

    Apakah mereka bener-bener menerapkan ilmu itu, ato hanya menulis dan berbicara? hmm …
    —————————

    Kalo memang isi bukunya baik dan bisa kita lakukan tips-tipsnya .. tidak ada salahnya — memang — untuk kita kerjakan. Tapi kalo kita merasa kurang sreg dengan tips-tips tersebut, forget it. Kita jalani saja hidup seperti apa yang kita pikirkan.

  • Yoga // Senin, 5 Mei, 2008 pada 16:17

    Sukses itu relatif ya Bang, apalagi setelah membaca komentar-komentar di atas. Jadi ingat komentar panjang saya waktu itu disini.

    Seorang ibu mungkin sudah merasa sukses kalau diantara anak-anaknya cukup ada satu yang patuh, takwa, sehat, pekerjaan dan hidupnya barokah walaupun anak-anak yang lain mungkin jalannya masih panjang menuju contoh ideal itu.

    Seorang anak mungkin merasa sukses kalau telah melihat Ibunya bahagia.

    So .. so? … Kata kunci sukses menurut yang saya:-
    - tetapkan tujuannya apa,
    - rencanakan dengan baik
    - buat strategi, dan
    - buat ukuran/measurement atas kesuksesan itu.
    - action atau bertindaklah untuk mencapai tujuan itu.

    Plus sebagai seorang yang beragama, berdoalah dan serahkan hasilnya pada Allah swt! Dan waspadalah, jangan terjebak pada persepsi atau paradigma orang kebanyakan karena itu bisa menyesatkan ukuran-ukuran sukses pribadi. Kalau sampai ukuran sukses berbeda dengan persepsi orang lain jalan keluarnya ..

    1. EGP,
    2. Ubah persepsi itu.

    Insya Allah, dengan cara demikian … uang Bang Eby bisa dialokasikan untuk membeli buku lain yang diinginkan. :)
    —————————-

    Ya ya .. abang masih ingat. Thanks ya sudah berbagi ilmu disini. Apalagi, kalau kehadiran kita dimuka bumi membawa kebaikan untuk orang lain.

  • realylife // Senin, 5 Mei, 2008 pada 18:52

    Mungkin resep menurut versi saya adalah berdoa, berusaha, ikhtiar, melakukan sesuatu dengan tekun, bersyukur, dan semua jawaban ada di dalam hati kita.
    ————————–

    Dan harus siap dengan apapun yang Allah berikan kepada kita. Bukan begitu Id?

  • hanggadamai // Selasa, 6 Mei, 2008 pada 6:38

    “Barang siapa yang bersungguh-sungguh, maka Tuhan pasti akan memberikan jalan..”

    Yang jelas … sukses tidaknya kita tergantung seberapa besar impian kita .. A Einstein: Punya impian berarti jalan punya menuju sukses ..
    ————————–

    Impian adalah cita-cita.

  • itikkecil // Selasa, 6 Mei, 2008 pada 9:54

    Banyak yang bilang, orang sukses itu belajar dari kegagalan.
    *katanya lo ya …*
    ————————–

    *coba ditanya*
    Belajar dari kesalahan sendiri atau orang lain?

  • haniifa // Selasa, 6 Mei, 2008 pada 11:20

    Sungguh lho mas, saya jadi malu sama diri sendiri .. :(

    Kalau dulu “masih mau” berjalan-jalan ke toko buku, sudah barang tentu kalau ada buku yang menarik hati, saya bersedia merogoh kocek yang cukup dalam menurut ukuran saat itu. Sekarang ??

    Bahagia rasanya membacanya, mudah-mudahan hati ini tergerak untuk melangkahkan kaki menuju sukse … :D
    ————————–

    Sukses tidak cukup hanya dengan membaca dan mendengar pengalaman orang lain. Sukses adalah kenyataan dari hasil jerih payah yang telah kita lakukan.

    Jadi .. kapan ke toko buku lagi??

  • itikkecil // Selasa, 6 Mei, 2008 pada 19:14

    Belajar dari kesalahan sendiri atau orang lain?

    Bisa dari kegagalan sendiri atau kegagalan orang lain bang. Darimana pun kan kita bisa mengambil pelajaran ;)
    —————————

    Jangan salah .. fakta berbicara, kita jarang belajar dari sejarah atau pengalaman orang lain. Kesalahan selalu berulang, karena kita enggan belajar dari orang lain.

    Selama ini, kita tidak percaya dengan pengalaman orang lain sebelum kita mengalaminya sendiri. Sehingga, terjadilah kesalahan yang berulang.

    Mbak Ira pasti paham benar .. bagaimana sulitnya menyadarkan masyarakat akan bahaya HIV. Karena kebanyakan masyarakat merasa bahwa mereka tak mungkin tertular. Bukan begitu mbak?

  • haniifa // Selasa, 6 Mei, 2008 pada 21:07

    Jadi .. kapan ke toko buku lagi??

    Sabar mungkin salah satu kunci kesuksesan … Insya Allah, menunggu mas Erander menulis buku kiat-kiat menuju “sukses”.
    ————————–

    Insya Allah, kalo Tuhan berkehendak, saya tidak akan menulis buku tentang kiat-kiat. Tapi saya akan menulis buku tentang inspirasi, buku yang membuka wawasan bahwa manusia itu diciptakan berbeda-beda sehingga tak perlu takut untuk berbeda.

  • NdaruAlqaz // Rabu, 7 Mei, 2008 pada 0:40

    Nah, yang nulis buku itu sukses bang, buktinya buku mereka banyak dijual di mana-mana.

    Kalo kata kakek ku sih bang, orang gak akan sukses sebelum membuat orang lain sukses, orang gak akan kaya sebelum membuat orang lain kaya.

    *kalo mau kaya, buat orang lain jadi kaya, dengan cara beri mereka pekerjaaan, kerjanya sama kita, mereka kaya, kita juga kaya…* :lol:
    —————————-

    Salut buat petuah kakek mu. Two thumbs. Komentar terbaik :) .. dan itu sama dengan semboyan yang abang buat yaitu : “Mari kita kaya ramai-ramai”

    Karena apa? karena kalau kita semuanya kaya, maka perekonomian akan bergulir dengan mudah. Apa saja yang kita jual atau diproduksi, ada yang membelinya karena masyarakat mempunyai daya beli yang kuat.

    1.000% abang setuju dengan komentarmu ini.

  • nh18 // Rabu, 7 Mei, 2008 pada 13:52

    Orang sukses menurutku bisa dari banyak hal … salah satunya dari Buku … Dan yang jelas … dengan hafal luar kepala isi satu buku sukses pun belum tentu sukses juga …

    So … Ah bingung juga saya …

    Yang jelas sukses itu artinya “sudah mendapatkan apa yang diinginkannya” … Anak kecil kepingin dapat mainan Naruto … Jika dia sudah mendapatkan artinya dia sukses …!!!

    Kita sukses atau belum … ??? Tergantung tujuan hidup anda …??
    *jiee … trainer sok filosofis nih … tumben*
    —————————-

    Berarti orang sudah sudah merasa cukup makan dan minum — walaupun rumah masih ngontrak, juga termasuk sukses juga ya pak? atau apakah sukses itu artinya dapat memenuhi kebutuhan pangan, sandang dan papan? atau apa ya??

    Kalo hanya sekedar mendapat mainan Naruto .. kemudian disebut sukses, wah .. jangan-jangan toko buku ramai dengan buku-buku tips sukses mendapatkan mainan hahaha :)

  • achoey sang khilaf // Rabu, 7 Mei, 2008 pada 18:51

    Saya juga sedang mencari jawabannya … dengan cara terus bergerak tuk membangkitkan kesuksesan itu sendiri :)
    —————————

    Bergerak boleh-boleh saja bos .. asal tidak salah arah dan tidak tersesat jalan hehehehe :mrgreen:

  • RawkchitecT // Kamis, 8 Mei, 2008 pada 8:08

    Hmmm … yang penting, perjuangan untuk meraih kesuksesan .. sukses tu menurut saya cuma bonus kecil dari usaha yang kita lakukan .. bonus besarnya adalah pahala ber-jihad .. karena kita sudah bersungguh-sungguh berjuang di jalan Allah untuk bekerja, berkarya, menuntut ilmu dll ..

    Hmm .. itulah menurut saya .. seorang pemuda yang gak tau apa-apa ..
    —————————-

    Boleh jadi memang begitu .. masalahnya, apakah itu bukan hanya kata-kata indah saja? .. karena faktanya, banyak sekali yang marah ketika mereka gagal, mereka tidak dihargai dan tidak ‘disorot kamera’ ..

    Padahal .. orang yang berjihad di jalan Allah dalam bentuk bekerja, berkarya dan menuntut ilmu .. sejogjanya tidak terpengaruh dengan ‘penilaian’ orang lain. Orang-orang seperti ini .. tidak peduli .. apakah hasil karyanya, pekerjaannya dan ilmunya .. akan dipuji atau diapresiasi orang. Baginya .. yang penting mendapat ridho dari Allah.

    Contoh simple .. apakah kita ‘rela’ menyiram closet setelah selesai buat hajat? apakah kita ‘rela’ memunggut sampah atau mau membuang sampah pada tempatnya? apakah kita ‘rela’ bekerja walaupun digaji kecil??

  • heryazwan // Kamis, 8 Mei, 2008 pada 9:06

    Sudah ribuan buku tentang sukses yang diterbitkan. Tapi apakah semua pembacanya menjadi orang sukses? Belum tentu?

    Walaupun demikian … membaca buku tentang sukses tidak ada salahnya.

    Di radio … saya pernah mendengar kesaksian pembaca buku Financial Revolution yang sudah sukses secara materi dan punya asset 2 milyar sejak tahun 2005. Sedang saya yang membaca buku yang sama, belum ada perubahan signifikan.

    Jadi, memang beda-beda cara melihat buku dan memanfaatkannya. Ada yang langsung take action. Ada yang cuma senang membacanya saja.

    Salam.
    —————————–

    Jika buku sebagai penambah wawasan, saya sepakat. Memang buku adalah salah satu ‘alat komunikasi’ yang menjembatani umat manusia dalam berbagi pengalaman.

    Bisa jadi .. profesor juga masih membaca buku ilmu pengetahuan seperti orang kaya yang masih membaca buku cara mencapai sukses. Atau seorang penulis yang masih juga membaca karya-karya sastra milik orang lain.

  • stey // Jumat, 9 Mei, 2008 pada 10:00

    Saya tuh paling males baca buku motivasi gitu Pak, bukan apa-apa … soalnya otak saya lagi ga bisa diajak kompromi mikir yang berat-berat .. hehehe ..
    —————————

    Sama dengan saya koq pak .. kalo otak lagi ‘panas’ .. saya malah baca buku humor, kartun, lihat-lihat gambar arsitek, dll.

    Sebaliknya .. kalo lagi santai, baru saya ‘mampu’ baca buku motivasi, buku religius dan buku serius lainnya :mrgreen:

Tinggalkan Komentar