KU LETAK KAN KATA DISINI

Percaya

Monday, 2 June, 2008 · 26 Comments

blok.jpg

Believe it or not, percaya atau tidak. Sering kali kita dihadapkan pada sesuatu — yang didepan mata kita — yang tidak dapat diterima oleh akal kita. Seperti demo kekebalan, sulap atau keyakinan sesuatu aliran dengan ritual yang menurut kita aneh dan sebagainya. Begitulah .. ketika sudah percaya, akal sehat sering menjadi nomor dua. Baca saja berita-berita kriminal bagaimana orang yang kita percaya malah justru yang melakukan penipuan. Menurut kamus besar bahasa Indonesia, percaya adalah : 1). mengakui atau yakin bahwa sesuatu memang benar atau nyata: 2). menganggap atau yakin bahwa sesuatu itu benar-benar ada: 3). menganggap atau yakin bahwa seseorang itu jujur (tidak jahat dsb): 4). Yakin benar atau memastikan akan kemampuan atau kelebihan seseorang atau sesuatu (bahwa akan dapat memenuhi harapannya dsb): .. Oke .. seperti apa sih, menurut mu tentang percaya itu?

Apakah seperti kita percaya bahwa blue energy berasal dari air biasa yang kemudian cukup ditambahkan dengan zat tertentu kemudian dipanaskan akhirnya menjadi BBM untuk kendaraan?

Atau seperti kisah jaman dulu tentang seorang ratu dan raja palsu yang dihormati oleh sebuah negara, pada raja itu hanyalah seorang tukang becak.

Mungkin juga kita percaya, tentang SMS merah yang dapat membunuh atau menjadi santet buat yang menerima SMS atau telpon merah tersebut. Bisa juga .. kita percaya, ketika menerima SMS atau telpon dari seseorang yang menyatakan bahwa kita memenangkan undian mobil BMW padahal kita tidak pernah mengirimkan apapun untuk mengikuti undian tersebut?

Percaya atau tidak? memang sesuatu yang sering diluar nalar. Sehingga, sering kali seseorang memaksakan apa yang dipercayanya kepada orang lain. Atau sebaliknya … bisa juga seorang teman yang selalu tidak percaya dengan apapun yang aku katakan. Walaupun aku sudah berusaha untuk menjelaskannya sejelas-jelasnya.

Percaya atau tidak memang sulit untuk diprediksi. Suka bikin gemes dan kesal. Baik buat yang suka percaya maupun untuk tidak percaya.

blok.jpg

UPDATE !! 4 Juni 2008

Kemarin, aku nonton serial LIFE di StarWorld .. ada kata² yang menarik — kira² begini intinya : bahwa hidup itu adalah kepercayaan. Jika kita tidak percaya pada apapun, hidup menjadi tidak menyenangkan.

UPDATE !! 10 Juni 2008

Percaya membuat orang² suka menerima kisah² yang seru .. seperti berita tentang sebuah lagu misterius yang diciptakan dan dinyanyikan seorang wanita yang kemudian bunuh diri. Kehebohan lagu tersebut sebenarnya sudah berbulan² memenuhi jagad blogsphere di awal tahun 2008.

Tapi .. belakangan ini, kabar tersebut, baru jadi berita hangat di detik.com — hmm, ternyata blogger di WordPress lebih hebat dari detik.com — dimana, kabar terakhir diberitakan bahwa lagu tersebut sebenarnya diciptakan oleh Rifai Ilyas atau Pay, seorang gitaris dari group band asal Makasar yaitu Caramel Band.

So .. tapi tetap saja banyak yang percaya bahwa lagu itu dinyanyikan wanita yang telah mati bunuh diri. Atau bahkan ada yang percaya bahwa kisah misterius tersebut sengaja dibuat oleh Caramel Band untuk mendongkrak popularitas. Aya .. aya .. wae lah :)

Bahkan lagunya ada part-2 segala .. dan versi cerita tentang Geby pun beragam. Jadi, tetap mau percaya bahwa lagu tersebut diciptakan oleh Pay atau Geby? .. percaya sering kali tak perlu logika :)

Categories: Begini menurutku · Hari yang kulalui · Keheningan jiwa · Ku kutip kata
Tagged: , ,

26 responses so far ↓

  • Mr. Fortynine // Monday, 2 June, 2008 at 20:45

    Termasuk percaya bahwasanya makan ibadah bisa hidup tanpa harus bekerja?
    ————————–

    *istilah baru ya?*

    Makan tanpa harus ‘bekerja’ mungkin sama halnya ada didunia tanpa dilahirkan. Disamping itu, ‘bekerja’ tidak harus di kantor kan Chiw? … menjaga warnet juga termasuk bekerja loh ;)

  • AgusBin // Monday, 2 June, 2008 at 21:30

    Saya jadi ingat waktu presiden Bush datang ke Indonesia.

    Katanya paranormal Indonesia ingin menyantet Bush. Ternyata ‘ga mempan’. Orang yang percaya santet berkata : “Habis Bush itu rajanya setan jadi susah disantet.”

    Saya pikir kasihan sekali Indonesia …. udah teknologi kalah, ilmu santet kita juga kalah dari Amerika. Jadi boro-boro mengembangkan blue energy …. wong nyantet aja orang Indonesia ga becus, je.

    Betul ga pak? Hehe ..
    —————————

    Susah nih ngejawabnya :mrgreen:

    Kalo saya bilang betul, artinya saya percaya santet. Kalo saya bilang salah … ntar jangan-jangan malah kena santet hahaha cape deee ..

    Cerita soal bule mau disantet, saya juga jadi ingat kisah jaman peperangan dulu. Napa juga kita tidak mengusir bule-bule yang menjajah pake santet ya?

  • det // Tuesday, 3 June, 2008 at 04:55

    Kalo percaya, selalu dibela. Kalo gak percaya, selalu dicela.

    Begitu juga dengan kepercayaan kepada tokoh politik.
    —————————

    Jadi .. walaupun faktanya seseorang tidak layak ‘dipercaya’ tapi karena ‘public relation’-nya bagus, tetap aja dipercaya ya hehehe …

    Eh .. ga hanya tokoh politik koq pak ;)
    *jadi ingat pakar telematika*

  • Yari NK // Tuesday, 3 June, 2008 at 06:59

    Untuk mas Eby yang masih ngambek sibuk dan kecapekan, saya komentar di sini lagi, boleh kan? ;)

    Memang betul mas, terkadang memang sulit menentukan mana yang benar dan mana yang salah, namun toh pada akhirnya logika yang menentukan karena memang logika selalu sesuai dengan hukum “alam” yang diciptakanNya.

    Sebagai contoh, SMS merah misalnya, tidak mungkin SMS dapat dibawa oleh gelombang infra merah, karena frekuensi dan panjang gelombang elektromagnetik antara sinar infra merah berbeda dengan frekuensi atau panjang gelombang elektromagnetik yang membawa pesan SMS.

    Dan yang paling menggelikan, mereka menganggap sinar infra merah berwarna merah! Padahal sinar infra merah itu tidak terlihat dengan mata telanjang dan sama sekali tidak berwarna.

    Dinamakan sinar infra merah karena sinar*) tersebut frekuensinya tepat di atas frekuensi sinar berwarna merah dalam spektrum warna, tetapi bukan berarti sinar tersebut berwarna merah.

    Begitu pula dengan blue energy, tidak mungkin air bisa menghasilkan energi secara kimiawi. Kalau untuk energi nuklir fusi tentu bisa saja terjadi yaitu inti atom Hidrogen dari air tersebut dileburkan menjadi inti atom yang lebih berat seperti Helium.

    Namun tentu untuk teknologi zaman sekarang penerapan reaktor nuklir fusi apalagi hanya untuk sebuah mobil adalah sesuatu hil yang mustahal. Atau bisa juga energi “mekanik” dari air, di mana air yang bergerak/mengalir dapat menghasilkan energi seperti pada PLTA yang kita kenal, namun sayangnya air tidak bisa bergerak sendiri dan harus butuh stimulus dari luar untuk bergerak.

    Nah, begitulah mas Eby, kenapa pada akhirnya logika yang berbicara, karena logika selalu sesuai dengan hukum yang diciptakanNya. Memang banyak orang yang berusaha untuk menjelaskan sejelas-jelasnya namun belum tentu ia menjelaskan sejujur-jujurnya, tergantung apa motivasi dia untuk menjelaskan. Got it?

    *) sinar = untuk yang nampak dan yang tidak nampak.
    cahaya = untuk yang nampak saja.

    Cahaya berwarna hijau bisa disebut sinar berwarna hijau. Cahaya matahari bisa disebut sebagai sinar matahari. Namun sinar X, tidak bisa disebut cahaya X atau sinar inframerah tidak bisa disebut cahaya inframerah.
    —————————-

    Hatur nuhun kang, sudah sharing ilmu disini. Semoga bermanfaat buat teman² yang lainnya.

    Iya nih kang .. cape’ banget. Belakangan ini … waktu luang buat browsing semakin dikit. Jadi cuma bisa dimanfaatkan untuk cek email kantor dan postingan tiap dua hari sekali. Apalagi sekarang sudah mau semesteran. Wuih .. cape deee.

  • dwibasukiwss // Tuesday, 3 June, 2008 at 08:56

    Percaya atau tidak dengan berita beirkut:

    http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/06/tgl/03/time/074520/idnews/949282/idkanal/398

    Sudah ada belum ya banner untuk stop saling menghina di blog? :D
    —————————

    Walah .. memprihatinkan banget ya Wi. Sampe bunuh diri karena di hina .. dan hari ini juga ada berita di Kompas.Com tetang seberapa sering kita batal melakukan sesuatu yang sangat kita inginkan, karena komentar orang lain? .. akhirnya hidup ditentukan oleh penilaian orang lain.

    Oya .. soal banner, yang jago bikin banner itu Antobilang dan Extremusmilitus.

  • adipati kademangan // Tuesday, 3 June, 2008 at 08:59

    Berangkat dari percaya maka segala sesuatu dicari alasan untuk menjelaskan kepercayaannya tersebut.

    Bahwa sulap ada, sihir pun bisa. Bahwa manusia bisa terbang seperti burung, bahkan menerbangkan burung besi. Berenang di air dan menyelam seperti ikan. Bahwa diatas itu banyak sekali terdapat benda² langit dan diatas langit ada langit.

    Apakah di jaman dahulu orang juga mempertanyakan : apakah kau percaya manusia bisa terbang ? … di jaman sekarang, percaya dan tidak percaya tentang manusia bisa terbang itu sudah tidak berguna lagi karena manusia sudah bisa terbang lebih tinggi daripada burung.

    “Kalo yang namanya surga dan neraka itu ada, percaya nggak ?” … maka saya pun jawab “Menurut keterangan yang disampaikan makhluk paling Guannteng Seantero Jagad, Beliau Bersabda banyak tentang Surga dan Neraka. Saya si percaya karena beliau orangnya jujur. Kalo butuh bukti ya silakan berangkat duluan untuk melihatnya.”
    —————————–

    Jadi .. untuk percaya atau tidak percaya, kadang kala tidak diperlukan penjelasan yang ilmiah ya pak ? .. kalo yang namanya sudah percaya, ya wis .. ga perlu diteliti lagi.

    Begitu juga .. kalo ga percaya .. walaupun sudah dijelaskan se-ilmiah mungkin, kalo perlu pake diseminarkan, ya tetap ga percaya toh pak. Namanya juga ga percaya :)

  • AgusBin // Tuesday, 3 June, 2008 at 09:23

    @adipati kademangan:

    Kalau makhluk yang paling guanteng sejagad kualitas pernyataannya pasti berbeda ya dari makhluk yang paling ganteng se-blogsfir? hehe ..

  • Zulfi // Tuesday, 3 June, 2008 at 10:34

    Sepertinya … pola pikir kita sebagai orang timur lebih cenderung percaya hal-hal yang irasional Pak ..

    Bahkan, Ahmad Zaini yang punya harta puluhan ribu triliun pun masih ada yang percaya …

    Weleh² …
    —————————-

    Tapi kemaren mas Zul ga ikutan antri kan?

    *untuk membuktikan kalo Zaini tidak punya duit segitu*

  • hanggadamai // Tuesday, 3 June, 2008 at 12:49

    Emang sulit buat dipercaya tuh bang ..
    ————————–

    Siiip .. ibarat pepatah, sekali lancung ke ujian, seumur hidup tak percaya. Sekali kita berbohong, maka orang tidak akan percaya lagi.

  • ulan // Tuesday, 3 June, 2008 at 14:45

    Tidak percaya apapun itu kan juga kepercayaan mas ..
    ————————–

    Kaya’ atheis gitu ya pak? …

  • Yoyo // Tuesday, 3 June, 2008 at 20:21

    Percaya atau tidak percaya, itu juga pilihan …
    ————————–

    Jadi .. ga bisa dipaksa-paksa ya pak?

  • Mr. Fortynine // Tuesday, 3 June, 2008 at 20:58

    Yah, si Abang ketipu avatar….

    Oh iya, soal percaya dan kepercayaan ini sempat kita bahas waktu ketemuan kemaren kan?
    —————————

    *ngakak guling²* :lol: :lol: :lol:

    Yoi .. postingan ini berasal dari pembahasan kita kemaren itu .. oya, siapa ya yang tanggal 29 Mei kemaren ultah? Mansup ya?

  • Yari NK // Wednesday, 4 June, 2008 at 02:48

    Apa yang dikatakan adipati kademangan memang benar namun akan saya tambahkan sedikit. Memang benar logika itu berubah dari waktu ke waktu sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan, dan tidak semua hal yang ada basis logikanya dapat dibuktikan “keberadaan”nya. Untuk itulah pada komen saya di atas, saya katakan sebagai “logika” bukan “bukti”.

    Dulu,manusia memang belum bisa terbang, tapi manusia sudah mempunyai dasar logika bahwa manusia bisa terbang jikalau punya sayap. Lalu Icaruspun membikin sayap, ternyata manusia tidak bisa terbang seperti yang diharapkan. Tapi toh manusia tetap punya dasar logika yang mempercayai bahwa manusia tetap bisa terbang, walaupun kini logika lama telah gugur, dan logika baru menegaskan pasti pada sayap burung tersebut ada sesuatu sehingga ia bisa terbang. Lalu manusia merombak logikanya beberapa kali dan belajar, belajar dan belajar terus sampai akhirnya diketahuilah bahwa selain sayap, faktor aerodinamika (dan juga faktor2 lainnya tentu saja) juga berperan.

    Mengenai syurga dan neraka?? Well, terserah mau percaya apa tidak tentunya. Tapi bagi saya pribadi, sah-sah saja saya percaya kepada syurga dan neraka karena logika yang sederhana yaitu: tempat yang belum pernah didatangi atau belum diketahui manusia belum tentu TIDAK ada, walaupun orang ateis juga punya logika yang tak kalah sederhananya benarnya yaitu tempat yang belum pernah didatangi atau belum diketahui manusia belum tentu ada. Nah, siapa yang benar ?? Betul kata adipati kademangan, silahkan saja pergi dulu sendiri untuk membuktikan mana yang benar. ;) Jadi logika dan bukti tentu adalah dua hal yang berbeda…

    Seperti dalam contoh SMS merah ini, kalau tidak memenuhi logika tapi tetap ada yang percaya, ya silahkan buktikan saja secara terbuka, bisa jadi logikanya orang yang nggak percaya yang salah dan perlu diperbaiki andaikan bisa dibuktikan dengan nyata. Tapi selama itu tidak bisa dibuktikan ya berarti tetap logikanya orang2 yang nggak percaya yang benar. Apalagi dalam kasus2 lain yang sepele nyata2 telah dijelaskan sejelas-jelasnya dalam berbagai blog, tentunya harus sesuai dengan logika atau harus ada bukti solidnya, kalau cuma penjelasan sejelas-jelasnya kayaknya uuuuh….. capeeeee deeeee…… :mrgreen:

    Begitu juga .. kalo ga percaya .. walaupun sudah dijelaskan se-ilmiah mungkin, kalo perlu pake diseminarkan, ya tetap ga percaya toh pak. Namanya juga ga percaya

    Wah… untuk kasus itu sih orang yang nggak percaya “adidas” banget…!! Lebih capeeee deh! :lol:
    —————————

    Benar kang .. saya pernah nonton acara di Kick Andy, kisah bayi yang tertukar sekitar 20 tahun yang lalu. Dan salah satu ibu tetap yakin bahwa anaknya tidak tertukar. Padahal mas Andy sudah bilang bahwa test DNA telah membuktikan bahwa anak mereka tertukar dan pengadilan juga sudah memutuskan anak mereka tertukar.

    Tapi tetap aja ibu itu ga percaya dan yakin bahwa anaknya tidak tertukar. Alasannya cukup sederhana .. karena sejak masih orok, anak itu dia susui. Sedangkan anak ‘asli’nya disusi oleh orang lain. Cape deee …

  • AngelNdutz // Wednesday, 4 June, 2008 at 08:15

    Klo Ndutz imut ??? …
    Musti percayah tuh mas :mrgreen:
    ————————–

    *ambil pengaris buat ngukur Ndutz*

    Kalo dari namanya aja .. pasti Endut deh :)

  • AgusBin // Wednesday, 4 June, 2008 at 10:12

    Kenapa pejuang² kita ga ngusir penjajah pake santet?

    ‘Udah’ pak tapi ga mempan. Mana bisa ilmu syaitan mengalahkan ilmu sains yang diciptakan Allah.

    Saya jadi ingat acara Kuis Siapa Berani edisi paranormal dulu. Mereka jawab pertanyaan² pengetahuan umum sederhana aja gagal. Padahal kenapa ga diramal aja jawaban yang akan keluar? Bener ga pak? Hehe ..
    —————————-

    Wah .. sayang, saya ga nonton. Pasti saya ngakak nontonnya hahaha .. benar banget mas Bin .. napa ga diramal aja ya jawabannya :lol:

  • cK // Wednesday, 4 June, 2008 at 13:22

    Saya sih gak gampang percaya.

    Mau kata orang gimana, saya biasanya percaya kalau udah lihat dan dengar dengan mata kepala sendiri … :P
    ————————–

    Jadi .. mesti mengalami sendiri ya cK ?? .. ntar tak kirim SMS merah ke cK ya .. hwakakaka :lol:

  • itikkecil // Wednesday, 4 June, 2008 at 15:05

    Saya sekarang susah buat percaya bang … apalagi sama politikus …
    ————————–

    Padahal hidup itu kalo tanpa kepercayaan, bisa seperti di neraka. Kemana² kita selalu curiga. Waktu naik angkot, curiga nanti dibawa kabur. Waktu makan di warteg, curiga nanti muntaber ..

    Apalagi .. ketika pilkada atau pemilu, curiga nanti janjinya ga tepat. Benar² hidup menjadi tidak nikmat untuk dilalui, ketika kepercayaan sudah tiada. Seperti halnya istri tidak percaya pada suami atau suami tidak percaya pada istri.

  • Yoyo // Wednesday, 4 June, 2008 at 15:42

    Persepsi percaya dan dapat dirasa perlu pemahaman mendalam :
    - Percaya adanya listrik : karena dapat dirasakan, meskipun tidak terlihat …
    - Percaya adanya Tuhan : meskipun tidak bisa dilihat dan tidak dapat dirasakan apalagi disentuh … CMIIW
    —————————

    Mungkin seperti hal-nya percaya pada yang gaib² ya pak .. atau hanya karena perasaan aja kali ya. Merasa nyaman dan tenang.

    Seperti hal-nya orang tua yang tidak percaya bahwa anaknya melakukan tindakan kriminal karena sehari²nya kalo sedang dirumah, si anak begitu santun pada orang tua.

  • edratna // Wednesday, 4 June, 2008 at 16:26

    Saya percaya sama Tuhan … karena bisa merasakan, banyak doa-doa saya yang terjawab, walau jawabannya tak sesuai yang saya inginkan.

    Untuk hal-hal yang lebih berupa produk/jasa, saya cenderung melihat dulu hasilnya … sehingga menurut teman saya bukan orang yang cocok dibidik oleh iklan … karena harus yakin dulu, dan hanya beli sesuai kebutuhan.

    Tapi saya percaya, bahwa setiap manusia bisa berubah, entah dari baik ke jahat atau sebaliknya … jadi perlu setiap kali harus mengingatkan diri sendiri agar tak mudah tergoda.
    —————————-

    Saya selalu setuju dengan komentar ibu.

    Tapi bu .. walaupun kita percaya dengan Tuhan .. tapi kalo cara ibu beribadah, cara ibu memuja pemimpin agama tidak sesuai orang kebanyakan .. bisa² ibu dituduh tidak percaya Tuhan loh bu :(

    Jadi .. sering kali, apa yang kita percaya atau tidak percaya menjadi bumerang bu. Bisa dikatakan pendusta, IQ jongkok, telmi dan sebagainya. Sehingga soal percaya atau tidak percaya dapat menimbulkan konflik.

  • Biyung Nana // Wednesday, 4 June, 2008 at 16:44

    Beberapa pengalaman merubah Nana menjadi orang yang sulit percaya.

    Kalo ada orang yang baru kenal, Nana akan perhatikan benar² perilakunya. Mencari cari motif yang tersembunyi dibalik niatnya mendekati Nana.

    Pun jika ada orang yang bicara dan menyampaikan suatu informasi, unless Nana benar² mengenal pribadi orang tersebut.

    :lol: kesannya cape yah .. kemana-mana bawaannya curiga, padahal seru tuh, sampe Nana bener² nemu maksud dibaliknya … rasanya puaass .. hehehehee
    —————————–

    Wah, kaya’nya cocok jadi reserse deh :lol:

  • Yari NK // Wednesday, 4 June, 2008 at 22:39

    Yaaaah … ini orang masih nggak ngerti juga …

    Percaya apa nggak percaya … pertimbangannya ya logika dan bukti. Untuk itu manusia diberi akal. Jadi selalu tidak percaya ya tidak baik, selalu percaya tandanya orangnya polos banget juga nggak baik. Jadi gunakan otak dan panca indra kita.

    Emang ada contoh nyatanya di dunia ini orang yang nggak mempercayai apapun?? Atau sebaliknya seseorang yang selalu mempercayai apapun ??????? ;)
    —————————

    Mungkin semua kembali pada masing² individunya kang. Mungkin ada relawan yang mau mengecek satu per satu manusia di muka bumi ini, apakah ada yang seperti yang akang maksud.

    Maklum kang, manusia kan diciptakan-Nya berbeda² .. dengan talenta, kemampuan otak dan panca indra yang punya kemampuan yang berbeda² pula. Tentu Allah menciptakan berbagai macam orang tersebut tentu ada maksudnya.

    Jadi apakah orang tersebut hanya menggunakan otaknya saja, atau panca indranya saja, atau kedua²nya .. ya memang seperti itulah adanya. Terima kasih sudah sharing ilmu-nya kang.

  • Alex // Thursday, 5 June, 2008 at 10:59

    Percaya dan yakin sama Allah saja mas …
    ————————–

    Insya Allah :)

  • Komentar Pembawa Maut « cK stuff // Monday, 9 June, 2008 at 12:42

    [...] Pembawa Maut Mampir ke artikel blog Bang Eby disini, dan ketika menelusuri komen, saya menemukan link-link artikel yang cukup menarik perhatian saya. [...]

  • stey // Tuesday, 10 June, 2008 at 09:17

    Susah ya Pak ..

    Kalo saya sih, percaya there’s another world out there beyond our world, yang ga bisa dijelaskan dengan logika ..
    *ga nyambung*
    —————————

    Tapi ketika Stey melakukan ‘metode’ percaya hal tersebut dan ternyata berbeda dengan kepercayaan orang lain, tidak berarti Stey salah kan?

  • Kang Herry // Tuesday, 10 June, 2008 at 16:37

    Ah ya Bang ya ..

    Intinya segala juga kudu pake ilmu. Percaya dan ngga percaya, dua²nya ya musti .. Ya juga pake ilmu.

    Secara kita punya akal dan pikiran.
    —————————

    Bagaimana ya kang .. kalo cuma akal aja, ato pikiran aja hehehe :mrgreen: … tapi sering kali kita terjebak dengan paradigma ato mindset yang sudah hadir dibenak kita kang.

  • Komik nabi « KU LETAK KAN KATA DISINI // Thursday, 20 November, 2008 at 13:36

    [...] coba memahami. Tapi aku tetap tidak bisa paham. Bukankah kepercayaan atau mempercayai sesuatu itu sangat induvidualistis? .. bukan soal matematika atau logika. Sehingga selama keyakinan orang [...]

Leave a Comment