Believe it or not, percaya atau tidak. Sering kali kita dihadapkan pada sesuatu — yang didepan mata kita — yang tidak dapat diterima oleh akal kita. Seperti demo kekebalan, sulap atau keyakinan sesuatu aliran dengan ritual yang menurut kita aneh dan sebagainya. Begitulah .. ketika sudah percaya, akal sehat sering menjadi nomor dua. Baca saja berita-berita kriminal bagaimana orang yang kita percaya malah justru yang melakukan penipuan. Menurut kamus besar bahasa Indonesia, percaya adalah : 1). mengakui atau yakin bahwa sesuatu memang benar atau nyata: 2). menganggap atau yakin bahwa sesuatu itu benar-benar ada: 3). menganggap atau yakin bahwa seseorang itu jujur (tidak jahat dsb): 4). Yakin benar atau memastikan akan kemampuan atau kelebihan seseorang atau sesuatu (bahwa akan dapat memenuhi harapannya dsb): .. Oke .. seperti apa sih, menurut mu tentang percaya itu?
Apakah seperti kita percaya bahwa blue energy berasal dari air biasa yang kemudian cukup ditambahkan dengan zat tertentu kemudian dipanaskan akhirnya menjadi BBM untuk kendaraan?
Atau seperti kisah jaman dulu tentang seorang ratu dan raja palsu yang dihormati oleh sebuah negara, pada raja itu hanyalah seorang tukang becak.
Mungkin juga kita percaya, tentang SMS merah yang dapat membunuh atau menjadi santet buat yang menerima SMS atau telpon merah tersebut. Bisa juga .. kita percaya, ketika menerima SMS atau telpon dari seseorang yang menyatakan bahwa kita memenangkan undian mobil BMW padahal kita tidak pernah mengirimkan apapun untuk mengikuti undian tersebut?
Percaya atau tidak? memang sesuatu yang sering diluar nalar. Sehingga, sering kali seseorang memaksakan apa yang dipercayanya kepada orang lain. Atau sebaliknya … bisa juga seorang teman yang selalu tidak percaya dengan apapun yang aku katakan. Walaupun aku sudah berusaha untuk menjelaskannya sejelas-jelasnya.
Percaya atau tidak memang sulit untuk diprediksi. Suka bikin gemes dan kesal. Baik buat yang suka percaya maupun untuk tidak percaya.
UPDATE !! 4 Juni 2008
Kemarin, aku nonton serial LIFE di StarWorld .. ada kata² yang menarik — kira² begini intinya : bahwa hidup itu adalah kepercayaan. Jika kita tidak percaya pada apapun, hidup menjadi tidak menyenangkan.
UPDATE !! 10 Juni 2008
Percaya membuat orang² suka menerima kisah² yang seru .. seperti berita tentang sebuah lagu misterius yang diciptakan dan dinyanyikan seorang wanita yang kemudian bunuh diri. Kehebohan lagu tersebut sebenarnya sudah berbulan² memenuhi jagad blogsphere di awal tahun 2008.
Tapi .. belakangan ini, kabar tersebut, baru jadi berita hangat di detik.com — hmm, ternyata blogger di WordPress lebih hebat dari detik.com — dimana, kabar terakhir diberitakan bahwa lagu tersebut sebenarnya diciptakan oleh Rifai Ilyas atau Pay, seorang gitaris dari group band asal Makasar yaitu Caramel Band.
So .. tapi tetap saja banyak yang percaya bahwa lagu itu dinyanyikan wanita yang telah mati bunuh diri. Atau bahkan ada yang percaya bahwa kisah misterius tersebut sengaja dibuat oleh Caramel Band untuk mendongkrak popularitas. Aya .. aya .. wae lah
Bahkan lagunya ada part-2 segala .. dan versi cerita tentang Geby pun beragam. Jadi, tetap mau percaya bahwa lagu tersebut diciptakan oleh Pay atau Geby? .. percaya sering kali tak perlu logika




Termasuk percaya bahwasanya makan ibadah bisa hidup tanpa harus bekerja?
————————–
Saya jadi ingat waktu presiden Bush datang ke Indonesia.
Katanya paranormal Indonesia ingin menyantet Bush. Ternyata ‘ga mempan’. Orang yang percaya santet berkata : “Habis Bush itu rajanya setan jadi susah disantet.”
Saya pikir kasihan sekali Indonesia …. udah teknologi kalah, ilmu santet kita juga kalah dari Amerika. Jadi boro-boro mengembangkan blue energy …. wong nyantet aja orang Indonesia ga becus, je.
Betul ga pak? Hehe ..
—————————
Kalo percaya, selalu dibela. Kalo gak percaya, selalu dicela.
Begitu juga dengan kepercayaan kepada tokoh politik.
—————————
Untuk mas Eby yang masih
ngambeksibuk dan kecapekan, saya komentar di sini lagi, boleh kan?Memang betul mas, terkadang memang sulit menentukan mana yang benar dan mana yang salah, namun toh pada akhirnya logika yang menentukan karena memang logika selalu sesuai dengan hukum “alam” yang diciptakanNya.
Sebagai contoh, SMS merah misalnya, tidak mungkin SMS dapat dibawa oleh gelombang infra merah, karena frekuensi dan panjang gelombang elektromagnetik antara sinar infra merah berbeda dengan frekuensi atau panjang gelombang elektromagnetik yang membawa pesan SMS.
Dan yang paling menggelikan, mereka menganggap sinar infra merah berwarna merah! Padahal sinar infra merah itu tidak terlihat dengan mata telanjang dan sama sekali tidak berwarna.
Dinamakan sinar infra merah karena sinar*) tersebut frekuensinya tepat di atas frekuensi sinar berwarna merah dalam spektrum warna, tetapi bukan berarti sinar tersebut berwarna merah.
Begitu pula dengan blue energy, tidak mungkin air bisa menghasilkan energi secara kimiawi. Kalau untuk energi nuklir fusi tentu bisa saja terjadi yaitu inti atom Hidrogen dari air tersebut dileburkan menjadi inti atom yang lebih berat seperti Helium.
Namun tentu untuk teknologi zaman sekarang penerapan reaktor nuklir fusi apalagi hanya untuk sebuah mobil adalah sesuatu hil yang mustahal. Atau bisa juga energi “mekanik” dari air, di mana air yang bergerak/mengalir dapat menghasilkan energi seperti pada PLTA yang kita kenal, namun sayangnya air tidak bisa bergerak sendiri dan harus butuh stimulus dari luar untuk bergerak.
Nah, begitulah mas Eby, kenapa pada akhirnya logika yang berbicara, karena logika selalu sesuai dengan hukum yang diciptakanNya. Memang banyak orang yang berusaha untuk menjelaskan sejelas-jelasnya namun belum tentu ia menjelaskan sejujur-jujurnya, tergantung apa motivasi dia untuk menjelaskan. Got it?
*) sinar = untuk yang nampak dan yang tidak nampak.
cahaya = untuk yang nampak saja.
Cahaya berwarna hijau bisa disebut sinar berwarna hijau. Cahaya matahari bisa disebut sebagai sinar matahari. Namun sinar X, tidak bisa disebut cahaya X atau sinar inframerah tidak bisa disebut cahaya inframerah.
—————————-
Percaya atau tidak dengan berita beirkut:
http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/06/tgl/03/time/074520/idnews/949282/idkanal/398
Sudah ada belum ya banner untuk stop saling menghina di blog?
—————————
Berangkat dari percaya maka segala sesuatu dicari alasan untuk menjelaskan kepercayaannya tersebut.
Bahwa sulap ada, sihir pun bisa. Bahwa manusia bisa terbang seperti burung, bahkan menerbangkan burung besi. Berenang di air dan menyelam seperti ikan. Bahwa diatas itu banyak sekali terdapat benda² langit dan diatas langit ada langit.
Apakah di jaman dahulu orang juga mempertanyakan : apakah kau percaya manusia bisa terbang ? … di jaman sekarang, percaya dan tidak percaya tentang manusia bisa terbang itu sudah tidak berguna lagi karena manusia sudah bisa terbang lebih tinggi daripada burung.
“Kalo yang namanya surga dan neraka itu ada, percaya nggak ?” … maka saya pun jawab “Menurut keterangan yang disampaikan makhluk paling Guannteng Seantero Jagad, Beliau Bersabda banyak tentang Surga dan Neraka. Saya si percaya karena beliau orangnya jujur. Kalo butuh bukti ya silakan berangkat duluan untuk melihatnya.”
—————————–
@adipati kademangan:
Kalau makhluk yang paling guanteng sejagad kualitas pernyataannya pasti berbeda ya dari makhluk yang paling ganteng se-blogsfir? hehe ..
Sepertinya … pola pikir kita sebagai orang timur lebih cenderung percaya hal-hal yang irasional Pak ..
Bahkan, Ahmad Zaini yang punya harta puluhan ribu triliun pun masih ada yang percaya …
Weleh² …
—————————-
Emang sulit buat dipercaya tuh bang ..
————————–
Tidak percaya apapun itu kan juga kepercayaan mas ..
————————–
Percaya atau tidak percaya, itu juga pilihan …
————————–
Yah, si Abang ketipu avatar….
Oh iya, soal percaya dan kepercayaan ini sempat kita bahas waktu ketemuan kemaren kan?
—————————
Apa yang dikatakan adipati kademangan memang benar namun akan saya tambahkan sedikit. Memang benar logika itu berubah dari waktu ke waktu sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan, dan tidak semua hal yang ada basis logikanya dapat dibuktikan “keberadaan”nya. Untuk itulah pada komen saya di atas, saya katakan sebagai “logika” bukan “bukti”.
Dulu,manusia memang belum bisa terbang, tapi manusia sudah mempunyai dasar logika bahwa manusia bisa terbang jikalau punya sayap. Lalu Icaruspun membikin sayap, ternyata manusia tidak bisa terbang seperti yang diharapkan. Tapi toh manusia tetap punya dasar logika yang mempercayai bahwa manusia tetap bisa terbang, walaupun kini logika lama telah gugur, dan logika baru menegaskan pasti pada sayap burung tersebut ada sesuatu sehingga ia bisa terbang. Lalu manusia merombak logikanya beberapa kali dan belajar, belajar dan belajar terus sampai akhirnya diketahuilah bahwa selain sayap, faktor aerodinamika (dan juga faktor2 lainnya tentu saja) juga berperan.
Mengenai syurga dan neraka?? Well, terserah mau percaya apa tidak tentunya. Tapi bagi saya pribadi, sah-sah saja saya percaya kepada syurga dan neraka karena logika yang sederhana yaitu: tempat yang belum pernah didatangi atau belum diketahui manusia belum tentu TIDAK ada, walaupun orang ateis juga punya logika yang tak kalah
Jadi logika dan bukti tentu adalah dua hal yang berbeda…
sederhananyabenarnya yaitu tempat yang belum pernah didatangi atau belum diketahui manusia belum tentu ada. Nah, siapa yang benar ?? Betul kata adipati kademangan, silahkan saja pergi dulu sendiri untuk membuktikan mana yang benar.Seperti dalam contoh SMS merah ini, kalau tidak memenuhi logika tapi tetap ada yang percaya, ya silahkan buktikan saja secara terbuka, bisa jadi logikanya orang yang nggak percaya yang salah dan perlu diperbaiki andaikan bisa dibuktikan dengan nyata. Tapi selama itu tidak bisa dibuktikan ya berarti tetap logikanya orang2 yang nggak percaya yang benar. Apalagi dalam kasus2 lain yang
sepelenyata2 telah dijelaskan sejelas-jelasnyadalam berbagai blog, tentunya harus sesuai dengan logika atau harus ada bukti solidnya, kalau cuma penjelasan sejelas-jelasnya kayaknya uuuuh….. capeeeee deeeee……Wah… untuk kasus itu sih orang yang nggak percaya “adidas” banget…!! Lebih capeeee deh!
—————————
Klo Ndutz imut ??? …
Musti percayah tuh mas
————————–
Kenapa pejuang² kita ga ngusir penjajah pake santet?
‘Udah’ pak tapi ga mempan. Mana bisa ilmu syaitan mengalahkan ilmu sains yang diciptakan Allah.
Saya jadi ingat acara Kuis Siapa Berani edisi paranormal dulu. Mereka jawab pertanyaan² pengetahuan umum sederhana aja gagal. Padahal kenapa ga diramal aja jawaban yang akan keluar? Bener ga pak? Hehe ..
—————————-
Saya sih gak gampang percaya.
Mau kata orang gimana, saya biasanya percaya kalau udah lihat dan dengar dengan mata kepala sendiri …
————————–
Saya sekarang susah buat percaya bang … apalagi sama politikus …
————————–
Persepsi percaya dan dapat dirasa perlu pemahaman mendalam :
- Percaya adanya listrik : karena dapat dirasakan, meskipun tidak terlihat …
- Percaya adanya Tuhan : meskipun tidak bisa dilihat dan tidak dapat dirasakan apalagi disentuh … CMIIW
—————————
Saya percaya sama Tuhan … karena bisa merasakan, banyak doa-doa saya yang terjawab, walau jawabannya tak sesuai yang saya inginkan.
Untuk hal-hal yang lebih berupa produk/jasa, saya cenderung melihat dulu hasilnya … sehingga menurut teman saya bukan orang yang cocok dibidik oleh iklan … karena harus yakin dulu, dan hanya beli sesuai kebutuhan.
Tapi saya percaya, bahwa setiap manusia bisa berubah, entah dari baik ke jahat atau sebaliknya … jadi perlu setiap kali harus mengingatkan diri sendiri agar tak mudah tergoda.
—————————-
Beberapa pengalaman merubah Nana menjadi orang yang sulit percaya.
Kalo ada orang yang baru kenal, Nana akan perhatikan benar² perilakunya. Mencari cari motif yang tersembunyi dibalik niatnya mendekati Nana.
Pun jika ada orang yang bicara dan menyampaikan suatu informasi, unless Nana benar² mengenal pribadi orang tersebut.
—————————–
Yaaaah … ini orang masih nggak ngerti juga …
Percaya apa nggak percaya … pertimbangannya ya logika dan bukti. Untuk itu manusia diberi akal. Jadi selalu tidak percaya ya tidak baik, selalu percaya
tandanya orangnya polos bangetjuga nggak baik. Jadi gunakan otak dan panca indra kita.Emang ada contoh nyatanya di dunia ini orang yang nggak mempercayai apapun?? Atau sebaliknya seseorang yang selalu mempercayai apapun ???????
—————————
Percaya dan yakin sama Allah saja mas …
————————–
[...] Pembawa Maut Mampir ke artikel blog Bang Eby disini, dan ketika menelusuri komen, saya menemukan link-link artikel yang cukup menarik perhatian saya. [...]
Susah ya Pak ..
Kalo saya sih, percaya there’s another world out there beyond our world, yang ga bisa dijelaskan dengan logika ..
*ga nyambung*
—————————
Ah ya Bang ya ..
Intinya segala juga kudu pake ilmu. Percaya dan ngga percaya, dua²nya ya musti .. Ya juga pake ilmu.
Secara kita punya akal dan pikiran.
—————————
[...] coba memahami. Tapi aku tetap tidak bisa paham. Bukankah kepercayaan atau mempercayai sesuatu itu sangat induvidualistis? .. bukan soal matematika atau logika. Sehingga selama keyakinan orang [...]