Besok, insya Allah piala Eropa akan dimulai. Tentunya para maniak bola akan tenggelam di depan layar kaca melihat siaran langsung oleh MNC Cs .. dan berhari² kemudian — hingga akhir bulan — berita yang paling seru dibicarakan tentulah hasil setiap pertandingan. Siapa yang menang dan siapa yang kalah. Yang menang bisa melanjutkan pertandingan sedangkan yang kalah jadi pencundang pulang kandang. Kata pe·cun·dang menurut kamus besar Bahasa Indonesia berarti : 1). kalah atau yang dikalahkan — biasanya tanpa diduga; 2). orang yang menipu; 3). orang yang menghasut .. nah loh. Tentunya pecundang disini bukan penipu atau menghasut tapi yang dikalahkan tanpa diduga sebelumnya.
Dalam setiap pertandingan, selalu ada yang juara. Sebaliknya, pasti ada yang kalah. Seperti halnya American Idol yang baru usai kemaren, dimana David Archuleta diunggulkan oleh Simon Cowell yang akhirnya malah kalah dari David Cook. Memang ga enak jadi pecundang. Tapi .. tanpa adanya pecundang, tidak ada sang juara.
Aku juga teringat pada acara The Amazing Race Asia season 2 kemaren, dimana Marc & Rovilson yang memenangkan 8 etape dari 13 etape yang ada .. akhirnya hanya berhasil menjadi juara III setelah dikalahkan oleh Adrian & Collin yang cuma dua kali juara etape bahkan Marc & Rovilson harus mengakui Pam & Van yang berada di posisi runner up walau hanya sekali memenangkan etape.
Dua contoh kasus diatas, membuat siapa pun yang menjagokan kesebelasannya untuk menjadi juara Eropa memiliki kans yang sama. Semua bisa juara dan semua juga bisa kalah. Jadi .. sang juara tidak akan pernah ada jika tidak ada yang kalah. Dan tidak ada yang kalah, jika tidak ada juara .. inilah kompetisi, seperti yang sering dikatakan para juri AI setiap kali ada peserta yang tereliminasi.
Menjadi pecundang bukan berarti kiamat. Walaupun sakit hati dan tidak dapat menerima kenyataan, seharusnya dapat dilihat dari segi positip-nya. Yaitu … sang pecundang akan berusaha kembali dengan keras untuk merebut juara. Jika kemudian tidak pernah menjadi juara .. hal positip yang bisa diambil hikmahnya adalah kegigihan. Dan dalam game show Takeshi’s Castle, peserta yang gigih mendapatkan hadiah
Jadi .. jangan kawatir jika jadi pecundang. Mungkin kisah Thomas Alva Edison bisa membantu menyakinkan kamu .. dimana pada waktu dulu guru² pak Edison itu berkata: “Dia terlalu tolol untuk belajar apapun.” Dan dia dipecat dari pekerjaan pertamanya karena “tidak produktif”.
Sebagai penemu, Edison membuat 1.000 percobaan yang gagal sebelum menemukan bola lampu. Saat seorang wartawan bertanya kepadanya, “Apa rasanya gagal seribu kali?” Edison menjawab, “Saya nggak gagal seribu kali. Bola lampu ditemukan dengan seribu langkah.”
So ??





Menang kalah adalah hal biasa, yang tidak biasa adalah jika seseorang tidak berusaha untuk menang. Bukan begitu pak?
————————–
Mendukung negara bekas Rusia
————————–
Pecundang?
*ngloyor pergi*
—————————
Menang kalah adalah hal biasa, itu benar!
Tapi jangan sampai gara-gara nonton bola lantas melupakan ibadah. Juga begadang sampai larut malam yang mengakibatkan turunnya kinerja perusahaan — dari opisboy sampe bos gede pada nonton bola semua …
—————————-
Bener banget bang …
Thomas Alva Edison aja baru yang keseribu kali baru berhasil … Dia pantang putus asa …
Belajar dari setiap kesalahannya … Walau rumahnya terbakar sekalipun
————————–
Semoga kita ngga jadi pecundang buat acara besok …
Mohon doa nya ya bang, semoga acara kopdar blogger Medan besok berjalan aman dan lancar. Mohon dukungannya ya bang dan juga semua blogger yang ada di WP ini dan yang ada di link lain ..
—————————
Lah kalau kalah terus ga pernah menang kayak TIM PSSI? Kayanya saya ga sesabar Edison deh, nunggu 1000 kali kalah baru bisa menang …
—————————
Kalau Thomas Alfa Edison gagal bisa segera mencoba kembali. Tapi kalau tim sepak bola yang bertanding di Euro yang gagal, ya mesti nunggu beberapa tahun lagi untuk memperbaiki kegagalan itu.
Kira-kira tim sepakbola Indonesia udah berapa kali gagal ya untuk menembus juara piala Asia? Berapa langkah lagi yang dibutuhkan untuk berhasil seperti Thomas Edison? Masih jauh kaleee.
—————————-
1000 kali gagal kalo gak belajar dari kegagalan sebelumnya, apa bisa nantinya jadi berhasil, kang? istilah kata, pokoke gagal dulu … muahahaha
————————–
Jadi inget berita di TV tadi …
Ada petani yang sudah puluhan tahun jadi petani tapi setiap tahunnya ada masalah yang selalu berulang dan tidak terselesaikan, yaitu langka dan mahalnya harga pupuk …
Hmmmm kira-kira harus berapa kali ya kejadian ini supaya bisa berhasil???
—————————-
Kalah itu cuma keberhasilan yang tertunda kok …
Siapa tahu kemarin jadi loser, besok jadi winner..
—————————
Kalo terus2an jadi pecundang capek juga T_T
————————–
*tepuk tangan*
————————–
Kadang tuh yang bikin kita ngerasa jadi pecundang adalah mempercayai hal² buruk yang orang katakan tentang kita. Kalo kita ini bodohlah, ga mungkin ngerjain ini dan itulah … klo gagal berarti sudah … selesai alias tamat. Kalo ga tahan banting dan kuat iman bisa beneran jadi pecundang hanya gara² sepatah dua patah kata hehehehehe
Nana paling ga suka sama ungkapan ungkapan “keledai ga akan jatoh di lobang yang sama dua kali”. Nana lebih senang membandingkan kegagalan seseorang .. bak Bayi yang baru belajar merangkak untuk bisa berjalan agar kemudian berlari, meski harus terjatuh ratusan kali. Semua ada waktunya … hanya perlu sedikit bersabar … sedikit saja.
—————————–
EURO 2008, aku dukung Portugal loh?
Kamu dukung sapa hayoooo?
hihi, kenalin Aji nih
=_=’
—————————
FORZA ITALIA!!!
————————–
OOT dikit bang ..
tapi Jerman pastinya deh
————————–
Jerman, jagoan saya … tapi kemarin kalah sama kroasia. Ah
————————–
GOOOLL!!! Wait .. emang aku penggemar soccer kah? hmm …
Indonesia ada gak yah ? Ini yang di StarSport atau AXN ?
Wkkwkw, nah ini baru favorite gw …
—————————–