blok.jpg

Ini bukan postingan tentang gosip Geby di Silet sampai berdarah-darah. Ini postingan tentang bagaimana sebuah budaya massa terbaru yang dapat melambungkan sesuatu yang semula ‘nothing’ menjadi ‘the have’ dengan sesuatu yang tidak biasa. Dan baru kali ini, aku melihat sebuah media televisi mengupas masalah fenomena lagu Geby yang sangat kontroversional di dunia maya dalam acara Silet di salah satu stasiun televisi swasta.

Seingatku, postingan Geby muncul di BOTD WordPress sekitar bulan Maret 2008. Ada beberapa postingan pada waktu itu. Semula, aku tidak begitu mempedulikan postingan tersebut sampai akhirnya aku membaca di detik.com dan mendengarkan lagunya yang mirip lagu anak² di kampung sebelah :mrgreen:

Yang menarik adalah .. tak ada satu orang pun yang mengetahui siapa penyanyi dan pencipta lagu yang sebenarnya. Yang ada hanyalah saling claim sebagai pemilik lagu tersebut. Jika memang benar Geby sudah tiada, logikanya lagu itu menjadi ‘tak bertuan’ .. tapi ajaibnya ada pula orang yang mengaku sebagai Geby yang asli seperti yang diliput di Silet kemaren.

Dalam teori pemasaran, ada dua cara untuk menarik perhatian publik terhadap produk yang akan diluncurkan ke pasar. Yang pertama, menciptakan ‘isu’ atau ‘topik pembicaraan’ yang kontroversial sehingga produk tersebut menjadi heboh. Dan yang kedua, produk tersebut sejak diluncurkan sudah mengundang kontroversi sehingga menjadi topik pembicaraan.

blok.jpg

UPDATE !! 17 Juli 2008

Semua rekaman asli dan hasil penelusuran di internet telah dikantongi oleh seorang pria. Pria yang sempat berseteru dengan Deddy Corbuzier itu juga mengaku sudah tahu lagu tersebut sebelum terjadi kontroversi.

“Berdasarkan hasil penelitian saya, lagu ini direkam pada tanggal 11 Juli 2005, dalam acara ‘Sang Dipa’ (Sanggar Dipanegara) di kampus STIMIK Dipanegara,” ujarnya di kantornya di kawasan Menteng, Rabu (16/7/2008) malam.

About these ads