KU LETAK KAN KATA DISINI

Debat Capres

Jumat, 19 Juni, 2009 · & Komentar

Runtuh sudah kesakralan .. punah sudah ‘kerajaan’ .. peristiwa tadi malam membawa atmosfir baru buat bangsa ini. Bagaimana tidak? .. seorang Presiden, didepan jutaan pemirsa televisi melakukan debat dengan para penantang-nya yang akan ‘mengambil’ singasana negeri nusantara. Tak pernah terbayangkan .. bahwa suatu hari, aku menyaksikan bagaimana orang nomor satu di negeri ini, ‘meladeni’ para kandidat yang dapat menggantikannya.

Terlepas dari pro dan kontra terhadap acara tadi malam .. ada yang berpendapat bahwa acara debat tanpa perdebatan hingga protes acara debat koq akeh iklan ne?? sehingga untuk selanjutnya iklan akan digusur .. bukan oleh Kamtib tapi oleh KPU — adalah suatu perubahan mendasar buat bangsa ini.

Saya masih teringat .. bahwa sebelum Indonesia ada .. negeri ini terdiri dari berbagai macam kerajaan. Mulai dari Sumatera hingga timur Indonesia. Dalam salah satu episode Metro File, saya sempat menyaksikan bahwa pembentukan negara Indonesia salah satunya atas ‘restu’ dari kerajaan yang ada di nusantara.

Sehingga ketika negara ini berdiri .. suasana kerajaan ‘terasa’ begitu kental. Mulai dari mencanangkan raja Presiden seumur hidup, sampai ‘pengangkatan’ pangeran wakil kawula yang dari kalangan ‘berdarah biru’ sehingga segala adat istiadat ‘kerajaan’ lengkaplah sudah.

Sangat menarik mengikuti perjalanan bangsa ini. Ketika saya membaca salah satu pendapat yang mengatakan bahwa budaya harus dilawan dengan budaya. Untuk mengubah suatu budaya maka diciptakan budaya yang berlawanan.

Rasanya sulit membayangkan .. acara debat dapat dilangsungkan ditengah² keluar kerajaan apalagi disaksikan oleh para kawula jelata. Pamali. Menghilangkan wibawa. Dan mencemarkan nama baik.

Dan tadi malam .. episode baru telah dimulai. Bangsa ini ingin membiasakan diri dengan budaya baru. Berdebat. Terutama dikalangan untuk kalangan atas. Boleh jadi, kita masih jauh untuk menyaksikan debat yang seru dan panas seperti di negara² yang sudah terbiasa berdebat.

Tapi ga mengapa .. karena bangsa Indonesia bukan bangsa Amerika apalagi Eropa. Karena bangsa Indonesia tetap menghormati pemimpinnya. Tidak perlu kita menjadi western, kalo bisa, bangsa ini menemukan pola Demokrasi ala Nusantara.

Terbayang lagi .. apakah mungkin suatu hari nanti, kita akan menyaksikan Presiden Indonesia akan seperti George W.Bush dengan ’sepatu’ terbangnya atau seperti yang barusan terjadi .. Obama dan lalat saat sedang diwawancara di televisi.

Kategori: Begini menurutku
Ditandai: , ,

6 tanggapan so far ↓

  • Ferdi // Jumat, 19 Juni, 2009 pada 16:34

    Hmm, nomor 1..

    Iya nih, cuman masing² peserta kok ga mau mendebat argumen peserta yang lain ya?

    Btw, lalat² di US berani² ya? :D
    —————————

    Kalo Nomor 1 .. Mega Pro dong :lol:

    Bukan ga mau mendebat .. wong visi dan misi-nya sama koq dan bukankah dulu mereka merupakan satu tim dalam pemerintahan .. ya jelas, ga beda dong :D

  • shanta // Jumat, 19 Juni, 2009 pada 19:28

    Setuju By,

    Memang budaya kan dinamis dan selalu bermetamorfosa untuk menjawab tantangan zaman. Jadi yang perlahan-lahan, yang penting arah dan geraknya terasa …

    Amerika juga dimulai saat Nixon dan Kennedy kalo gak salah sekitar 47 tahun yang lalu memulai acara debat.
    ————————–

    Sejarah telah dimulai .. nanti yang menilai adalah generasi ketiga atau kelima bangsa ini .. mudah²an blog ini masih bisa diakses ya 100 tahun lagi :D

  • morishige // Sabtu, 20 Juni, 2009 pada 00:51

    Saya gak nonton acara debatnya .. tapi tadi saya nonton tivi … kok ya di berita-berita kesannya setiap calon benar-benar mencari-cari kekurangan lawan dan menonjolkan keunggulan dia … murahan bener.

    :(
    —————————-

    Mungkin memang baru segitu kemampuannya .. ya mau gimana lagi bro :mrgreen:

  • adipati kademangan // Senin, 22 Juni, 2009 pada 13:22

    Dalam benak orang Indonesia, berdebat itu sama artinya dengan perang mulut artinya saling menyerang artinya ya berantem atau nyaris berantem.

    Padahal kan kita pengennya melihat apa yang akan mereka lakukan kepada rakyat dengan argumen masing-masing.

    Sedikit hiburan bagi saya, sempat Ibu mega bilang “semua ngikut saya” … saya kira kalimat itu cukup mewakili seluruh capres yang ada. Artinya apa, yang ada adalah saling mendukung, bukan debat.
    —————————

    Itu artinya .. memilih sapa aja, nasib Indonesia bakalan sama ya bos. Soalnya, visi misi nya kurang lebih sih hehehe :mrgreen:

  • Ag bint // Rabu, 24 Juni, 2009 pada 12:21

    Menurut saya pak .. ga pa² kita jadi orang Amerika atau Eropa .. asal dengan konteks yang baik.

    Mendingan kita pintar debat seperti orang amrik atau eropa sono tapi debatnya jangan ngawur, dari pada cuma pintar mengecat rambut kebule²an seperti orang Amerika sono tapi otak dan mentalnya loyo.

    Atau dari pada bisanya cuma nyampur bahasa Indonesia dan bahasa Inggris aja .. tapi suruh bahasa Inggris yang bener ga bisa.

    Mendingan seperti saya, ga bisa bahasa inggris sama sekali sekalian … hehe … btw itu baner sama templetnya baru ya? tapi kok manipulasi gambarnya agak kasar ya? bukannya jelek sih tapi hanya kurang mulus aja ..
    —————————-

    Memang sih .. kalo dalam berdebat tapi ngawur bukan malah dapat ilmunya tapi malah bikin berantem aja hehehe .. kalo saya sih, lebih senang yang islami .. seperti apa?? itu sedang saya cari tahu :)

    Maklum jaman sekarang tidak ada yang tidak saling pengaruh mempengaruhi. Efek globalisasi .. eh dampak mendunia :mrgreen: .. menurut bahasa Indonesia. Oya, saya malah lebih nyaman dengan bahasa melayu. Di Facebook saya, lebih sering pake bahasa melayu :D

    Soal banner .. memang sedang coba-coba aja .. belum sempat digonta ganti dan sekarang ini saya coba tema yang lainnya.

  • morishige // Sabtu, 27 Juni, 2009 pada 09:23

    Hm .. meskipun begitu saya bersyukur .. karena acara debat kemarin, rakyat bisa lebih mudah memilih calon pemimpinnya .. kualitas masing-masing calon jadi keliatan, bang .. hehe ..
    ————————–

    Iya .. jadi makin jelas kelihatan siapa yang hebat .. apakah capres-nya atau orang yang dibelakangnya :mrgreen:

Tinggalkan sebuah Komentar