Aku termenung ketika seorang sahabat mengatakan bahwa saat ini berkurban tidak hanya menyembelih kambing atau sapi tapi bisa dengan menggantinya menjadi beberapa kaleng kornet senilai satu ekor kambing atau sapi. Astagfirullah .. Aku ndak bisa berkomentar apapun kecuali merenung. Alasan orang² yg setuju dengan kornet tersebut tentu sudah dilandasi dalil² ataupun alasan yg sudah mereka pikirkan. Antara lain alasan kepraktisan, kecepatan delivery, mudah disimpan dan sebagainya.
Aku jadi teringat kisah nabi Ibrahim ketika beliau diperintahkan Allah untuk menyembelih anak tercintanya, nabi Ismail, tanpa ada negosiasi dengan Allah apakah diperbolehkan untuk mengganti persembahan anaknya dengan persembahan lainnya.
Allah hanya ingin “melihat” sejauh mana keimanan nabi Ibrahim terhadap cintanya pada Nya atau anaknya. Subhanallah. Walaupun harus mengorbankan anak tercintanya, walaupun akan “dituduh” melanggar HAM jika terjadi pada era millenium, walaupun tidak masuk akal tindakan nabi Ibrahim menyembelih anaknya demi “bukti” bahwa dia lebih mencintai Allah .. Ibrahim bergeming untuk melaksanakan perintah Nya ..
Subhanallah, Maha Suci Allah .. Maha Pemilik Segala Nya dan Maha Kehendak .. Prosesi penyembelihan anak tercintanya, diridhoi Allah dan DIGANTI NYA dengan seekor domba .. Karena Allah Maha Bijaksana. Tentunya tak dibiarkan nabi Ismail mati disembelih sendiri oleh ayahndanya tercinta.
Aku termenung kembali. Begitu mudah nya kita, jaman sekarang, untuk MENGGANTI pengorbanan kita pada Nya sesuai dengan akal, logika manusia dan kondisi jaman sekarang. Astagfirullah, semoga Engkau meridhoi ijtihad mahluk ciptaan Mu ini ya Allah. Jika Engkau menganggap bukan merupakan pengorbanan, ampunilah. Berikan petunjuk Mu agar kami tidak tersesat jauh.
Sesungguh Nya kami ingin korbankan apapun demi bukti kecintaan kami pada Mu ya Rabb .. Maha Pemilik Segalanya.




Posted by Beritaku on Jumat, 19 November, 2010 at 13:03
yg pertama mesti dikorbankan menurut saya adalah ego. uang hanya bisa membeli kambing dan sapi, bukan berkah. dia bisa membeli kasur dan guling, tapi bukan kenyenyakan. dia mungkin juga bisa membeli kehidupan, tapi pasti bukan kebahagiaan. numpang ninggalken jejak pak
Posted by aRuL on Jumat, 19 November, 2010 at 15:52
jadi ingat perdebatan beberapa waktu lalu, ulil mengatakan diperbolehkan hewan kurban diganti dengan uang…
banyak hal yg belum dipahami oleh orang2 sampai menyimpulkan hal di luar kebiasaan
Posted by Zeph on Sabtu, 20 November, 2010 at 08:22
Kurban, dari kata dasarnya yang berarti dekat… sebuah upaya diri untuk mendekatkan diri kepada Rabb dengan membuang segala ego dan atribut, sebuah penghambaan…
Posted by ardhan on Rabu, 8 Desember, 2010 at 01:22
Rindu euy….
pa kabar bang
makin luar biasa blognya
Posted by rodes on Senin, 20 Desember, 2010 at 22:10
salam rindu buat smua
Posted by mandor tempe on Kamis, 23 Desember, 2010 at 11:56
Bang Eby nulis lagi, horeee
Posted by sandi on Senin, 7 Maret, 2011 at 14:51
nice blog, subhanallah
Posted by Baju Wanita on Rabu, 27 Juli, 2011 at 18:33
aduh, gawat.. klau smuanya digantikan dengan uang bsa-bsa… tamat.. hmm.. jdi ngeri :-\
Posted by Jekhichuan on Kamis, 22 September, 2011 at 10:15
Bisa berabe’..