Cita2ku sejak kecil adalah menjadi seorang arsitek. Dan sejak kecil pula, aku sudah senang menggambar rumah atau bangunan. Yang paling ku ingat hingga sekarang adalah aku menggambar istana dimana diatasnya terdapat payung dan kursi malas seperti orang sedang di pantai. Jalan masuk ke istana ku lukis dengan hamparan pasir berwarna-warni. Disekeliling istana mengalir air dalam selokan. Amazing. Lukisan yang aneh buat tahun 1970-an. Tapi itu lukisanku yang paling berkesan. Dan hanya diberi nilai 8. Not bad.
Berikut, beberapa karya asitektur yang aku suka, baik hasil karya ku sendiri maupun dari beberapa bangunan terkenal yang aku suka. Semua dinilai berdasarkan penilaian subjektif dari diriku sendiri.
RUMAHKU ISTANAKU
Ini adalah hasil karya ku yang pertama yang ku terapkan dalam rancang bangun rumah tinggal ku yang pertama. Konsep bangunan tampak muka kecil dan belakang membesar dengan luas 100 m2. Komposisi luas taman dan rumah adalah 150 m2 : 100 m2. Taman sengaja dirancang lebih luas. Pertama untuk view dari kamar. Semua kamar menghadap taman. Kedua, sebagai resapan air. Ketiga, buat taman bermain anak2. Atap sengaja dibuat sampai menjorok keluar untuk melindungi tempias air hujan. Di dalam ruangan, dibuat tinggi rendah lantai rumah dan tinggi rendah plafon untuk membedakan antara ruang tamu, ruang keluarga, ruang tidur dan ruang makan. Rumah mungil dilengkapi dengan teras belakang yang dibawahnya terdapat kolam ikan. Dan disudut rumah dibuat mushollah kecil untuk 2 orang.
TEMPATKU BERKARYA
Ruangan tempatku bekerja semula bekas bangunan lama yang memiliki kamar mandi extra large sebanyak 3 kamar. Ruangan bersekat2. Pada saat renovasi, diputuskan untuk merubuhkan semua dinding agar kami mendapatkan luas ruang kantor sekitar 200 m2. Dengan ruang tanpa dinding yang masif, plafon direndahkan, serta ditambah jendela2 kaca yang besar membuat ruang kantorku terasa lebih lega. Perabotan yang digunakan menggunakan sistem cubical agar kesannya lebih ringan. Luas ruangan tersebut mampu menampung 20 orang diluar ruang penerima tamu dan teras samping yang dibiarkan terbuka untuk memberi cahaya matahari dari sisi selatan.
SPEKTAKULER
Burj Al Arab yang terletak di Dubai adalah hasil rancang bangun yang bisa membuatku kagum sekagum-kagumnya. Aku benar2 kagum dengan ide-nya. Mewujudkan bangunan yang berbentuk kapal layar secara brilliant. Beda banget dengan gedung Wisma 46 yang - konon, katanya - adalah bentuk kapal layar yang aku pikir lebih mirip pena dari pada kapal layar. Disamping itu, sang perancang berani mendirikan diatas pulau buatan. Menjorok ke tengah laut yang tentunya terpaan angin sangat kuat. Benar2 fantastik. Dan tidak heran, kalau kemudian banyak gedung2 baru yang mengikuti jejak langkah karya tersebut.
SEANDAINYA TERWUJUD
Mungkin sudah terlambat. Ketika banyak bangsa memiliki identitas negaranya seperti Paris dengan Aiffel-nya, Sydney dengan Opera House-nya, Kuala Lumpur dengan Twin Tower-nya, Singapura dengan Esplanade-nya, Taipe dengan Tower 101-nya dstnya. Indonesia sampai saat ini masih ‘bangga’ dengan Monas-nya yang sekarang tenggelam oleh gedung2 yang lebih kinclong. Nah, sejak beberapa tahun lalu sudah dirancang Menara Jakarta yang konon katanya akan menjadi menara tertinggi di dunia. Hmm, mudah2an tidak disalip oleh negara2 lain. Karena sekarang saja sudah ada yang lebih tinggi lagi. Tapi apapun, seandainya Menara Jakarta bisa diwujudkan .. boleh lah sedikit berbangga. Sedikit aja. Jangan banyak2. Malu tau!
MEMPESONA
Twin Tower Kuala Lumpur adalah bangunan yang fenomenal setelah WTC KO .. yang membuatnya berbeda karena kedua bangunan tersebut dihubungi sebuah jembatan ditengah2 ketinggi. Sebuah rancangan spektakuler yang ku pikir belum ada bangunan dimanapun memiliki jembatan seperti itu. Paling2 jembatan penyebarangan. Dan gedung tersebut juga dilengkapi dengan taman yang mempesona dikaki bangunan. Dengan bahan bangunan yang memancarkan cahaya perak dan bermandikan cahaya, gedung tersebut benar2 bikin aku terpeson. Hanya saja, kalo lagi dapat kiriman asap kita .. keindahan itu sirna.
MASA SILAM
Mungkin banyak orang Indonesia yang tidak tahu bangunan apa ini. Paling hanya bilang .. oh, itu masjid. Tapi buat orang Kalimantan Barat pada umumnya dan Pontianak pada khususnya, bangunan tersebut mempunyai arti sendiri. Karena kota Pontianak bermula dari di dirikannya Masjid Jami Kadariyah milik Kesultanan Pontianak pada tahun 1771. Seluruh bangunan dibuat dari kayu. Mulai dari bawah hingga atap. Didirikan dipinggir sungai Kapuas membuat masjid ini semakin unik. Apalagi, pada jaman dulu sebelum ada Jembatan Kapuas dan Jembatan Landak yang menghubungkan kota dengan lokasi masjid, kita harus naik perahu / sampan untuk menuju masjid tersebut. Sungguh menyenangkan.
Berikut teman2 ku yang berprofesi dibidang arsitek atau rancang bangun. Sapa tau, mereka bisa membantu rekan2 yang lainnya apabila ingin berkonsultasi mengenai desain rumah atau rancang bangun :
1. SIGIT ANTORO adalah seorang praktisi dibidang desain.
2. SYAHRINDRA adalah seorang editor majalah desain.
3. HERI HEXANTA adalah seorang insinyur teknik sipil.
4. ANNA HAPE adalah arsitek yang merancang dengan hati.
5. WIDI SUDARMOKO adalah seorang pengelola website tentang rumah.
6. KANG HERRY CONSTADI adalah seorang perencana rumah tinggal.
7. HARIADHI adalah mahasiswa desain komunikasi visual.
8. ALEX ALDINO ABDILLAH adalah arsitek Andalusia yang tinggal di Pekanbaru.













34 tanggapan so far ↓
adil // Jumat, 20 April, 2007 pada 10:17
apa itu salah satu rumah di madiun mas? kan sekarang tinggal di madiun…
mungkin indonesia tidak perlu mendirikan bangunan seperti negara lain, yang perlu didirikan mungkin rakyatnya dulu biar lebih sejahtera seperti yang punya blog ini
guebukanmonyet // Sabtu, 21 April, 2007 pada 10:35
Setuju. Indonesia seharusnya punya sebuah bangunan spektakuler yang bisa dibanggakan seperti Twin Tower di Malaysia. Masa ama Monas aja bangga?
n0vri // Selasa, 24 April, 2007 pada 7:38
Wah, rumahnya cakep Mas… luas lagi..
jadi inget rumahku yang kecil… hiks…
deking // Selasa, 1 Mei, 2007 pada 5:37
Lihat gambar yang ketiga saya langsung terkesiap…
Wow ternyata yang merancang bangunan keren di Dubai itu Pak Erander to?
Pak, boleh donk saya dibuatkan desain rumah. Gratis ya
doel // Jumat, 4 Mei, 2007 pada 18:04
Kayaknya bisa di contek juga tu rumah mas Eran, boleh ga?
Tapi sayang seribu sayang luas tanahnya mungkin seperapate tanahnya sampeyan, ada usul?
salaf // Minggu, 27 Mei, 2007 pada 13:41
wow keren coy
kalo bisa bagi rumah konsep minimalisnya donk mas ke email ku
makasih
fit // Selasa, 5 Juni, 2007 pada 21:57
Twin Towernya moto sendiri?
cuma ngebayangin waktu motonya kan rada susah, pasti sampe jungkir balik di taman dekat kolam air mancur ya. hehe..
Eko Priyono // Kamis, 7 Juni, 2007 pada 6:50
Ass wr wb,
Mas salm kenal nih, langsung aja ya ke tujuan…
aku kan pingin renovasi rmh tinggalku yg ukurannya kl 50 m2,dan bngunanya udah mulai lapuk,aku pingin bangunan yg lama tsb disesuaikan dgn ruangan yg baru biar matching gitu loh.Apa yang mas perlukan data dari saya,kalo mas mau nolongin saya nanti disambung,tolong dong ya …maaf waktuku terbatas,pinginya sih dibalas segera salaaam.wswrwb.
m'pri // Sabtu, 9 Juni, 2007 pada 20:43
waah asik yah tanahnya luas & hijau. Sampe sekarang belum kesampean ngerancang rumah sendiri :).
Mas Pion // Jumat, 15 Juni, 2007 pada 17:43
Mas, gue pingin ngelihatin desain dalam rumah mas, boleh nggak sich? Soalnya desain luarnya bagus, siapa tahu desain dalamnya juga bagus. Don’t worry ya mas, dijamin tulus kok!
Salamku,
Mas Pion
Lina // Sabtu, 16 Juni, 2007 pada 17:52
Wah Mas, saya sudah puyeng cari gambar dan model rumah yang kagak rumit-rumit.. kalau di bersihin ya gampang gitu lho… pengennya punya 3 kamar yang dikit luas dengan 3 kamar mandi… tapi ya ada juga kamar pembantu dan pakek garasi gitu… tapi setiap dikasi liat teman segala gambar dan model rumah kok otakku serasa jadi keriting… bagi-bagi dong mas gambarnya. tanahku adanya cuman 20 kali 18, malu-maluin…
Lina // Minggu, 17 Juni, 2007 pada 8:54
Masih nambah satu pertanyaan lagi, itu rumah yang di PTK letaknya di mana mas…saya boleh liat nggak dalamnya. Kebetulan saya juga di PTK nih dan termasuk salah satu keluarga kesultanan jaman dulu kala..
Yuni // Rabu, 20 Juni, 2007 pada 14:57
Salam kenal…..
Huebat tenan mas rancangannya…salut..salut…apalagi impian rumah dari SMP itu lho ??!!
Help me dong…I punya impian ngebangunin rumah ortu di Klaten, Jawa, tp masih”cekak”doQ. Boleh bikinin desain nggak mas, yg sederhana…terkesan luas, 2 kmr n ada ciri”jawa”nya. Tanahnya 8X16m.
Tks a lot yach…??!!!
chiwimudz (ga login) // Rabu, 4 Juli, 2007 pada 16:12
wah, saya dulu malah pingin jadi astronot Pak…
tapi skarang malah mempelajari Arsitekturnya Kapal…
ngeliat Burj Al Arab, saya ikutan terpesona juga…jadi pingin bikin Kapal yang bentuknya kayak tower…
bangun siwi…bangun…eh iya, konsep rumahnya keyen!
Adit // Selasa, 10 Juli, 2007 pada 12:59
Seharusnya Abang jg muatin foto mengenai tempat tinggal abang selama dinas…Kan disana disetiap kotanya banyak cerita yang berkesan seperti Kota Balikpapan….He..he…
Lina // Kamis, 12 Juli, 2007 pada 17:15
Rumah di Ayani sekarang di apakan… dulu saya punya rumah di Palapa 2 tapi udah lama di jual gitu, saya tinggalin ke LN ikut suami.
Kebetulan Agustus ini suami dapat kontrak kerja di Pontianak lagi dari EU. Saya pengennya punya rumah lagi.
Sebetulnya dulunya saya Syarifah juga dengan embel2 Al Qadri tapi sekarang saya ikutan Sarapah nih, he…
Biasanya saya kalau ikut suami berdinas selalunya ngontrak rumah, tapi kata sodara yang di PTK sekarang ngontak rumah elit mahal ya mas ( A. Yani, Palapa, Suprapto katanya di sana 3oan jut/bulan) benaran tidak sih…
Bisa jadi juga saya akan beli rumah siap pakai, kalau lingkungannya aman dan ada satpamnya, dekat ke sekolah, dekat juga belanja-belanja dan tidak kebanjiran.
Kalau si Mas punya teman yang tahu rumah mau di jual, kasi tahu saya ya, atau ngubungi saya lewat email. Makasih
Lina // Sabtu, 14 Juli, 2007 pada 15:24
Makasih mas segala sarannya, keliatannya jodoh saya adalah saran sebelumnya, membangun rumah dengan 2 lantai… tetapi perbedaannya saya akan membangun 1 ½ lantai, sama seperti rumah saya sekarang yang di Finlandia. Makasih ya mas sekali lagi.
mgt_abf4 // Selasa, 7 Agustus, 2007 pada 8:58
subhanallah, walhamdulillah, Allahu Akbar
n0vri // Selasa, 7 Agustus, 2007 pada 16:11
istri mas Novri kan juga arsitek toh? Wah, pasti rumahnya apik yo. Bisa kirim pic-nya kesini, nanti saya muat di blog saya. Gimana?
wah, ndaklah, belum pantes. Rumah RSS gak pantes dipajang
anna hape // Senin, 27 Agustus, 2007 pada 15:43
Mas, matur nuwun namaku masuk dalam list. Juga karena sudah mampir ke blog saya. Salam kenal.
urie // Kamis, 6 September, 2007 pada 15:33
Weleh .. weleh .. pasti rumah dinasnya saiki jadi apik, yang tinggal aja .. top designer Madiun gitu loh ..
sidik // Minggu, 4 Nopember, 2007 pada 23:07
Udah terlalu malem .. jadi ga da komentar .. ok lain kali aja
———————–
rumahkayubekas // Kamis, 8 Nopember, 2007 pada 9:09
Hatur nuhun Mas atas masuk dilistnya dan mampirnya.
Sukses selalu dan salam,
————————
Widi Sudarmoko // Kamis, 8 Nopember, 2007 pada 10:26
Mas Erander trim’s ya, ternyata banyak juga pengunjung web bangun-rumah.com yang datang dari blogg Anda, blogg Anda memang Oke .. sip.
Oh iya mas, sekarang mas Erander tinggal dimana? kalau di Pontianak, saya sempat tinggal disana lama dan akhirnya punya kenang-kenangan buat cafe Tanggui dan rest Dangau yang mau ke Supadio.
Oke mas Erander, sekali lagi trim’s
Salam.
————————-
Anton_jb // Selasa, 27 Nopember, 2007 pada 16:57
Assallamualaikum wr. wb.
Selamat Pagi, Siang, Sore dan Malam. Salut ama gambar2 diatas … dari sudut pandang yang bagus semua. Oyah .. apa semua gambar di atas hasil jepretan dari kamera bapak nih…?
Dari ceritanya .. kan dulu kallo gambar jago Pak - hanya sedikit masukan ajah - gimana kallo gambar2 asli gambaran Pak Eby di sertakan di Rancangan ini?? Yah kallo punya koleksi gambar dari kecil kan lebih bagus tuh ..
Ibarat jelek ato bagus .. kan punya nilai kepuasan tersendiri. Dan kita2 yang liat bisa terhibur gituh …! Yah gambar dulu dan yang terbaru … hi .. hanya sekedar masukan .. semoga di dengar …!
——————————–
anton_jb // Rabu, 28 Nopember, 2007 pada 9:56
Terima kasih balasanya ..
Kira2 kallo di bantu dengan Doa,bisa nggak ngewujutin nya Pak? heheheh ..
Sayang yah hasil2 karyanya udah pada ilangan Pak … padahal sebagian banyak seniman itu, biasanya hasil karyanya yang pertama itu, malah yang banyak dicari para pencinta seninya. Nggak jauh2 .. sama halnya para seniman musik. Biasanya demo2 mereka yang pertama di buru2 pengemarnya … karna hasil karnya pertama biasanya belum terkontaminasi dan apa adanya ..
Gimana kallo ngeciptain hasil2 karya yang baru lagi Pak .. ibarat mengubur coretan lama, coretan baru hadir kembali …
Oyah … Pernah nggak Pak Eby punya obsesi menjadi seorang Arsitektur, Desainer, Pelukis, Penulis ..? Disaat Pak Eby sedang membuat atau menghasilkan sebuah hasil karya? Dan disaat orang mulai memuji dan memberi nilai Plus pada hasil karya Bapak?
Dan apakah bapak sadar bahwa potensi itu ada dalam diri Bapak? Mana yang lebih Bapak minati .. menghasilkan sebuah lukisan atau menghasilkan sebuah tulisan?
Hehehehe … nggak apa kan? banyak pertanyaan, sedikit gerakan .. hanya sedikit pengen tau latar belakangnya. Habis blog ini benar2 telah merangsang dan telah mengadopsi saya untuk tetap terus bertanya ..
——————————-
AnToN_JB // Minggu, 2 Desember, 2007 pada 19:42
Terima kasih .. Jawaban yang sangat dasyat nih …
Semoga cita2 Pak Eby untuk selalu berbuat yang terbaik pada setiap orang, baik hari ini dan hari2 yang laen di saat tiada, akan terkabulkan … Amien.
Oya mau ijin .. boleh nggak kasih tau blog ini ke temen2 saya …?
————————
hariadhi // Selasa, 8 Januari, 2008 pada 11:08
Walah bos bos. Kok gw dimasukin
————————-
hariadhi // Sabtu, 12 Januari, 2008 pada 21:18
Hahahaha.. ya sutra. Mumpung promosi, lah. hehehe.
Tapi saya pakar gadungan™ ya, mas
————————
Raden Mas Angki // Jumat, 1 Februari, 2008 pada 3:53
Mending Menara Jakarta g’ usah diwujudin aja Bang. Bangsa masih “rendah” gini mo “ninggi”
————————
yellashakti // Kamis, 27 Maret, 2008 pada 23:03
Kalo konsultasi mau bangun rumah atau rombak rumah, gratis ya Bang?
————————
qolbi // Kamis, 10 April, 2008 pada 13:58
Salam kenal dari arsitektur UGM …
Senang ketemu dengan arsitek model anda
—————————
olangbiaca // Kamis, 10 April, 2008 pada 16:06
Assalamu’alaikum …
Wah .. kok nama saya ada juga ya pak, thanks neh pak .. hehe
—————————
ady // Minggu, 13 April, 2008 pada 11:29
Wah cita-cita memang harus diwujutkan ….
Tapi .. kalo bangunan yang spektakuler, nanti-nanti aja. Yang penting … masyarakat-nya dulu yang ditinggiin … yo ora …?????
Btw … buat ruangan belajar yang menarik ap ya tipsnya ???
—————————–
Tinggalkan Komentar