Telah sampai dipenghujung malam, ketika saya menemukan Word Press pada jam 11.11 PM pada 3 Desember 2006. Ada rasa penasaran untuk menelusuri komentar-komentar yang ada di blog Planet GBT. Memberikan saya kesempatan masuk dalam dunia tanpa batas .. ops, apakah memang benar bahwa dunia ini tanpa batas.

Nanti dulu .. hari ini, sebentar lagi .. sudah akan kita tinggalkan. Hanya tersisa 49 menit lagi, tanggal 3 berganti tanggal 4. Hari hanya dibatasi 24 jam. Tidak lebih dan tidak kurang. Begitu juga dengan kehidupan. Kemampuan manusia. Keinginan manusia .. eit, stop. Masa sih keinginan manusia ada batasnya?

Oke .. singkat kata, coba tunjukan saya, keinginan manusia yang tanpa batas, siapa oragnnya? Oke oke, katakanlah si A .. yang ingin mobil, ingin rumah, ingin keluar angkasa, ingin makan enak bla bla bla .. so, tidak ada yang salah. Tidak ada yang keliru. Wah, jangan-jangan saya hanya mengada-ada.

Coba kita periksa lagi. Apa betul keinginan A tanpa batas. Oke .. coba kita tanyakan, apakah A punya keinginan untuk tinggal di Papua? atau punya keinginan untuk makan gaplek? atau .. what? .. aneh? loh, katanya keinginan tanpa batas. Jadi, harusnya dia ingin semuanya .. apapun tanpa terkecuali. Kalo keinginan sudah kita tetapkan .. artinya bukan tanpa batas. Tapi terbatas.

Ribet kan? ya udah .. di dunia ini tidak ada yang tanpa batas. Kalau tidak ada batas, wah .. kita hidup tidak akan pernah damai. Ga percaya? lihat aja perseteruan batas tanah sering terjadi. Batas antara rana pribadi dan rana publik. Batas negara .. eh, kalau disini kaya’nya batas negara ga pernah diributkan tuh .. karena berupa lautan hehehe.

Malam terus berjalan. Tinggal 40 menit lagi tanggal 3 sampai diperbatasan. Saya mau udahan. Karena saya juga punya keterbatasan. Nggak kuat begadang. Walaupun ingin nulis terus, tapi mata ini yang tidak setuju. Ya .. inilah demokrasinya badan. Mungkin kaki atau tangan masih kuat. Tapi kalo mata ga kuat. Ya, semua mesti ikut.

Gitu deh.

Madiun, 3 Desember 2006

Iklan