Besok. Bisa memiliki banyak arti. Ketika kata itu diucapkan pada hari Senin, maka besok adalah hari Selasa. Dan ketika kata itu diucapkan dipenghujung pekan, maka besok berubah menjadi minggu depan. Bahkan ketika kata itu kita ucapkan dipenghujung tahun, maka besok menjadi satu tahun. Mungkin statement saya ini untuk menjawab seorang yang bertanya tentang agama.

Sekarang kita sampai di tapal batas. Bukan berarti kita selesai. Bukan bermakna tak ada lanjutan. Batas hanya sebagai pembatas antara masa silam, sekarang dan masa depan. Batas memberikan tanda dan sekaligus ruang buat otak kita untuk memilah-milah waktu dan kejadian agar kita mudah untuk menghitung dan mengingat.

Ketika jaman dahulu, para orang tua belum mengenal kalender. Waktu ditandai dengan peristiwa alam. Untuk menandakan kelahiran seseorang ditandai – misalnya – dengan bulan purnama, banjir besar, musim panen raya dan sebagainya. Tanpa batas, kita hanya menyaksikan matahari terbit dan tenggelam setiap hari tanpa tahu sudah berapa banyak matahari melakukannya.

Seperti batas, juga ada batasan. Semua akan berakhir. Musnah. Tapi selalu ada kelanjutan. Ketika 2006 berakhir dilanjutkan 2007. Ketika Senin berakhir dilanjutkan Selasa. Ketika seorang bapak meninggal dilanjutkan dengan anaknya. Ketika kita wafat .. pasti ada kelanjutannya. Karena hidup tidak berhenti disini.

Iklan