air_adam_02.gif Dari penghujung tahun 2006 hingga di awal 2007, hari-hari sibuk ku, dijejali dengan berita-berita yang menghebohkan. Baik berita yang masuk dalam ranah kehidupan pribadi seorang tokoh masyarakat sampai dengan berita musibah multi korban. Sehingga, kesibukan merampungkan tugas diakhir tahun semakin terasa berat karena – mau tidak mau – aku harus melahap beberapa berita tersebut agar tidak ketinggalan topik yang sedang didiskusikan teman2 kantor, teman2 internet, teman2 gaul dan tetangga.

Begitulah. Sepertinya, kita mencoba melupakan derita dan beban hidup ini. Padahal masih banyak hal yang harus kita benahi dalam diri kita yang ternyata tidak seberani Aa’ Gym untuk berpoligami. Kita lebih suka dengan TTM aja atau selingkuh atau hubungan yang ga jelas. Dan kita juka suka mengabadikan adegan2 seronok kita seperti YZ & ME bahkan lebih seru dan lebih panjang durasinya. Syukurnya kita bukan anggota DPR.

Apakah kita lebih baik dari mereka? sehingga pantas untuk membicarakan mereka? Ketika Adam Air menukik turun ke bumi dan tidak tahu mendarat dimana. Ketika Senopati Nusantara lebih senang belayar di dasar laut, orang-orang BASARNAS berpayah-payah menyusuri rimba menempuh rawa. Kita malah ribut tentang informasi awal yang salah, tanpa peduli dengan lelah mereka berjuang, sementara kita, tidur enak di hotel berbintang tujuh dengan kasur empuk.

Apakah kita lebih mulia dari mereka yang berjibaku dilapangan mencari para korban, sedang kita cuma berani duduk didepan tivi menunggu berita sambil mengumpat-ngumpat? Belum lagi ketika ibadah haji sedang berjalan, 30 jam lebih jema’ah kelaparan sementara kita disini dengan menggesekan kartu ‘sengsara’ untuk menikmati makan malam buy 1 get 1 gara-gara termakan bujuk rayu bank yang memang suka menyuruh2 kita menggesek kartunya.

Belum lagi berita-berita seleb, mulai dari yang tewas tragis, cerai tragis, kawin tragis, dapat piala Citra tragis, seakan bersaing ketat dengan topik seleb-nya blogger yang juga tragis. Kita seakan2 mengambil prosi sama banyak dengan seleb2 tersebut. Sehingga .. dua bulan belakangan ini, dunia seperti hiruk pikuk.

Malam tahun baru, walau tak ada kembang apinya yang meriah, tetap terasa hiruk pikuk dengan berita-berita tersebut. Sebentar lagi, malam tahun baru muharram. Semoga, kita dapat memanfaatkan untuk istighfar dengan semua yang terjadi diluar diri kita, agar kita mensyukuri bahwa:

Allah masih menutupi aib kita erat-erat,
Allah masih memberi usia panjang pada kita agar kita sempat bertobat,
Allah masih memurahkan rejeki kita walaupun itu hanya sebungkus nasi berkat,
Allah masih memuliakan kita sehingga dihormati sanak kerabat,
Allah masih ada dan sangat dekat dengan kita yang ingin dekat.

Iklan