Manusia itu mahluk ciptaan-Nya yang unik. Dibilang diberikan kelebihan dari akal budinya, tapi juga memiliki kekurangan dibandingkan makhluk lainnya. Coba perhatikan, beberapa hewan, ketika dilahirkan sudah dilengkapi dengan bulu sebagai pengganti pakaian, sudah memiliki cakar sebagai pengganti garpu, sudah memiliki tulang yang kuat sehingga bisa langsung berjalan. Tapi manusia, ketika dilahirkan, tergeletak tak berdaya. Telanjang bulat tanpa ditutupi oleh kain dan tidak kuat untuk berjalan. Hanya bisa oek-oek saja 🙂

Begitulah indahnya kehidupan. Dengan hanya mengandalkan otaknya, manusia bisa berdigdaya menundukkan alam ini. Semua hewan takluk. Apalagi hanya pohon atau hutan. Gunung aja bisa hilang karena dieksploitasi manusia. Manusia tumbuh jadi mahluk berkuasa. Saking berkuasanya, sering kali manusia juga memakan manusia lainnya.

Sedih, jika setiap hari mendengar radio, melihat televisi, membaca koran dan mendengar, melihat, membaca internet .. banyak manusia memangsa dan menindas manusia dengan berjuta alasan. Sehingga lahirlah kejenuhan, lahirlah kebosanan, lahirlah apatis, lahirlah amarah, lahirlah semua mimpi buruk dan semakin buruk.

Kemaren .. seorang teman curhat, kalau dia sedang jenuh dengan kehidupan. Prihatin. Padahal dia sudah sarjana dan sudah kerja pula. Tapi hidupnya jenuh. Seperti robot. Saya cuma sarankan agar dia bikin hidup lebih hidup (mengutip slogan iklan rokok, red) seperti melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan. Dan ternyata dia belum pernah naik busway. Atau jalan2 ke mal dengan memakai sarung.

Kemaren .. seorang teman curhat, kalau dia sedang bosan makan di field tempat dia kerja. Padahal makanan disitu sudah ditanggung perusahaan. Ada 5 counter di food court dengan pilihan nasi padang, sea food, western style, makanan indonesia dan satunya ga jelas. Enam bulan ‘terkurung’ dilokasi membuat bosan makan. Sedih juga sih tau ada teman yang ga mau makan karena bosan. Saya coba kasih saran, tapi semua ditolak. Ga tau mesti gimana lagi.

Kemaren .. seorang teman curhat, kalau dia sedang apatis, dia baru pindah kerja. Karena berharap ditempat kerja yang baru lebih baik. Memang gajinya lebih besar dari tempat sebelumnya. Tapi, kerjanya ternyata lebih berat dari tempat sebelumnya. Dan saat ini dia sedang di training tiga bulan. Teman sekamarnya barusan dipecat gara2 sering terlambat dan mengaktifkan ponsel ditempat kerja. Dia nelangsa. Tiba2 HP diputus karena buru2 harus masuk kerja lagi.

Kemaren .. seorang teman curhat, kalau dia sedang marah. Karena dia merasa dimanfaatkan orang yang dia cintai. Dia sudah memberikan segala yang terbaik. Berkorban sampai ‘berdarah-darah’ tapi dia malah dikhianati hanya karena memenuhi napsu belaka. Saya hanya siapkan kuping saja, karena tidak berani komentar. Takut kena marah. Kan dia sedang marah. 😦

Kemaren .. seorang teman curhat, kalau dia baru mimpi buruk. Syukurnya cuma mimpi. Tapi sudah membuat dia ketakutan. Dia berharap mimpi itu tidak jadi kenyataan. Dia buru-buru sholat. Dia mohon ampun atas segala khilaf. Atas segala kecongkakan. Atas segala kejenuhan. Atas segala kebosanan. Atas segala kemarahan. Atas segala sikap apatis. Memang manusia diberi hak untuk itu. Tapi Tuhan menyuruh dia untuk sabar. Tuhan meminta dia untuk ikhlas. Agar tidak ada lagi kejenuhan, agar tidak ada lagi kebosanan, agar tidak ada lagi apatis, agar tidak ada lagi amarah, agar tidak ada buruk semakin buruk.

Hidup jika kita memanusiakan manusia. Manusia dengan segala kekurangan. Manusia diri kita sendiri. Agar kita menjadi manusia seperti yang dikehendaki oleh Sang Pencipta. Manusia yang membawa kemaslahatan dimuka bumi. Menyebar kedamaiaan. Bukan manusia yang membinasakan alam apalagi yang membinasakan manusia. Semoga aku bisa jadi manusia yang memanusiakan manusia seperti kehendak-Nya.

Iklan