fatbelt_liam.gif Mahasiswa AS saat ini lebih suka memuji diri sendiri alias narsistis dan egois daripada generasi sebelumnya. Hal ini diungkapkan Prof.Jean Twenge dari Univ.San Diego. Dia membandingkan hasil narcisssitic personality inventory (NPI) yang diisi mahasiswa AS antara 1982-2006 hasilnya 2/3 dari 16.475 mahasiswa AS yang mengisi NPI tergolong narsis. Angka itu 30% lebih banyak dari hasil 1982. Nah loh … Info ini dimuat di Jawa Pos, 28-02-2007

“Kita harus berhenti mengatakan, kamu sangat special, kepada anak kita. Saat ini, mereka sudah sangat egois” ujar Twenge dan mereka yang narsis cenderung kurang bisa berempati, agresif dalam merespon kritik dan mengutamakan diri sendiri ketimbang membantu orang lain. Mereka juga tidak bisa membina hubungan romantis dalam jangka waktu lama, berisiko tinggi untuk tidak setia, tidak jujur dan terlalu mendominasi. Wadoh .. repot juga ya.

Sifat narsistis bisa menguntungkan juga seperti saat bertemu dengan orang atau mengikuti audisi American Idol. Tapi, narsisme bisa sangat merugikan, termasuk menghambat hubungan yang dekat dengan individu lain, jelas W.Keith Campbell dari Univ.Georgia yang membantu penelitian tersebut. Hmmm .. tergantung kita memanage-nya kali ya.

Kalo di Indonesia gimana ya? .. mungkin kita bisa melihat disekeliling kita, teman2 kita, saudara2 kita atau para blogger, jangan2 saya juga termasuk neh 🙂 .. tapi ga pa pa kan? sepanjang digunakan untuk yang positif .. it’s ok. Tapi kalo sudah sampai merusak tali silaturahmi atau merugikan orang lain, mungkin sudah saatnya untuk intropeksi diri.

Iklan