sun.gif Pagi ini, untuk pertama kali – setelah hampir setahun – Madiun kembali diguyur hujan. Biasanya hujan turun siang hari menjelang sore sampai malam hari. Bagiku, hujan di pagi hari amat menyegarkan. Aku jadi teringat kata Billy PH.Lim dalam bukunya Berani Gagal : “Musim panas menyenangkan, hujan itu menyegarkan, angin membangkitkan semangat, salju membawa kegembiraan; tidak ada yang namanya cuaca buruk, yang ada hanya bermacam-macam jenis cuaca yang baik.” benar-benar kalimat yang optimis dan penuh semangat.

Ingatanku kembali pada kejadian yang terjadi di Indonesia sejak awal tahun 2007. Peristiwa demi peristiwa yang memilukan hati terus terjadi seakan-akan tak ingin berpisah dengan bangsa ini. Sebagian besar terjadi karena alam. Mulai dari gempa sehingga menghancurkan apapun yang dilewatinya, angin kencang sehingga menimbulkan ombak besar dan menenggelamkan apapun yang ada diatasnya atau merobohkan apapun yang disapanya, hujan lebat sehingga terjadi banjir yang menghancurkan impian dan .. ga sanggup untuk mengatakannya.

Yang pasti, aku tidak menyalahkan siapa-siapa. Karena begitulah hukum alam. Yang telah ditakdirkan oleh-Nya. Air mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah. Gaya gravitasi membuat semua barang tertarik ke arah bumi. Matahari terbit dibarat. Penguapan uang air karena pemanasan. Udara mengalir dari tempat yang padat ke tempat yang renggang .. semua sudah di-setting oleh Allah SWT (sunnatullah).

Apabila kita memahami hal tersebut, maka kita dapat memanfaatkannya dengan bijak. Seperti membuat pesawat terbang yang melawan gravitasi. Pembuatan hujan buatan yang mengumpulkan uang air. Bendungan yang menampung air hujan dan lain sebagainya. Kalau soal gempa, ku pikir membuat kita belajar membangun gedung pencakar langit anti gempa.

Tapi kalau kita mengabaikan hukum alam, misalnya: membuang sampah sembarangan; menutup saluran air dengan dengan bangunan masif; penambangan tanpa memperdulikan lingkungan hidup; perawatan pesawat terbang tidak semestinya; tidak memiliki alat keselamatan yang memadai atau – untuk diri sendiri – tidak menggosok gigi, jangan salahkan bunda mengandung. Semua ada sebab akibat.

Seperti yang dijelaskan dalam surah Asy-Syura ayat 30 “Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah Memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” Jadi, ku pikir kata-kata Billy PH Lim benar. Tidak ada cuaca buruk. Semua yang diciptakan Allah SWT untuk kemaslahatan kita. Jika kita sadar tinggal didaerah gempa, maka kita siap menghadapinya .. seperti orang-orang Jepang. Sehingga tercipta bangunan anti gempa. Jika kita sadar tinggal ditepian pantai, maka kita siap menghadapi deburan ombaknya.

Semoga Allah SWT mengampuni diriku. Aku berusaha untuk bersahabat dengan alam. Mencoba mengerti kehendak alam. Memahami mengapa gempa terjadi, angin puting beliung terjadi, ombak besar bergulung-gulung, tsunami dan lain sebagainya. Semoga Allah SWT melindungi rakyat Indonesia dan memberikan pencerahan bagi bangsa ini bahwa tidak ada cuaca buruk.

Iklan