1sms-eng.JPG Suatu pagi, adik sepupu ku bertanya: “Bang kenapa pulsa ku tiba2 berkurang ya setiap hari sebesar Rp.2.000,-? Ini sudah berlangsung selama tiga hari dan ada pemberitahuan kalau pulsaku dipotong untuk biaya MMS, padahal aku ndak pernah kirim atau menerima MMS?” .. kemudian aku bertanya apakah yang dia lakukan terhadap ponselnya. Dia mengaku tidak melakukan apapun selain untuk menelpon dan bertukar SMS. Lagian, ponselnya itu jadul sehingga ga mungkin menerima atau mengirim MMS / GPRS.

Aku kemudian menjelaskan, bahwa operator selular ga mungkin semena-mena memotong pulsa kita tanpa kita melakukan apapun. Kemudian, aku bertanya lebih jauh .. dengan siapa saja dia berhubungan dan mengirimkan SMS. Ternyata, beberapa hari sebelumnya dia mengirimkan SMS untuk mendukung Chris John dalam pertandingan tinju WBA dan ketika ku tanya, apa yang ditulisnya untuk mendukung petinju itu .. karena berdasarkan pengalamanku – waktu aku mendukung finalis Indonesia Idol – kalo hanya mendukung favorite kita, pulsa hanya berkurang pada saat kita mengirimkan dukungan saja.

Ternyata, adik sepupuku itu mengirimkan SMS dengan diawali kata REG .. ya iya lah. Reg itu kan sama dengan register, ngedaftar. Ya salah sendiri. Ngapain juga mesti ngedaftar hanya buat mendukung tok. Dengan wajah lugu, adik sepupu ku itu melongo. Nggak ngerti maksud ku. Dia pikir, cukup sekali potong saja. Nah, kalo dengan REG, ya bakal dipotong terus menerus setiap hari. Tanpa ampun.

Setelah aku ‘berceramah’, adik sepupuku itu langsung bilang, kalo setelah mengirim dukungan itu, dia juga telah lakukan dengan mengirimkan UNREG .. tapi, dinyatakan pesan keliru. Sehingga dia berpikiran memang tidak perlu UNREG. Wong cuma ngirimkan dukungan kok. Ngapain juga mesti tiap hari setelah acara pertandingannya usai. Akhirnya, atas saran dari saudara yang lain .. ganti nomor dari pada pusing pulsa disedot mulu .. jalan keluar yang menurut aku kurang bijak. Seharusnya dilaporkan ke yang berwenang, kalo ga gitu, orang akan bisnis seenaknya dengan merugikan konsumen. Kejadian ini sudah sering terjadi.

Tulisan ini ku buat karena pagi ini, aku baru membaca berita di detik.com tentang layanan SMS Premiun yang diancam akan diblok dimana BRTI beralasan, tindakan mereka menghentikan beberapa layanan SMS Premium 7898 tersebut berdasarkan UU No.8/1999 tentang perlindungan konsumen akan jasa telekomunikasi. serta karena sejumlah pengaduan dan keluhan yang dilayangkan oleh masyarakat dan asosiasi penyedia konten IMOCA (Indonesia Mobile & Online Content Association). Nah loh.

Iklan