bni_thumb_45.JPG Penggangguran di Indonesia, grafiknya terus menaik dan kabar terbaru diberitakan bahwa diperkirakan akan ada 2,5 juta jiwa pengangguran baru terdiri dari 2,3 juta angkatan kerja baru dan 200 ribu jiwa akibat bencana yang terjadi di Porong, NTT, Sumatera Barat, Jogjakarta dan Jabodetabek. (Jawa Pos, 16-03-2007, h.3) Wow .. hidup terasa semakin berat karena jaman sekarang untuk mencari kerja susahnya minta ampun.

Timbul pertanyaan. Apakah memang sudah tidak ada lapangan kerja lagi di Indonesia? sehingga pengangguran terus bertambah? Jika dilihat dari iklan2 lowongan kerja di media masa yang ada, selalu saja ada iklan lowongan kerja. Apa yang sebenarnya terjadi? Disini aku tidak ingin berteori atau menganalisa. Cuma ingin sharing pengalaman beberapa teman – baik yang berhasil maupun yang gagal dalam mencari kerja.

Menurut mas Passya sekarang waktunya untuk bekerja keras. Karena banyak sekali waktu terbuang di negeri ini. Bisa dilihat dari rendahnya kualitas layanan publik – terutama di instansi pemerintah – dan rendahnya produktivitas. Kalau soal semangat, mungkin sebagian besar bangsa ini masih semangat. Mungkin perlu mencari alternatif lain sehingga tidak terpaku pada jenis pekerjaan yang konvensional seperti menjadi pegawai.

Salah satu profesi yang bisa dipikirkan sebagai alternatif lainnya adalah menjadi blogger full time, benar kok, karena sudah ada yang mencoba untuk melakoninya. Jaman sekarang memang mencari pekerjaan itu sulit, tapi kalo kita jeli membaca peluang .. justru jenis pekerjaan sekarang makin beragam. Selain contoh tadi, seorang teman di Solo, dia berhenti bekerja diperusahaan percetakan dan bekerja sendiri dirumah. Dia menggarap pembuatan flyer promosi dari perusahaan2 dengan cara menawarkan contoh2 layout flyer via email. Jika sudah diapprove, dia akan mencari percetakan untuk digandakan. Praktis, dia bekerja hanya menggandalkan internet saja.

Soal internet, temanku yang di Surabaya lebih seru lagi. Dia kuliah sambil bisnis sewa menyewa kendaraan. Nah, karena dia ditipu oleh mitra usahanya, akhirnya mobil2nya dijual dan dia bingung mau usaha apa. Akhirnya dia menginvestasikan di usaha yang menggunakan internet. Sampai sekarang dia sudah melupakan kuliahnya. Dia merasa ga perlu nyari kerja lagi karena sudah cukup dari hasil investasinya itu.

Atau cerita tentang seorang teman yang berhenti bekerja karena merasa tidak cocok dengan atasannya. Dia merasa yakin setelah berhenti bekerja dia bisa segera mendapatkan pekerjaan baru lainnya. Waktu berjalan terus dan setahun kemudian dia tetap menanggur. Bukan karena tidak diterima kerja. Tapi dia banyak menolak kesempatan. Dia beranggapan bahwa pekerjaan yang baru harus lebih baik dan lebih tinggi dari pekerjaan sebelumnya. Sekarang dia menyadari kekeliruannya dan sudah menurunkan targetnya .. yang penting bisa kerja.

Cerita teman lainnya, ketika selesai kuliah di salah satu PT di Surabaya, dia melamar kebeberapa perusahaan yang ada di Jatim. Sudah banyak lamaran dikirim tapi belum ada yang nyangkut. Aku sarankan untuk melamar diluar pulau Jawa. Semulanya dia ragu. Karena belum bisa jauh dari orang tua. Ketika aku katakan, bahwa rejeki itu dimana saja bisa kita dapat asal kita mau menerimanya dan bersyukur. Itu cerita setahun yang lalu. Sekarang dia sudah hidup enak di Riau dan berat badannya naik 10 kg. Dia senang walau harus merantau .. yang penting dia sekarang sudah bekerja.

Sebenarnya banyak banget cerita2 orang2 yang berjuang untuk mencari pekerjaan dan sukses. Mungkin salah satu yang kasat mata .. ya Tukul Arwana itu .. dia berhasil sekarang karena dia tidak menolak tawaran untuk menjadi host talk show. Padahal sebelumnya dia ga yakin bisa membawakan acara seperti itu. So .. open mind. Dan lakukan hal2 diluar yang sudah ada atau istilahnya out of box. Gitu deh.

Iklan