bni_standar_03.jpg Beberapa hari belakangan ini, aku menerima banyak email, message dan SMS dari teman2ku diseluruh Indonesia. Isinya beraneka ragam. Mulai dari yang curhat karena baru patah cinta, yang putus asa karena broken home, yang gamang karena bingung dengan pilihan sampai yang mau bunuh diri karena cape’ menghadapi kehidupan ini. Hei .. I’m here buddy !! if this world makes you crazy and you’ve taken all you can bear .. you call me up because you know I’ll be there ..

Itulah gunanya sahabat. Kita bisa bebas mencurahkan isi hati kita tanpa takut, tanpa rasa malu dan tanpa beban. Karena kita tahu, seorang sahabat sejati siap mendengarkan kita dan menampung keluh kesah kita. Sayangnya, sedikit sekali kita mempunyai sahabat sejati. Kebanyakan kita hanya punya teman2 kantor, teman2 kuliah, teman2 sekolah, teman2 bermain. Yang kebanyakan juga sudah sibuk tenggelam dengan kesibukan mereka masing2.

Padahal, jika kita mempunyai sahabat akrab, sistem kekebalan tubuh kita pun akan bertambah kuat. Hmm .. suatu upaya yang bagus. Boleh percaya boleh tidak. Itu kata mbak Nuke Siska Puspita yang saya kutip dari RDI. Bahkan, berdasarkan penelitian dari Dr.Karen Grewen dari Department of Psychiatry Univesity of North Carolina dikatakan, bahwa berteman dengan orang yang berjenis kelamin sama dapat mengurangi tingkat stress pikiran. Mungkin – maksudnya – agar kita dapat curhat dengan nyaman tanpa terjadi skandal dibandingkan jika kita curhat dengan lawan jenis. Hmmm.

Dan yang terpenting – ini menurut ku – pilihlah sahabat yang dapat dipercaya. Bagaimana caranya? gampang kok .. pilihlah teman yang selalu memegang amanah dan hidupnya penuh dengan sikap optimis dan selalu bersemangat. Dan ingat, sahabat kita juga manusia. Jadi tenggang rasa juga perlu kita jaga. Mudah2an, pundak seorang sahabat dapat menentramkan jiwamu. Oh ya .. selain itu, kita juga harus mendekatkan diri kepada Sang Maha Pengasih. Mudah2an hidup ini menjadi lebih bermakna dan indah untuk dilalui.

Iklan