os28036.jpg Pagi yang menyenangkan. Matahari pagi menyengat. Lalu lintas yang biasanya lancar, hari ini sedikit crowded. Tersendat disana-sini. Nyampe dikantor, tempat parkir yang teduh sudah diambil kendaraan lainnya. Menyenangkan sekali. Begitu duduk di meja kerja. Dokumen bertumpuk setinggi 20 cm sudah menunggu. Baru satu dua dokumen dipelajari. Telephone berdering. Angkat dan suara diseberang sana komplain dan marah2 bla bla bla. Menyenangkan sekali pagi ini.

Hmm .. kok pagi menyenangkan ya? apa bukan malah menyebalkan? well, well .. begitulah. Sebenarnya, yang bisa menyatakan peristiwa pagi hari di atas tadi itu menyenangkan atau tidak adalah diri kita sendiri. Tak seorang pun yang bisa membuat kita marah, kalau kita tidak memilih untuk marah.

Ada satu teman ku, yang sering dikerjain teman2. Untuk sebagian orang, pasti sudah marah besar kalau dikerjain seperti itu. Tapi temanku yang satu ini, nyantai aja. Susah buat dia marah. Tapi, temanku yang lainnya. Gampang banget marah – Aku juga!! – tanpa sebab. Karena dia memang memilih untuk marah hehehe

Ketika seorang teman mengatakan aku adalah seorang yang bijaksana – berdasarkan penilaian tulisan2 ku – aku justru berpendapat sebaliknya. Menganggap orang itulah yang bijak. Karena untuk tulisan2 yang sama, reaksi orang lain berbeda2. Ada yang menganggap tulisan saya biasa2 saja. Ada yang malah mengatakan : “Penting ga seh” tapi ada juga yang mengatakan hal yang sama seperti teman ku itu.

Jadi, anda lah yang sebenarnya bijaksana. Dapat menanggapi sesuatu permasalahan – walaupun itu berbeda dengan anda – dengan bijaksana. Aku jadi ingat peristiwa beberapa tahun lalu. Ketika hampir setiap pagi aku berdiskusi dengan seorang teman kantor soal bijaksana dalam menghadapi kehidupan. Itu berlangsung hampir setahun. Tapi .. apa yang didiskusikan menjadi sia2 ketika dia secara tidak bijaksana melarikan uang orang lain yang bukan hak dia untuk berjudi.

So .. kata2 bijak menjadi hiasan kertas belaka tanpa makna kalau anda tidak memutuskan untuk bijaksana atau tidak. Justru anda lah yang bijak ketika memilih tidak marah pada saat seharusnya marah. Atau memilih untuk merendah – rendah hati – ketika seharusnya anda dapat sombong dengan kedudukan dan harta anda. Memilih gambar yang acceptable bagi semua orang ketika seharusnya anda bisa menggunakan stock gambar seronok yang ada di komputer anda.

Gimana? pilihan terserah anda kok sobat. Menjadi lebih wise atau …

Iklan