malang.jpg Aku baru pulang dari Malang. Long weekend. Sudah lama ga jalan2 kesana. Berjumpa dengan handai taulan. Menyenangkan. Banyak kabar gembira. Sedikit kabar duka. It’s ok. Hidup tetap harus jalan, bukan? Diantara yang aku temui, ada seorang teman yang sekarang hidup sedikit lebih baik dari teman2 yang lain. Padahal, lima tahun yang lalu .. dia lebih banyak menjadi ‘pesuruh’ daripada teman.

Aku sudah minta ijin beliau untuk menuliskan cerita hidupnya disini. Ya, sapa tau bisa jadi inspirasi bagi teman2 ku yang sedang patah. Harry – begitu saja ku sebut namanya – terusir dari rumah. Mungkin melarikan diri, tepatnya. Sehingga untuk menyambung hidupnya, dia menumpang hidup dari teman2 yang sudah bekerja.

Harry menjadi manusia nomaden. Hidup berpindah2 dari rumah teman yang satu ke teman yang lainnya. Sebagai balas jasa, dia tidak segan untuk ikut bersih2 rumah, mau disuruh belanja walaupun hari sudah tidak siang lagi dan lain sebagainya. Sampai akhirnya dia ikut dengan seorang teman yang bersuamikan bule.

Karena sang teman sering travelling, Harry akhirnya kecipratan jalan2 juga. Ya, sekedar membawakan belanjaan sang teman, nemanin kemana2 dan sebagainya. Karena pembawaan Harry yang begitu cair alias bisa masuk ke segala kalangan. Membuat dia banyak teman dan mudah diterima dimana2. Sampai suatu hari, Harry diajak ke sebuah pesta ulang tahun teman di Malang.

Sebelum Harry tiba, suasana pesta ga asik dan terasa garing. Kehadiran Harry, kemudian membuat suasana berbalik menjadi heboh. Kepiawaian Harry menghidupkan suasana itu, ternyata menarik perhatian seorang owner – yang hadi di pesta itu – yang bergerak di dunia entertainment untuk bergabung ke perusahaan dia dan langsung di terima.

Sekarang – outletnya di Malang – tempat Harry bekerja selalu mendapatkan ranking satu, mengalahkan outlet perusahaannya dikota lain seperti di Surabaya dan Jogjakarta. Dan hidupnya sekarang tidak jadi ‘pelayan’ lagi. Dan yang menyedihkan, temannya yang bersuamikan bule itu, sekarang sedang turun daun. Tapi dia tidak melupakan budi sang teman.

Satu hal yang aku pelajari adalah .. dia menjadi apa yang terjadi pada dirinya. Menerima takdir dirinya dan mengubah nasibnya agar menjadi lebih baik.

Iklan