os28077.jpg Banyak cara dan banyak teori untuk menjaga suatu hubungan. Baik kepada teman dekat, teman sekerja, teman sekolah bahkan teman hidup. Saking banyaknya pendapat tersebut membuaku bingung. Adakah cara yang tepat dan mudah diingat untuk menjaga suatu hubungan. Terutama hubungan orang2 terdekat, yang setiap hari bertemu. Misalnya dengan istri atau pasangan hidup, anak, orang tua, saudara, teman akrab dan tetangga.

Gampang2 sulit atau sulit2 gampang. Yang pasti, telah banyak upaya dan energi yang di-invest-kan untuk mempertahankan suatu hubungan. Tapi tetap saja perpisahan tak terelakan jika hubungan tersebut memburuk. Berikut adalah kristal pikiranku dan sering ku katakan kepada teman2 jika mereka mengalami kesulitan untuk berhubungan – yang pasti bukan intim.

SALING MENGHORMATI
Manusia dimanapun didunia ini, baik tua maupun muda, kaya miskin, lelaki wanita dll .. pasti merasa senang dan bahagia kalo dihargai atau dihormati. Rasa respek hanya dapat timbul dari rasa menghormati. Sulit rasanya, rasa respek akan timbul kepada seseorang jika kita sudah tidak menghormati orang tersebut atau tidak menghargai seseorang. Iya enggak?

Contoh : Dapat dibayangkan bagaimana rasanya berdiskusi dengan orang yang paling kita benci dan paling menyebalkan. Pasti, semua perkataannya kita anggap salah – walaupun faktanya, ada juga kata2nya yang benar. Hal ini terjadi, karena kita sudah tidak respek terhadap orang tersebut. Sehingga kita cenderung untuk tidak menghargai dia. Akibatnya dia merasa dilecehkan dan merasa tidak terhargai. Kira2 sudah dapat menebak kan akibatnya?

SALING MENJAGA
Banyak kasus, kita selalu menuntut orang lain untuk setia atau menjaga dirinya. Tapi kita sendiri lupa untuk setia atau menjaga diri kita. Banyak perhatian yang kita curahkan untuk mengawasi orang dekat kita tersebut. Tapi kita lupa mengawasi diri kita. Saling menjaga disini bisa seperti empati. Dimana jika hal yang dialami seseorang terjadi pada diri kita, apa tindakan atau reaksi yang kita ambil.

SALING BERKORBAN
Kata2 berkorban, pernah diprotes oleh seorang teman. Dia tidak setuju dengan kata berkorban. Karena konotasinya negative. What ever. Intinya adalah dibanyak peristiwa pertengkaran antara sepasang anak manusia sering kali terucap kata2 ungkitan seperti : “Aku sudah cape2 melayani dirimu sementara kamu hanya diam saja” atau “Aku bekerja untuk kamu sedangkan kamu cuma duduk2 saja” atau “Sudah banyak yang aku berikan, apa balasanmu sekarang?”

Duh gusti .. mengungkit2 seperti itu menggambarkan bahwa sudah ada yang merasa berkorban lebih banyak dari yang lain. Istri bekerja suami yang menganggur atau sebaliknya. Teman yang suka diporotin teman yang lain atau teman yang ‘nenggek kering’. Anak yang malas kuliah sementara orang tua sudah mengeluarkan uang yang banyak.

Mudah2an dengan saling menghormati, saling menjaga dan saling berkorban tidak ada lagi yang merasa lebih hebat dari orang lain. Lebih banyak jasanya dari orang lain. Yang tua menyayangi yang muda. Yang muda menghormati yang tua. Mempunyai empati jika melakukan sesuatu. Insya Allah .. hubungan akan tentram damai 80% sisanya 20% pasti ada perselisihan .. ya namanya juga manusia pastilah ada bedanya.

Iklan