awan.jpg Pada saat khotbah Jum’at hari ini, ada pernyataan yang menarik dari isi kotbah yang disampaikan yaitu orang yang melakukan korupsi karena takut akan masa depannya. Takut tujuh turunannya akan sengsara. Sehingga orang sejenis ini gelap mata dan kemudian melakukan korupsi. Ini mungkin sudut pandang yang berbeda dari selama ini yang saya dengar. Dan saya setuju dengan pak ustadz tersebut. Orang yang meragukan akan rejeki yang Allah berikan, akan cenderung takut. Sehingga menjadi kalap. Padahal, kalo dia menyadari bahwa rejeki itu sudah diatur oleh Allah, seharusnya ga perlu sampai korupsi. Apalagi untuk tujuh turunan. Cukup hidup secukupnya. Bukankah lebih baik penduduk negeri ini semuanya kaya raya dari pada kaya sendirian ditengah kemiskinan orang lain?

Iklan