1.jpg Beberapa waktu yang lalu, teman2 sekantorku ramai2 membeli handphone (HP) merek terkenal di salah satu pusat perkulakan HP. Yang mengherankan, kontak (dus) HP tersebut beda dengan kotak yang biasa. Menurut sang penjual, karena HP tersebut hanya garansi toko maka kotak dan bungkusnya berasal dari toko yang bersangkutan. Dari 20 HP yang kami beli, 3 diantaranya bermasalah. Ada yang baterai-nya error, ada ‘mesin’ HP-nya error dan ada yang tidak ada tutup chasingnya. Pantes aja harganya murah banget .. ya sekitar 60%-70% dari harga HP baru. Padahal HP tersebut dikategorikan HP baru bukan HP second (bekas). Syukurnya mereka mau menerima komplain.

Menurut Lusiana Indriasari, di harian Kompas edisi 15 April 2007, dilaporkan bahwa saat ini banyak beredar HP yang kesannya seperti baru. Karena ketika kita menerima HP tersebut masih dalam bungkus-(dus)-nya lengkap dengan plastik dan hologram layaknya HP baru. Tapi baru beberapa waktu dipergunakan. HP-nya error. Ga bisa dipergunakan. Begitu di periksa di tempat lain – belangnya ketahuan – ‘mesin’ HP tersebut ternyata ‘mesin’ HP bekas. Yang baru cuma cashing-nya doang. 😦

Rudi, seorang pedagang HP di Lippo Karawaci – seperti dikutip tulisan tersebut – mengatakan bahwa ‘mesin2’ HP bekas didatangkan dari China, Jepang dan Korea. Di Indonesia, ‘mesin2’ tersebut diperbaiki. Dirakit ulang, kemudian dikemas dengan dus baru yang mudah dibeli di ITC Cempaka Mas karena disana ada orang yang khusus menjual dus HP dari berbagai merk terkenal.

Harganya juga murah banget. Untuk dus kosong lengkap dengan buku manualnya cuma dihargai Rp.30.000,- dan supaya lebih meyakinkan bahwa HP tersebut benar2 baru, bisa membeli sticker hologramnya yang cuma Rp.10.000,- per lembar dan pembeli akan semakin yakin kalau ada kartu garansinya. Dan untuk membeli kartu tersebut cukup siapkan uang Rp.3.000 per lembar.

Ntar dulu. Kalau pembeli masih ragu juga. Jangan kawatir, ada yang menjual belikan IMEI (International Mobile Equipment Identification) alias nomor ‘mesin’ HP. Harganya juga cukup murah. Hanya Rp.3.500 per nomor. Paket IMEI ini berikut barcode dan nomor register HP. Sehingga dengan adanya IMEI, pembeli akan yakin karena IMEI adalah tanda bahwa produk HP tersebut adalah buatan pabrik yang bersangkutan.

Kalau sudah begini. Gimana? jadi bingung dong membedakan mana yang original dengan yang aspal. Menurut Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) sepanjang konsumen diinformasikan tentang kondisi HP yang dibeli dan konsumen setuju dengan kondisi HP tersebut maka tidak ada yang salah. Yang menjadi keliru adalah ketika konsumen tidak tahu kondisi sebenarnya atas barang yang dibelinya. Dan ini menjurus ke penipuan. Kalau sudah begini? ya lapor aja bos.

Iklan