bungkam.jpg Beberapa hari belakangan ini, fenomena aneh terjadi di dunia blog. Beberapa rekan, blog-nya ga bisa diakses lagi. Di-suspend oleh pihak otorita CetaKata. Konon karena mereka mengikuti lomba ‘lalu lintas’ 2007 – istilah yang baru buatku – dan itu dianggap melanggar rambu ‘lalu lintas’ buat CetaKata. Mungkin karena speed-nya terlalu kencang kali ya? hehehe .. ikut prihatin bro. Karena aku merasa, seperti pembungkaman kata .. jadi ingat kisah masa lalu ketika bebas berbicara adalah hal yang ditabukan.

Disamping itu, ada peristiwa lainnya. Seorang rekan ‘artis blog’, hasil karyanya di cloning dengan berbagai nama yang mirip2 dengan nama blognya. Aku aja sampai bingung. Siapa yang jawab siapa. Karena .. blog ‘imitasi’ itu muncul memberikan komentar atau tanggapan juga di beberapa blog lainnya bahkan di blog si rekan ‘artis blog’ tersebut. Aku jadi berpikir .. apakah bebas berbicara itu sama dengan bebas merusak karakter orang lain.

Hidup seperti dua sisi mata uang. Saling melengkapi. Sisi satu berupa angka. Sisi lainnya gambar. Tidak ada yang salah dan tidak ada yang benar. Tergantung pilihan. Saat sisi yang dipilih itu berada di atas, maka sisi itu dianggap yang ‘maju duluan’. Sedangkan sisi yang berada di bawah, dianggap yang ‘belakangan’. Faktanya kedua sisi tidak terpisahkan. Sama dalam kebebasan berbicara.

Pembungkaman sama halnya meniadakan sisi lainnya. Tapi bicara bebas sebebas2nya juga menisbikan sisi lainnya. Tak mudah tapi juga tak sulit untuk mengungkapkan perasaan jiwa menjadi kata2. Ketika kata diucapkan dengan tepat dan pada saat yang tepat .. maka kata itu akan menyentuh relung2 hati yang paling dalam. Ketika kata dilontakan dengan waktu yang kurang tepat dan dengan cara yang kurang tepat pula .. maka kata yang paling sederhana pun akan membuat angkara murka.

Subhanallah. Maha Suci Engkau. Yang menciptakan kemampuan manusia seperti pisau. Dapat mengiris sesuatu menjadi bermanfaat tapi juga dapat menembus sesuatu menjadi tiada. Dan Engkau telah memberi petunjuk agar kami selalu saling mengingatkan. Agar tidak tersesat jalan. Agar paham memahami kehidupan.

Iklan