jenuh.jpgSeorang sahabat menulis message kepada ku. Pesannya ga panjang2. Cuma bilang gini : “Sedang jenuh aja?” untuk menjawab pertanyaanku tentang mengapa dia sekarang sedang bete. Akhirnya, aku coba memberikan masukan buat dia seperti ini : Hmm .. Jenuh pada apa? Pekerjaan? Lingkungan? Keluarga? atau hidup. Kalau jenuh dengan pekerjaan .. gampang. Coba ambil cuti beberapa hari. Trus lakukan aktivitas yang menyenangkan .. misalnya menyalurkan hobi seperti otak-atik mesin, memancing, nulis di blog dlsbnya. Kalo jenuh dengan lingkungan. Juga gampang .. bikin suasana rumah kita senyaman mungkin sesuai dengan yang kita inginkan. Kalau perlu ubah tata letak perabotan. Pindahin beberapa perabotan atau cukup geser dikit sehingga kita mendapatkan suasana baru.

Tapi kalau jenuh dengan keluarga. Wah hati2 .. mesti minta tolong pihak ketiga – bisa orang tua masing2, biro konsultasi perkawinan atau orang yang disegani kedua belah pihak – karena pasti ada yang kurang beres dalam hubungan berumah tangga. Yang jelas .. sudah lampu kuning. Kalo saran aku sih perlu honey moon lagi – kalo dana memungkinkan – ga perlu jauh2 sambil berdiskusi dengan pasangan untuk memperbaharui komitmen.

Dan yang gawat .. kalau jenuh dengan kehidupan. Mungkin perlu bertanya dalam hati .. apakah hidup selama ini kita cuma berpura2 atau munafik. Karena kemunafikan menjadi salah satu beban yang menyebabkan hidup menjadi jenuh. Kecuali memang sudah bakat!!! Ada saran yang bisa membantu sahabat ku itu?