1_orchad.jpg Ada seorang teman pernah berujar pada ku. “Beda tipis antara cepat – gesit – dengan terburu2” ketika aku berdalih bahwa aku sering melakukan apapun dengan cara cepat. Mungkin bagi sebagian orang, gerak gerik ku itu cukup menganggu. Kesannya seperti terburu2, seperti kata temanku tadi. Mungkin bagi sebagian orang lagi, kegesitan ku itu membuat mereka tidak perlu terlalu lama menunggu ku. Terutama – memang – kalo waktunya mepet hehehe 🙂 Nah, di Sydney Morning Herald edisi 3 Mei 2007 diberitakan bahwa orang2 di kota besar, kehidupannya lebih cepat dari dekade sebelumnya.

Prof.Richard Wiseman dari Inggris yang membantu riset tersebut mengatakan, laju kehidupan di kota2 besar saat ini jauh lebih cepat dari sebelumnya. “Kita merasa bahwa kita harus produktif dan aktif terus sepanjang waktu,” ujarnya. “Itu dipicu oleh email dan budaya telephone gengam,” imbuhnya. Periset, mencatat waktu yang dibutuhkan 35 orang dari masing2 kota – samplenya dikit banget ya? – untuk berjalan sejauh 18 meter – jaraknya juga pendek banget ya?- hasilnya orang Singapura berjalan 30% lebih cepat dibanding pada saat awal 1990-an.

Hmm .. jadi, apakah orang2 Singapura itu buru2 .. atau karena emang mereka biasa bekerja dan berjalan cepat ya? Jadi ingat kalo nonton di TV yang memperlihatkan suasan downtown kota2 besar, terlihat orang2 jalannya cepat seperti dikejar wong wewek hehehe .. buru2 kali ya atau mau cepat sampe? Tahu deh.

Survei dilakukan di 32 kota dunia. Sepuluh teratas orang yang berjalan cepat adalah : Singapura (Singapura), Kopenhagen (Denmark), Madrid (Spanyol), Guangzhou (Cina), Dublin (Irlandia), Curitiba (Brasil), Berlin (Jerman), New York (AS), Utrecht (Belanda) dan Wina (Austria). Posisi Indonesia? .. waduh, ntar tanya mbah gugel aja ya .. hehehe 🙂

Sumber : Detik.com edisi tgl.03/05/2007 15:20 WIB

Iklan