1bassmallah.jpg Innalillahiwa’innalillahiroji’un .. kata ini sudah tiga kali aku tulis dalam waktu kurang dari 24 jam. Kata pertama kutulis di postingnya mbak Evy, kemudian kutulis di reply message sahabatku tentang kehilangan sesuatu dalam kehidupan. Dan yang terakhir ini .. untuk memberitahukan bahwa kemaren sore, pukul 16:00 WIB, Pamanda meninggal dunia akibat sakit di usia 70 tahun. Menyusul Bibinda yang sudah meninggal beberapa tahun yang lalu. Firasat ini sebenarnya sudah terasa. Mulai dari kabar beliau masuk rumah sakit 3 bulan lalu. Kemudian aku bermimpi gigi ku copot sampai kemaren sore, aku menulis kata tersebut. Begitulah siklus kehidupan .. lahir, hidup kemudian mati. Semua tidak ada yang abadi.

Beberapa saat – setelah menerima kabar tersebut – aku termenung menerawang jauh ke masa silam. Saat aku masih kecil. Sekitar tahun 70-an. Setiap kali liburan sekolah, aku pasti berlibur ke rumah beliau di kota Singkawang yang berjarak sekitar 130 km dari Pontianak. Aku masih ingat benar .. saat2 liburan itu paling menyenangkan dan berkesan. Karena, aku bisa berjumpa dengan sepupu2 ku yang usianya tidak terlalu berbeda jauh dengan ku.

Dan yang paling menyenangkan, aku bisa menonton televisi. Maklum – pada waktu itu – satu2nya daerah yang bisa menerima siaran televisi di daerah Kalimantan Barat hanya Singkawang, Sambas dan sekitarnya. Jangan salah. Siaran televisinya juga bukan TVRI tapi RTM dan TV3 Malaysia. Walaupun harus menggunakan antena outdoor setinggi 15 meter.

Disamping itu, Kota Singkawang merupakan daerah perbukitan. Membuat suhu udaranya lebih adem dibandingkan kota Pontianak. Tak jarang, pada pagi hari, kabut embun menutup seluruh kota. Pemandangan yang paling aku tunggu2 setiap paginya. Bukit2 yang ada disekitar kota pun telah aku daki. Pengalaman mendaki itu membuatku tanpa ragu untuk bergabung dalam MAPALA ketika aku menjadi mahasiswa. Hanya untuk ketemu kabut tipis dipagi hari.

Waktu memang terus berlalu. Satu persatu orang2 tercintaku berpulang. Banyak kenangan manis yang mereka berikan pada diriku. Yang menjadi panutanku untuk melangkah menjadi orang baik dan tahu berterima kasih serta tidak sombong. Semoga ketika waktu ku tiba .. aku juga dikenang sebagai orang yang baik dan menyenangkan seperti mereka yang diberkati Allah.

Iklan