womanpay.jpgMembaca beberapa tulisan mengenai perbedaan antara wanita dan pria disini, disini dan disini .. mungkin aku bisa menyumbangkan sedikit informasi mengenai perbedaan antara wanita dan pria – aku sengaja menulis kata wanita dahulu sebagai bentuk hormatku pada wanita – khususnya dari segi penghasilan. Dan lebih khususnya lagi penghasilan wanita di Amerika, yang ternyata mendapat ‘diskriminasi’ juga. (TIME Edisi 7 Mei 2007) Padahal kita semua tahu, bahwa Amerika adalah negara yang selalu menjadi barometer kesetaraan hak asasi. Dan banyak wanita disana berusaha untuk mencapai pendidikan tinggi dengan harapan bisa mendapatkan penghasilan yang – setidaknya – sama dengan pria.

Lulusan pendidikan yang tinggi ternyata tidak mampu menghentikan perbedaan penghasilan antara pria dan wanita. Minimal hal ini terjadi di Amerika. Data tersebut terungkap dalam hasil penelitian yang dilakukan oleh American Association of University Women terhadap penghasilan wanita pekerja berumur 25 tahun ke atas dibandingkan pria seusia selama kurun waktu 2003 – 2005. Dimana, satu tahun setelah lulus pendidikan, wanita hanya ‘dihargai’ 80% dari apa yang bisa didapat oleh pria. Dan perbedaan tersebut semakin besar sejalan dengan waktu kerja. Perbedaan yang cukup besar terjadi di Louisiana yaitu mencapai 64% perbedaan antara gaji wanita dan pria. Maksudnya gaji wanita di’hargai’ lebih rendah dari pria. Sedangkan di West Virginia perbedaan tersebut lebih kecil yaitu ‘hanya’ 89%. Bagaimana ya di Indonesia?

Setahuku, survey secara resmi di Indonesia sih kaya’nya belum pernah ada. Kalo ada yang tahu, tolong dikoreksi ya. Tapi, kalo ditempat ku bekerja, mungkin aku bisa berikan gambaran tentang perbedaan tersebut … pembandingan penghasilan ini tentunya pada level atau jabatan yang sama atau sederajat. Kalo beda jabatan, ya ga bisa atuh mah dibandingkan hehehe.

Sekitar tahun 70-an, penghasilan ditempat ku bekerja, gaji antara pegawai bujangan dan berkeluarga dibedakan. Yang bujangan tentunya penghasilannya lebih rendah dari yang sudah menikah. Alasannya waktu itu – kira2 – karena bujangan kan sendiri, maka gajinya mesti lebih rendah dari yang sudah punya tanggungan. Jadi, walau tugas dan tanggung jawab sama .. penghasilan berbeda hanya karena ada tanggungan dan tidak.

Waktu pun berjalan. Wacana pun berubah. Ketentuan perbedaan antara bujangan dan berkeluargapun dihapuskan. Penghasilannya pun disamakan. Tapi tetap aja ada perbedaan antara penghasilan wanita dan pria. Alasan waktu itu – kira2 juga – karena wanita kan punya suami yang juga bekerja. Jadi kalo penghasilan wanitanya direndahkan sedikit, ya tidak mempengaruhi asap dapur .. weleh-weleh.

Tapi itu kisah jaman dahulu kala. Saat ini, sudah tidak ada perbedaan. Penghasilan antara wanita dan pria sama persis. Tak ada perbedaan serupiahpun – terutama pada saat pertama kali masuk – hebat kan … heheheh. Selanjutnya – tentu – penghasilannya disesuaikan dengan prestasi masing2. Bisa jadi wanita lebih besar dari pria atau sebaliknya. Yang pasti, penghasilan itu diberikan sesuai dengan prestasi atau kontribusi bukan karena gender.

Jadi .. ku pikir, tempatku bekerja lebih baiklah dari pada perusahaan – yang kena sampling – di Amerika. Hanya saja .. ini dia. Kalo wanita akan melahirkan, mereka berhak untuk istirahat selama 3 bulan. Penghasilan tetap full 100%. Terus, sering kali kalo lembur, wanita ga diikut sertakan. Kasihan, katanya. Penghasilan .. ya tetap sama.

Bahkan baru2 ini, ada wanita yang akan dimutasi ke kota lain. Dia langsung komplain dengan segala alasan. Syukurnya, komplainnya tidak diterima karena dia berpenghasilan sama dengan pria maka dia juga harus menerima perlakuan yang sama dengan pria. Kira2 gitu deh maksudnya. Memang gampang2 susah bicara soal perbedaan. Disatu sisi mengakui bahwa wanita dan pria itu berbeda tapi disisi lain meminta untuk dipersamakan. Hmmm … mungkin itu yang bikin hidup ini menjadi lebih indah. Yuuukkk.

Iklan