wave.jpg Angin laut langsung menyergap wajahku, ketika aku tiba di pantai Sanur siang itu. Aroma khas pantai langsung membuatku santai. Ombak terlihat bersahabat ditingkahi angin yang ramah. Aku kemudian menuju ke salah satu resto yang ada di sepanjang pantai Sanur. Kupilih meja yang ajak disudut dan terlindung oleh rindangnya pohon pantai. Ah .. siang yang panas itu menjadi tidak terasa bahangnya. Ku lihat, banyak turis – mancanegara atau lokal – lalu lalang disepanjang pantai. Banyak yang bertelanjang dada. Membiarkan kulitnya gosong hehehe. Ada beberapa anak kecil sedang bermain layangan.

Bip bip, bip bip, .. HP ku berbunyi. Oh, ada SMS masuk. Seperti biasa, jemari2 lincah langsung memainkan tombol2 HP dan mata ku langsung membaca pesan : “Abang sedang dimana? Abang baik2 saja kan? Barusan ada berita di TV, Pantai Kuta dilanda pasang dan airnya sampai ke jalan. Mudah2an abang baik2 saja.” wow .. sedikit bingung. Jangan2 hoax nih. Soalnya, aku kan nginap di daerah Kuta. Tadi pagi .. semuanya baik2 saja ketika aku menuju ke Sanur.

Belum sempat tunning .. bip bip, bip bip, HP ku berbunyi lagi. Eh, ada SMS lainnya. “Maaf Bang, ngenganggu bentar yaa. Tadi siang ada berita di Lampung lagi gempa. Dan berakibat sampai ke Laut Selatan. Tadi diberita Bali juga kena imbasnya (sampai) 4 meter. apa benar Bang?” .. walah .. makin bingung aku. Karena, di Sanur benar2 tentram damai. Lihat tuh, beberapa orang malah asik dilaut. Dan beberap lagi berlari2 kecil dipantai.

Bip bip, bip bip .. bunyi lagi. SMS lagi. “Pak, baik2 aja kan? katanya air laut sampai ke jalan di Pantai Kuta ya?” aku ga perlu mikir lagi. Aku langsung mencari orang setempat untuk bertanya. Sapa tau mereka tau informasi itu. Ah, aku tanya sama pramusajinya saja, yang kebetulan datang ke arah ku sambil membawa orderan ku. Air kelapa utuh berikut teman2nya.

“Mas – orang Bali kok dipanggil mas ya? – tadi pagi ombak disini besar dan tinggi ya? sampai naik ke jalan?” dengan tenang sang Pramusaji bilang “Biasa aja Pak. Seperti hari2 kemaren” ternyata beberapa orang setempat malah kurang tahu akan informasi itu. Singkat cerita, ketika aku kembali ke Kuta Area, aku langsung bertanya ke reseptionist Hotel dan bar tender di Hard Rock Cafe yang kebetulan berada tepat didepan pantai kuta.

Jawabnya .. mereka malah bingung. Bisa jadi mereka tidak mendengar berita – maklum, untuk daerah tujuan wisata, jarang banget orang nonton berita di Televisi .. ya iya lah, namanya juga sedang liburan. Ngapain juga mesti nonton televisi 🙂 – atau peristiwa ombak naik ke jalan itu emang tidak terjadi. Yang ada – kata orang2 yang kutanya – ombak memang cukup tinggi. Tapi masih dalam taraf wajar. Angin kencang sehingga menerbangkan pasir2 dilaut sampai jauh ke jalanan. Sore hari ketika aku tiba di pantai Kuta, banyak orang disana sedang santai.

Keesokan harinya, pagi2 sekali aku sudah duduk2 santai di Pantai Kuta, sambil melihat2 sekeliling sekiranya aku temukan sisa2 badai kemaren. Pantai pagi itu benar2 bersih. Suasananya juga asik. Aku sempat beberapa kali renang di laut. Sekitar sejam kemudian, ada pengumuman. “Perhatian kepada seluruh pengunjung yang sedang melakukan aktivitas di laut agar segera mengakhiri aktivitasnya mengingat gelombang semakin tinggi dan air laut pasang sangat berbahaya untuk melakukan aktivitas di laut”

Buru2 naik. Tapi kulihat orang2 yang duduk ditepi pantai atau jalan2 tetap santai seperti tak mendengar seruan itu. Hanya orang yang sedang mandi dilaut saja yang mengakhiri aktivitasnya. Benar2 tidak terlihat kecemasan disana. Saat aku mengeringkan badan ku .. bip bip, bip bip .. HP ku berbunyi. SMS pertama pagi itu .. “Ass.Wr.Wb. Apa kabar bang? Gimana liburannya? Bang, keadaan disana gimana? Kemaren katanya ada badai ya?”

Aku cuma diam. SMS itu ga sempat ku jawab karena aku buru2 pulang ke hotel karena sudah ditunggu jemputan untuk ke Tanjung Benoa, Garuda Wisnu Kencana, Uluwatu dan ke Jimbaran. Dan alhamdulillah, semua berjalan lancar dan aman2 saja walaupun aku ikutan fly fish di Tanjung Benoa dan makan malam di tepi pantai Jimbaran.

Iklan