1964.jpg 21 Mei 2007 yang lalu, ketika jariku memencet tombol Indovision ke channel HBO Signature, aku disajikan film The Lord of Disciplin, film dengan setting peristiwa Akademi Militer di South Carolina Amerika pada tahun 1964. Cerita ‘seru’ tersebut tiba2 mengingatkan aku pada suatu tempat di Jatinangor. Aku tidak tahu persis, apakah gambaran di film tersebut terjadi sama dengan peristiwa “pendidikan” di kawah candradimuka tersebut. Sinopsis yang ada di teletext Indovision : “The Lord of Disciplin set in 1964 South Carolina Will plays the senior cadet asked to keep an eye on Pearce, the first black cadet ever to attend the military academy.”

Dikisahkan, Will Mc.Clean taruna senior tingkat akhir di Akademi tersebut diminta untuk mengawasi taruna yunior yang baru masuk, Pearce, orang negro pertama yang diterima di Akademi Militer tersebut. Dengan diterimanya Pearce di lingkungan tersebut menimbulkan sakit hati dari para senior akademi tersebut. Karena kehadiran kulit hitam dianggap merusak reputasi akademi yang dikenal dengan “kehebatannya”.

Pearce kemudian di”kerjai” oleh kelompok 10 – suatu kelompok yang terdiri dari 10 orang taruna senior yang “peduli” akan kelangsungan “dinasti” mereka – agar Pearce tidak betah di akademi tersebut. Beberapa penyiksaan mesti dilalui oleh Pearce. Sebenarnya tidak hanya Pearce saja yang mengalami hal tersebut. Yunior2 yang dianggap “tidak layak taruna” juga disiksa dan dipaksa untuk mengundurkan diri.

Aku pikir, film itu sejogjanya dapat di putar di stasiun nasional agar bisa memberikan pandangan bagi masyarakat kita, bagaimana suatu institusi yang dikelola seperti mafia. Kelompok 10 itu dilindungi oleh “Rektor” nya yang ternyata dulu juga merupakan bagian dari kelompok 10. Dengan adanya kelompok 10 ini, kelangsungan “kekejaman” terus terjadi. So, karena seorang Inu Kencana Will Mc.Clean .. kebobrokan institusi itu akhirnya terbongkar. Semoga kita bisa belajar dari film ini untuk memperbaiki Institusi yang ada di Jatinangor itu.

Iklan