three.jpg Beberapa waktu belakangan ini, terlihat billboard iklan salah satu selular baru dengan background hitam dan tercantum tulisan GRATIS berwarna putih. Siapa sih yang ga mau sesuatu yang gratisan? pasti senangkan dapat tiket nonton gratis, buku gratis, makan gratis dan lain sebagainya. Apalagi dijaman yang serba materialistis, hal2 yang gratis tentu menjadi sesuatu yang menyenangkan. Tapi gratis jaman sekarang, tidak serta merta membuat kita segera mendapatkan barang tersebut secara gratis pula. Contohnya iklan tersebut. Untuk mendapatkan pulsa gratis, kudu membeli kartu perdananya – yang pasti ga gratis – trus lawan bicara kita juga harus memiliki jaringan selular yang sama dengan milik kita. Baru kita mendapatkan produk / layanan yang gratis.

Akan tetapi – seringkali – hal2 yang gratis tidak mendapatkan appresiasi yang layak. Cenderung untuk dilecehkan atau tidak dianggap. Mungkin karena untuk mendapatkan hal tersebut tidak diperlukan upaya yang maksimal. Padahal dalam kehidupan beragama, apapun yang kita peroleh – gratis maupun tidak – sudah sejogjanya patut kita syukuri. Seorang teman pernah berseloroh, “ngapain mesti kaya? kalau kemana2 bisa gratis kan ga perlu cape2 ngumpulin duit.” Wah .. tapi ada teman lain – mungkin saking takutnya – menganjurkan untuk tidak miskin karena jaman sekarang untuk mendapatkan hal gratis aja, kudu kaya dulu.

Coba perhatikan iklan2 baik di media masa cetak, elektronik maupun media luar ruang, semua produk menawarkan hal2 yang gratis. Nah, untuk mendapatkan barang2 gratis tersebut kita kudu memiliki produk mereka dulu. Bisa berupa kartu kredit, rekening tabungan, membeli rumah, kendaraan dan lain sebagainya .. pake di undi pula. Jadi gratis disini, ga benar2 gratis. Kudu kaya dulu – alias punya duit dulu, baru bisa dapat yang gratis .. kalo ga pake diundi.

Ada pula hal2 gratis yang malah bikin orang seenaknya. Beberapa teman dengan mudahnya buka account email – bisa Yahoo!, hotmail, dll – dan ditinggal begitu saja kemudian membuat email lain. Mungkin satu orang bisa mempunyai account lebih dari satu. Belum lagi Friendster. Seseorang bisa punya banyak account. Makanya, teman2 di WP juga, ketika sudah tidak merasa nyaman dengan WP nya, bukan dengan cara memperbaiki WP nya tapi membuka WP baru. Ya .. mungkin karena gratis kali ya.

Apa pun komentar dan alasan tentang hal2 yang gratis, aku cuma ingin mengingatkan kepada kita semua bahwa oksigen yang kita hirup setiap hari adalah SALAH SATU hal GRATIS yang diberikan oleh Allah. Tidak peduli, apakah kita kaya atau miskin. Semua sama rata. Bisa menghirup oksigen secara gratis. Coba kalo oksigen harus kita beli. Berapa harganya? Seingat saya satu kaleng oksigen murni dalam kaleng kecil itu sekitar Rp.10 ribu-an. Baru dihirup beberapa kali sudah habis.

Iklan