halal_1.jpg Mengapa harus 100% halal .. apakah kalau 90% halal atau 75% halal tetap bisa dikonsumsi oleh umat muslim? pikiran ini mengusik ku tadi malam ketika sedang antri membeli Kebab di gerai Al Jazeera, kedai yang baru dibuka beberapa minggu di Madiun kota. Disitu ditulis 100% halal. Tersedia kebab daging kambing, daging sapi dan daging ayam. Hmm .. bagaimana jika ditambah tersedia daging babi? apa jadi ditulis 75% halal 😀 .. aku pikir, sebaiknya cukup ditulis halal saja. Ga perlu dicantumkan 100%. Aku kawatir – beberapa tahun kedepan – akan muncul tulisan selain 100% itu. Cukup cantumkan Halal saja. Karena halal dan haram itu mutlak. Jika halal ya halal, jika haram ya haram. Jika boleh ya boleh, jika tidak ya tidak. Tidak kurang 1% pun. Bagaimana menurut teman2?

Iklan