Sebenarnya, aku bukan siapa2-nya. Bukan fansnya, bukan temannya, bukan pula keluarganya. Aku berkenalan dengan Taufik Savalas pada acara Penarikan Undian tempatku bekerja di kota Balikpapan dan bertemu sang komedian itu tidak lebih dari 6 jam. Waktu itu – sebelum maghrib – aku diminta oleh panitia untuk menjemput bang Taufik di Hotel Bahtera Balikpapan tempat beliau menginap. Saat itu, aku meminta bantuan satu orang tenaga polisi untuk menemaniku, buat jaga2 kalau ada fans yang tiba2 menyerbunya.

Kesan pertama saat aku berkenalan langsung dengan Taufik Savalas adalah kesederhanaannya. Bayangkan untuk artis setenar beliau, tidak ada satupun pengawal yang mendampinginya. Aku dengan bebas dipersilakan masuk dalam kamarnya. Dan dia hanya sendirian. Dengan gaya nya yang santai dan tidak formil, kami berdiskusi tentang acara nanti malam. Oya, beliau diundang oleh perusahaan ku sebagai MC untuk acara penarikan undian.

Sebelum menuju ke tempat acara yang berada tepat di depan hotel tempatnya menginap, aku tawarkan dia untuk makan malam terlebih dahulu. Mumpung masih ada waktu kurang lebih 1 jam. Dan yang membuatku makin salut, dia tidak berkeberatan untuk makan di warung pinggir jalan. Wow .. dari tutur katanya, aku mendapat kesan, Taufik Savalas beda banget dengan artis2 lainnya yang pernah aku handle ketika aku masih di Pontianak seperti Anggun C.Sasmi, Trio Libels dan Bagito yang sangat protokoler dan teratur. Dan yang menyenangkan, beliau tidak berkeberatan naik mobil Kijang Putih ku. Padahal aku sendiri – sebenarnya – malu untuk membawa artis dengan mobil yang sudah “lansia” (buatan tahun 1996) tapi bagi bang Taufik itu tidak masalah dan aku terus berdoa – sambil menyetir – agar mobil ku tidak mogok.

Hal ketiga yang aku salut kepada bang Taufik adalah sikap profesional-nya. Dia dengan mudah beradaptasi dan membawakan acara yang tadinya melempem menjadi hidup. Dan hebatnya dia dapat mengatur waktu sehingga acara berakhir tepat pada waktunya. Acara berlangsung sukses. Ketika aku mengantar beliau kembali ke hotel, dia tidak ingin untuk menghabiskan malam dengan hura2 di cafe atau diskotik. Dia lebih memilih untuk bersilaturahmi dengan keluarganya.

Selamat jalan bang Taufik .. aku pikir, sulit mencari artis atau komedian seperti dia. Jiwa sosialnya yang kusaksikan di televisi membuatku merasa kebaikanku selama ini tidak ada apa2nya dibanding kebaikan yang telah bang Taufik lakukan. Semoga engkau diterima disisi Nya. Amien.

Iklan