indonesianflag.gif Kemerdekaan yang pertama yang harus direbut – mungkin – adalah merdeka untuk bicara (lisan maupun tulisan). Sepanjang yang saya pahami, kemerdekaan bicara adalah hal yang paling mendasar. Karena jika kita tidak punya kebebasan bicara, kita tidak bisa menyampaikan perbedaan pendapat dan pandangan kita kepada orang lain (sebagai dasar demokrasi). Kita sulit mengungkapan uneg2 kita akibat beban hidup dan biaya hidup yang semakin tak tertanggungkan akibat mismanajemen penguasa (sebagai dasar kemakmuran). Kita tidak dapat membela diri ketika kita ditindas sewenang2 (sebagai dasar kesetaraan dimata hukum).

Akibatnya muncullah pekik MERDEKA ™ pada penguasa yang membelenggu kebebasan bicara. Banyak catatan2 perlawan terhadap penguasa dimulai dari bicara yang menjelma berupa pidato – baik yang resmi, kampanye maupun unjuk rasa – buku, esai dan bentuk2 tulisan lainnya serta yang teranyar melalui blog.

Merdeka bicara tidak berarti kita dapat berkata tanpa fakta karena dikawatirkan akan berubah wujud menjadi fitnah. Merdeka bicara tidak bermakna kita menjadi dewa karena bisa memerintah atau memaksa orang lain atas nama kebenaran (kebenaran hanya milik Allah). Merdeka bicara juga tidak harus dengan kata2 menusuk hati karena bisa menggores luka yang tak tersembuhkan.

MERDEKA ™

Iklan